TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 23 Pertemuan Singkat


__ADS_3

Siapa pun seorang yang pergi secara tidak wajar itu adalah suatu yang sangat di sesalkan, bahkan keluarganya pun tidak akan terima. Berbeda dengan pergi melalui rasa sakit atau bencana itu kehendak takdir. Tapi apakah cara pergi seperti itu di anggap kuasa ilahi?


Tidak! Bahkan binatang tidak pernah memakan sesama jenisnya, lalu dinamakan seperti apa jika itu adalah manusia?


Luka yang ku alami tidak lah seberat Viona, meninggalnya Bara sang kakak tercinta pasti membekas selalu di hatinya.


"Vi gue turun disini saja"


"Loh kenapa? Sampai depan asrama aja ya" pinta Viona


"Gue mau beli mie di minimarket sana, deket ko sampai asrama hehe"


"Oh yaudah, jangan keseringan makan mie instan Lo xaa bahaya, nanti lambung haha" Viona


"Habisnya nagih haha" Jawabku


...----------------...


Aku beranjak turun dari mobil Viona, dan berpamitan salam senyum persahabatan. Baru kali ini aku lihat Viona sangat terbuka padaku.


Sampai minimarket aku membeli beberapa mie yang mau ku seduh disini, dan Eskrim wajib jangan ketinggalan.


Saat beranjak bayar, tiba suara itu datang padahal aku tadi tidak melihat dia masuk.


Max...


"Mba biar gua yang bayar" Max tiba ada di belakangku


Aku menoleh heran karena suara itu tidak asing,


"Hai Nona manis" Melambaikan tangan tersenyum bahagia


"Max, apa yang sedang Lo kerjain disini, kaget tau" timpal ku


"Mba cantikan dia, namanya Lexa pacar gua" berbisik dengan mba kasir


Kasir itu tersenyum melihat Max menggodaku, dia tidak seseram saat memakai jaket hitam kulit, warna pada dirinya berbeda l, dia hanya memakai kaos putih dan celana biasa, rambutnya tertata rapi berponi menghalangi bekas luka yang ada di dahinya. Bahkan tidak ada yang akan menyadari bahwa pria tampan ini adalah ketua geng motor paling ditakuti.


"Max jangan ganggu kita kan lagi break" berusaha menghindar


Max mengejarku sampai depan pintu minimarket, aku yang sambil membawa mie instan panas yang baru tadi ku seduh.


^^^'uhh mie... tadinya aku mau makan disini enak hangat, sepertinya akan ku bawa kamu pulang' Alexa^^^


"Alexa..."


Seseorang tiba memanggilku dari seorang pria yang duduk di kursi minimarket, pria itu memakai Hoodie berwarna biru dan topi.


"Ale...?"


"Duduk sini" saut Ale


Max hanya tersenyum lebar memandangiku,


"Meong meong sini meong" Max

__ADS_1


Aku pun mendekat, mereka berdua tampak akur, antara Max dan Ale. Kira selama ini Ale kutub Utara, Max afrika. Aleandro yang dingin bermata api, Max si mata tajam yang membawa hawa panas.


"Loh jadi kalian berdua jalan bareng disini?" Sambil menyimpan cup mie dan barang belanjaan dari minimarket tadi.


"Benar sayangnya gua.." Max manja


"Loh bukannya Lo berdua sudah putus? Giliran gua dong" Ale


"Lexa tetap jadi milik gua sampai kapanpun juga, titik! no debat" Max menggebrak meja


"Eit gak bisa, Lo ada janji sama gua!" Ale


Alexa menonton adik kakak sedang bertengkar lucu sekali, menahan tawa.


"Emmmm .... Ha-ha-ha" tertawa sampai sakit perut


"Aduh sorry, ko kalian diam.. gue gak tau ternyata kalian akur hahaha" tertawa sampai keluar air mata


Seketika tatapan mereka mengarah padaku, ku lihat empat mata menatap tajam marah, sinis sangat menyeramkan.


"Ehehe maaf emm kalian mau eskrim nih gue kasih, udah yah jangan marah lagi, eskrim bikin perasaanmu jadi dingin cobalah" memberi mereka eskrim dengan tangan gemetaran


"Ngomong-ngomong kalian tumben kesini, ada apa?" Tanyaku berusaha mencairkan suasana yang panas


"Gak tau nih Ale, minta antar katanya mau ngomong sama si manis" Max sambil menggenggam eskrim


"Gak jadi!" Ale berubah kembali menjadi dingin diam-diam membuka eskrim yang ku beri.


