TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 24 Hujan Lumpur


__ADS_3

Malam berlalu, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk memulai. Viona pasti akan setuju jika Ale masuk dalam Blacktunder. Mereka mengira Ale dan Max adalah lawan yang tepat. Karena mereka tidak pernah terlihat akur.


...----------------...


"Lexa Lo kenapa senyum begitu, serem tau gak senyum Lo, mana malam Jumat lagi" Bella


"Ehehe gue punya rencana besar yang gak mungkin gagal, yeeee akhirnya otak gue ada gunanya" Lexa menari kegirangan


"Lexa are u idiot" Bella


JLEB


Bella ngomong apa?


"Maksudnya"


"Lo adalah mahasiswa terbaik kampus kita, so You're brain is amazing" Bella bergurau


Teman sekamarku Bella, sikapmu sama seperti Aleta, selalu berada di sampingku ketika aku bahagia ataupun sedih.


^^^'bella apakah kamu Aleta, selamat dari kecelakaan dan amnesia'^^^


Aku menceritakan semua yang terjadi pada Bella tentang hari ini. Bella mendengarkan sambil terkagum. Aku mengatakan pada bella bahwa Ale akan masuk Blacktunder dan kami bertiga akan memainkan sandiwara.


Aleandro bersedia jadi anak geng motor Blacktunder, aku akan menyebarkan rumor bahwa Alexa putus dengan Max, dengan begitu Blacktunder akan mempercayai Ale dan aku akan dengan mudah menggarap informasi yang aku temui.


"Great rencana bagus, good luck" Bella


"Thank you, Im excited" tersenyum bahagia


^^^'Max aku harus menjauh darimu beberapa saat untuk ini, karena semakin orang berhenti membicarakan kmu, maka kamu bukanlah ancaman'^^^


"Tapi Lexa emang Max setuju?" Bella


"Entahlah gue tidak yakin, hanya gue sekarang tau alasan Ale dekat terus dengan gue, katanya dia di suruh Max dengan membuat sebuah perjanjian" jawabku


"Perjanjian apa?" Bella


"Ale menjaga gue dan Max janji masukin Ale dalam geng motor, bukankah itu spektakuler" aku dengan bangga


"Itu bohong Lexa" saut Bella cemas


Sorot mata Bella berubah menjadi panik, ketika aku mengatakan hal itu, apa yang akan terjadi jika Ale masuk geng motor.


Jiwa anak mudah adalah bebas, mereka akan selalu mencari hal yang baru bahkan seburuk apapun itu. Keluarga Regastara siapa yang tidak mau menjadi saudaranya. Bahkan mereka dapat membayar mu berapapun kau mau. Sekolah tinggi luar negeri itu hal mudah untuk keluarganya.


Itu salah, Max bahkan keluar dari rumah mewah dan pergi meninggalkan Ale padahal masa depannya cerah sudah tidak di ragukan lagi.


"Max akan selalu melindungi adiknya yaitu Ale, dia pasti gak mau Ale sampai terjerumus hal itu" Bella


Berfikir keras ucapan Bella ada benarnya, bahkan ketika Ale tak sadarkan diri, dia lah yang menghukum mereka. Bahkan padaku


Jika itu karena cinta, bukankah berlebihan? Terlebih orang asing seperti ku. Mereka yang melakukan itu adalah orang yang kurang perhatian dan kasih sayang dari ruang pertama yaitu keluarga, atau bahkan dia adalah orang yang merasakan sakit yang amat dahsyat, hingga dia akan selalu melindungi orang-orang terdekatnya.

__ADS_1


^^^'Max apakah kematian Bara sangat berat untukmu, ataukah bahkan kamu masih menyembunyikan sesuatu dalam hidupmu, benar aku harus berusaha tidak peduli karena Max belum tau jati diriku sampai saat ini kecuali Bella'^^^


"Lo benar, Max pasti akan berusaha untuk ikut campur, besok gue harus bertemu dengannya" pikirku


^^^'masalahmu adalah pikiranku juga, jika kita harus terjerumus dalam tanah yang dangkal, lakukanlah bersama'^^^


"Sebaiknya Lo pikir lagi xaa, Max yakin setuju? Lo dikit aja kena sentuh Blacktunder hilangkan apa lagi Ale"


...----------------...


Esok adalah hari libur, aku berencana menemui Max, apakah rencana yang aku pikir itu salah.


[Alexa]


[Max we need to talk, besok Taman harapan indah jam 8 pagi]


Pagi tiba aku bangun dan membuka jendela kamar, menghela nafas siap untuk hari ini. Saat ku buka jendela hujan besar di pagi hari, awan tampak gelap dan gemuruh.


"Loh ko hujan tadi perasaan cerah deh"


Terlihat Bella masih tertidur pulas, hari libur kampus adalah hari dimana kita sebagai mahasiswa beristirahat dengan puasnya. Ku lihat jam waktu telah menunjukan pukul 8 pagi.


