
"Alexa berkata lah jika mulai takut pada kami" Max berbisik di telingaku lalu perlahan mendekatkan bibirnya pada telingaku.
Aku diam kaku, di ruangan ini hanya ada aku dan mereka. Apa yang akan terjadi padaku malam ini.
Dengan cepat aku mulai terlihat gemeteran, lalu aku memejamkan mata berharap semua ini mimpi, bahkan sesekali ku mengintip ternyata ini nyata.
^^^'katakan padaku jika ini mimpi buruk' ^^^
Ale menatapku dengan tajam, seakan bibir itu siap mencium lembut wajahku. Entah apa yang aku pikir saat itu Max masih saja diam merangkulku dari arah belakang sesekali menciumi leherku.
Dia mendekatkan wajahnya padaku dengan senyum yang indah, aku tidak bisa bergerak bahkan untuk melangkah karena Max berada di belakangku.
"Baiklah aku siap" Sautku pelan menghela nafas panjang
Tok tok!
Hingga terdengar suara ketukan pintu, sungguh aku berharap itu temanku.
"Permisi,"
"Lo denger gak bro" saut Ale
"Denger, Lo saja yang buka pintu siapa malam-malam datang kesini, bukannya gua sudah bilang malam ini gua sewa ruangan ini" Max
"Lah iya biarin aja kali ya, sibuk dengan nona manis yang sebentar lagi jadi milik gua haha" Ale menyentuh lembut daguku.
"Ah harumnya, kesayanganku pake parfume apa?" Max terus saja menciumi pundak ku dari arah belakang dengan tangan memeluk tubuhku.
Pandangan Ale teralihkan dia membuka pintu tersebut, yang ku lihat adalah Jason. Teman sekelas ku yang menjadi bahan Bullyan. Tidak ada satupun teman yang menemaninya. Mereka bahkan hanya memanfaat dia.
"Loh Jason?" Jawabku
Kenapa Jason ada disini, tiga pria bersamaku tidak malam ini sangat kacau.
"Ngapain Lo kesini?" Tanya Ale
"Maaf.. eh aduh aku menganggu, aku tadi ketiduran di kelas tidak ada yang membangunkan ku, saat akan pulang gerbang kampus terkunci, dan aku menemukan wanita bernama Bella yang menunggu di depan" Jason
"Oh suruh dia balik, Lo juga pulang sana... Kita bertiga sedang sibuk... Oh satu lagi jaga rahasia ini, jangan sampai orang kampus tau kalau Max masih berhubungan dengan dia.. sebarkan saja rumor kalau Alexa sekarang milik gua!" Ale
Aku bergetar melihat Ale mengatakan hal itu, ternyata kedua kakak beradik ini sangat menyeramkan. Bahkan aku belum sempat mengatakan pendapatku.
^^^'jason tolong aku' ^^^
"Anu maaf, aku gak bisa buka gemboknya.. terus wanita diluar gerbang sesekali memanjat tapi terjatuh kakinya terkilir, Makanya aku kesini?" Jawab Jason
"Loh pak satpam kemana?" Ale
"Aku gak tau, terus serem lagi disini, antarkan aku pulang saya mohon" Jason merintih ketakutan
__ADS_1
"Sudah Lo antar si boncel ini pergi sana" Max
"Yaudah lah iya, yo gua bawa Lo pulang" saut Ale pada Jason. Lalu meninggalkan kami berdua.
...----------------...
"Max kita sedang berdua, hari ini aku ketakutan" tanyaku memegang tangan Max yang sedari tadi merangkulku
"Tenang saja, gua disini semua aman" saut Max
Aku membuka kepalan tangan Max dan berdiri menghadapnya, meski aku takut dia tetap pacarku.
"Max apa yang Ale rencanakan, apa benar dia ingin aku jadi pacarnya, Kenapa kamu tidak marah seperti waktu itu, atau jangan-jangan kamu masih belum menganggapku pacarmu" Sautku
Kedua tangan Max menyentuh lembut pipiku dengan tersenyum indah, tatapan itu membuatku damai dari yang ketakutan. Aku merasa sangat nyaman.
