
Aku tidak mengerti seorang Jason yang paling pendiam, bahkan tidak di temani tega melakukan hal itu padaku. Lebih dari 100 foto aku temukan dalam ponselnya. Perasaan marah, kesal semakin tinggi. Bukan amarah yang keluar, malah meneteskan air mata.
^^^'aku kecewa' ^^^
Plak!! Tak sengaja menjatuhkan ponsel milik Jason, dengan berlinang air mata.
Lalu Max berdiri mengambilnya, melihat apa isi foto tersebut dengan perasaan kesal.
"Anu aku bisa jelaskan, tolong jangan bunuh saya" Jason bersujud di kaki Max dengan perasaan menyesal.
"Lo yang tenang Lexa, gue disini ... Lebih baik Lo istirahat yah..." Bella merangkulku menuju tempat duduk
"Bell gue mau pulang.." Sautku dengan perasaan sedih bercampur luka.
"Tapi ini kan belum selesai, gue baru saja sampai" saut Bella
"Kalau begitu gue saja yang pergi" aku pergi melangkahkan kakiku, tidak peduli apapun, bahkan bajuku tertinggal di sana. Air mataku bercucuran baru kali ini ada seorang penguntit yang memfoto diriku, rasanya seperti di mata-matai sangat tidak nyaman.
"Ehh xaaa tunggu kita belum selesai..." Teriak Bella,
"Semua ini gara-gara Kalian ya, Lo nyuruh semua tugas pada Lexa sampai dia kebingungan begitu, Lo tau gak Lexa itu siapa sebenarnya, banyak nuntut tak tau terimakasih! Dasar otak udang semua" Bella memarahi para pria itu dan balik mengejarku.
Mungkin ini baru pertama kali bagiku, mendapatkan perilaku semacam ini dari orang yang bahkan tidak dekat dengan Lexa. Rasanya seperti bertemu dengan orang memiliki gangguan jiwa. Bahkan ku kira Jason adalah orang baik. Kenapa bisa melakukan hal bodoh seperti itu.
Bahkan saat pertama aku melangkahkan kaki di kampus ini, dia memiliki foto itu.
^^^'apa mungkin di baper waktu aku meminta untuk tuker bangku, itu sangat mengerikan' ^^^
Aku berjalan menuju asrama yang memang tak jauh dari area kampus, suasana malam dengan hawa dingin. Aku masih mengenakan baju milik kampus terasa menusuk sekali dengan udara yang begitu gelap. Sambil menahan air mata tak terasa aku melewati setiap lorong kelas tanpa rasa takut. Karena di pikiranku Jason seorang penguntit.
Hingga tak terasa sudah berada di pintu gerbang kampus, ku lihat pos satpam kosong hanya lampunya menyala, sekelebat ku lihat waktu menunjukan pukul 11 malam. Aku berjalan menunduk tanpa menghiraukan jalan.
Tit!tit! Suara klakson mobil
"Lexaaaa awassssas!!" Dengan waktu yang tepat Bella menarik tanganku. Jika terlambat satu detik saja sepertinya aku telah tiada.
"Lexaaa Lo gila ya, mau ngakhirin hidup gitu... Heh Lo itu Alexa ingat kita berasal dari mana! Tujuan kita berada di kampus ini untuk apa, jangan menjadi pengecut hanya karena masalah sepele" bela kesal ceramahi Alexa.
"Apa sih Bella gue keserempet aja siapa yang mau mati, kasihan ayah gue" Sautku datar
"Ohh baguslah sini, gue peluk Lo dingin kan kita pulang.." Bella memapahku sambil jalan menuju asrama Puteri
"Makasih ya bella, Lo selalu ada di samping gue,, entah bagaimana rasanya jika gak ada lo" saut ku
__ADS_1
"Is okay Lexa sayangku,, lagian gue kesel banget sama tuh para cowok bukannya sigap gitu, malah melongo kesambet lalat kali... Mana gak ada yang beri tahu gue lagi" Bella nyoroscos mengeluarkan isi hatinya
".... Bella gue disini gak apa-apa, gue mau pulang.."
