
Semilir angin malam berhembus di tengah kisah Max, aku terduduk diam disampingnya berdua menikmati indahnya rembulan.
"Tidurlah dipangkuan gua Lexa, akan gua ceritakan kisah seru perjalanan hidup gua" menuntun ku ke sebuah rumput yang hanya disinari bintang dan rembulan. Meluruskan kakinya dan menyuruhku tidur di pahanya.
Max membuka jaket Levis ya, lalu Aku tidur di pangkuan Max, sesekali Max menyelimutiku walau tubuhnya dingin hanya tertutup kaos.
"Max kamu tidak kedinginan" tanyaku
"Gua sudah terbiasa hidup di jalan yang sunyi dan dingin, kamu saja yang pakai, Lo harus tetap hangat Lexa" Max membelai rambutku
^^^'saat aku tertidur di pahanya, aku merasa menjadi seekor kucing tapi bagaimanapun aku merasa nyaman'^^^
*Next story kisah perjalanan Max *
*
*
Masih samar teringat dulu kehidupan kami sangat berkecukupan, tinggal di gubuk kecil dengan kehidupan damai, orangtuaku bekerja sebagai pedagang. Sampai saat keluargaku jatuh terperangkap dalam jerit hutang. Saat itu aku masih terlalu kecil untuk paham mengenai kondisi tersebut. Sepertinya mereka ingin menghabisi keluargaku.
Setiap malam ibu dan ayahku selalu bertengkar, aku terbiasa di kunci di dalam kamar sendirian. Hanya terdengar suara mereka gaduh. Lalu ayahku hilang akal entah kenapa, dia membunuh ibuku sendiri dengan sekali senapan tepat di dadanya.
Dor!!
Aku hanya merintih sedih melihat ibuku tergeletak bersimbah darah, ku lihat semua kejadian itu dari lubang pintu dan berusaha nangis tak bersuara.
Lalu saat itu ayah membuka pintu,
"Ayah, ibu kenapa? Dia terluka" Max kecil
^^^'bodohnya gua, tidak mengerti bahwa ibu gua dihabisi oleh keparat bajingan ini, ayah gua sendiri' Max ^^^
Ku lihat tatapan Max, sungguh merindukan sosok ibunya, Bahkan tatapan terus saja menghadap langit. Aku sentuh tangan max lembut.
^^^'its okay Max, semua akan baik-baik saja' ^^^
Ayahku dengan tersenyum bicara, bahkan masih ku ingat tangannya penuh darah,
"Ibu sedang sakit, sebaiknya kita cari bantuan benarkan?" Ayah merangkul ku dan mengajakku pergi
Jika waktu kembali, seharusnya aku menolong ibuku disaat sebelum pergi, masih ku lihat dia bernafas berat dengan mata menangis "Ana-k-ku..." Ibu memanggilku. Tapi, ayahku bersikeras membawaku pergi menggunakan sebuah mobil.
Perjalanan aku tempuh lebih dari 2km dari rumah asalku, lalu aku dititipkan di sebuah panti.
"Nak, tunggu disini ya ayah akan kembali" saut ayah
"Tolong jaga anakku dengan baik, sampaikan aku sangat menyayanginya suatu hari pasti dia mengerti, semuanya sudah tidak terkendali" Ayah kepada penjaga panti.
Ku lihat tatapan ibu panti memelukku, seolah mengerti apa yang terjadi, tentu saja karena ayahku bersimbah darah ibu ditangannya.
"Tunggu ayah! Max mau ikut" menangis dan di tahan ibu penjaga panti.
Ayah berlalu pergi, mengenakan mobilnya meninggalkanku seorang diri dipanti.
......................
"Max perjalananmu sungguh berat, aku sangat mengerti.. lalu apa yang setelah itu terjadi" Alexa
"Gua gak ingat, tapi setelah seminggu berlalu aku menemukan sebuah koran tentang kematian seorang istri oleh suaminya sendiri karena terlilit hutang dan anaknya masih dalam pencarian, yaitu gua" Max
__ADS_1
JLEB
Penjaga panti tidak memberitahu soal ini, dia selalu bilang pada semua orang bahwa aku anak yang bersih dan sudah dari bayi tinggal disini. Itu semua menyelamatkanku dari wartawan dan berita tentang kasus itu.
"Gua sadar... bahwa saat itu, gua lah anak dari seorang pembunuh ibu sendiri" Max
Aku terbangun se akan sangat peduli kejadian yang menimpa Max, pantas saja dia sangat peduli pada orang di sekitarnya. Bahkan sampai detik ini dia masih mencari sosok tersangka pembunuh Bara, yang jatuhnya bukan keluarganya.
^^^'aku kira, kamu hanya ingin membersihkan namamu dari fitnah, karena kematian Bara membuatmu di kenal pria paling ditakuti, ternyata kamu masih membawa luka perih yang belum terobati di hatimu' ^^^
"Max gue disini apapun yang terjadi, tetaplah kuat seperti dirimu yang dikenal badboy tampan, tapi apa sekarang kamu tau keberadaan ayahmu, meski begitu dia tetap seorang ayah terlepas dari siapa yang membunuh ibumu" tanyaku
"Ha-ha-ha" Max tertawa
"Lo tau Lexa apa yang bikin cerita hidup gua lebih seram" Max
"Apa?"
"Ayah gua ditemukan mati bunuh diri tepat saat gua di titipkan di panti" Max
......................
