
Aku melihat mata bulat dengan bulu mata lentik dan alis tebal Aleandro, terkejut dengan perkataannya, bukan kah dia tidak menyukaiku, kenapa dia bisa berkata dengan enteng aku harus menjadi miliknya.
Ku lihat raut wajah dingin itu ketika berkata dengan sangat yakin, aku berada di antara Adik dan kakak tak sedarah ini. Antara Adik Aleandro atau Kakak Max Julio. Keduanya adalah keluarga Regastara. Apakah Ale tau bahwa ibu tirinya adalah ibuku.
^^^'benar saja keduanya bertolak belakang, dari raut wajahnya saja tidak mirip, benar... mereka tumbuh besar bersama di panti asuhan' ^^^
Belum sempat aku menjawab perkataan Ale, dosen sudah masuk dan pelajaran dimulai, hari ini adalah jadwal presentasi antar mahasiswa, aku menjelaskan tentang molekul zat organik jika di hubungkan dengan senyawa pada mahluk hidup. Tapi Ale tak berhentinya menatapku dengan penuh kagum tanpa rasa senyum.
"Oke sudah paham semua, ada pertanyaan untuk Alexa" tanya dosen
Tiba Ale mengacungkan tangannya, dengan pertanyaan rumit dan tidak ada hubungannya dengan presentasi yang aku sampaikan.
"Baik silahkan Ale, pertanyaan nya"
"Maaf, saya ingin bertanya apa hubungan molekul senyawa jika dikaitkan dengan rumus Matematik tapi bukan mahluk hidup, bukankah itu hal berbeda dan bagaimana cara membuat seseorang jatuh pandangan terhadap seorang lawan jenis apa itu merupakan sifat alami, saya ingin Alexa yang menjawab, terimakasih" Ale
JLEB
^^^'Ale bicara apa? jelas berbeda ko jadi bawa perasaan apa aku terlalu bawa perasaan, sebisa mungkin aku harus menjawabnya' ^^^
Bahkan aku tidak mengerti apa yang di maksud Ale, pertanyaannya seputar Senyawa pada mahluk hidup, tapi kenapa seolah pada perasaannya.
"Silahkan Lexa jawab" Dosen
Aku menelan ludah, tatapan semua mahasiswa menuju kearahku, tampak Jesselyn dan Reva menyemangatiku.
^^^'Ale awas loh ya' ^^^
"Oke baik terimakasih, sodari Ale .. yang ganteng dingin diam seribu bahasa, ups! Maaf, Molekul senyawa adalah bentuk/objek sementara matematik adalah rumus, mereka saling berkaitan.. jika kita ingin mengerjakan suatu bidang tentang sains, dan tidak belajar mengenai matematik berapa senyawa yang di tambahkan jika jadi suatu objek?"
"Contoh simple kamu bisa merasakan detak jantung mu lebih cepat ketika berada dengan wanita yang kamu suka, benar! Itu adalah objek yang ada di tubuhmu dan terasa nyata, tapi di dalam pikiranmu akan mengarah pada, bagaimana aku mendapatkan mu atau hanya mengagumimu itu adalah rumus pola pikir" jawabku dengan mudah
Semua mahasiswa langsung bertepuk tangan meriah, ternyata jawabannya semudah itu. Padahal pertanyaan Ale sangat sulit, tapi aku tau dia menjebak ku. Ale tidak tau bahwa Alexa masuk kampus jalur beasiswa jelas dia genius.
^^^'mau adu kepintaran dengan aku, maju sini!' ^^^
"Kerja bagus Lexa, silahkan kembali ke tempat duduk" dosen
Aku kembali duduk dengan perasaan kesal pada Ale, kenapa mesti bertanya saat presentasi, aku kan teman sebangkunya kenapa gak tanya disini saja.
...'dasar Caper!' ...
Lalu Ale sobek kertas dengan sebuah tulisan, memberikannya padaku. Aku membuka perlahan isi bacaan tersebut.
__ADS_1
Tertulis "Saya adalah pengagum rahasiaku Alexa"
"APA??" aku berteriak lantang ketika dosen sedang menjelaskan lebih detail, aku terheran dengan tulisan itu, apa artinya aku di tembak oleh Ale, bukankah dia tau aku adalah pacar kakaknya.
"Alexa ada apa?" Tanya dosen
"Ah maaf pak, saya kurang fokus dengar penjelasannya, mohon di ulang ya pak.. saya lagi mencatat pesan yang bapak sampaikan barusan hehe" Alexa dengan ragu sedikit cemas.
Syukurnya dosen itu mengulang kembali dan menyuruh semua untuk mencatat, pesan yang disampaikan oleh pak dosen.
^^^'Ale hari ini bikin aku kesal saja' ^^^
*
*
...----------------...
