
Aku terdiam sambil mengusap punggung ayah, meski keluarga kalangan orang miskin, ayah sangat enggan untuk di bantu terlebih jika kita masih mampu. Menurut ayah, semua manusia memiliki batas kesabaran yang tidak dapat di ukur. Jika memang sudah jalan takdir nya pergi. Semoga tetap membawa iman dan di duduk di samping yang kuasa dengan damai.
Sedalam manusia kita tidak bisa melihat celah hati, baik itu orang baik atau buruk. Ketika ayah di sakiti ibu dan pergi meninggalkannya yang terlintas dalam hati ayah, adalah menyalahkan dirinya sendiri.
Meski begitu gak terberat ketika takdir sudah menentukan adalah utang. Selama kita hidup boleh berhutang tapi jika tidak mungkin sanggup bayar tidak usah. Karena kelak di akhirat lebih sengsara dari pada di bumi.
^^^'tidak percaya buktikan lah sendiri yey, Lexa masih hidup' ^^^
"Hahaha" gumam suara besar Max tertawa lebar melihat ayah yang tidak mau menerima tawaran dari Max.
^^^'jangan sampai Max berkata, ku obati dan cukupi kamu dengan syarat Lexa menikah denganku' ^^^
Tidak ini bukan sinetron
"Saya mengerti, tidak ada yang gratis di dunia ini, ini tawaran yang mampu saya berikan, setelah sehat kembali, ayah bisa kerja menjadi tukang kebun di Markas saya" Tegas Max
"Lah bener ayah, Max ini punya markas di perumahan gitu,, Bella pernah kesana pake motor butut punya pak satpam, rumahnya kayak rumah hantu banyak rumput pada tinggi hih serem" ketus Bella
Ayah terdiam menghela nafas dalam melihat ke arahku.
^^^'mampus pasti ayah berfikir aneh terhadapku, aduh bagaimana ini' ^^^
Lexa si anak pintar kesayangan ayah sudah besar.
"Apa yang dikatakan kakak saya benar, ayah pikir lagi dengan baik ya semuanya demi masa depan Lexa" pinta Ale
Dengan perasaan gemetaran takut ayah marah, tiba dia mengangkat kepalanya mengangguk dan mengedipkan mata seolah bersedia ikut bersama Max.
"Ayah... Emm ayah setuju dengan mereka" jawabku polos mematikan
"Ayah baik ... Asal kamu bahagia anak ayah, kalau ayah tinggal bersama tuan muda tampan ini, ayah bisa jagain kamu dari para buaya yang ngincar anak ayah hahaha" ayah tertawa
JLEB
Seketika Max dan Ale terdiam saling melirik satu sama lain, dengan begitu ruang mereka akan dibatasi untuk bermain bersamaku.
^^^'bagus duo badboy akhirnya hilang tidak akan membuatku kesal kan, hihi' ^^^
"Baik kalau begitu sekarang istirahat saja, besok kita pindah.. Lexa dan Bella tidur ada yang mau saya bicarakan dengan ayah" tegas Max
Seolah sorot bumi berputar satu arah pada Max, di rumahku sendiri dia berani memberi perintah, bahkan ayah tak membantah, Bella malah mengiyakan.
"Max bener huam..., gue makan banyak banget jadi ngantuk begini mana udah malam banget ya, yuk tidur Lexa" Bella meraih tanganku.
"Eh tapi siapa nanti yang mau beresin barang bukannya besok pagi kan?" Tanyaku
Aku berfikir jika besok pagi harus pindah, setidaknya kami orang rumah harus bersih-bersih dan mengepak barang.
"Tidak perlu gua sudah suruh Ale handle bagian itu" ketus Max
"Yap, Lo tidur saja serahkan ahlinya sama gua, gua tau orang yang dapat melakukan itu di bidangnya" timpal Ale
Aku dan Bella akhirnya masuk kamar, Bella langsung tertidur dengan mendengkur berisik hingga aku harus duduk untuk mengamati Max dan Ale berbicara apa tentangku.
^^^'apa mungkin kali ini mereka meminta gue pada ayah?' ^^^
Karena rumah ku beralaskan triplek samar ku dengar mereka tertawa membicarakan sesuatu, terlebih saat ayah menceritakan kehidupannya.
__ADS_1
Umur ayah sudah mau 40 tahun jelas dia sudah sangat berpengalaman dalam kehidupan. Ayah orang yang sangat bersahabat dan temanku. Dulu ayah bilang temanku adalah temannya. Karena anak pertama akan selalu dekat dengan ayahnya.
Ketika banyak sekali orang di luar sana memperlakukan anak nya dengan seenaknya. Aku termasuk orang yang beruntung. Memiliki sosok ayah menyayangiku.
"Bagaimana Lexa cantikan anak ayah haha" ayah tertawa kecil
"Wah bukan cantik lagi, seperti kucing menggemaskan, haha" Max yang mulai akrab dengan ayah
...'aduh Max malu tau, ih memang ya nyamain aku sama kucing, apa karena mataku, meow' ...
Sesekali mereka bermain kartu bersama, ku lihat dari tirai jendela, karena memang kamarku tidak memiliki pintu hanya tertutup tirai, ayah tampak senang bermain bersama Ale dan Max. Hingga tak terasa aku tertidur menghalangi jalan kamar.
