
Tak berlangsung lama hatiku remuk seutuhnya, melihat ayah mengalami sakit pengapuran sendi pada lututnya yang mengakibatkan dia tidak bisa berjalan dengan sempurna. Aku sebagai anak ayah tidak tau menahu, ayah menyembunyikan sesuatu besar ini dariku.
Terlebih ketika surat itu bersamaan dengan ayah di PHK dini dari tempatnya bekerja. Aku merasa sangat sedih dan gagal jadi anak kebanggaan ayah karena tidak bisa apa-apa. Kertas ini membuktikan Ayah sedang tidak baik-baik saja. Tapi Dia berusaha membuat aku bahagia terlebih teman-temanku.
"....." Aku meremas kedua kertas dari tanganku dengan penuh linang air mata
"Ayah harus jelaskan semua ini pada gue" timpal ku beranjak pergi dengan perasaan kesal bercampur sedih.
Max menahanku memegang tangan ini erat tak ingin di lepas.
"Lepaskan Max!" Pintaku
"Alexa dengar gua, apa yang terjadi pada ayah jika kamu bicara dengan emosi seperti ini! Kamu lihat dia terlihat bahagia bersama Bella.. kamu ingin menghancurkannya" Max
"Max jangan ikut campur urusan gue, Lo gak tau kan rasanya jadi gue! Serasa Lo itu gak berharga dan Lo tau apa yang paling sedih di saat gue gak bisa bantu apa-apa, gue itu hanya BEBAN heuheu" Lexa menahan tangis tersedu
"Suuut kucing gua, udah jangan sedih cantik gua hilang tuh hanyut, gua punya sebuah rencana yang bagus untuk mu, tapi Lo harus janji satu hal sama gua" Saut Max meyakinkan Lexa agar tidak bertindak gegabah
"Janji? Gak bosen ya Lo dengan kata janji, gue mau denger rencananya dulu, gue sekarang gak bisa asal ucap kata janji, males" gerutu Lexa
"Gua akan bantu Lo sampai titik darah penghabisan gua, dengan satu syarat" Timpal Max
"Hih bisa saja lebay Lo, gue mau tau bantu apa dulu.. syaratnya apa? Sekarang apa untungnya buat gue" ketus Lexa
Aku sudah muak ketika berbicara kata janji, saat aku tau kamu tidak boleh bermain dengan kata janji pada orang lain. Max selalu membuat dua pilihan, yang lama kelamaan Max makin mengingat ku.
^^^'tapi anehny aku merasa senang' ^^^
*Terikat perjanjian badboy tampan*
"Syaratnya Lo harus menikah dengan gua!!" Timpal Max dengan tatapan penuh senyuman seolah tepat hari ini dia memintaku untuk menjadi milik dia sepenuhnya.
"Menikah??.. emmm hahahaha" aku tertawa melihat kekasihku yang ingin memiliki diri ini, jauh dari dalam hatiku aku mau dan sangat YES.
"kenapa tertawa? Kamu pikir gua becanda" seru Max ketus
"Max badboy tampan jalanan kamu yang memintaku menduakan cinta dengan adikmu, sekarang kamu juga yang cemburu karena adikmu lebih dekat dengan ayahku.... Itu sangat menggemaskan hahaha" tertawa bahagia
"Siapa yang cemburu tidak tuh?" Max memalingkan wajahnya
"Hahaha kamu tidak bisa bohong padaku, aaa pacarku gemesin love you" senyum manis memeluk Max bahagia
"Gua lebih sayang kamu Lexa, Jagan nangis lagi, gua ada disini semua beres" timpal Max tersenyum bahagia
__ADS_1
Lalu Max berbisik padaku rencana berikutnya, aku mengiyakan karena saat Max yang paling aku butuhkan dan bisa di andalkan.
^^^'Dia memang selalu bisa bikin gue betah' ^^^
Pandanganku tertuju ke arah bibir coklat tipis Max itu, rasanya ingin sekali ku cium dengan lembut padanya sekali lagi, Tiba suara nyaring melingking terdengar cukup keras.
......................
"Lexaaaa Lo dimana? Makanan ready nihh" Bella dengan bunyi melengking yang khas mencariku.
"Aduh Bella menganggu rencana saja ah gak seru" gerutut Lexa
"Haha sudah.. sudah... menikah nanti gua kasih semua buat Lo kekasihku," tersenyum manis dihadapanku
^^^'Tatapannya bagai rembulan yang dingin dan hangat, Max kamu selalu jadi penyelamat ku di saat orang lain berkata mustahil' ^^^
"Sekarang kamu temui ayah dan Bella, ingat jangan bahas soal ini kita bicarakan nanti, gua harus kesana dulu ada urusan bilang saja gua bawa uang Ke ATM pojok depan" saut Max
"Siap sayangku, hati-hati jangan sampai ke sasar yaa" Sautku
...----------------...
