
Kampus telah usai, beberapa kali ku kirim pesan kepada kedua pacarku. Tidak! Anggap saja mereka kekasih ku sekarang, padahal belum tau sampai mana.
Berjalan pelan menuju asrama dengan membaca sebuah buku tentang rumitnya cinta segitiga, benar buku ini membuatku berkhayal jauh, bagaimana ribetnya punya pacar dua, terlebih saat harus membagi waktu untuk keduanya.
^^^'bukunya seru, tapi apa buku ini kutukan.. saat awal baca ceritaku malah jadi cinta segita, ahh engga perasaanku saja' pikirku ^^^
✨buku itu bercahaya
"Eh ko ada cahayanya," pikirku aneh menutup buku tersebut
"Ahh engga ngawur gue mana ada, terbawa alur saja.. sudah ahh lebih baik sekarang cepat pulang, pasti Cleaning service sudah ada di asrama" pikirku
Mulai berjalan sendiri, Bella belum selesai kelas, memang kelas sastra sekarang pasti masih di belajar, saat hendak pulang aku dikejutkan dengan keberadaan Max yang tengah bersandar di gerbang asrama dengan sebuah permen loli di emutnya.
"Ehem ehem.." Sautku
"Hai kekasihku sudah pulang" Max melambaikan tangannya dengan perasaan tidak bersalah
"Lo dari mana sih bukannya masuk kelas bolos lagi," tanyaku
"Ah itu gua harus ke rumah sakit sebentar" saut Max
"Hah rumah sakit siapa yang sakit?" Tanyaku dengan wajah panik
"Siapa ya? Hati gua di bagi dua kaya buku itu hahaha" menunjuk buku yang sedari tadi ku pegang
"Ih siapa yang mendua, kamu yang suruh walau tak mau ble, serius siapa yang sakit?"
"Haha iya asal pujaan gua happy, Lo tenang saja sekarang sudah pulang ko.." saut Max dengan jawaban tenang sambil terus menjilat permen nya.
"Siapa? Ale kah ... Dia sakit lagi??" Tanyaku
"Apa sih.. bukan, itu kucing kita Leta dia hamil.." saut Max
"APA kucing gue hamil? Siapa tersangkanya huh padahal gue mau dia sama kucing paling ganteng, apa lagi warna abu buludru pasti lucu aaaaa gemoy, na liat kesana yuk" Jawabku
"Namanya juga kucing, siapa saja di layani kan?.. tapi Lexa bagaimana dengan gua" tanya Max mendekatiku sambil memberikan permen bekasnya
"Nih buat mu"
"Apaan nih, iuhh tau ah mau masuk gue Bye.." saut Lexa pergi meninggalkan Max berjalan menuju gerbang asrama
Tiba Max dari belakang mengikuti ku, tanpa sadar Max sudah berada di sampingku.
^^^'pantas saja semua orang tertunduk memperhatikan ku' ^^^
"Silahkan masuk nona Alexa" penjaga asrama tersenyum
Aku melihat sisi kanan, benar Max berada di sampingku dengan sangat dekat. Bahkan dia melirikku dengan tersenyum.
^^^'ngapain dia ngikutin gue, sampai pintu asrama lagi mana Bella belum pulang' ^^^
Krrrt ( membuka pintu asrama nomer 605 )
Tampak semua sudah beres, AC menyala dingin dan kamar tertata rapih. Ku hirup wangi ruangan penuh aroma manis dan segar.
"Wah harumnya.. cleaning service sudah selesai kali ya, mana tapi ko gak kelihatan" melirik area ruangan
__ADS_1
Langkahku terhenti ketika baru saja aku melangkah, Max menahanku.
Tatapannya berubah menjadi sinis dan tajam.
"Tunggu Lexa" Max
"Eh ada apa? Kenapa"
Max berjalan mulai cek seisi ruangan, tiba dia salah fokus degan salah satu boneka kecil yang tertutup diantara boneka milik Bella.
Max mengambilnya lalu menjatuhkan boneka itu ke lantai, seketika kaki besar itu menginjak boneka kecil itu hingga lusuh dan kotor.
"Eh Max... Lo ngapain itu milik Bella" saut ku menahan Max dan mengambil boneka yang di injak Max itu.
"Tuh kan jadi kotor" sambil membersihkan boneka itu dengan kedua tangan, puk puk
Max merebut boneka dari tanganku, lalu berkata dengan sangat kasar, "siapa kalian! Mau gua hajar" saut Max dengan tatapan tajam dan mengepalkan tangannya
^^^'maksudnya? Max ini kenapa emang boneka ada nyawanya?' ^^^
GUBRAK
"Max ada apa? Lo mau hajar boneka kecil ini kasian.." Tanyaku terheran
Max tersenyum melihatku, lalu memasukan boneka kecil itu pada saku jaket kulitnya.
