
Di suatu pagi yang cerah bagai pinang di belah dua, sama denganku cuaca hari ini sangat terang, seperti hati ku yang berbunga bunga seakan tak percaya bahwa aku akan berhasil meyakinkan temanku.
Aku sengaja untuk datang paling awal, mulai berjalan dari asrama menuju kampus ternama. Teman-temanku tidak ada yang tinggal di asrama mereka memilih pulang dan tidur di tempatnya yang nyaman dan berangkat ke sekolah dengan keadaan macet.
Ups!!
"Terimakasih, karena asrama ini aku jadi tidak ketauan kalau aku bukan orang berada, tunggu aku lulus ayah, Aku akan segera jadi orang kaya" Lexa semangat
Saat ku terduduk mereka bertiga datang menghampiriku dan menanyakan foto pacarku.
"Hai Lexa sudah lama sampai" Jesselyn
"Sudah dong" sautku dengan bangga
"Oh iya Lo kemarin kan mau lihatin mas pacar mana aku lihat" Mona
"Iya nih coba lihat" Reva
"Ini.. tampan kan" aku menunjukkan hasil jepretan ku kemarin sore
"Woy woy woy Viona coba lihat tampan banget ya" Reva
^^^Hidungku memancung layaknya Pinokio 'akhirnya aku tidak di remehkan lagi hahaha'^^^
Viona merebut ponsel dan meneliti lebih tajam.
"Sepertinya gue kenal sosok pria ini" Viona
GUBRAK
'apa tidak mungkin, atau jangan jangan dia adalah geng motor famous aduh gimana dong dasar bocah kurang update atau engga apa dia adalah seorang Badboy si penjahat wanita aduh mampus'
Aku mengambil ponselku kembali "ehehe udah ya lihatnya mahal loh punya cowok tampan seperti ini susah dapatnya" sautku
Jam pelajaran kelas di mulai,
^^^'bagus untungnya dosen datang'^^^
"Baik teman teman semua welcome in school Internasional, my name Miss Mikha..."
"Sorry Miss saya belum terlalu paham sama bahasa Inggris" Jason sambil mengacungkan telunjuknya
"Its okay, Miss hanya melatih kalian untuk terbiasa karena tetap bahasa yang utama adalah bahasa Indonesia dengan baik ya, siapa namamu tadi"
"Jason bu" saut Jason
"Oke good"
Jason adalah anak laki laki paling kecil di sekolah kami, dia seperti tidak di temani dari kawan lainnya, karena kaca mata yang bulat dan badannya yang gendut, 'aku tidak ingin seperti dirinya, tapi tentu saja aku tidak bisa membiarkan dia dibully oleh satu kelas'
Terdengar Viona membicarakan Jason dibelakangnya "tuh lihat anak itu kasihan banget dia kan, makannya punya badan itu harus di urus dasar gembrot" Viona
"Haha iya mana ada yang mau sama dia" Mona
"Dasar bocah mata empat" Reva
Terpikir dalam hati apa jadinya jika aku bernasib sama seperti Jason padahal dia tidak salah.
Istirahat telah tiba, tapi bagiku Istirahat adalah waktu yang paling melelahkan karena bohong itu cape.
"Eh eh eh Lexa ceritakan dong perjalanan kisah cintamu sama pangeran tampan itu siapa sih namanya" Jeseelyn
"Emm itu"
"Ayo dong kita juga ingin tau ya kan Viona" Mona
"Iya gue pengen tau kalian sejauh mana" Viona
^^^'Suasana macam apa ini aku pacaran aja belum pernah malah ditanya sejauh apa? Apa yang harus ku jawab mana gak tau namanya siapa lagi?'^^^
"Mungkin Lo malu ya lex" Viona
"Atau jangan jangan pacar Lo itu" Reva
"Ayo dong dikit aja, aku kudet belum pernah pacaran hihihi" Jesselyn
Dengan polos dan so taunya aku jawab entah berantah seperti pasangan romantis pada umumnya.
