
Sorot mata tertuju pada Bella, tidak mengerti maksud dari perkataan Ayah,
"Halo, emm nama saya Bella bukan Aleta pak hehe" Bella
"Iya nih ada-ada saja ayah" pekikku
"Eh iya maaf, matamu mirip dengan sahabat Alexa, mari masuk nak maaf rumahnya berantakan" Ayah
Kami masuk ke rumah sempit, duduk disebuah lantai beralas tikar. Ayah membawa makananan dan beberapa biskuit.
"Silahkan, maaf ayah cuma punya ini, Lexa memberitahunya dadakan hehe" Ayah tertawa
Saat Alexa meninggalkan rumah dan pergi asrama, semua tampak sama, bahkan kamar kecilku tidak ada yang berubah.
"Bagaimana Lexa kamu betah disana" tanya ayah sembari menuangkan air ke dalam gelas
"Emm iya aku betah ayah" berusaha tersenyum
Rencananya hari ini aku akan bermalam disini selama beberapa hari, meninggalkan Kampus itu, namun melihat ayah kurus kering dan tetap tersenyum bahagia melihatku. Aku harus tetap bertahan.
"Mohon maaf pak itu foto siapa?" Bella menunjuk salah satu foto
"Oh itu, sahabatnya Lexa nak, dulu tinggal disini juga namun sudah tiada" ayah
Bella memperhatikan foto tersebut, meraih dengan kedua tangannya. Seakan tak percaya foto itu terlihat seperti dirinya. Hanya berbeda antara hidung kebawah.
Bella tiba-tiba pusing sekelebat ingatan yang hilang.
"Aduh kepalak sakit" Bella memegang kepalanya menahan sakit tak tertahankan.
"Bell Lo gakk apa-apa istirahat lah disini" aku menuntunnya ke sebuah kamar dan membantunya berbaring.
"Terimakasih Lexa, gue boleh tidur sebentar disini, sepertinya gue mabok perjalanan hiks" Bella berbisik
Perjalanan jauh dari asrama menuju rumahku memakan waktu lebih dari 2 jam, terlebih menggunakan kendaraan umum tentu panas dan berdesak-desakan.
"Tentu saja, istirahat lah anggap rumahmu Bella" mengelus tangan Bella, aku melihat jauh kedalam mata Bella yang mulai terlelap tidur matanya mengingatkan ku pada Aleta.
"Alexa, rumah Lo seperti tidak asing, namun gue tidak mengingatnya, apa kita pernah bertemu sebelumnya" Bella berkata sambil mata terpejam
"Jangan terlalu cepat berfikir Bella, tentu saja kita pernah bertemu Lo kan teman sekamarku di asrama, kita juga yang menggagalkan rencana perang geng motor, keren kan kita" Sautku tersenyum
"Hehe benar...Lo bisa saja," Bella senyum lalu tertidur penat
Jika memang yang dihadapan ku adalah Aleta dan kehilangan ingatannya. Aku tidak peduli jika Aleta tidak mengingatku sekalipun. Setelah tiga tahun lamanya tidak ku lihat dirimu aku merasa bahagia. Alexa pergi meninggalkan Aleta yang tertidur lelah.
Tiba Bima sahabatku datang membawa kue akar yang tempo hari secara tak sengaja aku pesan.
"Hai Lexa gua telat datang gak nih, Eh ayah juga ada..ambil cuti ya..." Bima
"Jelas dong, anak ayah pulang masa gak ada di rumah" jawab ayah merangkul Bima
"Ayah ke dapur dulu bikin makanan buat kalian ya, Nak mau makan apa?" Ayah
"Emmm apa ya kangkung aja sama sambel enak tuh" Sautku
"Tambahin asin ya ayah hehe" Bima
Ayah hanya menggelengkan kepalanya. Bima menyerahkan kue akar sebagai bentuk selamat datang di rumah.
"Bim Lo percaya gak, wanita yang tidur di kasur gue tuh Aleta"
Bima segera beranjak dari duduknya dan melihat ke arah kamar yang hanya tertutup gorden.
"Woy, itu Aleta gua mimpi gak" Bima terkejut melihat sosok Aleta, matanya membulat dan membidik dengan jelas di balik pintu kamar.
"Em tapi, bukan itu bukan Aleta" pikir Bima
"Tapi kalau gua pikir dia tuh Aleta, cuma dari hidung ke bawah berbeda apa lagi bibirnya, Aleta bibinya tembem ini ramping hih" Bima
__ADS_1
"Hey jaga ucapan Lo ya, kalau Bella tau sudah di tinju tuh pake bogem plak!" menepuk tangannya
Aleta masih tertidur pulas tidak menghiraukan Bima dan Lexa, mungkin dia sangat lelah ya, sambil mendengkur.
"...."
"Iya iya gua ngerti, gimana sama pacar Lo si anak geng motor itu?" Bima terduduk kembali sambil mengambil beberapa biskuit
Tiba Ayah yang hendak keluar rumah untuk membeli beberapa sayur mendengar pembicaraan kami,
"Apa? Alexa punya pacar anak geng motor" Ayah terlihat terkejut mendengar ucapan Bima, melirik ke arahku. Sepertinya baru kali ini aku melihat ayah melotot menahan marah.