"Lexa sayang, boneka itu jahat dia sedang menyimpan kamera tersembunyi disini, lebih baik gua bawa ya" saut Max dengan lembut mendekap tubuhku
^^^'kamera tersembunyi, buat apa? Emang ada pada boneka.. gak mungkin!! Aku kan bukan idol yang punya seasang jahat, dia gak tau gue siapa hah dasar otak picik' ^^^
^^^'emang siapa? Alexa si rumah triplek ble''^^^
"Hahaha kamera pada boneka, dia gak tau gue siapa ya hahaha" Sautku tertawa di hadapan Max
"Lah siapa emang" Max meninggikan alisnya
"Emm pacar gengster Ter Ter Ter pokoknya cup!!" Mencium pipi Max dengan perasaan senang
Apa jadinya jika aku masuk sendirian ke kamar asrama, lalu mengganti baju dan direkam oleh si penjahat picik yang bersembunyi lewat boneka, terus nanti di share on sosial media. Tamat sudah hidup Lexa,
^^^'gak mau ah kasian Lexa' ^^^
"Oh ya lebih baik sekarang kamu ganti baju di toilet sana jangan disini, terus ikut gua" Max dengan nada sopan padaku
"Auch kenapa? malu ya, hehe ketua gengster gak mau lihat harta paling berharga yang ada pada wanita hihi" menggoda Max
Max mendekat dengan tatapan sayu, sampai aku tidak kuat menahannya hingga terbentang di area kasur, Max menindihkan badannya padaku, aku menatap wajah Max dengan membulat menelan ludah.
^^^'benar salah kalau menggoda dia, Max mudah kepancing' ^^^
"Emm anu gue mau pipis, lebih baik ke toilet dulu kan" berusaha terbangun lalu pergi ke hadapan Max.
...*misi gagal* ...
...----------------...
Sampai pintu toilet aku masih belum berani untuk buka, bukan karena ada kecoa tapi takut ada kamera tersembunyi seperti yang ditemukan Max tadi.
__ADS_1
"Emm Max apa Lo yakin disini aman?" Tanyaku
"Yap aman, hanya pria banci yang menyimpan kamera di sebuah toilet perempuan" saut Max sambil melihat koleksi buku yang ku pajang di meja belajar.
Akhirnya aku tekad untuk masuk toilet da bergegas mengganti baju, lalu sesekali membersihkan gigi dan memakai parfum.
^^^'yakali ada mas pacar buluk begitu, uhuy' ^^^
Sudah selesai, Max mengajakku pergi jalan berdua, dia bahkan menggandeng tanganku lembut. Semua tatapan anak asrama mengarah padaku. Benar sekelas Max Julio pemilik seorang pewaris Regastara pemilik asrama berpacaran dengan Alexa.
^^^'sepertinya hatiku akan meledak, ka bomm!!' ^^^
Tepi parkiran, Max mengendarai motor hitam besarnya, memasangkan helm padaku.
"Emm Max kita mau kemana?" Tanyaku
"Kita pergi bertemu Aleandro" saut Max
^^^'Kita akan bertemu Aleandro, untuk apa? Ku kira kita akan date huh sedih'^^^
Kenapa Max membawaku bertemu dengan Ale, apa benar jika Max sudah menganggap hubungan ini terlarang karena cinta segitiga. Sekarang apa dia juga izin dulu sama Aleandro.
^^^'ah tapi untuk apa?' ^^^
"Emm Ale, ngapain? Dia sakit ya" pikirku postive
"Bukan .. itu kejutan lihat saja nanti, ayo naik" saut Max
"Kejutan ... ? Buat siapa emangnya, ada yang ulang tahun kah" tanyaku sambil menaiki motor Max
"Buat Lo Lexa" Max tersenyum
"Peluk gua Lexa.." saut Max
Aku melihat sekeliling memperhatikan kami,
"Ga mau ah ngapain,"
Seketika Max tancap gas dengan kecepatan tinggi.
Brmmmm
.
.
.
.
.
.
"Auch Max kaget tau" memeluk Max dan berangkat
Wah Aleandro merencanakan suprise apa untuk Lexa tuh, apa benar mereka akan menjadi kisah cinta segitiga seperti buku yang Lexa baca.
__ADS_1
Bersambung 🌹