TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 47 Masa Kelam Al


__ADS_3

Tak pernah terpikir bagiku jika ada di posisi Ale saat ini, sepanjang hidup menyimpan sebuah luka yang masih di bawa. Tragis kisah pilu diantara kakak beradik ini. Menyaksikan orangtuanya mati atau lahir dari rahim tidak bertanggung jawab.


Semuanya sangat parah, namun begitu kondisi Ale yang lebih mengkhawatirkan, karena dari dia masih menjadi janin dalam kandungan ibunya menganggapnya tiada bahkan kutukan.


'jahat banget, kenapa Ale bisa sampai tau?'


Sepandai kita menyembunyikan sebuah rahasia lambat laut akan terungkap juga. Aku hanya bohong tentang identitas ku. Tapi mereka berdua sudah tau fakta yang menyakitkan.


......................


*story Al


"Lah emang begitu, bohong Lo tau dari mana? Emang Lo inget zaman masih bayi dibuang?" Tanyaku berusah berfikir logika seperti yang seharusnya


"Alexa,, zaman dulu ketika menemukan bayi di buang.. bahkan di tempat sampah sekalipun akan selalu ada berita dan koran yang menyiarkan hal itu.." Saut Ale dengan raut wajah yang sudah terbiasa


"Emm gue gak percaya.. masa sih wajah tampan begini di buang.. mungkin Lo terlalu bawa perasaan, kali saja bukan Lo itu" Sautku mengelas berusaha menenangkan Ale yang mulai terbuka


"Lo percaya haha.. enggak bukan gua itu hanya di koran saja" sautnya tertawa


"Lah terus Lo tau ibu Lo maaf seorang yang seperti itu dari mana?" Tanyaku


"ibu panti bilang gua anak pembawa berkah, dia gak pernah cerita menemukan gua dimana saat itu.. sampai gua tau akhirnya" seru Ale


Aku melihat tatapan kosong pada matanya, tapi dia tetap berusaha untuk konsentrasi saat berkendara. Jika memang dia terlahir dari rahim yang tidak di inginkan, kenapa tidak di berikan saja sama orang yang mampu. Kalau memang benar sampai di buang di tempat sampah itu kebangetan.


"Maaf ya Ale nih ya gue mau bilang sesuatu tapi Lo jangan sakit hati, ibu Lo kayaknya bukan manusia menurut gue hahaha" Sautku tertawa


"Gak apa-apa Lo bener ko, dia gak pantas disebut ibu sepertinya pantas di jadikan keset saja haha" Ale berusaha tersenyum diatas penderitaan sendiri.


"Hehe gue seneng dengernya, tapi Al Lo bisa tau ibu kandung Lo dari mana? Maaf ini bayi bukannya gak bakal inget ya.." tanyaku


"Panggil saja perempuan itu jangan ibu, dia gak pantas jadi seorang ibu!" Saut Ale tegas dengan wajah penuh tahan amarah merah


"Emm panggil penjahat saja kali ya, kalau Lo ga mau jawab gak apa-apa ko, gua juga pandai ko jaga rahasia" seringaiku


^^^'rahasia diantara kami' ^^^

__ADS_1


"Yap bodohnya penjahat itu dia memakaikan kalung berisi foto dia dari sejak gua bayi, sepanjang hari gua mencari dia berharap kami bersama berkumpul, gua masih berfikir baik mungkin saat itu dia tidak memiliki cukup uang untuk menghidupi gua" Seru Ale


...----------------...


Aku terdiam meretup mendengarkan kisah Ale yang begitu rumit. Jika aku menjadi dirinya, sepertinya aku tidak bisa semangat untuk hidup lagi. Saat tau bahwa kamu anak yang tidak diharapkan.


*


Ale mencari terus sosok ayah dan ibunya. Meski hanya berbekal sebuah foto lusuh di balik kalung love itu, hingga suatu hari aku sudah mulai tumbuh dewasa dan di adopsi oleh Regastara bersama Max yang sekarang menjadi kakak tak sedarahku. Semuanya kosong tanpa jejak tidak ada satupun yang mengenali perempuan itu.


Hingga suatu hari aku meminta ayah untuk mencarikan ku seseorang yang ahli di bidangnya. Dengan berkata membantu kawanku seperti yang aku kasih padamu sebuah restaurant itu.


