TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 39 Perkara Numpang Mandi


__ADS_3

Aku melihat dengan jelas sosok pelaku pembunuhan Bara dengan sebuah video yang sudah diperjelas. Pelaku itu memakai masker hitam dan sama sekali bukan Max.


Pria itu sama memakai setelan jaket kulit hitam milik Max, namun sangat berbeda jauh dengan Max yang berbadan tinggi dan stabil. Sementara Vidio itu berbadan tinggi dan berisi. Ku lihat sebuah tato pada tangan kirinya berbentuk Naga berukuran kecil. Aku merasa tidak asing dengan tato tersebut.


"Perasaan tato itu tidak asing, tapi gue lupa siapa?" Alexa berfikir keras


Wanita yang samar terlihat di video itu memang sekilas seperti Jesselyn, tidak salah lagi. Perkiraan aku adalah Marsel kakaknya Jesselyn. Tapi dalam segi postur tubuh sangat berbeda. Marsel sangat kurus.


"Apa mungkin karena sudah tiga tahun lamanya kasus ini belum terungkap, apa dulu Marsel berisi?"


Sejenak lamunan ku terdiam, aku yakin pernah melihat sosok pria dalam tubuh ini, di sekitar kampus sepertinya bukan.


Drrttt


Tiba ponselku berbunyi sebuah panggilan dari Max.


^^^'nah kan nelpon, ini baru pacar gue kemana aja sih di tunggui'^^^


"Hallo"


"Kamu belum tidur .." tanya Max


"Belum kenapa? Tumben nyariin ble" kesal


"Jangan marah dong, sini turun sebentar gua dibawah" saut Max


Aku membuka tirai jendela, menengok situasi. Benar saja Max berada di gerbang Asrama dengan memakai helm dan jaket kulitnya. Melambaikan tangan menunjukan bentuk hati besar oleh kedua tangannya.


"Ih ngapain kesini sudah malam.." jawabku makin kesal


Aku melihat waktu telat menunjukan pukul 2 malam, entah mengapa setiap jam dua aku selalu terbangun atau susah tidur. Katanya yang kuasa rindu ya. Ehehe


"Aduh Max pulang saja sudah malam tuh, jam dua lagi takut ah kalau turun" pintaku sambil berbisik karena takut Bella terbangun.


"Yasudah gua kesana tungguin ya, jangan di matiin telponnya!" Pinta Max


Aku menggunakan teropong pembesar yang biasa ku lihat bulan untuk mengamati keadaan. Terlihat satpam asrama sedang menjaga di kursi luar sambil tertidur lelap.


Max melompati pagar melewati sisi kanan gerbang asrama, melalui sebuah pohon yang memang cukup rindang.


"Waduh pacar gue nekat tuh,... Hati-hati Max"


Max terlihat celingak-celinguk mengamati keadaan lalu berlari menuju kamar asramaku. Aku gemeteran takut ketauan. Terlebih Max datang dengan cara sembunyi.


^^^'bagaimana dia melewati ibu asrama yang selalu stand di pos' pikirku sambil menggigit ibu jari^^^


...----------------...


Hingga sampai waktunya.


"Buka pintunya" Max memanggilku dengan bisikan, bahkan dia mengirim SMS untuk membuka pintu kamar asrama.


Saat ku buka pintu itu, Max langsung masuk kearah kamar.


Gep!! Memelukku dan menciumku dengan nafsu. Sungguh aku takut Bella akan bangun dam melapor kala itu.

__ADS_1


"Gua kedinginan Lexa.. muah" Max


"Max cukup emm aku gak bisa gerak" depan pintu Kamar, Max mendorongku dengan kasar.


Hingga ku dengar suara Bella terbangun..


"Lexaaa kamu dimana??" saut Bella


"aduh jam berapa sih ini?"


Aku segera membawa Max ke kamar Mandi yang memang tepat di sebelah pintu masuk.


"gue di kamar mandi Bell.. apaan? biasa kebelet boker ini" Sautku keras


"ohh iya, gue mau pipis jangan lama-lama"


Aku takut Bella menunggu di sisi pintu toilet, bahkan aku mengintip dari bawah pintu berharap melihat celah tapi itu mustahil.


Max malah menggendongku kesebuah Bathub di toilet tersebut. Membaringkan badanku dan menciumku beberapa kali. lalu dia menyalakan air hangat penuh pada bathub.


seketika baju tebal ku basah kuyup karena terendam air hangat, dia mendekati dengan pakaian yang masih melekat pada tubuhnya.


