TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 53 Menyayat Hati


__ADS_3

Tak berselang lama Ale pergi dari rumahku lalu berlari sekencang-kencangnya. Kakak beradik ini sangat menyayangi satu sama lain. Meski secara tersembunyi, mereka mengenal mereka berbeda kutub tapi terlihat saling melindungi, meski memang sifatnya jauh berbeda.


Aku hendak mengejar mereka tapi saat itu Bella menahanku,


"Lexa sudahlah jangan terlalu ambil pusing mereka pasti balik tuh, ponsel Max low bat kali" ketus Bella


"Mereka berdua adik kakak yah,, wah ayah baru tau tapi wajahnya tidak mirip sama sekali hahaha" ayah tertawa


"Ayah tau gak mereka itu keluarga terkaya Regastara loh, pacar Alexa tuh" Bella secara tidak sengaja mengatakan pada ayah


"Ups, hehe sorry keceplosan" Bella tersenyum kaku


Ayah hanya memandangiku dan tersenyum, aku kira dia akan marah mengetahui aku telah memiliki seorang kekasih anak geng motor. Meski begitu dia terlihat senang bahagia.


"Apa sih Bella ini jadi malu" tersenyum ketus, dalam hati aku tidak bisa menyembunyikan fakta yang harus ayah tau. Karena bagaimanapun ayah adalah satu-satunya keluargaku yang tinggal di Jakarta.


Meski aku penuh harap ibu kembali bersama kami, tapi semua itu mustahil.


"Yasudah tidak apa-apa yang penting anak ayah bahagia" ayah tersenyum


Lalu ayah beranjak pergi dari ruang tamu dan pergi ke dapur, Bella masih fokus mengunyah beberapa makanan. Lalu aku mengikuti ayah, terlihat ayah sedang menaruh sebuah obat herbal yang terlihat seperti jamu serbuk pada minumannya.


"Ayah.. itu apa?" Tanyaku


"Uhuk uhuk" ayah kaget melihatku


"Ah ini jamu nak, biar badan makin bugar" saut ayah


Aku melihat diri ayah yang sekarang bertambah kurus kering semenjak aku tinggal di asrama. Padahal kondisi ayah sedang memburuk, bahkan dia meminum jamu untuk mengobati sakitnya tanpa perawatan dokter.


"Ayah gak marah kalau Lexa punya pacar" tanyaku


"Engga.." ayah


^^^'Anak ayah punya pacar dua loh ini' hehe^^^


"Serius ayah, bukannya ayah gak suka kalau Lexa punya pacar?" Sautku perlahan duduk di dekat ayah


"Nak, ayah sangat senang ada yang menjagamu disana, bagaimanapun masa depanmu adalah menjadi seorang istri, ayah akan sangat merasa senang jika ada seorang pria yang menyukai anak ayah, tapi ayah tidak akan memaksa kamu memilih pria seperti kemarin tentang Bima, kamu memiliki hak untuk diri kamu sendiri bahagia" ujar ayah tersenyum memegang tanganku penuh makna


Ku lihat mata itu sangat sedih, aku merasa ayah sudah sangat terluka. Dia bersembunyi dari senyuman palsu itu.


"Jadi ayah setuju? Tapi bagaimana jika salah satu dari mereka itu anak geng motor atau orangnya paling dingin terhadapku" tanyaku


^^^'Max ketua geng motor Argala dewa dari kegelapan atau Ale si minuman tusuk dingin dua-duanya sering bikin aku kesal' ^^^


"Kali ini ayah akan mendukungmu apapun pilihanmu Lexa" jawab ayah

__ADS_1


...----------------...


Prok!prok!prok!


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari tirai yang menengok ke arah kami. Ternyata Max dan Ale sudah berdiri melihat kami terduduk diam jongkok disisi kompor.


Lalu seketika aku dan berdiri, "Max? Ale? Dari mana saja kalian,, dasar Duo badboy" ketusku


"Sini ayah mari Al bantu bangun" Ale membantu ayah berdiri dan memapahnya ke depan bersama Bella.


"Sudah Lexa si kucing, ayok ikut" ajak Max


Dalam perasaan kesal aku mengikuti langkah Max dari belakang, lalu Bella menutup semua pintu dan jendela.


"Pintunya Bella tutup yah, dingin banget diluar kan udah malam lagi" Bella


Seketika aku melihat Max dan Ale yang malah membuka jaketnya dan memakai kaos saja. Mereka berdua terlihat kegerahan di rumahku. Sesekali Max mengipas wajahnya menggunakan sebuah kertas.


Ale memijit kaki ayah, yang tampak sangat kesakitan.


