
Tiba-tiba sorak dari arah pintu memperhatikan kami saat bernyanyi bersama, seakan takjub ruangan recorder dipenuhi semua mahasiswa yang ingin mendengar langsung alunan irama musik dan suara yang selaras.
"Wis keren banget ya mereka"
"Aku gak tau Lexa bisa gitar juga"
"Kalau gua sih suka dia style begini, denim ... Tapi feminim juga gak kalah cantik"
Saat itu Alexa masih menggunakan jaket Levis denim dan topi, tentu saja itu sebuah penyamaran untuk mengelabui teman-temanku. Mereka mengatakan Alexa Freak, saatnya ku dengar mereka mengatakan Best.
^^^'aku tidak butuh kepopuleran ini, hidup tenang sudah buatku nyaman, hanya karena kalian memulai bukan berarti aku hanya diam menjadikanku sebuah tontonan' Alexa^^^
Prok!!
Sorak seluruh mahasiswa memuji. Dosen berdatangan melihat pertunjukan kami, lalu pak Brayn datang membubarkan acara.
"Attention!! Bubar bubar sebentar lagi kelas dimulai, saya hitung sampai 3 kalau masih ada yang melihat pertunjukan ini saya kurangi point aktif kalian setengahnya!" Tunjuk pak Brayn mengambil alih studio rekaman musik campus Alexandria Grade.
1
2
3
Studio rekaman itu bubar hanya menyisakan aku, Bella dan Aleandro. Kamipun hendak berjalan pergi.
"Tunggu kalian!" Saut Pak Brayn
"Saya pak"
"Iya dan Ale, kalian berdua punya taktik vocal yang bagus bagaimana jika kalian ikut kontes menyanyi akhir bulan depan" Pak Brayn memperlihatkan sebuah koran yang dia bawa.
"Maaf saya sibuk terimakasih tawarannya" Ale menggenggam tanganku lalu pergi meninggalkan Bella
"Eh... Eh .. Ale kita mau kemana, bell help" teriakku
"Kamu siapa masih disini?" Pak Brayn
Bella masih melihat wajah dosen ganteng di depannya, tentu saja dia terpukau dengan sekelebat kumis tipis dibibibirnya, kulit sawo matang dan rambut yang berjambul itu.
"Bapak dosen paling keren" Bella ngelantur
"Udah sana pergi, atau nilai minus dua puluh" Pak Brayn
"Ah jangan minus, pak siap" Bella bergegas pergi berlari lalu berbalik menggoda,
"Pak ingat ya nama saya Bella kelas sastra" Bella mengedipkan mata
...----------------...
Sepanjang jalan Ale menggenggam erat tanganku, aku hanya tertunduk malu menyembunyikan wajahku dibalik topi yang tadi ku pakai.
Sampai kelas suasana tampak haru, Jesselyn tiba-tiba memelukku dan teman lainnya.
"Alexa Lo baik, maafkan kami ya, seharusnya teman saling melindungi" Jesselyn memeluk haru
"Iya maafkan kami Lexa, sumpah gue tersentuh dengar Lo nyanyi" menangis Reva
Ku lihat Viona masih berdiam duduk di bangkunya, entah mengapa tatapanku selalu tertuju padanya, belakangan ini dia orang paling membantu, meski aku masih penasaran dengan sosok Jesselyn.
Lalu Viona berdiri menggebrak meja dan kelas tiba-tiba hening, tentu saja Viona orang paling berpengaruh di kelas orang meyebutnya 'silent killer' dia tau apa yang mereka tidak tau.
"Well.... Well...well..." Viona memberi tepukan dengan nada pelan berjalan mendekati kami yang sedari tadi berdiri di depan kelas. Aleandro berusaha menghalangi,
__ADS_1
"Minggir Ale, gue ada urusan dengan dia" menunjuk Alexa
...'viona kenapa? Apa yang terjadi padanya, apa aku melakukan kesalahan' Alexa kebingungan...
Tolong siapa saja tolong aku, badanku kaku dan kaki yang tak bisa di gerakkan bayanganku adalah Viona datang lalu menampar wajahku.
^^^'tidak Max pasti akan marah dan Aleandro tidak akan tinggal diam kan, oke kita lihat saja be better Alexa'^^^
Viona berdiam di depanku lalu menyentuh kerah baju dengan tatapan sinis,
DEG
DEG
"Welcome back to the Grup Alexa" Viona tersenyum bahagia dan ceria lalu memelukku.
Perasaanku semakin aneh, melihat teman sekelas sekarang memuji dan berkali-kali meminta maaf padaku.
^^^'Apa ini artinya aku diterima kembali menjadi teman mereka?' bahagia^^^
Tunggu bukankah berarti perjalanan ini akan semakin panjang, bukankah itu bagus. Aku bisa dengan gampang menyelidiki mereka. Teman bermuka dua, hubungan seperti apa yang kalian jalin dengan Blacktunder.
"...." Diam seringai
"Okay kalau begitu pulang kelas kita pergi ke rumahku" Viona bersemangat
Ehemm ehemm
seorang dosen sudah berada dibelakang kami memperhatikan.
"Eh Miss, morning" Reva
Dosen itu tersenyum, "kembali ketempat duduk kalian"
...----------------...
