
"selamat pagi kesayanganku.." Max berbisik ditelingaku.
Pelukannya hangat, harum kopi capuccino di pagi hari.
^^^'sepertinya jadi ingin minum kopi' menghirup udara segar.. ^^^
"Max ku kira hantu juga hiks" tertawa gurau
"Emang tadi kamu ketemu hantu" Max bertanya
Aku membalikan badanku, ku lihat indah mata itu, gep! Memeluknya balik seakan harum badan selalu inginku hirup sepanjang hari.
"Pacarku wanginya" memeluk Max ku hirup bau tubuhnya, serasa dunia tenang tanpa beban, Max perlahan mulai membalas pelukku, "peluklah sebanyak kau mau Lexaa" Max ..
Uhuk uhuk... Bella telah datang memperhatikan kami,
*
"Waaaaaaa" teriakku, aku terkejut melompat kepangkuan Max melihat sosok Bella dengan wajah hitam legam. Max tampak berdiri mematung dan menangkap badanku. Sama-sama kaget melihat sosok Bella.
Bella melangkah ke dekat sisi pintu,
"Aduduh serem jangan mendekat...." Jawabku sambil menutup mata
Bella menghampiri saklar lampu disisi pintu kamar, CEKLEK!! (Menyalakan lampu)
"Lexaaaa .. turun gak ini gue! Kan tadi juga gue, oh iya terus Max kenapa Lo takut juga ketemu gue" Bella
Seketika suasana rumah menjadi terang, ku lihat sosok Bella yang membawa kan teh dengan muka hitam dan bajunya hitam. Max tanpa melotot terkejut dengan apa yang di lihatnya.
Aku turun dari pangkuan Max, "Bella gue bilang kan jangan nakutin gimana sih!" Kesal
"Siapa sih yang nakutin... Kan Lo tadi bilang cuci muka, gue udah cuci muka nih emang masih ada ya? Habisnya tadi di toilet gak ada cermin" Tanya Bella sambil mengusap-ngusap wajahnya.
"Lo hitam dekil Bella, kaca sebelah sana" tunjuk Max
Bella menyimpan teh di meja lalu segera pergi pergi bercermin,
"Waaaaalaaa setan" Bella
"Hahahaha" aku dan Max hanya tertawa melihat Bella yang terkejut dengan wajahnya sendiri
"Wey itu wajah Lo bell" Saut Max dengan tertawa
"Hahaha iya nih gimana bisa gitu sih bel? Bukannya tadi pake masker putih ko di cuci malah hitam gitu" tanyaku
"Tadi sehabis cuci aku Nemu handuk warna item, gue kira handuk.. eh ternyata dari tadi setannya gue hehe" Bella
"Handuk hitam,, yang kecilkan itu bukan handuk bel, itu buat kompor" saut Max tertawa kecil
"Apa buat kompor? Kenapa gak kasih tau ihhh" Bella terkejut
"Orang gak nanya" Max
Lalu dia segera berlari kembali kebawah untuk membersihkan wajahnya, Max kembali mematikan lampu lalu mengajakku pergi ke balkon sambil membawa teh yang Bella bawa.
"Sayang mari ikut, akan ku tunjukan tempat paling menakjubkan" saut Max
Aku melangkah mengikuti Max, menaiki tangga lantai tiga. Sampai disana, aku melihat embun sudah mulai berkurang dan mentari mulai muncul.
"Wahh bagus banget, wajib foto ini" Aku mengambil handphone dalam saku piamaku
"Max mari kita foto selfie" aku tersenyum mengajak Max, lalu max mendekatkan wajahnya padaku
Cisssss! CEKREK
^^^'hore sekarang punya foto berdua, gak foto sembarang orang lagi' ^^^
__ADS_1
"Lagi.. lagi.." Sautku penuh senyum
Aku dan Max mengambil beberapa gambar bersama bahkan aku sesekali menyuruh Max berpose.
"Waaa pacarku tampan banget" aku sambil melihat foto dalam ponsel penuh bahagia
"Memang tampan sekarang gak perlu foto seenaknya lagi kan" Max menggodaku
"Ih apaan sih, kan waktu itu gak kenal" jawabku
"Lexaa kamu tidak takut denganku?" Tanya Max
Tiba-tiba Max berkata seperti itu. Seolah akan pergi jauh takan kembali wajahnya diam sayu.
^^^'apa dia masih shock karena hari kemarin,'^^^
"Max aku tidak takut padamu, tetaplah disisiku meski badai datang memisahkan kita" aku menutup mata, seakan bibirnya sangat dekat. Max perlahan mendekat
*
*
*
"LEXAAAA.... MAXXX dimana kalian? Ayoo makan!!" Bella teriak keras hingga terdengar sampai atas atap. Seketika aku membuka mataku dan kami menjadi kaku.