"Hah teman..? Lo punya teman selain gue dulu?" Tanyaku


"Lo tau sendiri teman gua dan Max sama yaitu Bara yang telah tiada" seru nya


*


Padahal saat itu Ale hanya berbohong, dia hanya ingin tau ibunya masih hidup atau tidak kah di dunia ini. Hingga Ale menemukan fakta yang mengejutkan bahwa ibunya adalah seorang wanita penghibur bahkan sampai detik ini. Orang kepercayaan ku bilang bahwa perempuan ini sudah menekuni pekerjaan itu dari beliau masih gadis dan sering berganti nama samaran.


"Yang di pikiran gua saat itu adalah perempuan itu seorang wanita penghibur, akan banyak sekali cabang jika gua mencari ayah lahir gua, akhirnya gua stop disitu" seru Ale


"Yap gua sudah berdamai dengan masa lalu itu, tapi Lexa kalau gua sadar atau tak sadar ambil kesucian Lo dan Lo hamil anak gua, ataupun sama pria lain sekalipun"


"datangi gua, gua siap menjadi hal terburuk dalam hidup Lo, Lo harus tau itu!" seru Ale


^^^'ni anak kenapa sih, dalem banget lukanya dari kemarin bilang istri anak, sudah pengen punya bayi kali ya ehehe, emang mau sama cewek triplek kaya aku' ^^^


Hanya 1001 pria yang mengatakan hal itu, jika dalam hidup mu ada seorang pria yang bertaruh bahagia meski hak terburuk terjadi padamu. kamu beruntung!


"gua gak akan sama seperti pria bajingan lain.. Lo percaya gua" seru Ale


^^^'eit eit otak gue traveling ini, kesucian apa maksudnya gak! Ini buat suami gue Max titik! Dasar Ale-ale minuma tusuk!' ^^^


"Huek huek gue sama Lo hahaa, sorry nih ya Al mimpi gue masih panjang.. pacaran nikah unboxing masih jauh di pikiran gue hahaha ngadi-ngadi Lo, sama kakak Lo aja kan perjanjian ehh upsi.." seru ku tertawa sambil minum air mineral


Terlihat Ale tersenyum bahagia, ku melihat matanya dengan penuh syukur, candaan dia terkenal jokes tapi dia bisa menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


^^^'kamu orang baik Ale, gue tau itu' ^^^


"Lo mau tau satu hal lagi gak" tanya Ale tersenyum ke arahku


"Lah masih ada lanjutan ceritanya, gue kira tamat orang Lo juga sudah berdamai dengan masa lalu kan?" Tanyaku


"Ada hal baik dari cerita gua lebih dari itu..." Seru Ale


"Emmm apaan tuh," sambil melihat ke arah jalan yang sebentar lagi sampai asrama


"Ibu yang asuh gua saat itu, tersentuh hatinya sampai bikin panti Asuhan gara-gara menemukan gua, dibalik sikap setan akan selalu ada sikap malaikat" seru Ale tersenyum bahagia


Benar Ale dengan begitu semua anak yang kurang mendapat kasih sayang, dengan segala macam masalahnya sendiri, karena adanya sebuah panti, apalagi jika tanpa balas jasa semua itu tempat yang paling nyaman untuk berteduh.


Aku sangat senang kamu bisa melewati hal itu sendirian, ketika semua orang gak mampu melakukan itu. Meski begitu aku yakin perasaan hati kamu dan sikap dingin itu, Ale orang yang nyaman dan santai. Sikapnya dingin dan temperamental itu menutup semua sikap baiknya. Pasti karena suatu alasan itu.


"Jaga rahasia ini Lexa gua percaya sama Lo" seru Ale


Aku mengangguk meyakinkan Ale, di balik rasa sayangku pada mereka, dia pasti dituntut untuk tidak mengetahui masalalu mereka oleh Regastara. Kalau semua kisah ini terbongkar dihadapan publik. Sekalipun Regastara perusahaan ternama yang kaya raya. Akan hancur di terjang masa karena pembohongan publik.


Hingga tak terasa sudah sampai depan asrama, aku berniat untuk mengganti pakaianku yang seperti Emo ini. Tak lupa mengajak Bella untuk ikut ke kampung halamanku bersama Ale, pasti ayah akan sangat suka bertemu Bella kembali yang persis seperti sahabatku yang telah tiada Aleta.


"Sudah sampai nih wah senangnya" aku beranjak keluar dari mobil Ale


"Lexa tunggu!" Seru Ale menahanku


"Gua gak maksa Lo sayang sama gua, tapi izinkan gua jaga Lo selama gua masih bernafas"


.


.


.


DEG


DEG

__ADS_1


Bersambung 🌹


__ADS_2