"Al Lo pinjem buku juga" tanyaku
Lalu Ale segera menyembunyikan buku tersebut, "iya hari ini akan dikembalikan" Ale gugup
'aneh emang artinya Admirer tuh apa sih? Padahal terus terang aja aku juga lagi baca buku rumitnya cinta segitiga, biasa aja gak di sembunyikan, emang Ale si misterius kepala dingin, eh tapi baru kali ini aku lihat dia bahagia karena musik, ah ngaco aku berfikir apa?' Alexa
...----------------...
Saat kelas selesai aku memutuskan untuk pergi bersama teman menaiki mobil yang di bawa Viona, baru kali ini aku bisa hangout sama orang yang di kata teman. Awal masuk aku dikejutkan dengan halaman yang luas seperti lapangan golf lalu berdiri rumah megah besar dengan pancuran air di depannya. Bahkan ku pikir ini rumah negeri dongeng.
"Dady Im home" Viona memeluk ayahnya, lalu kami bersalaman dan saling memperkenalkan diri.
"Saya Alexa, senang bertemu dengan bapak" senyum ramah seketika berubah menjadi ragu
^^^'eh ko bapak, masa orang kaya di panggil bapak ya kan aneh? Aduh jangan sampai identitas ku terbongkar disini' Alexa^^^
"Ehmm kamu kenal dengan tuan Regas" tanya Dady Viona
"Ah iya baru beberapa Minggu kemarin saya bertemu" jawabku
"Pantas saja kamu sopan sekali, panggil saya Dady saja, teman-teman Viona juga begitu," Dady
"Oh iya kalian bersenang-senanglah Dady ada tamu di lapangan"
Lalu Dady pun pergi meninggalkan kami, kulihat di sekitar rumah besar ini sangat sepi berbeda jauh dengan Regastara yang banyak pembantunya. Bahkan pelayan pun ku lihat hanya beberapa saja yang masih stay disini. Pandanganku tertuju sebuah lukisan besar berdiri di tepat ruang utama terlihat keluarga Viona berjumlah empat orang. Sosok itu terlihat tidak asing tapi entah mengapa saat itu aku seperti melupakan sesuatu.
"Viona ibumu kemana?" Tanyaku
__ADS_1
"Oh ibu dia pasti sedang bekerja di perusahaannya" jawabnya sambil menuangkan teh
"Oh iya gue lupa Lexa kan gak tau Viona haha" Jesselyn mengejek
"Aduh iya Lo anak bungsu grup kita biarkan gue yang menjelaskan yaa" Reva
Reva berdiri di depan kami menjelaskan kemewahan rumah yang kokoh berdiri.
Viona adalah anak kedua dari keluarga Mertabara pewaris tunggal CEO INA yang bergerak dalam Proferti ekspor luar negeri.
Ayahnya bernama Arga Kusuma, yang biasa kita panggil Dady. Tapi point paling penting adalah Mertabara dia adalah sosok ibu Viona yang tangguh dan mendirikan sebuah perusahaan besar.
"Tunggu kalau begitu yang bekerja adalah ibumu Viona" tanyaku
"Iya my dady hanya menikmati hasilnya saja, sudahlah mari minum tehnya" Viona
^^^'wah gak bener ini definisi dunia terbalik' Alexa^^^
"Kalau pria yang berdiri di samping Lo siapa?" Menunjuk lukisan besar itu
"Dia adalah kakak gue dan sudah tiada namanya adalah Bara" Viona
Teringat saat pikiranku mulai menyatu, foto ini sama dengan basecamp Argala. Tepatnya Max. Dengan begitu Bara adalah kakak Viona
Orang pertama yang mengajak Max masuk kumpulan Geng motor Blacktunder lalu di fitnah oleh seseorang, dan Max ditetapkan jadi tersangka kematian misterius Bara.
Semua semakin jelas, alasan Blacktunder dan Argala Storta selalu menjadi saingan. Ditambah kedua keluarga ini memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar. Ternyata Bara adalah keluarga terkemuka Mertabara sungguh itu pasti kejadian yang sangat membekas, terlebih Bara pasti pewaris utama keluarga ini.
"gue turut berduka cita Viona, boleh gue tau apa yang terjadi?"
"Its long story, gue sangat membenci geng motor!" Viona menggertak
*
*
*
Jika Argala Storta dan Blacktunder menjadi musuh?
Apakah keluarga mereka juga? antara Regastara dan Mertabara memiliki persaingan atau bahkan kerjasama
Perusahaan ASKA milik Regastara berfokus pada bangunan, pendidikan dan prasarana.
Sementara Perusahaan INA milik Mertabara berfokus pada eskpor impor Proferti luar negeri.
^^^'pantas saja rumahnya bagus sekali pasti bahannya impor semua' pikirku^^^
^^^'apa yang ku pikirkan, jiwa miskinku meronta-ronta melihat semua ini sungguh sangat menakjubkan, sadar Lexa dengan begitu kematian Bara tidak ada sangkut pautnya dengan saingan bisnis, tentu pasti orang dalam, aku akan mencari tau' Alexa^^^
.
.
.
.
.
.
Jadi siapa yang orang di balik ini semua, Jeseelyn kah karena dia yang paling mencurigakan ataukah Viona karena dia yang selalu paling tahu. Jika Reva apakah bisa di sebut sebagai pilihan ke tiga.
__ADS_1
Reva juga masih misterius?
^^^'ayo berfikir Lexa siapa diantara temanmu, yang bisa mengungkap kejadian ini dan membersihkan nama Max''^^^