TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 4 Perjanjian!


__ADS_3

"Hai sayang" aku tersenyum melihat pria yang berdiri di depan kami


"Teman teman tunggu sebentar ya," sambil meyimpan makanan yang pria itu bawa.


Tampak pria itu tidak mengerti apa yang terjadi lalu aku menarik tangannya dan pergi dari kantin. Aku membawa dia ke sebuah taman sepi di kampus suasana sejuk namun hati badanku gemetaran tak karuan. '


^^^'Alexa aduh apa yang kamu lakukan' pekikku'^^^


Pria itu duduk di sebuah bangku taman dan mengangkat salah satu dari kakinya, kaku bahwa saat ini hanya ada aku dan pria yang tidak aku kenali. Pria itu menyilangkan tangannya merasa tidak nyaman.


"Apa yang mau Lo bahas disini, mau minta foto sembarangan lagi?" jawab pria itu


"Emm itu anu sebenarnya a-ku" Alexa yang kebingungan


"Sudah kalau begitu gua pergi saja"


"Tunggu sebentar" Alexa


^^^Rasa sesak di dadaku melihat kebohongan yang selama ini aku rasakan akan terbongkar. 'Apa yang harus gue lakukan?'^^^


"Maaf sebelumnya nama gue Alexa, gue baru masuk kampus dan mera-sa tidak cocok berada disini, ayah gue adalah-" belum selesai bicara


"Stop gua tidak ingin mendengar cerita sedih Lo itu, yang gua tanya adalah buat apa Lo bawa gua kesini?"


^^^'semangat Alexa kamu harus berjuang, kalau tidak  pasti dijauhi teman-teman dan campus bukan lagi tentang teman dan pacar nanti aduh gimana ini'^^^


"Cepat katakan sekarang!" Pria itu membentak perlahan dan pasti


"Mau gak Lo pura-pura jadi pacar gue, ehh ups!" Alexa berbicara dengan cepat diikuti rasa gemetaran dan malu yang tidak tertahankan.


Terlihat pria itu tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolanku.


HA-HA-HA


"Gadis seperti Lo mampu berucap kata yang tidak pantas di dengar ha ha ha, berani sekali ya Lo, gak tau siapa gua?"


"Yasudah kalau gak mau lagian kan bohongan gak selamanya, makasih" Sautku yang merasa tidak mau di rendahkan kan.


Ayahku selalu berkata bahwa meskipun kita miskin, harus punya jati diri yang besar. Bukan aku tidak ingin mengaku pada teman-temanku. Hanya aku terlanjur berbohong pada mereka. Terlebih kampus ini adalah impianku. Aku berjalan perlahan meninggalkan pria itu.


"Tunggu!!" Terdengar pria itu memanggilku, lalu aku membalikan badanku, dengan sigap dia datang memeluk tubuhku. Mataku membulat terkejut dengan kondisi yang sedang terjadi. Pria asing yang tiba-tiba merangkul diriku dari arah depan. Pelukannya kuat hingga aku tidak bisa berkutik.


Dadanya seakan berdegup kencang dengan tinggi setara pemain basket, badannya harum, wajahnya sangat enak di pandang matanya sayu dengan perawakan yang santai, kulitnya putih, hidungnya mancung berbibir coklat. Dia memelukku begitu erat hingga sesak lalu berbisik.


"Diam sebentar teman-temanmu melihat ke arah kita"


DEG


DEG


Lalu beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya. Aku masih berdiri mematung berusaha mencerna apa yang terjadi. Seolah waktu datang dan pergi begitu cepat.


"Sudah pergi rupanya ... Hey kamu gak papakan?"


Aku terbangun dan sontak marah pada pria di hadapanku.


"Lo apa-apain sih, seenaknya main peluk anak orang atau jangan-jangan kamu cari kesempatan ya! Dasar otak mesum huh menyebalkan" kesal


"Ha-ha-ha gua yang harus bertanya pada Lo? Memangnya Lo gak takut mengajak ke sebuah taman sepi seperti ini"


"Itu karena gue butuh,, ah sudah lah cape ngomong sama Lo huh sebal" Sautku


"Gua tau apa yang terjadi padamu di kampus ini, gua bisa tawarkan bantuan dengan sebuah perjanjian" pria itu memberi tawaran


"Yang bener seriusan tapi Lo gak nawar yang aneh-aneh kan?" menunjuk sambil ketakutan


"Tapi semua itu gak gratis, harus ada bayaran yang setimpal" pria itu menatap ke arah mataku.


