TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 32 Lo Milik Gua!


__ADS_3

"Bell.. sebaiknya kita putar balik deh" Sautku


"Kenapa? Udah Lo tenang aja di belakang, gue mahir bawa motor.. skuy" Bella


Aku mengkhawatirkan Max sendirian di villa yang berhadapan dengan keluarga Mertabara, keluarga Viona pasti berfikir kematian Bara oleh Max dan lolos dari jerat hukum. Bagaimana jadinya jika mereka sekarang bertemu. Terlebih Max hanya seorang diri di Vila.


^^^'aku mengkhawatirkannya, Max apa kamu baik-baik saja?' ^^^


Tidak mungkin aku berkata pada Bella, bahwa yang menyewa Vila adalah keluarga Viona Mertabara, Bella pasti tidak akan mengerti.


Sepanjang perjalanan aku hanya berdoa semoga Max baik-baik saja. Diam seribu kata. Hampir sampai kota, kami memutuskan untuk langsung pulang ke asrama. Basecamp penuh dengan anggota Argala di perumahan seram itu.


^^^'tanpa Max di basecamp aku merasa ada yang kurang' ^^^


"Bell kita langsung cabut aja yuk, badan gue udah mulai pegel-pegel mana meriang lagi" Sautku melirik ke arah Bella yang sedari tengah asik megobrol bersama para anggota geng motor Argala yang lainnya.


^^^'Bella tampak asik bersama mereka, kenapa aku sangat sulit membaur, bahkan di kelas ' ^^^


"Yaudah ayo, guys kita pulang dulu yaa" Saut Bella kepada Anggota Argala


"Mau di antar gak nih kita semua Free ko.."


"Emm ah ga usah kita pake go grab aja ya, ayok bell" jawabku menarik tangan Bella


Sampai pintu basecamp aku berpapasan dengan Andre dan berpamitan untuk pulang ke asrama.


"Andre kami pulang ya, kalau Max datang tolong kabarin gue, wajib!!"


"Iya deh iya.. kucing Max jangan pingsan lagi tadi ya.." Andre


Pipiku memerah malu, sepertinya aku hanya jadi beban untuk mereka, 'aduh Lexa kenapa mesti pingsan sih, malu-maluin keliatan banget bukan anak gunung'


Mobil go grab berwarna hitampun datang menjemput kami di basecamp, aku dan Bella berpamitan dengan tos salam Argala.


"Bye guys .. bye ..."


...----------------...


Sampai asrama harus segera mandi nih, badanku udah bau Acem. Di dalam mobil go grab,


"Lain kali kalau mau ajak jalan, kode dong Bell tau-tau gue di ajak puncak, mana gak bawa baju ganti banyak lagi, ih badan gue udah pada gatel"


"Ehehe sorry, gue sempet kirim pesan ke Lo ko, tapi kayaknya Lo udah nyampe duluan gak ada sinyal lagi ya, tapi gimana kecupan Max" Bella meledek


"Husssss...! Apaan sih Lo liat?" Malu


"Ceritanya panjang sekali, maaf ya pak supir biasa anak remaja baru kasmaran haha" Bella


Supir itu hanya tersenyum, melihat Bella aku malah tambah malu. Ternyata Bella melihat ciuman pertamaku dengan Max.


^^^'ohh my God muka gue mau taruh dimana, depan Bella' ^^^

__ADS_1


......................


Sampai Asrama aku bergegas mandi dengan shower, sambil memikirkan bibir tipis coklat Max, dan mata sayu itu. Terbayang saat ku lihat separuh tubuhnya di Vila, memiliki otot besar dan kekar. Apa lagi saat di mobil merah itu, ku lihat dadanya penuh cucur keringat. Sambil menutup mata di bawah rintisan air shower.


^^^'hari yang tidak pernah aku lupakan, sepertinya pemandangan indah bukan Villa, bukan Puncak tapi dirimu Max julio'^^^


Selesai membersihkan diri, aku berbenah tidur kembali padahal hari itu sudah sore entah mengapa rasanya badanku penat sekali. Terlebih esok sudah mulai masuk kampus.


Menatap atap kamar, Max boleh tidak biar aku yang jadi jodohmu. Terlepas dari mana asalku. Apakah kamu akan menerimaku.


Hingga tak terasa bahkan waktu malam tiba aku terbangun di jam malam, ku lihat Bella tengah tertidur di meja belajarnya.


"Wah Bella rajin banget, sampai ketiduran di atas meja seperti itu" aku segera membantu Bella ke tempat tidur. Tampak soal yang Bella kerjakan belum sepenuhnya selesai.


"Aku juga belum tugas, coba kita lihat apakah kita memiliki soal untuk besok" aku terduduk di sebuah kursi belajar sambil membuka buku pelajaran kelasku.


"Waduh ternyata punyaku juga banyak, harus di kerjakan sekarang lagi, oke bersiap" aku menempelkan sebuah pulpen pada sisi telingaku dan mulai berfikir. Ini adalah cara ampuh untuk fokus dalam belajar. Tidak percaya cobalah.


