TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 45 Es DungDung


__ADS_3

Pada akhirnya aku mengikuti apapun yang Ale perintah, sampai pasar dia yang memilihkan baju untukku. Bahkan kami membeli beberapa buah Dan makanan untuk ku bawa pulang.


Aku pikir Ale akan jijik menemaniku kepasar tradisional yang alas pun masih becek dan banyak sekali lalat disana. Tapi dia menikmatinya.


"Ternyata lelah ya belanja sama wanita" Ale dengan mengusap keringat yang bercucuran itu


"Haha iya begitulah cewek Al gue lebih baik main ke pasar dari pada ke mall" jawabku


"Kenapa? Mall kan lebih higienis dan bersih, gua kira Lo sukanya sama orang gaul dan kaya raya eh hahaha" Ale meledekku


"Apaan sih itu kan pembelaan diri hih, Al disini Lo bebas nawar apapun yang Lo mau, lihat mereka menyambung hidup di pasar ini, gue juga mau kalau saja punya stand disini buat ayah gue biar gak kerja terus sama orang, tapi katanya kalau usaha susah ya tanpa orang yang bantu" pikirku


"Kalau gua sih jalani aja dulu, nanti gimana takdir saja haha" teguh Ale


"Nah ini nih orang kaya gak pernah miskin, Lo kan gak pernah tau sehari aja kalau gak laku mana bisa buat makan, lah mending kita sendiri tapi kalau punya anak terus gak makan kan kasian" pikirku jauh


"Yaudah ayok gas bikin anak, semua kehidupan Lo dan calon buah hati kita gua yang tampung, gua akan berusaha buat Lo ketawa bahagia sepanjang waktu" pekiknya


^^^'lah ini anak kenapa, cinta beneran dengan ku kah?' ^^^


"Yaudah ayok" jawab ku mengandeng tangan Ale


"Ayok kemana? Jadi kita bikin anak" tanya Ale begitu terkejut antusias mendengarnya


"Hahaha apaan sih, iya nanti kita bikin ya harus beli terigu dulu buat bikin adonannya hahaha" jawabku tertawa bahagia


"Lah gua pikir benar, eh ada tukang es potong tuh, yu" Ale balik mengandeng tanganku


"Eh.. eh Al aduh ... pelan-pelan dong gue lagi bawa belanjaan ini berat" jawabku


^^^'huh dasar cowok kurang peka, biasanya cowok di novel romantis kan, (sini Abang bawaiin belanjanya dek biar gak berat) faktanya bohong hih' ngarepnya gitu ^^^


"Malah kepincut es dungdung" jawabku


"Mang pesen 1 ya pake roti, eh tiga deh" timpal Ale


"Loh ko tiga satu lagi buat siapa? Orang kita cuma berdua" jawabku

__ADS_1


"Buat calon anakku, iya kan mang hahaha" Jawa Ale


Dia sangat bersemangat saat melihat tukang es dung-dung melintas, di tengah cuaca panas begini. Raut wajah dingin itu perlahan memudar dan hangat sekali. Aku bahagia saat Ale seperti ini. Tak hentinya dia masih menggenggam tanganku, rasanya seperti aku menuntut seorang Ale kecil membeli es dung-dung.


"Wah Abang sama teteh ini sudah pada nikah ya, sehat-sehat ya adeknya" seru tukang es dung dung


^^^'anak? ini tukang es ada-ada aja lagi.. emang aku gendutan ya huh. Nikah saja belum' ^^^


Aku hanya terdiam melongo melihat Ale dan Abang tukang es mengobrol ria menceritakan kehamilan.


^^^'weh aku di ghosting ini' ^^^


"Ah biasa sedang tahap awal mang, doakan pokonya ya, cantikan calon istri saya" pekik Ale


"Jelas amburhoy murudul hahaha" tegas Tukang Es


Selesai membeli es dungdung tak lupa Ale mengucapkan terimakasih dan kami berlalu pergi. Aku tidak mengerti mereka membicarakan tentang aku apa saja. Hanya samar pedagang itu mengira aku hamil.


Sepertinya mereka sangat dekat. Terlihat dari raut wajah Ale yang mengenal sosok es dung-dung itu.


"Lo keterlaluan membicarakan gue yah huh, pake bilang gue hamil lagi, gue gendut ya mana pake baju Lo lagi kebesaran tau udah kaya ondel-ondel wek" pekikku kesal


"Loh.. Lo kenal sama pedagang itu" tanyaku


"Yap lebih jauh dari bertemu Lo dan Max" jawab Ale datar


Terpikir saat Max kecil bercerita tentang Ale bahwa dia bertemu dengannya saat usia Ale masih empat tahun. Lalu es dung-dung tadi berarti bertemu dengan Ale saat masih kecil. Wah Legend.


^^^'daebak!!' ^^^


"Wah serius.. keren Lo masih inget wajah pedagang itu benar si Badboy genius punya ingatan tajam ya" jawabku


"Dia yang selalu memberi es dung-dung gratis waktu jauh dari tempat ini.. Lo gak tau Lexa betapa sulitnya hidup gua" Saut Ale diam tersedih


Aku yang tidak ingin menghancurhan mood Ale, tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.


"Em Al boleh ngomong sesuatu gak?" Tanyaku

__ADS_1


"Apa saja.." jawab Ale datar masih terus berjalan ke arah parkir mobil yang sebentar lagi sampai, hingga tak terasa berada jauh dari ku.


......................


dap


dap


dap


Ale melirik samping melihatku tidak ada di sisi nya. Lalu dia membalikan badannya. Melihatku kelelahan membawa barang belanja dengan beberapa keresek sambil es dung dung yang beleberan mencair di tanganku.


"Heh gue disini berat tau! Bantuin kenapa?? peka lah jadi cowok jangan modal tampang doang.. " teriakku sambil menahan berat barang belanjaan


^^^'malum cewek suka kalap kalau belanja, apalagi dibayarin kan hehe' maaf definisi gak mau rugi ^^^


"Oh bawa saja sendiri" dengan entengnya berjalan menjauh


"ALEEEE-ALE DASAR MINUMAN TUSUK!!!!" Teriakku


Dia malah pergi meninggalkanku tanpa membantu, jika itu Max pasti dia siaga dan langsung membantu Ale dasar otak dinginnya sering berubah ubah.


^^^'pantas gak ada yang tahan sama dia, huh menyebalkan mana berat lagi, pake beli beras 5kg banyak lagi hemmm pengen nangis' ^^^


Meratapi nasib terduduk di jalanan karena lelah membawa barang belanja. "nasib gue gini banget ya"


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depanku, lalu membuka jendelanya.


"Ayo masuk!"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 🌹


__ADS_2