
Ayah dan ibu Santi yang mendengar teriakkan Santi hanya bisa menarik nafas sambil mengelus dada dan saling pandang. Mereka sangat paham betul apa yang di rasakan putrinya saat ini.
Sementara Aldo dan Icha yang dari tadi masih mengintip kakaknya semakin tidak tega, Icha ikut meneteskan air matanya melihat kondisi kakaknya. Sementara Aldo, Ia mengepalkan tangannya dan menumbukkannya di dinding hingga berdarah. Aldo terlihat sangat marah. Icha menenangkan adiknya dan menarik tangan Aldo membawanya keluar rumah.
"Aku harus melakukan sesuatu." Ucap Aldo marah masih dengan kondisi mengepalkan kedua tangannya.
"Apa yang akan kamu lakukan? Jangan gila deh Lo! Lo gak ingat bagaimana keadaan ayah saat menolak perjodohan itu?" Ucap Icha kepada adiknya Aldo.
"Terus apa kita harus diam saja, melihat kakak kita seperti ini?" Jawab Aldo penuh emosi.
"Kita berharap saja, semoga kakak tidak jadi menikah dengan manusia licik itu." Timpal Icha kepada Aldo.
"Jangan mimpi deh Lo!" Balas Aldo yang berlalu meninggalkan kakaknya Icha menggunakan motor gedenya, sambil menggeber-geber kan motornya dengan penuh emosi.
"Do, apa yang akan kamu lakukan? Jangan menambahkan masalah untuk ayah Do, Kakak mohon jangan gegabah. Aldo?
Aldo?" Teriak Icha panik sambil berlari mengejar adiknya untuk menghentikan aksinya yang melihat emosi Aldo yang mulai memuncak.
Aldo tidak menghiraukan kakaknya Ia terus berlalu mengemudikan motornya meninggalkan rumah menuju jalalan dengan penuh emosi. Aldo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan pengaman kepalanya.
Aldo melewati hamparan sawah yang luas.
Di tikungan persimpangan jalan Aldo melihat ada mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arahnya. kemudian Aldo tidak bisa mengendalikan laju kecepatan kendaraan yang Ia Kendarai sendiri. Aldo kehilangan kendali dan akhirnya Ia melajukan motornya ke sembarang arah, dan terjadilah kecelakaan, Aldo tercebur ke persawahan milik warga setempat.
Untung saja Aldo tidak mengalami luka yang serius, Ia hanya mendapat luka goresan dari dedaunan padi. sementara motornya langsung mati karena tercebur lumpur. dan untuk sawah warga sudah pasti mengalami kerugian karena selebar empat meter tanaman padi tersebut rusak total. Apalagi kondisi padi yang kurang lebih dua Minggu itu siap panen. sudah pasti pemiliknya akan marah besar dan meminta ganti rugi.
Aldo berdiri di bantu oleh supir pengemudi mobil mewah tersebut. Pak supir juga membantu Aldo untuk menaikkan motornya ke daratan. ketika Aldo di mintai untuk menunjukkan di mana tempat tinggalnya, karena pak sopir yang di minta untuk bertanggung jawab oleh bos besarnya tersebut, Aldo malah menolak tawaran baik dari pak supir itu.
__ADS_1
Sudah pasti Aldo tidak berani pulang, dengan kondisi yang seperti itu, apalagi jika sampai kedua orang tuanya mengetahui kejadian ini, sudah pasti akan menambah beban untuk mereka.
Pak supir itu, menghadap majikannya. mengadukan kejadian yang sebenarnya.
akhirnya majikannya itu pun menyuruh Pak supir untuk ikut membawanya pulang.
Di dalam mobil, Aldo hanya bisa terdiam dan terkagum-kagum. Ia heran, ternyata masih ada orang kaya yang tidak sombong, dan tidak mempermasalahkan penampilan nya. apalagi dengan kondisi Aldo yang belepotan lumpur seperti itu, sudah pasti orang akan merasa jijik dan tidak mengijinkannya untuk bergabung di mobilnya. Apalagi orang tersebut adalah orang yang sama sekali tidak Ia kenal.Tetapi berbeda dengan bos muda yang barusan Dia jumpai ini, Dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.