"Kalau ada bintang jatuh, gue mau minta berubah jadi laki-laki" saut bella
"Lah ko jadi laki-laki kenapa?" Sautku penasaran
"Hahaha biar bisa jagain kamu hahaha" Bella tertawa keras
"Eh dasar Bella omes emang Lo mau sama gue, gue miskin gak bisa kasih apa-apa haha" aku ikut tertawa
"Menurut gue Lo itu tipe ideal loh, pintar iya, gak ngebosenin iya, laki-laki mana yang gak tertarik sama Lo, contohnya si Max ketua gengster aja jatuh cinta kan sama Lo gimana si culun, bahkan sekarang si dingin juga suka kan, nah giliran gue si comel ini hahaha" Bella
"Ih dasar Bella lesbie tolong, kelamaan jomblo dia hahaha" aku tertawa lebar melihat tingkah Bella
Sesampai di asrama, aku mengganti bajuku dengan pakaian tebal dan hangat, Bella membuatkan teh manis. Lalu kami makan nasi goreng bersama yang tadi Bella beli sebelum menjemputku.
"Yah nasi gorengnya dingin nih, kasihan banget si jadi Lo xaaa.. menderita terus, " Bella
"Gak apa-apa sudah takdirnya, hidup itu gelap kaya malam yang seakan menusuk tanpa diketahui, tapi di malam itu akan selalu ada cahaya seperti kunang-kunang yang menyinari si gelap malam, Lo orangnya bella..." Sautku sambil meminum teh hangat buatan Bella
...----------------...
Sesekali ku lihat layar ponsel, tak ada satupun Max mengabariku.
Drrrt
Tiba ponselku bergetar, dengan cepat membuka pesan itu yang ku harap dari pacarku Max Julio.
[Aleandro]
[Lexa sudah sampai? Istirahatlah ini pacarmu.. jangan larut terbawa suasana kami sudah membereskan Jason, gua yakin dia gak akan mampu berada di dekatmu lagi, bahkan melirikmu!]
"Loh ko Aleandro? Bilang gue pacar lagi, yang ku harapkan Max huh kesal berada dalam dua hati, apa jangan-jangan Max sudah tidak mencintai gue lagi" saut Lexa menggerutu.
Bella menjawab sambil mulutnya penuh makanan, "Lo terlalu berlebihan Lexa, mungkin saja itu Max.. Positif thinking aja kasihan tuh dituduh Mulu, uhuk ..uhuk.."
"Tuh kan makanya nya jangan ngomong kalau lagi makan, habisin dulu dalam mulut tuh ke sedak jadinyakan" aku memberi minum untuk Bella
Sudah selesai makan aku mengambil selimut lalu membaringkan badanku di tempat tidur, sama dengan Bella yang telungkup nyetuh bantal lalu tertidur pulas.
Aku melihat atas masih tertempel poster Bias ku,
__ADS_1
Jika pria di dekatku seperti ini, bagaimana dengan dunia luar, bahkan seperti ini saja aku sudah takut, sama halnya ketika aku memfoto sembarang wajah Max secara tidak sengaja untuk ditunjukan pada temanku, berbeda dengan Jason bahkan dia terang-terangan mengambil fotoku.
^^^'tapi untuk apa Jason melaksanakan hal itu' ^^^
Semoga Max dan Ale benar-benar membereskan semua itu,
[Alexa]
[Tolong gue minta hapus semua foto gue di hape Jason! Kalau engga gue pergi dari kampus ini]
Aku mengirim pesan pada Max dan Ale tentang permintaanku, meski aku tidak tau bagaimana nasib Jason sekarang.
^^^'bagaimana Jason rasanya bermain dengan pacar gengster sekaligus si mata dingin di kelas, maaf aku sangat kesal begini lah perasaan Max dan Ale ketika melihat Bara tiada' ^^^
Sesekali ku miringkan badanku melihat Bella sudah terkulai tidur mendengkur, perasaan balas dendam pada Jason yang terlintas seketika tiada.
Gadis polos yang tertidur di sampingku, dia sangat cerewet dan selalu menghiburku. Bahkan dia mau jadi pria hanya karena aku selalu tersakiti. Bahkan itu tidak mungkin.
Benar polos bukan, teman yang tidak akan kau jumpai dimanapun.
^^^'aku akan menjagamu Bella, seperti aku menjaga Aleta.. sahabat' ^^^
Malam itu pikiran terus saja berputar, aku tidak bisa tertidur dan memejamkan mata. Ku buka laptopku dan cek beberapa email masuk.
Mataku tertuju pada satu email yang sangat fenomenal.
[Send:Bram]
[Gua Bram, gua sudah tau semua dari Viona, sebelum Lo mulai.. sebaiknya Lo tonton dulu video ini]
Play!
.
.
.
.
.
"WHAT!! INI APA!!"
__ADS_1
video apa yang di kirim Bram pada Alexa hingga dia terkejut tak menyangka.
Bersambung..