Hari ini aku tidak menggubris Ale meski dia sesekali bertanya jawaban, aku pergi bersama temanku Jesselyn dan Reva, lebih memilih bersama mereka dari pada Ale. Bahkan hari ini kami bertiga makan di kantin bersama.
"Jesse, Viona kenapa sih ga masuk?" Tanyaku
"Ohh dia pasti ke puncak sama keluarganya" Jesse
"Aduh anak bawang belum tau, kan Bara di makamkan disana.. terlebih semalam adalah kejadian Naas Bara, bener kan Jess" Reva
^^^'loh jadi Bara meninggal saat malam, di puncak Bogor ko max gak beritahu, pantas saja dia diam saat aku pingsan, tapi kenapa pas banget sama ulang tahun Argala'^^^
"Ohh, hehe gue gak tau? Sorry .. gue hanya tau perusahaan mereka dari pada pemiliknya hahaha" jawabku ketawa kecil
"Eh eh tau gak! Gosipnya meninggalnya Bara pada malam itu, Tuan Regastara malah menikah dengan wanita kampung..." Jesselyn
Aku mendengar dengan jelas ketika Jesselyn mengatakan wanita kampung, wanita yang dinikahinya adalah Ibu ku.
^^^'IBU,,'^^^
Berusaha menahan kesal pada Jesselyn, ingin rasanya ku cabik mulutnya.
"Terus apa yang terjadi" datar sambil mengocek air jus yang tadi ku pesan
"Ya Lo pasti tau sendirilah keluarga Viona hadir tuh sekeluarga, eh malam itu anaknya kehilangan nyawa, mana yang gak sedih kan" Saut Reva
"Jadi pada akhirnya Mertabara dan Regastara musuhan gitu?" Tanyaku menguak lebih dalam
__ADS_1
"Gue rasa sih engga, karena mereka sama-sama pembisnis jadi harus bersih" Reva
"Benar tuh kurang baik apa coba Mertabara, desas-desus sih katanya bakal ada perjodohan untuk kedua perusahaan itu, agar lebih bisa kuat ke mancanegara wihh hebatkan" Jesselyn
"Haha iya namanya juga keluarga paling terpandang, kalau Lexa jadi butiran debu setelah dicampakkan Max, haha" Reva
Mulut mereka dari tadi makin tidak enak ku dengar, jika ada perjodohan antara mereka berarti alexa siapa.
^^^'benar aku hanya kucing untuk Max, tapi aku tidak bisa tinggal diam ketika nama ibuku di sebut sebagai wanita kampung apalagi jika terjadi pada ayahku''^^^
Dengan entengnya aku bicara, "ohh perjodohan ya, iya sih aku siapa coba.. ayahku bukan pemilik kampus atau perusahaan, Ayahku seorang dosen di universitas Gundara jauh dari sini, makanya aku jadi anak yang pintar kan, gak kaya kalian, ehh ups maaf!" Tersenyum kecil dengan wajah yang manja
"Eh tapi kalian ikut di ajak kerjasama juga gak sama perusahaan mereka, kalau iya aku juga boleh ikut ya,,, kali aja aku bisa banyak belajar bisnis... biar bisa bikin perusahaan sendiri hahaha" tertawa besar
"Eh iya sorry aku ada urusan sama pak Brayn tadi, kalau gak kesana nanti ngamuk" sambil berdiri
"eh satu lagi, setidaknya kalau ga kaya raya dari lahir, harus memiliki otak cerdas kan gak kaya udang, otaknya kecil pikirannya sempit, bye" Alexa meninggalkan mereka berdua menghindar dari kehidupan toxic lalu berjalan tanpa tujuan.
'kesal banget sama mereka, seenaknya bilang kayak gitu, terus kenapa tadi aku bilang ayah kerja jadi dosen lagi, aduh ini mulut harus banyak sekolah, bohong terus' aku ngedumel sendiri pikiranku teringat kata Jesselyn tentang perjodohan.
Itu semua tidak benarkan, Max tidak mungkin setega itu sama Alexa. Merenung sendiri lalu bersandar pada sisi dinding tertunduk. Tiba ku lihat sepasang kaki berdiri tepat di depanku.
Cup!! Pria itu mengecup rambutku dan sesekali membelai rambutku. Aku melihat ke arah pria dengan senyum bahagia, karena ku pikir itu Max.
"..kamu dari mana saja.."
'loh ko ALE??, Kenapa dia mencium rambutku terkejut kaku'
Tampak dari kejauhan Max ternyata kembali kuliah, dia melihatku dengan tatapan yang panas, sepertinya Max melihat Ale mencium rambutku.
.
.
.
.
Berada diantara kedua hati kakak beradik. Bagaimana tanggapan Max?
Ale menjadi pengaggum rahasia pacar kakak ketua gengster Argala, Max.
Lanjut 🌹
__ADS_1