
Ale meminta jawaban pada Alexa tentang hatinya, apakah berada dalam dua cinta di sahkan, terlebih mereka adik dan kakaknya. Bagaimana tanggapan Max, adiknya mencintaiku sekarang.
Ku lihat dia hanya diam saja tidak berkutik apapun, aku melihat keempat mata itu berada dalam satu ranjang rumah sakit tempat aku berbaring.
Sepertinya aku terjebak dalam cinta kakak beradik, seorang ketua gengster motor Argala Max julio atau si genius terkenal dingin bermata air Aleandro.
^^^'aku menyangimu juga Ale, tapi hati ku tetap memilih Max dan akan selalu begitu' ^^^
"Uhuk uhuk aduh dadaku sakit" Sautku ketika Ale meminta sebuah jawaban
"Apa! Tunggu gua akan panggil perawat" Max
"Gak gua saja!" Ale
Mereka berdua panik dan segera berlari ke arah pintu, sampai bertubrukan satu sama lain. Aku tersenyum melihat tingkah mereka yang konyol.
"Mereka ngapain? Haha ada-ada saja, lucu ya ternyata" Sautku
Aku berusaha terbangun dari tempat tidur, dan berjalan perlahan sambil bertumpu pada tiang infusan. Ku lihat sebuah buku yang di baca Aleandro, sebuah buku tentang seseorang pria yang diam-diam mengagumi seorang wanita. Aku membawanya, lalu membuka buku itu,
"Ini buku apaan, bahasa Inggris semua lagi" Sautku dalam hati.
Tiba mereka datang membawa seorang suster aku terkejut, mematung dan melotot menjatuhkan buku tersebut.
Brak!!
"Daraahhh" Max menunjuk ke bawah lantai
Aku menunduk melihat darah berwarna merah perkat menetes di lantai. Mereka tampak panik, Ale berlari mencari pertolongan. Sementara Max bersembunyi di balik punggung seorang suster. Benar Max trauma darah. Karena dia pernah melihat ibunya sendiri bersimbah darah dan meninggal dunia.
"Gua pergi cari bantuan ya" Ale berlari keluar dari ruangan
Belum selesai kepanikan itu, "diammmm!!!" Teriakku
Lalu Ale pun terlihat berhenti melangkahkan kakinya, mataku tersorot pada sebuah kalender di meja dan mengambilnya. Benar ini adalah jadwalku mensuransi.
^^^'aghhhh 27 bulan mei, tanggal mulai haidku, malunyaa' ^^^
"Biar saya bantu" suster melangkahkan kakinya dengan perasaan takut
"Apa? Kenapa? Masa depan gua baik-baik saja" saut Ale yang kembali keruangan
"Heh dia pacar gua" Max
"Bukannya dia kucing buat Lo" tanya Ale
"Sudah-sudah aduh malah ribet begini" Menghela nafas dalam
^^^'malah timbul haid di malam buta begini, mana di UKS kampus lagi' ^^^
"gue cuma butuh ke toilet doang ko, suster ngertikan" tanyaku
__ADS_1
Lalu suster menganggukkan kepalanya dan memapahku.
"Oh iya kalian berdua mau jadi orang berguna kan buat gue, beliin gue pembalut extra dry yang night pake sayapnya" jawabku
Lalu suster membawakan baju ganti untukku,
Ale pergi duluan dari pada Max, memang Ale paling gesit dari pada kakaknya ya.
"Gua ngapain dong sekarang?" Tanya Max
"Ikut aja sayangku, Ale pasti kebingungan nanti, atau gak beliin dua yang kecil, gue mau lihat siapa yang paling bener, yang menang dapat hadiah" jawabku merayu Max
"Pasti gua pemenangnya tunggu disini kesayanganku, pertolongan pertama akan datang" Max berlari meninggalkan ruangan
"Belinya yang ada sayapnya yaaa awass loh" teriakku.
Aku membayangkan kedua kakak beradik itu sedang memilih pembalut, mereka pasti kebingungan yang mana. Tertawa kecil dalam hati.
"Kakak bisa saja mengelabui mereka.." suster tersebut sambil membuka cairan infusku.
"Ah engga, mereka berdua teman yang paling baik ka" jawabku sambil malu tertawa
"Awas loh cinta segitiga, bahaya itu suka ada perang membara, dua kutub saling adu kekuatan, boleh makan maut karena api cemburu nanti" saut suster
JLEB
Apa yang akan terjadi kedepannya, jika aku mengalami cinta segitiga, satu saja sudah bikin repot bagaimana dua. Jawabanku sepertinya akan menolak Ale, tapi bagaimana caranya.