"Aduh keceplosan hehe" Bima tersenyum kecil
Ayah masih melihat ke arahku, kejelasan "itu bener ayah maafkan Lexa, tapi sudah putus ko makanya Lexa datang kesini mengobati hati hiks, udah yah jangan marah itu sudah berlalu" tersenyum manja
"Ohh begitu syukurlah, pantas saja aneh belum genap semester kamu sudah pulang, yasudah liburan lah disini dulu.. istirahatkan hatimu, ayah harap kamu jangan berhubungan lagi dengan anak geng motor, itu bahaya Alexa kamu paham kan" ayah isyarat jari telunjuk
JLEB
"Paham ayah"
Sepulang ayah dari pasar, kami membantu ayah memasak, dari mengiris kangkung, membakar Ikan dan menggoreng ikan asin. Harum semerbak seisi ruangan bahkan tercium hingga rumah tetangga.
Tiba Bella terbangun dari tidurnya mencium aroma goreng ikan asin. Melangkah perlahan mengikuti aroma yang membuat dahaga lapar.
"Emm harumnya, waaahh kalian lagi pada masak" saut Bella
Seakan tak percaya Bima dan ayah masih kadang terlihat bermimpi jika bertemu Bella, yang mirip dengan sahabatku Aleta.
Pada zaman dulu sebelum Aleta tiada, kami bertiga sering makan dan bermain bersama di rumahku. Ayah selalu merasa senang ketika melihat kami bertiga berkumpul dan bermain bersama. Seakan kesepiannya terobati dan kini terulang lagi sekian lama menanti.
"Ada apa? aneh ya" Bella kikuk
"Mereka masih melihatmu seperti Aleta bel, abaikan saja"
"Bell bantuin bawa ke ruang depan ya kita makan disana" Sautku yang sedang mengiris bawang merah
"Siap bos, ini siapa Lex" Aleta membawa coet berisikan sambal terasi melihat ke arah Bima
"Kenalan gih, ini Bima gendut kan kaya Gian di Doraemon haha"
"Lexa ada-ada saja" ayah
"Haha tapi wajahmu seperti tidak asing Bim, gue Bella tanpa swan ya, just Bella ... oh iya ini sambel terasi kan wih enak makin laper deh, gue simpan depan ya" Bella
Bella menyimpan beberapa makanan yang telah siap di ruang depan, Bima mendekat perlahan padaku berbisik.
"Benarkan seperti Aleta" bisik Bima
"Huss"
Setelah makanan siap, kami makan bersama. Suasana sore hari di tambah masakan rumahan, kami bertiga bercanda tertawa bersama.
^^^'waktu tolong berhenti sebentar, bahagia sesederhana itu melihat orang yang ku sayangi berkumpul dan makan bersama' Alexa^^^
...----------------...
Sesekali kulihat Max menelponku, dan mengirim pesan, tak ku hiraukan. Kami memutuskan untuk bercuti selama tiga hari,
"Seriusan tiga hari" Bima
"Iya dong kita jalan-jalan, piknik yuk" Bella antusias
"Kalau gue sih ikut aja, ayah gimana?"
"Ayah hanya bisa cuti hari ini saja, kalian bermain lah seperti dulu, eh uhuk uhuk maksud ayah ajak Bella main" Ayah
"Oke kalau begitu besok kita pergi memancing, terus esoknya bersepeda ke pasar gaasss" Bima
__ADS_1
"Oke gaaassss Yeay" Sautku dan Bella
Benar saja besok adalah hari yang tak terlupakan bagi Alexa, seolah memang beban menghilang dan kembali ke masa dulu. Anak-anak yang baru tumbuh tanpa rasa beban.
...----------------...
Hari berlalu waktu tak terasa rasanya baru kemarin datang, di sore hari kami harus beranjak pergi. Tak lupa ku berpamitan pada ayah, Bima dan beberapa tetangga yang melihat kepergian kami. Wajar saja rumahku saling berhimpitan ditengah padatnya kota Jakarta.
"Gua bakal rindu kalian sering-seringlah pulang ya" Bima
"Yeay lebay Lo" sautku
"gue juga Bima kamu kawan terbaik setelah Lexa" Bella bersalaman
"Ayah jaga diri baik-baik, selalu sehat sampai Lexa kembali" memeluk ayah, melepas rindu berlalu pergi
"Belajar dengan rajin, doa ayah selalu menyertaimu anakku, jangan lupa semangat!!" Ayah tersenyum dan memberi semangat
Tiba angkot yang kami tuju datang,
"Angkot sudah ada tuh Lex yuk" Bella
"Bye bye" melambaikan tangan
"Bye cepat pulang lagi ya" teriak Bima
Angkot mengantarkan kami menuju terminal, meski sedih kurasa saat meninggalkan kampung halaman ada masa depan yang harus ku kejar. "Aku harus jadi orang kaya"
"Aku juga" Bella
*
*
*
Malam hari suara gemuruh kilat, mendung. Kami sampai tepat sebelum hujan datang. Sorot jauh mata ku pandang Max terduduk disisi tortoar asrama dengan masih menggunakan helm full face hitamnya,
^^^'kuatkan hatiku, untuk tidak berbicara dengannya' Alexa^^^
Max menghentikan langkahku, Helm full face yang terbuka hanya kedua matanya, ku lihat mata sayu berada tepat di wajahku.
"Lexa...." Saut Max pelan
"Bell pergilah lebih dulu" melirik Bella
"Lo yakin Lexa" menyentuh tanganku
"....." Mengedipkan mata meyakinkan Bella
Lalu Bella pergi meninggalkan kami, belum sempat Max berkata,
"Max hubungan ini tidak akan berhasil, sudahi saja"
"KITA PUTUS" berlalu dan pergi dari hadapan Max
.
.
.
.
.
APA ALEXA DAN MAX PUTUS!!
next episode ya💛
__ADS_1