Max berjalan pergi lewat gang kecil sisi rumahku, belum beberapa menit Max pergi Bella menemukanku di belakang rumah.
"Ehehe melamun gue, habis buang sampah tadi" Sautku
"Yasudah ayo masuk di tungguin Ayah tuh," pinta Bella
Akhirnya aku dan Bella masuk kedalam rumah, saat ku buka tirai pintu takjub melihat makanan yang banyak dan mewah.
"Nak lihat, ini semua ide temanmu nih Ale" ayah tersenyum bahagia
"Apa sih engga semua ini resep ayah kamu loh, wah ayah memang nomer satu haha" Ale
"Yap gue yang hobi makan, emmm yummy top (dua jempol) mari kita makan, ammmmm" Bella yang langsung duduk mengambil perkedel.
Ale dan ayah tampak akur satu sama lain, mereka sangat cocok, Ale memang idaman banyak wanita selain jago nyanyi dia juga jago masak. Ayah hanya tidak tau bahwa baru-baru ini Ale memiliki sebuah restoran. Hanya dia memiliki sifat yang dingin dan realistis. Aku akui dia baik ko dan jelas raut wajahnya tampan.
^^^'eh bangun Lexa, Lo sudah janji menikah dengan Max! mantapkan hatimu satu pilihan saja' otak nakal^^^
Aku sangat bersyukur masih mendengar suara ayah yang tertawa bahagia, tanpa rasa beban. Meski dalam lubuk hati aku tersedih kenapa ayah menyembunyikan hal sebesar ini dariku.
Meski sulit untuk ayah, hanya agar aku tidak kepikiran. Tetap saja aku adalah anak ayah satu-satunya keluarga yang harusnya merawat ayah.
__ADS_1
^^^'bukanya itu yang namanya keluarga' ^^^
Tak berselang lama Ale menyadari bahwa Max tidak ada tapi matanya tidak terasa khawatir dan biasa saja, sampai bella yang memiliki naluri kuat menyadarinya.
"Eh Lexa Lo lihat Max, ko gue gak lihat ya, apa mata gue yang salah" timpal Bella
"Emm an-u itu"
"Lah sudah makan saja, gak usah cari dia.. palingan dia sedang cari orang yang tadi" timpal Ale ketus
"Emangnya kalian cari siapa kesini? Kali saja ayah bisa bantu" tanya ayah
Belum sempat Ale bicara dengan sekejap aku memotong pembicaraan itu, karena bagaimanapun aku sudah tau bahwa orang yang di maksud adalah om Heno ayah dari Bima yang merupakan pembunuh Bara sahabat mereka dari Blacktunder.
"Ah hahaha iya kelayapan dia, nanti juga balik ayah tenang saja, Lexa sudah bilang ko kalau ada apa-apa telpon katanya mau beli dulu barang ke depan minimarket" Sautku
"Oh ya sudah, lebih baik kita tunggu dulu supaya makan ramai-ramai kan" timpal ayah
"Ahh Ayah kelamaan Bella udah lapar duluan, nyam-nyam Max gak marah kan gue laper dari siang belum makan" Bella yang sudah menyantap sebagian dari makanannya.
"Haha iya Bella bener Ayah.. nanti Lexa saja yang kasih tau .. ayok makan" pintaku
Akhirnya kamipun makan bersama tanpa Max yang tidak tau keberadaannya. Malam makin larut sudah, jam berlalu. Max masih belum kembali. Perasaan khawatir cemas padanya karena wilayah yang aku tinggali dekat sekali dengan markas tertua Blacktunder.
"Al coba Lo cari tau Max dimana? Sudah malam ini apa dia pulang? Disini markas asli blacktunder gue takut terjadi apa-apa" bisikku
Dengan perasaan cemas Ale membulatkan matanya dengan perasaan was-was, dia baru tau bahwa yang berkuasa di wilayah ini adalah Blacktunder. Apa jadinya jika bertemu dengan Max seorang ketua geng motor Argala di wilayah mereka.
.
.
.
.
.
Tanpa pikir panjang, Ale berlari keluar rumah sambil terpontang-panting. Mencari keberadaan Max.
"Al Hey mau kemana???"
Bersambung 🌹
__ADS_1