"Oke kalau begitu so guys, gue punya rahasia penting..."


"Gua gak salah denger, Viona ngomong begitu?" Ale


"Iya gue yakin 100 persen dia sekarang di pihak kita" yakin


"Lo bisa di andalkan ternyata" Ale datar


Aku melirik Max yang sedari tadi diam tidak berkutik ketika aku cerita mengenai bara, saat ku lihat dia sudah menghabiskan cup mie panas yang kubawa.


"Max .......! Mie ku ko di habiskan" sedih


"Ehehe maaf, lapar" tersenyum tanpa dosa


"Lapar apa doyan?" Jawab Ale


Perasaanku semakin kesal, aku memilih diam seribu kata tidak bersuara.


^^^'aaa mie ku, padahal tadi tinggal satu lagi rasa yang itu aaa, max keterlaluan' Alexa kesal^^^


*Alexa si Pencinta Mie instan dan Eskrim*


"Ah sudah lah kalian kesini mau apa?" Tanyaku


Awalnya aku mengira mereka tak akur, melihat bertiga seperti ini teringat buku yang aku baca, rumitnya cinta segitiga. Apa akan menjadi seperti itu.


^^^'ah tidak aku berfikir apa? Ale jelas bilang tidak menyukaiku' Alexa^^^

__ADS_1


"Ini nih Ale mau masuk Argala katanya" sambil meneguk minuman yang tadi dia beli.


"Gak! Dia yang nawarin buat jagain malaikat kesayangannya dengan jaminan gua masuk komunitas itu" Ale


Aku pikir Ale tidak berfikir sampai kesana, tapi adik kakak ternyata sama saja. Tidak ada bedanya, apa hebatnya geng motor. Kebanyakan jadi sampah masyarakat. Kayak di berita kasus nya tidak sedikit.


"Ale jujur saja gue lebih suka Lo begini dari pada geng motor" menyentuh tangan Ale secara tidak sengaja. Wajah Ale berubah memerah malu.


Max melotot memperhatikan, lalu aku menyingkirkan tanganku. Dan tersenyum pada Max yang sedang mengawasi kami.


"Lexa.." Max menyilang kan tangan dan menaikan salah satu kakinya pada paha, wajahnya tertunduk lalu nyeringai, sosok seram seolah hadir kembali pada dirinya. Sama seperti saat pertama kenal dengannya. badanku kaku dan takut Max akan berbuat tidak baik padaku. Karena bagaimanapun, geng motor yang ku kenal bukan keren, tapi menyeramkan, jika saja perjanjian ini tidak ada aku tak akan terlibat.


^^^'Max tenanglah apa aku salah ucap' gagu^^^


"Lo benar, semua geng motor menakutkan, jika siapa saja kenal gua disini semua akan tunduk? Kalian tau kenapa?" Max tegas


Aku hanya tertunduk Ale masih sibuk membaca bukunya tanpa menghiraukan perkataan Max,


"Karena tuduhan itu, di jalanan gua di panggil si pemberani, warga semua takut berurusan dengan gua dan di polisi gua si bebas hukum, hanya saja mereka tidak tau apa yang terjadi sebenarnya" Max bernafas berat


Lalu Ale menutup bukunya,


"Sorry keputusan gua sudah bulat, gua harus masuk geng motor karena Bara adalah sahabat gua juga" Ale


^^^'kehidupan seperti apa yang kalian jalani, kenapa ku lihat sorot matanya melambangkan kesedihan' Alexa^^^


Ale dan Max kembali beradu argumen, Max tidak ingin adiknya terlibat, dia merasa Ale adalah harapan satu-satunya. Ale bersi keras mau masuk geng dia memiliki sebuah rencana yang matang karena Ale adalah salah satunya saksi.


"STOP....!!!" Teriakku keras sampai orang lain terdiam mendengar gelegar suara nyaring


"Hehe upsi maaf" tertunduk malu


"Guys gue punya solusi, bagaimana kalau Ale kita masukkan ke dalam Blacktunder" bisik suara pelan


"Caranya tentu saja gue tau siapa orangnya yang dapat membantu Ale"


Menyimpan perasaan sakit yang luar biasa, fitnahan itu membuat seluruh hidupnya hancur bahkan tidak ada orang yang percaya padanya.


.


.


.


.


.


Apa yang ingin Ale ungkap?


Apakah ini bentuk Ale balas Budi kepada Max karena telah menyelamatkan hidupnya saat ICU.


next episode 🌹


Kaka beradik Alemax (Ale&Max)

__ADS_1


__ADS_2