"Pacarku paling perhatian, terus selalu kasih bunga tiap malam Minggu, setiap detik aja gue gak ada di cariin" Alexa berkata ngayal
__ADS_1
"Wah itu sih biasa gue malah sama pacarku di beliin Dior kemarin" Mona
"Iya serius gue juga kemarin malam di ajak dinner di rumahnya sama papanya lagi kan gak enak malu" Reva
"gue malah ditawarin perusahaan, mikir aja males apa lagi ngurusin perusahaan haha" viona
"Tapi ada yang lebih keren dari pacarku loh" Alexa
"Wah apaan tuh apa jangan jangan kalian pernah tidur berdua ih amit-amit" Reva
"Bukan ehh ehh ehh bukan itu, haram! menurut undang undang segala yang melanggar hak atas pelecehan seksual anak di umur 18+ akan dihukum sekurang-kurangnya 2 tahun penjara sesuai dengan perlindungan anak dan wanita di bawah umur yang tertulis dalam pasal ... Pasalnya aku lupa"
GUBRAK
"tapi emang bener sih STOP PORNOLITERASI hanya penghancur bangsa di bawah umur bener ga ha ha ha" Jesselyn
"Bener sih oh iya viona kalau Lo bukannya anak Crazyrich ya" Mona
"Iya simpel sih, paling di ajak liburan ke luar negeri terus dinner di hotel bintang 5, makan romantis gitu gitu aja, gue tuh pengen suatu yang menantang makanya itu gue tanya Lexa
.. Secara dia bilang hubungannya sudah paling lama kan terus anak geng motor lagi" Viona
JLEB
Terpikir saat aku bilang bahwa aku memiliki pacar tapi aku tidak pernah berfikir paling lama apa jangan-jangan ketika berkata dia paling perhatian mereka malah berpendapat aku sudah melakukan hal yang tidak baik.
Aku melamun mendengarkan ocehan mereka yang terasa menyudutkan ku, tapi meskipun begitu aku harus bertahan bersama mereka. Karena bagaimanapun tidak ada tempat lagi untuk aku bernaung disini.
"Ah gue tau!" Lexa saut dengan nada tinggi
"Tau apa Lex coba jujur deh" Reva
"Iya nih kita kan sahabat kamu" Mona
"Aaaa gue jadi penasaran banget apaan Lex ajarin kenapa? Apa jangan jangan kiss" jeseelyn
"Suuttt ... Bukan !! gue pernah teleponan sama mas pacar seharian 24 jam nonstop ha ha ha" tertawa
"kenapa? kalian tidak percaya" pekikku
"Lo serius" Viona
"Hebatttt! gue jadi iri" Reva menepuk tangannya bersorak ria
"Iya iri banget ternyata si tampan ini juga habisin waktu full time semuanya buat lo keren" Mona
"Aaa Lexa emang panutan banget gimana caranya sih gue mau dong satu yang kaya gitu" Jesselyn
Kring kring kring
Telepon berbunyi "Bima" sahabatku dari rumah.
"Maaf ya temen-temen my darling telepon nanti gue cerita lagi bye" Alexa
Alexa : "hallo sayang" tersenyum bahagia
Aku berjalan keluar ruangan untuk bertelpon dengan Bima.
Bima : "Lo jatuh cinta ya sama gua, apaan nyuruh gua telpon Lo! gak lihat gua lagi sibuk"
Alexa :"aduh Bim sorry ya gue butuh banget bantuan Lo tapi makasih ya" bisik
Bima : "iya ya udah ya udah Lo sampai kapan sih bohong begini mending Lo jujur aja, masa gua harus telepon terus"
Alexa :"Lo mau gue mati ya, gak mungkin gue bilang sama mereka udah deh Lo mangut aja"
Bima :"emang sebenarnya dari awal Lo gak cocok temanan sama mereka"
Alexa :"gue tau ya gue harus gimana? Ga mungkin dong kampus impian gue jadi hancur begini"
Bima :"terserah lo deh susah memang di bilangin"
Alexa :"but makasih ya Bim sudah bantu gue"
Tut Tut Tut
*Jam istirahat telah selesai semua murid kembali keruangan masing masing
Pelajaran kelas kedua dimulai tampak mereka sangat antusias mendengarkan seorang guru matematika dengan paras rupawan. Seorang yang gagah, tinggi dan berjambul. Kulitnya sawo matang, bibir bak coklat dan berhidung mancung. Definisi pria ganteng bukan tampan.