Aku mencoba menepis prilakunya yang temperamental, meski aku tersihir dengan pesona ketampananya, pria yang berdiri di depanku seorang Badboy Tampan kenapa bisa jadi ketua anak geng motor.


"Lo sedang menggodaku ya, gue gak punya uang, kalau ada pun gak mungkin gue memilih Lo huh" menepis pandangan dari pria itu


"Lo yakin, yasudah kalau tidak mau, Negosiasi gagal" beranjak pergi


"Aduh iya deh iya gue mau tapi apa dulu?" Sautku


"Kamu harus menjadi peliharaan gua"


"hah peliharaan, dasar otak mesum Lo mau gue jadi apa? ayam"


saat itu pikiranku sangat jauh pria sangat menakutkan ketika dia bicara, secara tidak langsung pria di depanku ingin menjadikanku peliharaan atau simpanan wanitanya "TIDAK !!


"Kenapa? Tenang saja gua hanya butuh Lo saat diperlukan, Bagaimana kalau Lo itu jadi semacam kucing buat gua hahaha"


"Ha apa? Kucing?" Alexa


"Lo tau kucing selalu datang kalau dipanggil, sebagai imbalannya gue akan menjadi pacar Lo, Bagaimana setuju?"


^^^'Ini manusia apa? Masa aku disamakan dengan kucing, bagaimana kalau itu hanya akal busuknya.. ah tidak tidak Alexa berfikir dengan keras, tapi pria di depanku ini tidak bisa aku tolak.. pikir kan nasibmu Alexa Kampus Neraka atau Peliharaan anak geng motor'^^^


Di dunia ini tidak ada yang gratis bahkan hanya untuk membantu orang, tapi aku tidak mungkin menolak tawaran ini terlebih lagi jika teman-temanku tau kalau ternyata aku pembohong.


"Bagaimana?"


"Oke gue setuju" Alexa


"Bagus"


"Sekarang gua mau Lo jongkok dan mengatakan meong yang paling menggemaskan" pria itu tersenyum manis


DEG


DEG


"maaf itu tidak mungkin, Lo pikir aku kucing?" Sautku


Terlihat mata itu berubah menjadi tajam dan sinis melihat ke arahku yang mengelak, "kerjakan!"


Aku mulai menuruti apa yang dia bilang jongkok dan mengatakan meong


"Meow" menirukan suara kucing dengan tingkah yang menggemaskan


Lalu pria itu tersenyum kecil dan megusap kepalaku, "Bagus Alexa yang baik"


^^^'Alexa kamu apa apaan berlutut seperti kucing di hadapan pria yang tidak aku kenal? Tidak semua ini akan berhasil semoga'^^^

__ADS_1


Hatiku terasa berdebar saat dia mengusap kepalaku, lalu aku di bantu berdiri dengan pipi yang memerah.


"Sekarang gua harus pergi, nanti kita bertemu lagi" pria itu pergi meninggalkanku


"Oh iya hay gue belum tau nama Lo siapa?" teriakku


"Panggil gua Max Julio"


^^^'apa katanya Max Julio?, Ah sudah lah lebih baik aku segera ke kelas sebelum pelajaran selanjutnya di mulai'^^^


Aku bergegas pergi meninggalkan taman itu menuju ke ruang kelas. Terlihat temanku belum ada di sana.


...----------------...


*Ruangan kelas


"Mereka kemana? Apa masih di kantin?"


Alexa duduk di bangku, menunggu mereka datang padahal waktu itu istirahat hanya tersisa lima menit lagi, terlihat Aleandro masih duduk dan tertidur.


^^^'apa dia baik baik saja', Ale terlihat sangat lemas pikirku^^^


HEY


"Eh apa gimana? Kalian bikin gue sepor jantung saja" Alexa


"Cie jadi Lexa pacarnya Max, keren banget" Jesselyn


"Iya aku jadi iri" Reva


"Susah loh dapatin dia, banyak saingannya, kata Lexa kan Max orangnya perhatian, kami kira Lo di nomer duakan sama kumpulan geng motornya iyakan guys" Mona


"Pantas saja gue merasa gak asing dengan foto yang Lo bawa, tapi Lexa Lo bener keren banget, tau gak Max gimana di kampus?"  Viona


JLEB


Aku tersenyum meski mataku terbuka lebar, bahkan aku baru tau nama nya hari ini. Seorang pria yang berani padaku, 'apa jangan jangan dia penjahat wanita, melumpuhkan korbannya melalui karismanya, lalu sudah puas di buang, ah tidak tidak kenapa aku berfikir sampai kesana? Atau jangan jangan dia mata keranjang yang memanfaatkan tiap wanita' pikirku dipenuhi banyak pertanyaan saat ini.