"Gua tau kamu pasti ngomong gitu," Max
Lalu Max duduk dan aku mengikutinya,,
"Lexa jadi seorang pacar gengster sepertiku bukan hal yang mudah, kamu selalu menjadi buronan orang yang membenci gua, mulai sekarang terimalah Adikku menjadi pacarmu" Max dengan nada yakin
"Loh kenapa? Aku gak bisa Max, gue sayangnya sama kamu!" Jawabku
Max tersenyum, "iya sayangku, gua ngerti hanya sebatas di kampus ko,, Ale kemarin menawarkan diri buat jadi pelindung buat mu, anggap saja kamu dan Ale settingan atau hanya pencintraan" Max
"Emang Ale mau jadi backingan, tapi untuk apa? Gimana kalau dia benar jatuh hati" tanyaku
Aku masih kebingungan jika memang Ale mengatakan hal itu karena settingan, kenapa terjadi begitu natural. Bahkan terlihat sangat jelas bahwa dia mulai menyukaiku.
^^^'ah tidak mungkin! Ale bilangkan gak suka cewe tenar, sementara sekarang gue mantan pacar gengster' ^^^
"Simple seperti ini, di luar sana mereka menganggap kami tidak pernah akur.. itu memberikan peluang besar untuk mengusut kasus Bara, pasti lebih mudah karena kamu dan Ale bukan lagi tanggung jawab gua, kalian akan lebih mudah masuk dalam kepercayaan kelompok Blacktunder" Max
"Karena sekelompok penghianat akan di balas dengan penghianat pula, kita tidak bisa main begitu rumit itu akan melelahkan" Max tegas
"Wah tumben otak ketua geng cerdas begini hahaha, tapi bagus sih jadi settingan kan" jawabku
"Itu ide Ale, karena tetap tujuan kita memecahkan kasus ini, tapi Lexa boleh gua minta sesuatu" tanya Max memandang wajahku dengan yakin
"Tetaplah setia sampai perang terakhir, selain itu sembuhkan luka Ale sama seperti yang Lo lakukan pada gua, karena dia tidak akan berterus terang sama seperti yang gua katakan pada Lo" Max
"Serahkan saja pada gue, jika Lo percaya pada Ale, tentu akan berusaha percaya juga padanya" Sautku penuh senyum
Meski dalam hati tidak dapat di bohongi, aku ingin bersamamu Max, selalu selamanya.
Apa yang membuat Aleandro sangat tertutup, kenapa Max ingin aku mencari tahunya. Itu merupakan tugas yang sulit. Terlebih Ale yang gak bisa di tebak terkadang hangat lalu berubah dingin.
Aku diam termenung pendekatan seperti apa yang harus ku lakukan,
__ADS_1
Cup!!ahh
"Gua tidak dapat menahannya" saut Max
tiba-tiba Max mencium bibirku, spontan aku langsung terkejut.
"Kita lakukan santai saja" saut Max bergairah
"Max tidak a-ku"
...****************...
Terdengar suara orang berlari dari luar menuju pintu asrama.
Tak! Tak! Langkah kaki itu semakin dekat ke arah kami, tak sadar aku memeluk tubuh Max dengan sangat kuat.
Brak! "Dimana sahabat gue!" Ternyata orang di balik pintu adalah Bella. Datang membawa nasi goreng dan beberapa minuman
"Ah Bella.... Gue kira siapa?" Bangun dan melepas pelukanku dengan Max, lalu beranjak bangun menghampiri Bella,
"Tenang gue disini, selama ada gue gak ada yang boleh menyentuh sahabat gue! Titik" Bella tegas dan keras
"Gue baik-baik saja bell, Lo ga perlu marah, tuh gue udah bisa jalan besok juga pulang ko" jawabku
"Gue kesel loh Lexa, dari tadi gue depan gerbang gak ada yang buka pintu! Sampai luka tuh" jawab Bella
"Satpamnya kemana?" Tanyaku
"Gak tau kelaut kali atau di telan bumi, kesel gue" jawab Bella kesal
Lalu Ale datang kembali, bersama Jason.
"Loh Jason gak jadi pulang?" Tanya Max melihat Ale datang kembali bersama Jason
"Yap dia ternyata diam-diam memfoto Lexa, gua sita hapenya ini dan gua mengetahui fakta mengejutkan di balik ponsel milik dia" seru Ale
.
.
.
.
"Sini gue lihat" merampas ponsel dari Ale
"Apa maksud semua ini Jason, Lo diam-diam ngambil foto gue, banyak banget lagi" tanyaku
"Lo cabul ya!!" Marah dan kesal seakan tangan ini bersiap menampar Jason
__ADS_1
Plak!!
Bersambung...