Bingung diantara dua rasa yang berbeda, terlebih jika membandingkan Ale dan Max, Ale lebih kesepian dari pada Max, dia selalu sendiri di kelas, bahkan tidak memiliki seorang teman. Berbeda dengan Max yang punya banyak sekutu dan teman lain paling populer. Tapi luka Max sejauh yang ku tau lebih sakit, tapi Ale katanya jauh lebih menderita. Apa yang terjadi pada kehidupanmu sebelumnya, kenapa kamu jadi mengurung diri dan membatasi orang yang ingin berkenalan denganmu.
Beberapa menit kemudian Ale yang datang lebih dulu, dia membawakan pembalut persis yang ku minta.
"Nih .." Ale memberikan pembalut padaku dengan wajah memerah
"Makasih wah Lo paling pertama ya, bagus.. benar kamu kan si tampan paling genius sama banget sama yang gue mau, tapi kenapa wajah mu malu begitu" tanyaku
"Gak sudah cepat ganti" pinta Ale
Aku bergegas ganti ke toilet dengan membawa pembalut, yang ku pikir saat itu pasti Ale malu.. saat aku suruh dia membeli pembalut yang jelas untuk wanita.
Setelah selesai ganti, terlihat suster sudah tidak ada di ruangan. Hanya Ale yang tengah terduduk sambil membaca buku itu.
"Loh suster kemana?" Tanyaku
"Dia ke toilet dulu katanya, dia menyuruhmu untuk beristirahat, besok sudah boleh pulang" Ale datar
Aku terduduk disamping Ale, memperhatikannhya membaca buku itu dengan sangat teliti.
"Liatin apaan?" Ale menutup bukunya
"Itu buku secret Admirer kan, tadi sengaja gue lihat.." jawabku polos
__ADS_1
"Apa? Lo baca?" Ale terkejut
"Engga orang bahasa Inggris, gak ngerti paham si sedikit banget.." jawabku
Lalu Ale menceritakan kisah buku tersebut, seorang pria biasa pelayan kerajaan, dia berharap bisa menikahi seorang Puteri kerajaan yang sangat cantik dan suka bernyanyi, namun sang Puteri sudah dijodohkan dengan seorang tertua paling di takuti di kerajaan, dalam diam dia menjadi pengaggum rahasia, lalu membututi kemanapun sang Puteri, tanpa di ketahui. Dia melukis indah wajah pujaan hatinya, selalu menyimpan lukisan itu dalam diam. Sampai suatu ketika sang Puteri akhirnya tau, bahwa pelayannya menyimpan lukisan dirinya. Tapi bukannya marah dia malah memuji lukisan tersebut. Lalu mulai timbul benih cinta karena sejak itu sang Puteri dan pelayan jadi makin bersama. Hingga lupa pada seorang Tertua yang di jodohkan sang Puteri.
"Wah ceritanya keren, jadi akhirnya sang Puteri milih siapa?" Tanyaku
"Entah gua belum baca semuanya" jawab Ale
Ketika Ale bercerita tampak terasa, Max masih belum kembali, kekhawatiranku memuncak karena Max sudah pergi lebih dari satu jam. Bahkan jika harus pergi ke minimarket harusnya dekat. Depan Kampus juga ada.
^^^'apa mungkin Max bertemu dengan Blacktunder, mana mungkin sih geng mereka kesini.. ini kan wilayah Argala, toh kampusnya milik Regastara juga' ^^^
"Max kemana?" Tanyaku
"Gak tau, bentar lagi dia datang" Ale datar
Benar saja tiba Max datang, dengan sangat terburu-buru.
"Bagaimana siapa pemenangnya" Max menghela nafas cape dan lelah,
Lalu segera megambil minum dan meneguknya.
Leguk!
"Nih.." Max memberikan barangnya padaku
"Gua pasti menangkan?" Tanya Max dengan badan yang kelelahan
"Habis dari mana sih lama bener?" Sambil membuka kresek hitam yang dibawa oleh Max
Alangkah terkejutnya yang ku lihat adalah sebuah popok orang dewasa, beberapa kapas dan sayap ayam goreng ekstra kering.
Takuat menahan tawa, aku tertawa sangat kencang melihat apa yang dibawa Max, sambil menunjukan sayap ayam pada Ale.
"Apaan itu Sayap ayam, hahahaha" Ale tertawa
"Ha-ha-ha"
.
.
.
.
.
"Ko kalian ketawa emang ada yang lucu?" Max kebingungan
__ADS_1