...----------------...
Beberapa jam berlalu seseorang memindahkan tubuhku ke atas ranjang bersama Bella, saat ku buka mata perlahan samar ku lihat, karena pulang kampung langsung ke rumah rasanya badan ini sangat lelah.
^^^'pasti ayah, timpalku' ^^^
Aku melanjutkan tidur dan se kecup ciuman manis mendarat dalam pipiku terasa hangat. Berbisik di sisi telingaku
"Selamat tidur kucing kecilku" bisik Max
Mata ini masih terus terpejam, teringat ayah sama sekali tidak pernah memanggilku kucing, benar dia adalah pangeran kegelapan jalanan si Badboy Max.
^^^'apaan ini pacar gue, nyelonong masuk kamar perempuan dasar otak mesum'^^^
Tak ku abaikan dan terus terpejam lalu sosok itu pergi dari hadapanku. Seketika aku tidak menghiraukan Max, dia selalu membuatku terkejut dan sekarang aku sudah mulai terbiasa.
......................
Pagi hari tiba saat aku terbangun, terlihat Ale dan Max sedang mengepak beberapa barang. Wajah yang masih linglung ini, ku lihat Ale akan membuka sebuah lemari dengan frontal aku berlalu mencegah hal itu terjadi.
"Kenapa? Bukannya lebih agar lebih cepat" Ale datar dengan tatapan yang dingin
Lalu ayah lewat depan kami sambil membawa kardus dari kamar ayah,
"Oh itu biar Lexa saja, semua alat pengaman Lexa di sana" saut ayah
"IHHH AYAH" ketus ku kesal
"Hahaha pantesan size XL ya hahaha" Ale tertawa melihat wajahku yang cemberut manyun
"XL orang dia Triple sss kali hahaha" saut Max yang sedang melakban kardus
"Ih kalian nyebelin," pekikku
Tapi sejauh mata memandang aku tidak melihat keberadaan Bella, sejak ku bangun aku hanya seorang diri.
"Bella kemana?" Tanyaku sambil membawa handuk dan beberapa baju ganti
"Pulang duluan dia" saut Ale
"Aku serius ih, ayah kemana Bella" tanyaku pada ayah
"Bella tadi ke warung depan katanya mau beli makanan" jawab ayah
"Iya huh kamu kesiangan, udah sana mandi bau ikan asin" saut Ale
__ADS_1
"Huh dasar Ale-ale minuman tusuk, ble!" Lalu aku berlari ke sisi dapur beranjak mandi
"Apa Lo bilang minuman tusuk????" Ale melingking ketus
"Coba lihat ayah masa Ale di bilang Ale-ale minuman tusuk emang Ale kaya botol huh" gumam Ale
"Bukan kaya botol, tapi kaya sedotan hahaha" saut Max
......................
Tak berselang lama setelah beres mandi, aku masih belum melihat Bella kembali. Lalu aku pergi mencarinya. Bella memiliki amnesia, aku takut pikirannya terganggu saat melihat pemandangan ini.
Menyusuri jalan depan, ku lihat Bella termenung diam sendiri. Dengan wajahnya yang terlihat pusing.
"Bell Lo kenapa?" Perasaan cemas segera aku menghampiri Bella.
Baru saja menanyakan hal itu tiba-tiba Bima datang keluar dari toko depan Bella duduk termenung.
"Loh Bima? Kamu ngapain disini?" Tanyaku
"Gua gak sengaja lewat mau kerja, ku lihat Bella sempoyongan gua bantu dulu, ternyata dia pusing karena belanja makanan ini, jadi gua yang pesen nih.." Bima memberikan barang belanjaannya padaku
"Makasih ya Bim," Sautku sambil membatu Bella berdiri dengan tatapan kosong
"Lo buat apa sih belanja makanan banyak begini" tanya Bima
"Emm gue ada masalah sedikit perihal ayah Bim, gue juga mungkin untuk saat ini tidak akan tinggal dulu disini karena ayah gue sakit" jawabku
"Lo mau pindah? Kemana? Ninggalin gua Lo cieh" Tanya Bima
"Halah lebay Lo ceritanya panjang, nanti lah ya kalau ada waktu gue ceritain, sekarang gue harus pulang dulu lagi sibuk" jawabku
"Idih so sibuk... Gua juga kerja noh gak lihat, yasudah gua duluan jaga tuh adik kembar Lo salah jalan loh, nanti gua yang datang kerumah baru Lo deh ya, bye" Bima pun pergi dengan mengendarai motornya.
Saat akan memapah Bella pulang, terlihat langkah Bella terhenti lalu menatap mataku penuh arti.
aku terdiam melihat arah Bella.
^^^'bella kerasukan apa ya?' ^^^
"Bella ada apa?" tanyaku
"Lexa sepertinya gue Aleta" saut Bella dengan perasaan bercampur aduk.
.
.
.
.
.
Bersambung 🌹
^^^'bella kamu memang sahabatku Aleta, aku sangat yakin tapi aku tidak mengatakan hal itu padamu, sampai kau tau sendiri' ^^^
__ADS_1
Tapi kenapa Bella bisa tau dia adalah Aleta?