
Andre dan teman lainnya mengantarkan kami pulang Asrama, meski sebentar bertemu. Rinduku terbayar sudah.
^^^'Max aku mencintaimu, tapi jika Memilikimu sesakit ini, aku tidak mampu bertahan hanya karena gara-gara aku kamu begini' Alexa^^^
"Kalian kesini naik motor butut begini?" Andre menunjuk motor tua yang sudah mogok
Terlihat motor bektu tua berjajar bersama motor besar hitam mengkilap. Dengan bersiap pergi meninggalkan basecampm
"Ehee iya gimana dong, motornya udah mogok lagi gak mau hidup hem" Bella
"Haha kaya si kucing nih hati nya mati ehehe padahal Max banyak berubah karena Lo" Andre
JLEB
"Jadi seriusan kalian putus"
"Tolong guys gue tidak ingin membicarakannya" Sautku
......................
"Sorry nih ini gimana kita bawa motor bututnya"
"Hey hey hey motor ini banyak sejarahnya ya.. terus ini motor pak satpam asrama bapak Susanto noh ingat nama itu" Bella menunjuk memperingati
"Yasudah iya iya bawel, aping motor matic aja lah ga usah pake motor gede, pinjam aja sama pak satpam nanti kasih pulus aja ngertikan" Andre
"Oke deh bro"
Ku lihat Max dari bilik jendela melihatku berlalu pergi, sorot matanya seakan menderita. Apa yang terjadi padamu, bahagia kah kamu disana.
^^^Yang aku ingin tanya sebenarnya adalah 'apakah enak menjadi orang kaya, seperti mimpiku, ku lihat mereka menderita entah Viona atau Max' Alexa^^^
Sampai kamar asrama, aku meringkuk berpura-pura tidur. Bella pasti mengerti perasaanku.
Hanya Bella saat ini bersamaku, sosok nya seakan menjadi cahaya di kehidupanku yang rumit, terkadang dia menjadi genius dan terkadang dia menjadi orang paling bawel dan telmi. Yang aku suka dari Bella adalah dia selalu jujur apapun yang di rasakan. Berbeda jauh denganku yang menutupi segala kebenaran.
Terlelap tidur di tengah malam meski mata tak kunjung menutup, teringat Max menahan nyeri, dan aku malah menambah sakit luar dalam
Aku berkata untuk pergi meski hati tidak kuasa menahan rindu.
'Max aku merindukanmu' hingga tak terasa air mata jatuh basahi bantal dan perlahan mulai tertidur. Merasakan dinginnya malam menyelimuti hati yang berdusta dengan perasaan yang sebenarnya.
...----------------...
06.00
Tit
Tit
(Alarm berbunyi)
Saatnya beraktifitas pagi dengan senyuman palsu, bertemu teman kampus atau musuh.
'jadilah kuat Lexa' bertekad
Aku pergi lebih dulu dari Bella, hari ini Lexa harus membuktikannya. Perasaan takut untuk bertemu orang-orang. Terlebih teman sendiri.
"Lexa Lo yakin pergi duluan bareng aja gak apa-apa" Bella tengah berias
"Tidak perlu bell, gue takut kamu di jauhi juga sama sepertiku Lo akan terkejut hari ini lihat saja"
"Oke tapi jadi kan itu..." Bella kode mengedipkan sebelah matanya
"Iya jadi tunggu saja"
__ADS_1
Sampai asrama ku lihat belum banyak mahasiswa datang, aku segera pergi ke ruang perpustakaan dengan menggunakan sebuah topi dan jaket, sambil menunggu jam kelas masuk aku membaca beberapa buku dan motivasi.
Hanya kini Alexa populer sebagai pacar anak geng motor semua rumor tidak benar menjadi hot trending di sekitar kampus, tapi jika Aku disisihkan bukan lagi menjadi orang populer maka Alexa bukanlah ancaman.
Tiba seorang mengagetkanku dari arah belakang,
"Disini kamu rupanya?" Ale
"Ale bikin sepor jantung tau gak, gue kira siapa?"
"Aku menunggumu di depan Asrama teman Lo berkatal Lexa pergi lebih dulu" Ale
Ku lihat tatapan Ale yang benar-benar ingin melindungiku, "Ale kamu tidak perlu sampai seperti itu asramaku kan deket hanya beberapa menit saja sampai?"