^^^'aku seperti orang kikuk, diam tidak berkata apapun' ^^^


"Maxxxx....." Sautku pelan


"minggir gua numpang mandi" saut Max


GUBRAK


Aku bangun kesal, dengan pakaian berat basah kuyup,


"dasar cowok gak jelas, gak numpang di orang lain ke malah kesini" jawabku kesal


"disini bisa berendam air hangat jadi buat gua nyaman, sudah sana apa kucingku mau mandi bersama" saut Max berbisik sambil membuka bajunya


"idih Geer gak mau, yaudah cepetan takut ketauan orang, ketua gengster numpang mandi mana malam begini lagi, hih"


Aku pergi ke dekat wastafel yang memang toilet itu berbeda ruangan, bathub untuk toilet Basah dan wastafel untuk toilet kering. Untungnya aku terbiasa menyimpan Handuk yang di ikat di dalam toilet. sesekali ku keringkan rambut agar tidak ketauan basah.


"Gua ingin membersihkan diri dari tangan yang berdosa" timpal Max dengan nada datar seolah malam ini terjadi sesuatu.


"emang kamu ngelakuin apa sih? kan udah gue bilang hapus saja foto ku dari ponsel Jason masalah selesai" Sautku sambil mengeringkan rambut.


"gua kesal tak sengaja meninju Jason hingga mental dasar lantai" timpal Max penuh dendam


"APA kamu serius!" seketika aktivitas ku terhenti dan mendekati Max yang berada di bilik kaca toilet.


"Lexa Lo bener, gua hanya bajingan yang dihormati" saut Max


Aku mengerti perasaan Max, pasti dia sangat kesal pada Jason. Siapapun yang menganggu aku pasti dia selalu siap jadi benteng pertama. Bahkan tak kenal siapa lawannya. Padahal Jason tidak pandai dalam bela diri. Dia pasti sangat sedih dan trauma sekarang.


^^^'bagaimana jika Jason mengancam pada orangtuanya, terus Regastara turun tangan membantu Max kembali, bukan kah itu bisa saja terjadi, padahal jelas ku lihat Jason anak keluarga berada' ^^^


......................

__ADS_1


"Lexa udah beraknya gue gak kuat mau pipis ni" saut Bella.


Seketika aku panik karena Max malah berendam lama di bak mandi.


"Max buruan, Bella mau ketoilet ini cepat pergi dari sini" berbisik di sisi pintu kaca.


"pergilah lebih dulu, gua masih mau disini" timpal Max.


^^^'aduh ini anak ngaco apa gimana? sudah lah bodo amat'^^^


Aku bergegas keluar dari toilet, terlihat Bella masih berada di ranjang sambil memainkan ponselnya. Lalu aku berganti pakaian sesegera mungkin..


"loh Lo mandi malam-malam begini? kaya pengantin baru" Bella melirikku yang hanya terbalut handuk


"haha siapa lakinya aneh, tadi bajunya kecipratan air jadi basah, ya gue ganti aja hehe"


"yasudah gue mau pipis dulu" saut Bella beranjak dari tempat tidur dan pergi ke toilet.


"ehhh Bella tunggu!!" Sautku, sungguh bagaimana jika Bella melihat Max yang berada dalam Bathub dan tengah berendam.


"apaan sih gak kuat nih udah di ujung tanduk" pekik Bella


"eh kamu tau gak, kelas sastra tentang seni menulis puisi gue mau tau" tanyaku


"hah puisi, buat apaan tumben, Lo kan bukan anak romantis" Tanya Bella


Aku berusaha mengulur waktu agar Bella tidak jadi pergi ketoilet,


"Lo tau kan pak Brayn itu, akhir bulan gue dan Ale ikut lomba nyanyi kayaknya seru kalau lagunya di buat dari sebuah puisi" tanyaku ngawur


"emm emang bagus sih, yang asrama kalibrasi juga dari puisi, nanti deh gue bikinin yak, gue pipis dulu" Bella membuka pintu toilet


"aaaaa Bella tunggu!!" aku gemeter takut ketauan menyembunyikan Max dalam bilik toilet


"apaan sih? Lo nyembunyiin sesuatu yaaaa" tanya Bella


^^^'ni anak punya feeling kuat sekali, punya penjaga tak terlihatlah??' ^^^


"Apa sih engga gak ada, cek aja" menjawab penuh takut dan ragu.


Tanpa membutuhkan waktu lama, terdengar teriakan Bella dari pintu toilet.


"Aaaaaaaaaaa!" teriak Bella


.


.


.


.


.


waduh Bella teriak, apa jangan-jangan lihat Max dalam Bathub aduh mampus.

__ADS_1


bersambung 🌹


__ADS_2