"ayah duduk disini ya, kakinya di regangkan biar tidak sakit" Ale


"Kaki ayah kenapa makin sakit ya?" Tanya Bella


"Iya Bell ayah lagi sakit nih, gue malah gak tau" ketusku


"Hus udah gak apa-apa, besok juga mendingan tenang saja, kalian dari mana? Maaf ya di rumah ayah tidak ada kipas buat kalian tidak nyaman" ayah


"Max jawab dari mana? Di tanya ayah tuh" tanyaku memalingkan wajah dengan cemberut.


seketika hawa sunyi dari dalam diri Max terlihat, seperti ada seorang mahluk kejam yang akan menyihir Max pada malam ini.


^^^'Dewa kegelapan' ^^^


"Oke kalau begitu mulai, saya tidak suka basa-basi" Tegas Max


Lalu Dia berjalan ke hadapan tv dan mematikan siarannya. Lalu terduduk di depan kami, seketika suasana hening hanya beberapa suara air sungai dan kendaraan yang terdengar dari kejauhan.


"Saya tidak suka tempat ini, TV nya jadul, rumahnya triplek alasnya karpet, bahkan airnya sangat kotor, sepertinya rumah ini layak di jadikan kandang hewan" Max degan frontal


"MAX LO APA-APAAN!!" Bella dengan nada besarnya, cempreng volume tinggi.


Aku hanya terdiam, merenungi nasibku karena semua kenyataan itu benar. Hanya gengsi ku saja terlalu tinggi. Bahkan kamar asrama ku saja lebih besar dari rumah yang aku tinggali bersama ayah. Ayahpun hanya diam tertunduk tak bicara, sesekali ku lihat mata ayah menahan tangis mendengar kata yang sangat menyakitkan hati.


"Lexa kenapa Lo diam saja! Max jaga bicara Lo ya kita tuh lagi di rumah orang! Masih baik ya ayah dan Lexa terima Lo," Bella marah memaki Max


"Apa yang di katakan Max benar Bella, rumah ini sudah tidak layak untuk di tinggali, terlebih Alexa ternyata miskin bahkan sangat memprihatikan, gua setuju dengan Max" Ale

__ADS_1


JlEB


"Apa kau bilang.." Belum sampai Bella mendaratkan tangan di kedua pipi mereka, aku menahan tangan itu meyakinkan Bella bahwa semua akan baik-baik saja.


"Its okay bella, gue gak apa-apa" tersenyum kecil


Tiba terdengar suara tangisan ayah, tertunduk diam menahan rasa yang ada pada dirinya. Seolah ayah telah berusaha sekuat tenaga untuk hidup dan membahagiakan putrinya hingga banting tulang tanpa kenal lelah walau waktu habis. Tapi masih saja kurang.


"Maafkan ayah Alexa ..." Ayah terisak tangis dengan suara berat


Aku mendekati ayah memeluk ayah dengan kedua tanganku, "Lexa disini ayah, tidak akan pernah pergi, ayah.. kamu sudah sangat baik dengan bertahan sejauh ini untuk Lexa tanpa seorang istri dan ibu untuk Lexa,"


"Lexa selalu sayang ayah" memeluk ayah dengan berlinang air mata.


Perasaan ini bukan sedih tapi sangat kecewa terhadap Max dan Ale yang mengeluarkan kata yang sangat buruk. Meski begitu aku tidak bisa mengelak karena semua ini benar adanya.


^^^'aku orang miskin ya, rumah triplek ya, bahkan sangat memprihatikan ya, semua ini sedang aku alami' ^^^


Ayah sakit, kerjanya di PHK dini, banyak utang pada tetangga untuk menyambung hidup, listrik token bunyi. Sudah sangat lengkap, aku juga tidak bisa memaksa mereka untuk mengerti kondisiku. Bagaimanapun saat ini aku tidak akan meninggalkan ayah.


^^^'meski harus ku tinggalkan kuliah bergengsi di kancah internasional' ^^^


......................


"Gua punya solusi untuk ini" saut Ale berbicara pada Max dengan meninggikan kedua alisnya penuh yakin.


"Lo benar Ale, kekasih kita butuh di selamatkan dari jurang ke tidak layak kan ini" Max menatapku teguh


Adegan ini seperti seekor kucing kecil membawa seorang keluarga yang terluka memohon pada tuannya untuk di selamatkan.


^^^'meow meow'^^^


"Mulai besok saya minta ayah dan Lexa keluar dari rumah ini dan semua pengobatan dan utang akan saya bayar dua kali lipat" tegas Max mengacungkan kedua tangannya berbentuk v


Aku masih terdiam mendengar pembicaraan yang keluar dari mulut Max, seolah tak percaya dia mengangkat keluargaku bahkan tadi sempat menggunjingku. Meski begitu semua keputusan ada ditangan ayah, seketika aku melirik mata ayah yang masih tertunduk.


"..Saya tidak bisa terima.." saut ayah dengan suara berat


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung 🌹


Lanjut bacanya oi biar semangat nih nulisnya!


__ADS_2