"Iya tau, gua hanya khawatir" Ale
DEG
^^^'perasaanku selalu berubah, ketika Ale seakan peduli padaku tapi katanya tidak?' Alexa^^^
"Oh iya Lo kesini pake motor brmm brmm gitu" tanyaku memperagakan
"Enggak, jalan kaki" datar
"Sudah ayo pergi kelas, sebentar lagi masuk, jangan jauh dariku Lexa ini bukan permintaan tapi perintah!" Aleandro menatapku dekat
Akhirnya aku mengikuti Ale, sudah jadi biasa pandangan berubah ke arah kami.
"Jangan pedulikan mereka Lexa" meraih tanganku
Sampai kelas masih seperti biasa namun kini yang biasa ku terlihat feminim dan ramah menjadi pemalu dan tertutup.
Hingga pelajaran kelas selesai, Alexa berjalan sendiri menuju sebuah ruangan recorder sesekali ku lihat Ale mengikuti dari arah belakang.
Terlihat Bella sudah berada di ruangan recorder, menunggu kehadiranku.
"Hai Alexa siap" Bella menghampiri
"Tentu saja, kamu kesini sendirian?" Tanya Bella
"Enggak tuh sama bodyguard" menunjuk Ale yang sedari tadi diam-diam mengikuti di belakangnyw
"Hey kamu! siapa Lexa namanya" Bella
"Ale" bisik
"Sini Ale ngapain disana? Mau masuk ruangan enggak," Bella
Lalu Ale yang kikuk menghampiri Bella,
"Apa gua? Gak kalian saja.. gua mau kesana" saut Ale
"Huh ya sudah" Bella
Namun, diam-diam Ale mengintip Bella dan Lexa yang tengah berada di ruang Recorder.
"Lo siap Lexa" Bella
"Siap"
Aku terduduk di depan tape recorder mengambil sebuah gitar.
"Attention..."
"Namaku Alexa, Lagu ini di persembahkan untuk kalian semua yang membenci diriku tanpa alasan, teruntuk Ale yang berusaha untuk memberikanku sedikit harapan, dan teruntuk mantanku Max yang kalian pikir tidak punya hati dan paling ditakuti, bagiku kalian sama entah kalian kaya atau kalian adalah anak artis, semua memiliki masalah sendiri bagaimanapun cara kalian menghadapinya"
__ADS_1
Lalu aku mengambil gitar, mulai memetik senar gitar memainkan sebuah lagu ciptaanku sendiri.
🎵 Aku disini Takan berhenti,
Selalu mencoba meyakinkan dirimu
Banyak musuhmu
Salah satunya dirimu..
Lihatlah lagi ego juga musuhmu
Sama denganku mahluk yang paling rupawan
Bagai simponi
Melingkar bertemu
Saling bergandeng tangan ...
Hanya harapan 🎵
Getaran hati tidak bisa ku bendung lagi, jika memang ini akhir perjalanan kisahku, dari mulai mimpi hingga cinta, aku sungguh tidak apa. Hanya biarkan aku menyanyi sebait lara.
"aaaa keren banget, gue gak tau Lo bisa gitar sama nyanyi gitu" Bella antusias
"terimakasih Bella, gue hanya berharap semua mengerti, bila memang ada yang salah pada diriku beritahu jangan menghakimi, karena manusia punya hak untuk membela dirinya sendiri"
prok
prok
prok
Ale membuka pintu lalu memberi tepuk tangan ucapan selamat.
"bagaimana Lo memainkan itu" Ale
"gue emmm itu, gue hanya bisa" jawabku
"sudah sini gua yang main gitar nya, Lo yang nyanyi" Ale
lalu Ale membawa sebuah bangku dan duduk di ruangan recorder bersamaku, Ale tersenyum dengan bibir semi merah terasa begitu indah. Baru kali ini aku melihat Ale tersenyum bahagia ketika aku bernyanyi dan memainkan musik.
Bellapun hanya melongo melihat Ale yang begitu saja masuk dari ruangan,
"Bell tolong rekam ini" Ale
"i-ya siap tampan, ah maksudku Ale" gugup melihat Ale dengan wajah semeringah
"Lexa dengar, saat Lo bersenandung menyanyi kamu Tipeku" Ale
DEG
.
.
.
.
.
apa sekarang aku bermimpi? siapapun tolong bangunkan aku!
__ADS_1