
"Dasar otak udang picik, kecil banget bahkan gak keliatan, tau tau sudah nongol depan mata" gerutu kesalku
"Hey gua denger itu, mau dibantuin?" Seru Ale menawari ku bantuan
"Ah yang bener mau dong, berat ini gue bawa beras sama beberapa daging buat dibawa pulang kampung" seru ku antusias bangun tersenyum
Sebagai wanita perempuan satu-satunya yang berbakti pada ayah, tak lupa aku membeli beberapa buah dan baju untuk di pakai nanti. oleh-oleh untuk temanku bisa dan para tetangga yang menemani ayahku disana.
^^^'definisi gak mau rugi, ada yang bayarin sikattt' hehe^^^
"Oke,, ehem ehem pak pak...." Ale melambaikan tangannya pada seorang yang tengah terdiam berteduh sambil memakai topi bundar itu.
"Maaf pak boleh saya minta tolong bawakan belanjaan istri saya masuk mobil ya" seru Ale
"Baik tuan muda"
^^^'Lah istri katanya, huwaw mimpi aku ketinggian dapat laki model begini, sepertinya aku akan pingsan' ^^^
Bapak itu merapikan barang belanjaan ku dan memasukkan nya ke dalam mobil bagian belakang.
"Mari bu saya bantu" seru bapak itu
Aku melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki, bapak itu terlihat sangat lusuh dan pakaiannya tidak layak pakai. Aku terdiam teringat ayahku yang kerja banting tulang. Bersyukur hidupku meski ayah bekerja seorang OB bagaimana jadinya jika seorang pengemis. Aku akan sangat menyesal sekolah tinggi. Harusnya aku membantu ayah mencari kehidupan untuk makan sehari-hari.
Sudah selesai bapak itu berlanjut pergi,
"Eh pak tunggu ini saya ada baju baru buat bapak," seketika tanganku memberikan baju untuk bapak itu yang niatnya untuk ayahku.
Tiba Ale melangkah keluar dari mobil, menghentikan apa yang sedang terjadi.
"STOP!! Lexa masuk mobil dan bawa kembali bajunya, jangan membantah ini perintah!" Seru Ale terlihat marah
Dengan raut kusut aku masuk mobil dan diam termenung, tak berani menoleh kebelakang hati Ale hari ini sedang kacau padahal dia senang banget saat bawa es dung-dung tadi.
Lalu dia masuk mobil dengan perasaan kesal dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Aku tak berani berkata, di depanku sekarang Ale bukan Max. Andai saja ini Max mungkin aku akan memarahinya saat ini juga. Ale memarkirkan mobilnya tepi jalan sepi. Lalu mendekatkan wajahnya padaku dengan tatapan sinis.
Aku tertunduk merem, ketakutan merasakan ketegangan bahwa Ale menyembunyikan sikap nya yah kasar selama ini. Sepertinya Ale badboy sungguhan.
Ceklek
"Pasang sabuk pengamanya" seru Ale memasangkan sabuk pengaman padaku
Aku hanya terdiam tak menjawab. Perasaan saat ini takut di bawa pergi oleh Ale karena aura nya terlihat sangat negatif.
__ADS_1
^^^'aneh Ale kenapa tiba-tiba jadi kesal, sensitif dia kan cowok emang ada ya.. pria datang bulan, kan aneh!!' ^^^
"Lo kenapa!" Seru Ale datar
"Emmh maaf Al gue ada salah ya, maafin gue ya" Sautku dengan perasaan tunduk sedih. Mungkin saat itu aku mengatakan Ale laki-laki tidak peka dan mengatakan Ale-ale minuman tusuk.
^^^'andai saja, di dunia ini ada sekolah untuk mulut, gue harus ikut nih keceplosan Mulu' ^^^
"Gak apa-apa, Lo mau tau sama pemulung tadi?" Seru Ale
"Iya, kenapa kamu merasa kesal sama bapak itu, dia kan sudah bantuin gue, bukannya harusnya kamu kan sebagai pacarku, eh iya maaf (aduh mulut keceplosan lagi) sial" pekikku
"Sudah gua kasih uang, cukup untuk makan seminggu" Ale datar
"Kenapa?" Tanyaku
"Lexa gua gak suka, apa yang seharusnya punya Lo, kamu kasih ke orang! Itu sama saja bodoh.. " seru Ale
Aku hanya tidak tega melihat orang yang lebih dari pada aku, perasaanku selalu ingin membantu mereka. Meskipun aku bukan dari kalangan orang berada.
"Maaf Ale gua hanya tidak tega!" Seruku
"Cih, Lo sama banget seperti Max, orang gak guna itu di buang Lexa jangan di pungut" Ale datar omongannya sangat menyakitkan hati.