Aku membuat projek bussines plan, dan beberapa presentasi untuk hari esok dikumpulkan. Tak terasa langit malam sudah mulai gelap, ku lihat waktu telah menunjukan pukul 2 malam dengan segera aku menyelesaikan tugas di tambah soal Bella yang belum sempat selesai.


"Bagaimanapun Bella temanku satu-satunya yang paling baik, aku akan membalas kecil kebaikannya dengan mengerjakan tugas Bella"


Tugas selesai aku membaringkan badanku dan berharap tidur lagi, mataku terpaku sebuah sudut meja. Mie instan menggodaku, yang semula berusaha tidur, beranjak masak mie panas, membuka laptop ku kembali, lalu menonton serial drama Korea. Nikmat hidup,


Tak terasa waktu sudah pagi waktunya pergi kelas, hampir semalaman aku terjaga menonton serial drama Korea yang bikin nagih penasaran, hingga tak terasa mentari sudah datang menyambut pagi. Bella terbangun melihatku masih berdeguk di meja.


"Lexaa .. Lo udah bangun" saut bella


"Astaga Lexaa mata Lo kaya panda, Lo gadang" Bella


"Iya begitulah Max yang mengajarinya,.. gue duluan yang mandi ya," berlanjut pergi ke kamar mandi sambil sempoyongan


"Oh iya bell, Tugas Lo udah gue kerjain huamm"


......................


Di gerbang kelas tak hentinya Bella merangkulku, sebagai ucapan terimakasih,


"Lex, makasih ya itu soal susah banget, beku otak gue haha, sebagai gantinya Lo mau apa, gue beliin deh tapi jangan yang mahal hehe" Bella


"Emmm gue mau mie instan rasa soto ayam+eskrim choco Vanila, mienya harus ektra telor yaa" Sautku


"Siap bos, nanti pulang gue bikinin" Bella


Aku melihat sekeliling kampus, Max masih tidak masuk kuliah, aku enggan bertanya karena mereka tau bahwa sekarang aku bukan pacarnya lagi. Ketika aku sampai pintu kelas, Viona tidak hadir menyapa. Padahal saat ini aku sudah mendapatkan kepercayaan Viona.


^^^'apa yang terjadi dengan mu Max dan kenapa Viona dan keluarganya sampai booking Villa itu', pikirku penuh rumit^^^


^^^ ^^^


"Hey Pagi Lexaa, kenapa sama wajah lo kek pucat gitu?" Sapa Jeseelyn yang sedang terduduk bersama Reva

__ADS_1


"Iya nih habis dari mana Lo, ngaku...." Celoteh Reva


"Habis gadang semalam, kalian tau kan tugas Pak Brayn dan Bu Mikha dikumpulkan hari ini, hayo nanti dapat 0 loh" berjalan ke bangku sambil menakuti mereka


"eh iya bener aduh harus kebut nih" Mereka segera membuka pintu dan mengerjakan tugas yang seharusnya di rumah, lalu Reva berdiri sepertinya ingin mencontek punyaku, tapi sayangnya, aku sudah terduduk dibangku tepat di sampingku si pria dingin Aleandro tengah membaca sebuah buku berjudul pengagum rahasia. Ku lihat Reva terduduk kembali dan tidak akan berani.


"Hai Aleandro sudah lama tak jumpa?" Sapaku


Aleandro hanya melirikku, tak menggubris perkataanku.


^^^'dia kenapa sih? Kaya bete?' ^^^


"Oh iya kamu masih baca buku itu ternyata" timpalku


"Bukan urusanmu" Ale datar


Aku terdiam, Ale berubah sikap jadi dingin kembali, padahal baru saja kemarin aku menemukan sosok hangat pada dirinya. Memang pria susah di tebak atau aku yang bodoh. Sampai Ale bertanya,


"Dari mana saja kamu, kemarin gua ke asrama Lo gak ada?" Tanya Ale yang terus fokus pada bukunya


"Oh itu... Emmm aku pergi kepuncak sama Bela,, iya Bella tau kan yang kemarin di ruang rekaman loh" jawabku


Max berjanji padanya untuk memasukannya ke dalam geng motor dengan syarat menjagaku. Bagaimana jadinya jika Max tidak menepati janji itu, apa Ale akan kecewa


"Bohong.. gua sudah tau" Ale datar


"Ih serius, eh Ale menurut gue Lo ga perlu masuk geng motor, Lo udah keren kaya gini" Timpalku menggoda Ale


...'aku hanya tidak ingin Ale bernasib sama dengan Bara, itu tujuan kami Max melindungimu dari para musuh, karena musuh bisa dari mana saja'...


Ale menutup bukunya dan menyimpan dengan keras pada bangku kelas hingga terdengar bunyi Bug!


^^^'... Ale kenapa bikin aku terkejut, (secret Admirer\=pengagum rahasia)' ^^^


.......


.


.


.


.


"Oke kalau begitu, Lo harus jadi milik gua mulai sekarang!" Tegas Ale


Apa yang terjadi dengan Max?


Apakah Alexa akan pergi dari Max dan menjadi milik Ale?


Next episode 🌹

__ADS_1


__ADS_2