TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN

TERIKAT PERJANJIAN BADBOY TAMPAN
Bab 49 Perjalanan Menghasilkan


__ADS_3

Aku menjawab telepon dari Max dengan harapan Max tidak tau, hari ini aku akan pergi. Karena bagaimanapun dia tidak tau rumahku di pesisir kota Jakarta yang sempit. Bahkan mobil dan motor pun tidak dapat lewat.


Gang sempit dan rumah susun saling berhimpitan sudah menjadi biasa sedari aku kecil. Tentu saja impianku lebih besar dari yang ku miliki saat ini. Tapi, terkadang rasanya sangat sulit untuk mendapatkan rumah mewah apalagi dengan aset yang banyak.


Meski di sekolah dulu aku sering jualan untuk membayar uang bangunan, rasanya hanya cukup untuk itu saja. Namun, apapun yang kuasa beri harus kita syukuri. Dengan tidak kepunyaan itu Alloh memberi nikmat sehat yang sangat tinggi kepada aku dan ayah. Aku sangat bersyukur untuk itu


๐Ÿ“žCall


"Iya ada apa?" Tanyaku


"Turun ke bawah sekarang, ada yang harus gua bicaraka?" Seru Max tertiba ada di depan gerbang asrama dengan mobil merah itu.


Aku seketika melihat jendela dan benar saja aku melihat mobil itu dengan warna mencolok. Panik seketika jika Max tau aku akan pergi beberapa hari.


Berjalan mondar-mandir tak tentu arah.


"Lo kenapa xa?" Tanya Bella yang sedari tadi memperhatikanku cemas


"Aduh Lo bisa gak bantuin gue, bahaya banget ini" tanyaku


"Bahaya banget gimana maksudnya?" Jawab bella terheran


"Lo liat tuh di depan ada mobil merah Max, kan rencananya gue mau pulang sama Ale, Lo gih yang hampirin Max, bilang gue gak ada ya ... Ya please" seruku


"Emmm hidup Lo adrenalin banget ya Lexa, gue suka.. oke gue yang bilang tunggu disini" Bella


Bella pergi ke bawah mengatakan hal yang aku perintah, tapi ku lihat di bilik jendela mobil itu tak kunjung pergi. Dia kembali ke kamar asrama mengatakan hal yang mengejutkan.


"Bell.. ko Lo balik lagi, Max udah pergi?" Tanyaku


"Gawat Lexaaaaa!" Bella membulatkan matanya menyentuh ke dua pundak ku dengan perasaan gemetar serak.


Aku diam, hatiku semakin berdegup sangat kencang.


^^^'Apa Max akan marah padaku' ^^^


"Terus gimana dong Bell gue takut" aku ketakutan


Bella diam perlahan berbisik di telingaku, dengan suara embun yang sangat kecil.


"Dia bilang ... Lo harus ikut perintah Lexa si kucing Max" bisik Bella


...'APA!! Jadi dia tau?' ...


Aku diam mematung khawatir terjadi sesuatu yang buruk menimpaku, tatapan Bella mendekat dengan sangat tajam. Lalu gelagatnya berubah.


"Hahahaha Lo cemas gitu, udah yok pergi" seru Bella


"Bentar tunggu!! Kemana?" Tanyaku terheran


Bella mengemas beberapa barang yang dia bawa ke dalam sebua ransel yang cukup untuk makanan dan peralatan yang di butuhkan. Tak lupa aku juga menjinjing tas ransel yang sudah ku persiapkan untuk ku bawa pulang.


Sesampai di bawah parkiran, tampak ku lihat pak satpam sedang membantu memasukkan barang-barang ku ke dalam mobil milik Max.


......................


"Eh tunggu ada apa ini?" Tanyaku


Tiba suara dari belakang mobil itu datang, Max berjalan mendekat dengan tatapan yang tajam mendekatiku dan melihatku dengan sangat kesal.

__ADS_1


"Max maaf itu ak-u?" Gugup dan berlagak so imut.


"Lexa kucing gua, Lo pacar gua! Dimanapun Lo berada gua harus ikut!!" Tegas Max


"Emm Max gue takut Lo gak suka" seruku tertunduk


...'Max selalu membuatku kewalahan berkutik' ...


Max menarik bahuku mendekat, "Lo akan jadi masa depan gua Lexa" seringai Max


Aku kaku terdiam beberapa detik, hingga tiba seorang pria tua berkacamata menghampiri,


"Sudah beres tuan muda"


...----------------...


Aku terheran dengan sosok bapak ini, 'dia siapa?'