"Heh Al omongan Lo di jaga ya... gue gak suka" kesal memalingkan muka ke arah jendela
^^^'gue gak paham!' ^^^
"Haha marah ngambek yey makin cantik, gua jabarin ya, Lexa Lo punya otak yang genius sebelum Lo menolong orang, ada dua hal yang harus Lo pikirin" seru Ale
"Hah 2 hal, emang nolong orang susah banget ya, dasar orang kaya pelit" jawabku
"Denger dulu, pertama Lo kasih baju ke pemulung/pengemis itu karena dia bajunya kotor kan?... kenapa gak dia cuci saja kan bersih.. terus Lo kasih baju baru, mana bisa mulung lagi dia hahaha" Ale dengan pikirannya yang realistis
"Nora banget sih Al.. gak punya hati emang Lo, mungkin dia gak punya uang kan gak bisa beli baju?" Seru ku menyadarkan Ale kalau menolong orang itu wajib
"Haha coba pikir logis deh Lexa, bapak itu bawa karung besar kan tadi sampai di simpan dulu, kamu lihat anaknya juga kan.., dari pada kamu kasih dia baju baru.. yang belum tentu kepakai, lebih baik kasih dia uang untuk makan, Karena dengan begitu mereka bisa bertahan hidup" pikir Ale terugah senyum kecil
"Gue hanya teringat kehidupan gue kalau lihat mereka" jawabku datar
"Bagus mulai sekarang jangan pernah memberikan barang yang kamu perlukan hanya untuk membantu orang lain, kasihanilah dirimu sendiri, lebih tegas dengan dirimu, kalau pun ada lebih membagi kepada yang hak itu bukan lagi menolong tapi itu keharusan!" Tegas Ale
"Tumben bijak, emang ya si genius otaknya dipake terus, emang Lo bantuin apa? Angkatin barang belanjaan aku saja enggak" seruku
"Gak perlu kamu tau, gua seneng Lo sudah denger omongan gua" seru Ale
__ADS_1
^^^'haduh Lexa emang ya mulut ini, itu barang belanjaan di belakang mobil kan punya Lo Semua dibayarin Ale lagi, dasar gak tau terimakasih, Lexa nakal' ^^^
Kita tidak tau pendapat orang lain, meski niat kita hanya membantu. Teruntuk Alepun tidak salah sebelum membantu kita harus tau apa yang mereka butuh lebih dari yang kita beri. Aku memandanginya sepertinya Ale lah pria Badboy yang memliki attitude yang jauh lebih buruh dari kakakknya.
Max dengan tampang yang sangar hingga di cap si tampan Badboy ketua geng motor. Padahal para anggotanya adalah anak yatim-piatu. Sementara Aleandro yang di puja semua orang karena kepintarannya, si genius berkepala dingin. Ternyata tampan Badboy memiliki sifat keras hati dan selalu berfikir secara realistis.
"Emang itu aja, terus kenapa Lo mau dengerin gue, gue juga dari keluarga miskin ko" seru ku
"Gua sudah tau dari awal, makanya dari hari pertama gua gak suka sama Lo, semakin kesini Lo banyak berubah dan gua akhirnya tau di balik kebohongan itu, hanya saja sayang sekali Lo salah memilih langkah" seru Ale
^^^'cih so suci, geram sekali aku, dasar Ale minuman tusuk, padahal jangan jujur padanya hanya membawa petaka' pikirku^^^
"Oh gitu udah deh, ngalah gue si yang paling tampan, kaya, pinter, genius punya otak kaya Albert Einstein tuh" mengejek Ale
"Hahaha Lo percaya gua kaya gitu?" Ale tertawa dengan suara yang besar
"Habisnya ngomongin kasta sih, tersendir gue" kesal menggerutu
"Lexa gak gitu,, Lo tetap di hati gua ko..."
^^^'hey sorry ya, gue milih Max ble!' menggerutu^^^
"Lo tau apa yang bikin gua sangat sakit hati" Seru Ale
"Apa emangnya? Tapi gak kepo sih.. kehilangan seseorang yang paling berarti kan?" Jawabku dengan tebakan jebakan
"Bukan.. tapi lahir dari seorang Wanita Pela c*r!"
.
.
.
DEG
DEG
"Lalu di buang dan tak di anggap pernah ada!"
JLEB
.
Aku menatap Ale seketika, ini kah yang dia sembunyikan selama ini.
__ADS_1
Bersambung🌹
Anak akan selalu menghargai orangtuanya, meski dia bukan dari keluarga baik. Tapi anak akan selalu ingat perilaku orang tua kepadanya bahkan menyakitkan sekalipun, membekas dari ubun sampai ke hati.