"Lebih baik kita ke bawah ya..." timpal Max
"Iya benar" jawabku datar
^^^'aduh Bella ganggu saja aja ah ga asik!!'kesal^^^
Lalu kami menikmati makanan yang telah bibi dan anggota lain masak, aku tersadar
^^^'aku belum mandi dua hari aduh bagaimana ini, udah lengket malah makin nempel lagi sama mas pacar' ^^^
Kring ... Kring...
Terdengar telepon Vila berbunyi..
Max mengangkat telepon dengan jawab santai.
"siapa sayang" tanyaku
"ayah katanya vila sedang di booking, kita di suruh pulang" Max
"apa? ayah tau kita disini!" Tanyaku heran
"iya ayah tau, kan kamu tau sendiri sebelum kesini kita berpapasan dengan ayah di asrama" saut Max
"emmm Max aku malu" jawabku tertunduk, bagaimana bisa Regastara tau jika aku disini, atau jangan-jangan tuan Regas memang meminta cucu padaku, karena itu dia mengizinkan Max dan aku menempati vila ini.
^^^'aduh malu... pikiranku kemana sih? aku belum nikah loh' ^^^
Max merangkulku berbisik, "tau gak apa yang lebih parah, ayah tau hanya kita berdua yang ada disini" Max tersenyum
"hah serius, apa ayah minta cucu" tanyaku
"apa? cucu hahaa" Max tertawa, "bisa jadi Lexaa" memandangiku
aku terdiam mematung, apa Regastara berencana menjadikanku menantunya. Bagaimana jika dia tau jati diriku yang sebenarnya.
......................
"Guys, waktu makan kalian 10 menit lagi, villa nya mau di sewa sama orang... Bentar lagi mereka sampai" saut Max
Mereka seakan terkejut tanpa menunggu untuk beres-beres beberapa orang langsung cabut dari vila.
__ADS_1
"Kalau gitu gua cabut ya, ada apa-apa kabarin kita"
"Iya gua juga"
"Eh pak Regas kesini juga gak?" Tanya salah satu pria
"Entah kenapa emangnya" Andre
"Loh gak tau emangnya Andre, kalau Regas sampai kesini, wah bisa hancur Argala selebihnya tanya Max, Max kita cabut ya?"
"Iya hati-hati dijalan ya, yang lain tunggu di basecamp saja" saut Max
Aku yang disamping pria itu terdiam, kenapa mereka semua pada pergi dan menghormati sekali Regastara bahkan Andre pun tidak tau.
"Max kenapa mereka segera pergi?" Tanyaku
"Tenang saja, bukankah itu lebih baik kita bisa bersama sepanjang waktu" Max sambil membantu bibi membereskan piring
Tiba Andre menghampiri kami "kalau gitu gua ikut cabut aja ya Max, gua tunggu di base camp" melangkah pergi
"Ayo tunggu apa lagi, kalian mau pulang tidak?" Andre mengajakku pergi
"Gue sama Max aja nanti," jawabku
Max berkata dengan sangat meyakinkan, "Lexa sayang, lebih baik pulang sama Andre, Bella dan bibi, gua jaga disini tidak apa,, setelah ini gua janji akan langsung mengejarmu"
"Tapi MAXXX"
Bella menarik tanganku mengajakku pergi, "udah ayoo, lexaaaa nanti gue boncengin kita pake motor Max loh... yuk buruan"
"sudah bi, biar Max yang lanjutkan.. bibi ikut Andre saja" Max
"baik Raden" bibi berlalu pergi
"tunggu sebentar Bella" aku melepaskan genggaman bella, berlari ke arah Max
..."aku akan merindukanmu, Max" ...
...*Always*...
......................
sampai parkiran, Bella tampak keren menggunakan motor hitam pekat milik Max, sementara mobil Max masih berada dalam garasi.
Warna mobil merah, ramping mencolok, mobil pertama yang ku tumpangi bersama Max, saat datang ke vila ini.
brrrrmmmm
"ayo xaaaa... keren kan gue" Bella
"huhu waaaa keren, wajib direkrut geng nih haha" jawabku
Andre dan bibi di motor satunya, aku bahkan masih merindukanmu Max, kenapa kamu harus tinggal seorang diri dalam vila. Aku ingin berada di dekatmu selalu.
Diperjalanan pulang tiba kulihat mobil Viona, tampak dari depan pergi bersama Dady dan ibunya, keluarga Mertabara berbelok ke arah vila milik Regastara.
.
.
.
.
.
"loh itukan Viona? jadi dia yang booking Vila nya? tapi untuk apa?" Keheranan
__ADS_1
saksikan jawabannya di episode seterusnya 🌹