__ADS_1
"Baik sekarang tulis dulu soalnya dalam buku kalian" melihat kedalam monitor.
beberapa menit kemudian,
"Perkenalkan saya pak Brayn yang akan mengajar matematika di sekolah ini dan Dosen kelas teman-teman semua"
"Waaa keren sekali kampus ini aku semakin jatuh cinta" Jessellyn
"Iya bener masih muda lagi" Mona
"Hey yang dibelakang" Pak Brayn
"Saya pak" Mona
"Iya dan disampingnya" Pak Brayn
"Say pak, ganteng banget ya Lexa" Jesselyn memberi kode bisik padaku
"Oke namamu siapa?" Pak Brayn
Mereka mengenalkan diri mereka masing masing, karena bagi mereka mengenal sosok guru idaman lebih dekat adalah kebahagiaan tersendiri terlebih berhadapan dengan "Dosen Ganteng"
"Saya Mona pak dan ini si imut jesselyn" Mona
"Oke Mona, Jesselyn kalian berdiri di lorong" Pak Brayn
"Tapi pak" Mona
"Sekarang!!"
Tak disangka dosen ganteng rupawan adalah seorang dosen killer tegas pada siapa saja yang mengobrol di kelas saat pelajaran, akhirnya Mona dan Jessellyn berdiri di lorong sampai pelajaran selesai. Meskipun begitu ternyata di kelas pun pak Brayn langsung memberikan kertas ujian dengan penjagaan yang ektra ketat.
"Oke saya tidak mau ada yang berisik lagi sekarang kalian sudah tulis soal yang ada di depan kan" pak Brayn
"Sudah pak"
"Bagus kerjakan soal ini dalam waktu 20 menit"
"Apa pak 20 menit ga mungkin pa" Reva
"Siapa nama kamu" pak Brayn
"Reva pa" Reva
"Minus 1 poin ada lagi yang mau membantah" pak Brayn
"Aku pak" salah seorang siswa di belakang bangku jason
"Iya siapa nama kamu" pak Brayn
"Jason pa, saya boleh ga duduk di depan hanya untuk hari ini, mata saya rabun" Jason
"Ohh itu iya iya tentu saja silahkan sama kamu saja ya..." Pak Brayn menunjuk kepada Reva yang saat itu berada di bangku paling depan bersama Viona
"Ah ko aku pa, jangan aku..." Reva
"Oke minus dua, siapa yang bersedia tukar dengan Jason"
"Aku saja pa, tapi bangku milikku berada di bangku tengah apa tidak apa-apa jason" sautku
"Tidak apa terimakasih Alexa" Jason
Akhirnya aku berpindah ke bangku paling belakang dekat dengan jendela.
Waktu pengerjaan pun di mulai kami diberi 10 soal matematika dengan waktu 20 menit dan di jaga sosok Dosen yang paling killer.
^^^'waktu yang tepat untuk menunjukan kemampuanku, meskipun aku tidak kaya tapi aku suka matematika, soal ini mudah' Alexa^^^
Alexa mengerjakan soalnya dengan cepat dan mudah terlihat sudut pandang laki laki yang sama denganku duduk di belakang terlihat sudah juga menyelesaikannya 'siapa dia? Apa dia sainganku?'
.
.
.
Siapa laki-laki misterius itu ya? Terlihat tidak begitu berkawan dan dingin
"oh ya pasti dia titisan Edward Collan, habisnya tatapannya serem, hih"
__ADS_1