TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 42 Cafe


__ADS_3

Kami berjalan cukup jauh dari asrama, aku melihat Max begitu laju menjalan motor itu, Alexa memeluk Max si harum capuccino itu, bagiku cukup Max saja. Entah mengapa Max ingin membagi cinta pada adiknya. Namun, aku tidak peduli dengan kamu bersama ku semua tampak istimewa. Mungkin saja kamu memintaku untuk menjaga adikmu satu-satunya itu.


'ohh aku teringat Beril adikku, dia sudah besar di tangan orang yang tepat hidupnya sudah berkecukupan' tersenyum


Hingga kita sampai di suatu tempat, tertulis sebuah cafe bernama "secret Admirer!" Aku selalu teringat buku yang Ale baca ketika melihat tempat kopi yang sama persis.


Like a Dejavu


"Loh kita kesini?" Tanyaku


"Iya sayang, Ayo masuk ini sebuah tempat istimewa untuk Lo pacarku" saut Max sambil menggenggam tanganku erat.


Apakah aku bermimpi, rasanya seperti Max menuntut ku kesebuah telaga perapian milik Aleandro adiknya sendiri.


'Benar Tega kalau Iya!'


"Max ... Gue sayang Lo" dengan suara lembut berbisik pada Max

__ADS_1


Pikiranku sangat jauh, mungkin Max sekarang mengajakku kesebuah pesta dengan Aleandro yang memberiku sebuah cincin tunangan, bagiamana jika tua Regastara dan ibu ku disana.


Terlihat Alendro di atas panggung kecil, tengah bernyanyi sebuah lagu. Alunan musik itu sangat menyentuh hatiku, seorang Aleandro yang dikenal dingin bersuara lembut dan sopan sekali masuk terlinga, berbeda jauh dengan Max yang bersuara besar.


🎼Biarkan aku yang menjadi pemilikmu, selamanya ku buat istana megah dalam telaga cinta


Aleandro bahkan pandai menulis sebuah lagu yang dia ciptakan sendiri. Beda dengan kakaknya malah bikin kumpulan anak geng motor jalanan. Benar beda jauh,


"....." Melirik Max yang begitu antusias melihat pertunjukan adiknya sendiri.


Tampak banyak semua orang hadir, bahkan tempatnya ramai.


"Seru kok emang cafe nya super sibuk gini ya, tapi keren ya tetep adem meski banyak orang lalu-lalang" jawabku


"Tentu saja hari ini kan pembukaan, Aleandro sekarang resmi jadi pemilik Cafe, lihat tuh namanya juga secret Admirer, pengaggum rahasia, terlena sama buku yang dia baca tuh" saut Max sambil memakan sebuah sosis bakar.


"Emm Max, di bibir mu itu" jawabku gugup

__ADS_1


Max memakan sosis belepotan hingga tak terasa saus menempel pada bibinya, jika aku menyusutnya malu terlebih Aleandro bernyanyi terus saja curi pandang ke arahku.


Max terlihat menyusut bibirnya, ku lihat bibir tipis coklat itu, kalau hanya kita berdua sepertinya aku sudah mengambil saus itu dalam bibirnya.


^^^'yap benar sepertinya aku sudah tergila-gila dengan Max' ^^^


"Sayang Lo jangan kaya Ale ya, terlalu fokus sama buku sampai nama kafe saja ngawur, coba kalau namanya Bestboom!! Wah pasti keren kan meledak gak tuh nama Cafe nya haha" saut Max tertawa


Aku salah tentang mereka, kira Ale dan Max menghajar Jason hingga dia tak masuk kelas, ternyata alasannya hanya karena Ale sedang opening Cafe pantas saja sibuk.


'benar.. Max gak pernah bilang apapun tentang date padaku, tau-tau sudah di ajak ketempat paling spesial, terimakasih Max'


Hingga tak terasa lagu yang dinyanyikan Ale sudah habis, dia perlahan mendekat ke arahku. Semua pandangan menuju ke arah kami. Aku diam di bangku mematung.


...'posisi Apa ini, Al menghampiriku dan tatapan mata semua tertuju padaku, aku harus apa?' ...


__ADS_1


Bersambung🌹


Nanti sambung lagi ya, otornya istirahat dulu lagi sick🙏


__ADS_2