Sesampainya, Aldo di persilahkan untuk membersihkan diri, karena melihat kondisi Aldo yang sudah basah kuyup karena lumpur. Pakaian Aldo dipersiapkan oleh pak supir dan makanan juga telah siap di hidangkan.
Sambil mengunyah makanannya, Aldo berfikir, Ia heran kenapa Ia tidak di bawa pulang kerumah melainkan di bawa ke Fila termewah dan terbaik pelayanan nya.
"Kenapa gue di bawa ke mari? Apa Ia dia anak pemilik Fila ini, atau dia ini, bukan orang sini? apa Dia ini seorang pelancong ya?" Gumam Aldo di dalam hatinya.
"Sepertinya sih orang kaya dan berasal dari kota," Aldo terus berfikir menerka-nerka.
"Ehmmmmm, maksud bapak saya." Jawab Aldo tak yakin sambil melihat kiri kanan dan belakang mencari seseorang.
"Iya, siapa lagi rupanya yang ada di sini kalau bukan anak muda ini?" Ucap pak supir berbalik tanya.
" Hehehe, Maaf pak, saya tidak terbiasa di panggil seperti itu," Aldo menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Aldo berdiri dan berjalan mengikuti langkah pak supir yang mengajak nya ke majikan mudanya tersebut.
"Nama saya Aldo Pak. kalau boleh saya tau bapak siapa ya panggilannya." Tanya Aldo basa-basi di sela-sela perjalanan menuju Tuan muda.
"Oo, orang-orang biasanya memanggil saya Mang Dudung." Jawab pak supir.
__ADS_1
"Oooo iya, Mang Dudung Sama Tuan Muda bukan berasal dari sini ya?" Tanya Aldo lagi.
"Iya, kami memang bukan dari sini tapi dari kota." Jawab Mang Dudung supir Tuan Muda itu.
"Uhmmm, berarti Mang Dudung sedang mengantarkan Tuan Muda berlibur ya?" Ucap Aldo sok tau.
"Kalau masalah itu, nanti saya bisa mengajak Mang Dudung Sama Tuan Muda berkeliling kampung ini, meskipun di sini masih kampung pelosok, tapi tempat-tempat wisata nya tidak kalah dengan perkotaan. justru di sinilah banyak terdapat wisata yang masih alami." Sambung Aldo bersemangat.
Saking semangatnya Aldo tidak menyadari kalau dirinya sudah sampai di tempat Tuan Muda tersebut.
"Ehem, ehem.." Tuan Muda tersebut berdehem dari balik sofa mewah yang ada ruangan tersebut.
Aldo yang kaget mendengar suara deheman, langsung mencari kesana kemari asal suara tersebut. karena tidak menemukan nya Aldo memandang ke arah Mang Dudung meminta jawaban. Mang Dudung yang paham maksud Aldo hanya tersenyum dan menunjukkan jarinya ke arah sofa yang membelakangi nya tersebut.
Aldo yang tidak menyadari nya pun langsung melotot dan menutup mulutnya yang sudah menganga lebar secara otomatis. sambil memandang Mang Dudung.
"Kalau kamu ternyata saya suruh untuk mencari seseorang bisa tidak?" Tanya Tuan Muda yang ternyata dari tadi mendengar ocehan Aldo mengenai tempat wisata.
"M.. maaf tuan, maksud anda, saya anda suruh untuk mencari seseorang?" Tanya Aldo balik.
"Menurutmu?" Tanya Tuan Muda singkat.
"Iya, tergantung orangnya dulu tuan, Nanti saya tidak tahu apa masalahnya, saya pula yang di bawa-bawa." Jawab Aldo ragu.
"Menurutmu, tampang ku ini kelihatan seperti penjahat?" Jawab Tuan Muda yang menggerakkan tubuhnya untuk duduk dari posisi tidurnya sambil menunjuk ke wajahnya sendiri.
"Mbuk... bukan begitu tuan, maksud sa.."
__ADS_1
" Ya kalo kamu tidak mau ya gampang saja, kamu fikir memperbaiki motormu dan mengganti rugi sawah tidak pakai uang?"