^^^'aduh kesiangan lagi, padahal tadi bangun jam 6 kenapa mesti tidur lagi Lexa .. Lexa .. benar dasar kucing'^^^


Meski di luar di derpa hujan, aku tetap memaksakan diri untuk pergi ke Taman berharap menemui Max yang menunggu disana. Hujan dan angin besar menyambar payungku hingga tertiup angin, lalu bajuku basah kuyup di tambah sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang mengenai wajahku. Saat ini aku sangat berantakan aku benar-benar seperti kucing masuk got.


Sampai taman aku tidak melihat Max datang, bahkan sesekali ku teriak memanggil namanya.


Berjam jam aku menunggu Max, berteduh di sebuah halte bis, tapi Max tidak pernah datang. Hingga hujan reda dan awan kembali cerah.


Dengan perasaan malu dan sedih aku pulang asrama, pandangan menuju ke arahku suasana sudah terik pakaianku malah kusut karena hujan.


^^^'hari ini aku kehilangan payungku'^^^


Sampai asrama aku melihat Bella baru bangun sedang memasak mie,


"Lexa Lo fine, Loh ko pulang kaya gini lagi... bener kaya kucing nyemplung got, sepertinya Lo harus beli banyak baju baru, kayaknya baju yang kamu pakai pembawa sial, habisnya saat pulang kamu kusut banget gitu haha" tanya Bella tertawa


"Bell Max gak ada disana, gue malah jadi bahan tertawaan, mana payung gue hilang lagi" menangis dan terduduk


Bella menuangkan mie dan duduk di sebuah sofa kecil tepi kasur.


"Max... Bukanya max ada di bawah ya, gue tadi lihat loh di lobby" Bella


"Serius bell" tanyaku penuh rasa penasaran


"Iya gue tadi lihat dia, mending Lo tanya penjaga pasti tau dia" Bella


"Good, tapi kenapa Max bisa masuk asrama Puteri?" Tanyaku


"Aduh Lexa asrama ini punya Regastara, dia donatur terbesar kampus loh kamu gak tau?" Bella dengan wajahnya yang polos


Selama ini asrama yang ku tempati milik keluarga Regastara, pantas saja saat itu Max datang menyimpan Leta si kucing kesini. Terlebih saat aku menginap di basecamp tempo hari esoknya Asrama jadi di bagi dua orang, alasanya penyempitan ruang asrama lalu kemudian pertama kalinya aku di ajak makan malam oleh keluarga Regastara yang ternyata ibuku.

__ADS_1


^^^'maksud semua ini? Apakah keluarga Regastara bangkrut hingga asetnya menurun' pikirku^^^


Aku beranjak pergi akan menemui Max,


"Lexa stop, mau kemana?" Tanya Bella sruput menyantap mie panas yang baru dia buat


"Ketemu Max bell buru-buru nih?"


"Lo yakin? Dengan baju basah dan kotor begitu" Bella


Menunduk melihat bajuku yang basah kuyup disertai lumpur yang tengah mengering.


"Benar thank u Bella, lebih baik gue mandi dulu"


......................


Beberapa menit kemudian, aku berlari kebawah berharap Max masih ada menunggu. Di saat yang tepat Max mulai beranjak pergi menggunakan sebuah mobil. Aku mencoba memanggilnya


"Maaaaxxx........" Panggilku dengan nafas terengah-engah


Max yang hendak naik mobil memberhentikan langkahnya. Lalu membalikan badan. Aku berlari seketika memeluk tubuh Max di depan mataku.


"Ku kira tidak akan datang?" Terharu memeluk Max


"Oh Lexa sayang kangen ya hmm, sedari tadi gua nunggu disini?" Memegang lembut pipiku


"Gue nyusul Lo ke taman di tengah hujan, gue pikir Lo disana" jawabku kesal


"Hahaha aneh saja, mana ada yang mau diem aja nunggu seorang wanita di tengah hujan" gumam Max


"Lexa semua itu hanya ada di novel fiksi, di dunia nyata tidak ada pria macam itu" Max


Semua pengorbanan ku saat itu tidak ada harganya, jika Max bukan tokoh fiksi berarti aku yang terlalu berambisi mengejar mu Max,


^^^'sial'^^^


"Max kita harus bicara ayo ikut gue sebentar, ketempat sepi seperti yang kamu mau" bisikku lembut.


Tiba seorang pria tua datang menyapa kehadiran kami.


"Sudah beres Nak, ehh kamu Lexa kan? Ketemu lagi disini" Tuan regas


.


.


.


.


^^^'loh tuan Regas disini? Apa yang terjadi, jangan-jangan dia menjual saham hah bagaimana mungkin'^^^


Hayuk next episode🌹

__ADS_1


__ADS_2