TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 44 Kejujuran!!


__ADS_3

"Maksudnya tuan eh pak, ca-cafe ini buat saya" terdiam melongo.


Rasanya seperti kamu dapat nikmat yang besar lalu jatuh dari langit, seakan menimpa tubuhmu yang tak disangka. Aku berkaca-kaca sesekali mencubit diriku sendiri. Karena memang rasanya seperti mimpi.


Bayangkan saja Alexa adalah anak miskin berumah triplek yang padat di kota Jakarta, ayahnya hanya seorang office Boy, tiba-tiba mendapat saham terbesar untuk mengurus sebuah restaurant bintang lima ternama. Wah aku seakan tak percaya.


"Yap ini semua buat Lo lexa" tepis Ale


"Ale ko gak bilang, kalau tau kan gue mungkin akan bawa naskah pidato, ups!" Bicaraku sungguh keluar begitu saja, gugup tapi melting


"Tidak apa Lexa, oh iya Max kemana?" Tanya tuan Regas sambil melirik sekeliling melihat keberadaan Max


"Emm anu sepertinya Max pulang sebentar karena ada yang hamil?" Jawabku


"HAH HAMIL??" mereka berdua tampak terkejut ketika aku mengatakan Hami.


"Maksudnya bibi?" Tuan Regas terkejut


"Masa iya sih Max demen sama nenek peot" seru Ale


^^^'loh ko malah jadi bibi, haduh gimana bilangnya?' ^^^


"Bu-bukan itu maksudnya kucing Max lagi hamil, sepertinya mau melahirkan" jawabku pelan


"APA MELAHIRKAN??" Tuan Regas


^^^'ini tuan Regastara kenapa sih, apa-apa terkejut panikan banget ternyata, apa gak kuat minta cucu ya hehe, malah aku yang jadi gemetaran kan ngomongnya' ^^^


"Maksud Lexa,, Max disana punya kucing sedang hamil sebentar lagi melahirkan, kucing loh ayah bukan manusia" jawab Ale menjelaskan


^^^'benar Aleandro you are genius'^^^


"Oh gitu, saya pikir bibi loh atau gak Lexa hamil malah bagus tuh iya kan ajudan hahahaha" Tuan Regas malah tertawa aku malah melongo


"Ah iya sampai lupa, silahkan ajudan kasih dokumen lengkap pada Lexa" Tuan Regas


Ajudan itu memberikan ku beberapa dokumen, untukku tandatangani. Rasanya seperti sedang ijab qobul, bahkan Ale juga menandatangani dokumen itu sebagai bentuk penyerahan restauran yang berpindah tangan menjadi namaku.


"Nah bagus, sudah beres ya.. saya hanya minta 20% per laba yang ada di restoran ini selebihnya kamu yang urus ya, oh iya ajak bilang ayahmu saya ingin bertemu" tuan Regas


JLEB


'ayah'


Ajudan itu membereskan dokumen kembali yang telah ku tanda tangani, jika tuan Regastara bertemu dengan ayahku, apakah dia tidak akan menyadarinya bahwa istri yang selalu cantik di hadapan dia adalah ibuku, atau mantan istri ayah.


^^^'malah seakan-akan siap terjun dari tebing yang tinggi' ^^^


Lalu Tuan Regas beranjak jalan pergi, aku masih diam kaku memikirkan bagaimana caranya.

__ADS_1


"Emm Lexa, lebih baik kamu ganti pakaian mu, itu sangat tidak pantas" saut tuan Regas dan berlalu pergi


JLEB


(Bahkan dia mengomentari pakaianku)


...----------------...


Aku tak kuat menahan air mata tak terasa, air mataku bercucuran dan sedih.


"Lo kenapa bukannya bahagia ko terlihat sedih, jangan pikiran ucapan dia, Regastara emang punya lidah tajam" jawab Ale


Aku melirik Ale dengan mata berkaca-kaca lalu mengatakan yang sesungguhnya dengan terbata-bata, "Al sebenarnya gue anak orang miskin" memeluknya sambil menangis.


"Lexa kenapa kamu sedih jadi orang miskin, mereka juga bisa hidup dengan bahagia dan itu sudah jalannya" jawab Ale menenangkan ku


"Al Lo gak tau, ayah gue seorang OB dan gue masuk ke kampus karena beasiswa, awalnya gue berhubungan sama Max untuk menutupi jati diri gue," tertunduk malu menangis.