"Oh iya sih gosipnya Max banyak di keremuni wanita tenar loh " Reva


"Eh iya bener sekelas Max ya seharusnya tau lah ya cewek yang ngincer seperti apa?" Mona


"Menurut Lo gimana Vi, Lo kan paling tau sama keluarga Regastara?" Reva


"Bener bahkan aku terkejut, dia sangat loyal pada temannya dan ternyata diam diam dia punya kekasih seperti Lexa bukan kah itu hal yang tak terduga?" Viona


"Tapi Lex, menurut gue ya Lo paling beruntung kapan-kapan ajak gue ya, kenalin ke temannya Max ehehe" Jeseelyn


"Idih kesempatan" Reva


Mereka mengatakan hal yang membuat hatiku sakit saat ini, meski Max bersedia jadi pacarku mereka masih tidak percaya, rasanya seperti aku sedang di tepi tebing yang curam yang kapanpun dapat jatuh.


...----------------...


*Bell pelajaran di mulai


Tak ku pikirkan apa yang mereka bilang, mungkin mereka telah menyadari bahwa aku telah berbohong. Tapi Max sudah berjanji akan membantuku,


^^^'aku akan buktikan pada mereka!'^^^


"Ngapain Lo?" Aleandro memegang tanganku, tangannya terasa dingin seperti tidak bernyawa wajahnya pucat tak hidup


^^^'Apa dia mayat hidup atau jangan jangan Vampire lagi'^^^


GUBRAK


"Al Lo gak papa? Miss maaf sepertinya Al sakit badannya dingin" Sautku khawatir


"Apaan sih Lexa bukannya dia memang dingin ha ha iya kan guys" Reva


"Iya gimana sih Lo tahan sama cowok se kulkas itu di sampingmu" Mona


Dosen menghampiri kami dan menyentuh dahi Aleandro, seketika guru itu terdiam.


"Lexa bawa Aleandro ke UKS ya"  Miss


"Loh saya bu?" Sautku heran


"Ya iyalah kan Lexa teman sebangkunya gimana sih?" Mona terlihat mengejekku


"Iya bener tuh" Reva


"Baik Bu" aku berusaha membantunya berdiri berpegangan pada pundak ku, membantunya perlahan lahan sampai ruang UKS.


"Oke semua kembali kesini semuanya pelajaran segera kita mulai"


Tatapan nya sayu dan lesu terdengar sayup nafasnya terengah-engah. Alexa sampai di pintu UKS,


"Bu Bu maaf ini Aleandro sakit" aku meminta bantuan kepada salah satu penjaga di UKS itu.


"Loh Aleandro kenapa nak? Mari ibu bantu baringkan disini nak"


Perawat itu memeriksa kondisi Aleandro dengan tatapannya yang masih setengah sadar. Lalu membiarkan Aleandro istirahat serta memberikan cairan infus karena Aleandro hampir tak sadar diri. Kondisinya lemah terkapar.


Kampus ini bener super komplit untuk ukuran UKS saja sudah ada penjaga dengan pengobatan yang serba lengkap, Alexa akan segera pergi namun Aleandro menahan tanganku.


"Ma.. mama .." Aleandro mengigau


^^^'kenapa Al menyebut mamanya'^^^


Aku perlahan melepaskan tangannya yang menggenggam ku dengan erat seolah meminta untuk menjaganya.


"Maaf Al gue harus balik ke kelas, semoga kamu lebih baik"


"Tunggu" Al terbangun dari tempat tidur itu seketika menarik dan memelukku, hatiku berdegup kencang, seorang Al yang di bilang sangat dingin memelukku.


"Al kamu gak apa apa?"


Terlihat matanya masih memejamkan mata dengan badan yang dingin.


...'dia pasti ngigau aku mamanya kali ya' pikirku...


DEG


DEG

__ADS_1


"Aku disini jangan panik ya, sekarang kamu istirahat saja nanti gue temui kamu lagi"


"Pergilah.." Aleandro menghela nafas dan masih terkapar lemas


Alexa bergegas pergi, jika terjadi rumor tidak benar antara aku dan Aleandro itu lebih gawat lagi, berlari menuju ruang kelas.


Sampai kelas tiba, aku masih memikirkan adegan itu, rasanya seperti mimpi,


^^^'sepertinya hari ini memang aneh deh'^^^


Aleandro tipikal orang yang tidak suka membaur, tidak peduli akan lingkungannya dan asik sendiri. Tapi anehnya teman yang lain tidak begitu merasa terganggu malah sangat ingin berteman dengan Aleandro.