Dia melajukan mobilnya dengan cukup kencang, ayah mengerti jika dia mati karena tabrakan hidupnya masih beruntung kalau tidak mati pasti cacat. Lalu dia memarkirkan mobilnya dan menulis sepucuk surat yang dia tinggalkan untuk Max dan pergi kedalam hutan. Terasa aman dia mengakhiri hidupnya sendiri menggunakan pistol yang di pakai saat membunuh ibu Max tepat di lehernya.
Dor!!
"Max kamu yakin ceritanya seperti itu, apa ibu panti yang bilang pada mu, itu sih keterlaluan, Max kecil mendengar nasib tragis, kesel aku"
Max tersenyum "Lexa sayang ternyata mata besarmu, tidak seperti pikiranmu haha"
Aku mendengar percakapan mereka di balik pintu saat semua tengah ramai membicarakan keluargaku, kata-kata yang ku ingat dari surat yang di tinggalkan ayah.
Belum puas aku mendengar cerita di balik pintu, aku bertemu Aleandro yang lebih dulu di panti Asuhan itu. Saat itu umurnya baru empat tahun dia anak pertama yang menuntunku.
"Hai kakak, mari main" Aleandro waktu kecil menuntun Max pergi bermain
*
*
Aku menyadari hidupku telah berubah sejak kepergian ayah dan ibuku, akibatnya aku selalu murung bahkan tiap malam aku keluar dan duduk sendiri berharap ayah menjemputku pulang.
Hingga suatu malam ibu panti sepertinya mengetahui apa yang terjadi padaku karena sering sendirian tiap malam. Dia berusaha untuk menenangkan ku.
"Nak sudah malam, mari masuk" ibu panti
"Ibu saya mau disini" Max kecil
"Mau ibu bacakan sebuah dongeng, Max kamu tau BATMAN dia tidak memiliki orangtua tapi dia seorang superhero" Ibu Panti
"Tapi, kamu bisa menjadi pahlawan untuk semua orang" ibu panti tersenyum
"Aku mau Bu, tapi aku sayang ayah dan ibu"
"Mereka pasti bahagia memiliki anak seperti mu, kamu tau anak yang sekamar denganmu namanya Aleandro dia juga sama sepertimu" Ibu panti
"Aleandro kenapa? Anak seorang pembunuh sepertiku" Max kecil
"Kamu percaya ayahmu seorang pembunuh.. Kamu ingat tidak? banyak orang yang selalu datang ke kedai milik ibumu" Ibu Panti
__ADS_1
"Iya tau mereka selalu datang tiap hari Kamis Bu, mereka teman ayahkan.. tatapannya serem, tapi ayah bilang mereka teman ayah" Max kecil
Aku ingat selalu ada pria bertubuh besar datang ke kedai milik ibu, namun saat itu aku selalu diminta ayah/ibu masuk kedalam rumah. Max hanya berfikir itu adalah teman ayah.
"Mereka yang membuat ancaman pada keluargamu, ayah dan ibu orang baik dia pasti sudah bahagia di atas sana..." Ibu panti menunjuk langit
"sudah ayo masuk" Ibu panti
Anak lima tahun sudah mengerti ayahnya membunuh ibunya tepat di mata Max, aku sangat merasakan sesakit apa yang dia rasakan. Max bukan hanya sakit tapi trauma.
......................
"Emang Al kenapa? Jadi kalian itu adik kakak tak sedarah" Tanyaku
"nanti tanya sama dia saja itu privasi, iyap itu kenyataanya" Max
"Wah keren banget ceritanya its so real, gue baru denger, hebatnya mas pacar bisa melewati hal serumit itu" salut
Max tersenyum,
Sejak saat itu kami menjadi dekat, sering bermain bersama. Lalu beberapa tahun kemudian aku di adopsi oleh Regas sebagai anaknya. Hanya saja aku juga meminta Regas mengadopsi Aleandro juga. Akhirnya kami sah menjadi anak angkat keluarga Regastara.
"Tolong rahasiakan ini Lexa, kita tidak tau siapa musuh kita sebenarnya, karena saat ini gua percaya penuh sama Lo, xaaa.." Max
Aku mengangguk, menatap Max penuh peluk,
"Boleh gue peluk kamu Max"
"Wah sekarang kucingku minta izin ya, biasanya main sat set haha" Max tersenyum saat terluka
"Max gue kira kamu paling badboy, ternyata sadboy haha"
Lantas kenapa saat ini mereka bertolak belakang, bukannya mereka satu panti asuhan.
^^^'Max dan Ale tumbuh di keluarga yang sama, tapi sekarang kenapa seakan berbeda pendapat' ^^^
^^^'jadi gimana Lexa si mata api atau si mata dingin' ^^^
"Lexa tau apa yang lebih menyakitkan lagi" Max
"Emm apa, gue kalo ninggalin Lo ya ehehe" Sautku
"Bukan ini tentang orangtua gua, xaa.." Max
^^^'loh ceritanya belum selesai, aku kira sudah tamat' ^^^
Aku meninggikan kedua alisku penasaran,
"Beberapa tahun lalu gua menemukan bukti, bahwa Regastara orang yang mengadopsi gua adalah orang yang mengancam keluarga gua (debt kolektor kelas kakap) hingga mereka tiada" Max
.
.
.
.
Jadi Max dan Ale anak angkat Regastara, part paling mengandung bawang. Max kecil yang malang
__ADS_1
Next episode 🌹