"Lexa gua nerima Lo apa adanya, bukan karena Lo pintar, gua seneng akhirnya Lo bisa nerima diri Lo sendiri" jawab Ale


"Lo gak ilfil sama gue" jawabku


"Haha engga, apa Max tau?" Tanya Ale


"Engga hanya kamu dan Bella yang ku beritahu" jawabku


"Loh Bella? Benar kamu bodoh... Kan sudah gua bilang jangan terlalu percaya sama orang!" Ale dengan nada sentaknya


"Apa!! Lo kenapa kasih tau sekarang, jadi Lo punya nasib sama dengan kita, seharusnya Max jangan melibatkan Lo tentang kematian Bara.. Lo pasti tertekan dengan Bella yang awalnya mengingat semuanya namun sekarang hilang sekejap mata.." Ale


"Gue baik Al terimakasih sudah peduli, tapi bisa gak gue mohon rahasiakan ini, gue juga mau Restaurant ini milik Lo saja, gue gak pantas nerima ini" jawabku tertunduk diam


"Kenapa? Lo gak suka?" Jawab Ale sambil mengenggam tanganku


"Bilang saja apa mau mu.. gua akan kasih apapun bahkan jika itu harus nyawa taruhannya" Jawab Ale meyakinkan


Aku memandang tatapan Ale dengan begitu yakin padaku, bolehkan aku percaya padanya. Dia terasa sangat tulus padaku.


"Ale ibu tiri Lo sekarang ini adalah ibu kandung gue.." jawabku datar


"...." Ale diam terkejut mendengar gemetaran suara yang keluar dari mulutku, seakan tak percaya kisah ku sangat rumit dan aku sangat senang Ale yang lebih tau dari yang lain. Entah Max tau dengan ceritaku atau tidak. Karena aku baru menceritakan kisah ini pada Aleandro seorang.


Aku hanya takut dengan Regastara memberikan restauran ini padaku, alih-alih ingin bertemu dengan ayahku. Padahal jika restauran ini murni hasil keringatku rasanya aku tidak perlu melihat ayah bekerja lagi sebagai OB, biarkan dia yang mengurus Restoran ini bersamaku. Tapi apa jadinya jika ini memang milik da Regastara dan ayah bertemu dengan Ibu.


Semua rencana Regastara terbaca padaku, entah mengapa aku merasa sangat tidak enak hati menerima tawaran ini.


"Al ko diam... Kalau gitu gue balik ya" pikirku


Belum sempat aku beranjak, Ale memegang tanganku.

__ADS_1


"Gua mengerti, Lo gak usah pikir kan hal lain tentang ini, sekarang Lo mau kemana.. gua akan membawa Lo kemanapun Lo happy" jawab Ale


"Ga usah Ale gue baik, siapa yah jaga kalau Lo ikut gue" jawabku


Prok!prok!!


Ale menepuk kedua tangannya, seolah manager restoran itu tau.


"Sudah beres ayo gua antar pacarku.." saut Ale menarik tanganku pergi


"Ehh Al tunggu.. beres apa.." aku diam kebingungan namun kekuatan tangan Ale malah menarik ku sampai luar.


Ale mengajakku ke sebuah pusat belanja dengan mengendarai mobil hitam brionya.


"Kata buku kalau cewek lagi galau harus belanja ya..." Tanya Ale


"Emmm iya sih, tapi kita mau kemana??" Tanyaku


"Lo pilih mall atau pasar" tanya Ale


Dengan pakaianku begini, pasti malu lah kalau mall, lebih baik kita ke pasar saja sudah lama rasanya mau pulang kerumah ayah.


"Pasar saja deh kayaknya, gue juga jadi kangen ayah" jawabku


"Oke kita ke pasar, gua yang bayar plus anterin pacar gua pulang kerumah aslinya" jawab Ale meyakinkan


"Ih gak perlu gue malu, rumah gue triplek Al, gak ada AC nya pasti Lo gak akan tahan" jawabku


Aku takut Ale ilfil ketika melihat Lexa berasal dari mana, bahkan untukku bertemu sosok Ale yang selalu membantu tampa pandang bulu itu sudah anugerah yang paling besar.


.


.


.


.


.


"Gua gak bisa di tolak!" Seru Ale


DEG


DEG


(Benar Ale si Pria dingin, sedingin Everest)


bersambung 🌹

__ADS_1


^^^Percayalah pada jati diri sendiri terlepas dari mana kamu berasal, akan selalu ada orang seribu banding satu yang nerima kamu apa adanya. Seperti Aleandro.^^^


__ADS_2