Kamu hebat Al coba saja jadi aku, mungkin sudah dikucilkan, emang keluarga berada itu sangat prioritas.


Kalau dipikir lagi jika Aleandro keluarga Regastara berarti Max Julio kakaknya Al.


...'Oh My God, Lexa apa yang kamu pikirkan'...


...----------------...


"Oke anak-anak karena waktunya sudah habis, kerjakan semua di rumah ya"


pelajaran selesai ku hampiri dosen itu,


"Bu maaf menganggu waktunya sebentar"


"Iya Lexa ada apa?"


"Sebelumnya saya dengar kalau Al dipanggil pak Brayn saat pelajaran pertama tapi saat itu saya tidak melihatnya beranjak dari ruangan kelas ketika istirahat tiba, saya jadi khawatir" Alexa


"Oh begitu nanti ibu yang akan sampaikan pada pak Brayn ya"


"Baik Bu terimakasih" Alexa


Akhirnya aku mampu bernafas lega, sudah jadi tugas ketua murid untuk tertib apalagi ketika teman sekelas sedang sakit. melihat Al sakit entah mengapa aku harus membantunya,


^^^'solidaritas tanpa batas benarkan Leta, andai saja kamu masih disini'^^^


Hari itu pelajaran selesai, aku memasukan buku pada tas dan beranjak pulang. Tiba-tiba Max datang dari arah pintu kelas tampak semua mata tertuju padanya. sorot wajah tampan itu menjadi bintang ditengah para mahasiswa baru.


"Hai semuanya ada yang lihat pacar gua"


"Oh iya itu dia hai cantik mari pulang" Max tersenyum manis


"Aaa jadi bener Lexa pacarnya Max, gue sebagai sahabat bangga banget loh" Jesselyn


"Kak kapan-kapan ajak kita juga dong" Reva


"ihh di lihat secara langsung tampan banget ya gak ada pori-pori nya mulus" Mona


Aku hanya tersenyum melihat teman teman memuji pacarku, 'ternyata benar Max memulai permainan ini, aduh aku mau di apakan sekarang, sadar Lexa semua akan baik-baik saja'


"Hai juga mas pacar, emm iya ini temanku Jesselyn, Mona, Reva dan ini Viona" Alexa berusaha tersenyum


"Max Julio panggil saja Max pacar Puteri Alexa" Max tersenyum manis manja


"Kalau begitu maaf ya teman-teman semua, Karena kami punya kencan hari ini, mari sayang pegang tanganku" Max menggandeng tangan


Sepanjang perjalanan semua mata tertuju pada kami. Samar ku dengar


"Jadi benar Alexa pacarnya Max wah sekarang di publish ya"


"Menang banyak kan cewek itu"


Seketika aku merasa menjadi seleb dadakan ditengah hari merasa aneh. sorot lorong dipenuhi mahasiswa yang melihat ke arah kami.


Lalu Max mengajakku kesebuah taman saat pertama kali bertemu.


"Sudah jangan lama-lama gandeng nya mau apa?" Alexa


Max menarik tanganku kembali,


"Diam disini lihat disini sangat sepi" Max berbisik


DEG


DEG


"Kamu gak akan apa-apakan aku kan?" Lexa perlahan menjauh dari max


"Haha kamu ketakutan begitu, tentu tidak" Max


"Beneran kan tidak" Alexa


"Tidak sekarang maksudnya, sini mana ponsel mu" Max


"Buat apa?" Alexa


"mana!" Max


Aku memberikan ponselku padanya,


"Nah sudah, sekarang nomormu sudah gua save ..., Tapi ingat hanya Max yang boleh mengirim pesan padamu" Max


"Loh ko begitu, terus gue bagaimana itu kan gak adil"


"Waaa ternyata peliharaan punya permintaan ya, kalau begitu boleh hanya untuk urgent saja mengerti" Max


"Baik" menyebalkan


Tiba langkahnya terhenti melihat seekor kucing yang sendirian tidak bertuan. terduduk disebuah kursi panjang lalu dagang menghampiri.


"Kamu lihat ini Lexa, meow meow sini ..." Max


"Entah mengapa gua sangat jatuh cinta pada kucing, mereka terlihat lucu dan menggemaskan bukan" Max


DEG


DEG


Bagaimana kisah selanjutnya?


Siapa keluarga Regastara


seorang ketua Geng Motor temperamental penyuka kucing "meow"

__ADS_1


Pria macam apa ini, tapi meskipun begitu Max tetap baik hati telah menolongku, terlebih di taman, dia memberikan makanan kucing yang ada ditasnya.


__ADS_2