"Bagus ayo masuk" seru Max membuka pintu mobil


Ku lihat Ale tengah sibuk memainkan game di jok depan, tanpa menyapa, 'loh Ale juga ikut, dia nih pasti si biang kerok penuh dosa, makanya gak sapa dasar Ale-ale minuman tusuk' kesal


"Yeay asik kalau naik mobil begini kan enak, gue duluan, harus dekat jendela pokonya" seru Bella pertama menaiki mobil


"Kenapa diam? Ayo masuk!" Seru Max menyuruhku masuk setelah Bella


"Emm anu aku juga mau deket jendela hehe" seruku tersenyum


"Heh Max Lo kakak kan, mengalah sama cewek Lo duduk di belakang saja" saut Ale masih fokus bermain game


"Eh apa sih gak usah, disini saja bertiga cukup ko, gue kan kecil yakan" seru Bella


^^^'gua yang punya mobil, gua yang menderita' Max ^^^


"Sudah siap semuanya" saut supir itu


"Siap gasss pak" seru Bella bahagia


Ale menghentikan gamenya,


"Oh iya lupa gua, kenalin dia supir yang gua sewa namanya pak Marwan" saut Ale


"Halo adek semua, semoga perjalanannya selamat sampai tujuan ya" saut supir


Supir itu ramah dan bersih. Sudah terlihat tua tapi sangat bersemangat mencari rezeki. Terlebih dia hanya supir sewa untuk mengantarkan kami.


"Cih gua yang punya mobil" Max kesal


"Kita mau kemana adek?" Tanya supir itu


"Emm Jakarta pusat kota ya pa, depan gang Suparman" seru ku


"Baik siap berangkat, baca doa dulu semuanya" supir sambil mengangkat kedua tangannya berdoa


...----------------...


Sepanjang perjalanan tak terasa terlewati dengan begitu baik, supir itu sangat lucu sesekali dia mengobrol tentang keluarganya dan bermain adu pantun dengan kami.


Sasarannya Max dia selalu kalah saat bermain pantun teka-teki yang pak supir buat. Hingga membuat Max kesal terdiam manyun.

__ADS_1


Di tengah perjalanan tak terasa mataku tersayup ngantuk melihat jalan tol yang mulus tak berkelok. Hingga tak terasa tertidur di bahu Max. Plek!!


*Dan Bellapun melakukan hal yang sama*


Hingga perjalanan tak terasa sudah sampai, aku dibangunkan oleh tangan panas itu Max. Dia bercucuran keringat padahal AC itu sudah sangat dingin.


Lalu aku terbangun terasa sudah di sekitar rumahku yang tak jauh dari sana. Aku melihat Max dengan wajah heran denga keringat Max yang membasahi dahinya.


"Max kenapa? Kamu kek kepanasan gitu" seru ku


"Eh hoamm.. kita sudah sampai yaa... "Bella terbangun


Max menghela nafas panjang, "bagus Uda pada bangunkan..orang kalian berdua tidur di bahu gua..." Seru Max sambil menggerakkan tanganku yang kram


"Hahaha mereka tuh weather hot Lo" seru Ale tertawa melihat Max yang kepanasan


Max melirik Ale sinis menahan kesal amarah. Lalu aku segera turun, Max dan Ale mengikuti sambil membawa barang-barangku di ku simpan di garasi mobil.


"Sudah sampai adek-adek bagaimana perjalanannya" saut pak supir ramah


"Seru banget pak, serasa tidur di kasur empuk bukan di mobil hahaha mulus kaya bihun jalannya" seru Bella bahagia


"Makasih ya pak sudah mengantarkan kami" seru Ale


"Saya yang harusnya banyak terimakasih pada pak Marwan dan teman semua" Sautku tersenyum bahagia


"Jangan lupa bintang limanya ya" supir itu tersenyum bahagia


"Hemm iya jangan lupa juga pak simpan mobil nya dengan baik di rumah tadi, pokonya jangan sampai lecet,, awas saja kalau terjadi apa-apa" Max dengan wajah masih kesal


"Siap tuan muda,, kalau ada apa-apa kabarin saya lagi ya.. saya siap membantu" seru Pak Marwan berlanjut pergi meninggalkan kami.


Pak Marwan supir cadangan keluarga Regastara yang jarang sekali di gunakan oleh ayah, dia adalah orang kepercayaan Max dan Ale. Tentu saja Ale memikirkan hal ini dengan matang. Regastara hanya tau kalau anak-anaknya camping bersama bukan kerumah Alexa.


Bagaimana jadinya jika Regastara tau rumah Alexa dan datang bersama ibunya.


^^^'hal menarik, tapi itu bukan ide yang bagus' ^^^


Sepanjang perjalanan kami berjalan kaki, karena rumahku tepat di ujung gang ini. Oleh-oleh dibawakan oleh Max dan Ale selaku pria yang bersamaku. Tiba di persimpangan gang, kami menemukan seorang yang kami cari.


"Max sepertinya wajah itu tidak asing" seru Ale


"Hmm yang mana?" Seru Max datar


Ku lihat pria berbadan kekar berisi bertato Naga di tangannya pembunuh Bara Blacktunder. Ale menunjukkan pria yang tengah mengopi di sisi warung.


"oh jadi kamu bersembunyi disini!" Seru Max dengan tegas seringai "Tertangkap kau!" Max tersenyum sinis


.


.


.


.


.


Bersambung ๐ŸŒน

__ADS_1


Note pak Marwan jangan lupa bintang limanya ya. ๐Ÿ˜…


__ADS_2