TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Maaf


__ADS_3

Aldo yang mendengar jawaban dari Tuan Muda tersebut hanya bisa diam dan tidak percaya, Ia bingung ternyata masih ada orang kaya yang baik dan mau membantunya meskipun Ia orang miskin. bahkan bukan untuk yang pertama kalinya, melainkan semenjak pertemuan nya yang tidak di sengaja kemaren itu malah menjadi keberuntungan untuk nya.


Santi yang sudah mendapatkan perawatan intensif akhirnya perlahan-lahan mulai bisa membuka matanya. Ia kemudian melihat sekeliling ruangan namun Ia tidak mengenali ruangan yang dia tempati. ketika Ia hendak menggerakkan badannya, Ia pun merasakan ada selang yang menempel di tangannya. lalu Ia menelusuri arah selang tersebut ternyata Ia mendapati sekantong botol infus menggelantung pada tiang gantungan yang biasanya ada di rumah sakit.


Melihat Santi yang sudah siuman, Bastio yang awalnya berselonjor santai di sofa, berubah menjadi gelisah dan kwatir. Ia takut kalau-kalau Santi menyadari dia berada di satu ruangan dengannya, Santi akan berteriak dan mengusirnya seperti waktu itu.


Sementara Aldo yang memperhatikan tingkah laku Tuan Mudanya tersebut, menjadi semakin curiga.


"Minum, ambilkan kakak minum do?" Santi memanggil-manggil Aldo dengan suara yang sedikit hampir tidak terdengar jelas itu.


Mendengar permintaan kakaknya Aldo langsung sigap memberikan minuman kepada kakaknya dan membantunya untuk duduk.


Santi belum menyadari bahwa Bastio ada bersamanya di dalam ruangan tersebut. setelah Ia melihatnya, Santi hanya bisa terdiam sambil bertanya tanya di dalam hatinya, kenapa tuannya bisa berada di sana. Namun Santi sudah tidak merasa ketakutan dengan keberadaan tuannya tersebut.


"Cekreeek," Suara pintu ruangan terbuka, lalu muncul dari balik pintu seorang suster dan dokter datang berseragam putih untuk mengecek kondisi Santi.


"Kondisi nya sudah berangsur membaik, baiklah untuk saat ini, tolong jangan banyak pikiran dan kurangi aktivitas yang melelahkan, jangan lupa pola makan yang teratur, dan memakan makanan yang sehat dan bergizi ya? oo iya, siapa suaminya?" Ucap dokter menjelaskan dan kemudian beralih bertanya.


Aldo terbengong-bengong mendengar ucapan dokter barusan, sambil memandang kakaknya Santi dan Tuan Mudanya secara bergantian. begitu juga dengan Santi, Ia juga tidak kalah kagetnya, Namun Ia berusaha menyembunyikan nya. takut Aldo curiga.


"Sa... Saya dok. Saya suaminya."Jawab Bastio spontan, Namun sedikit gugub.


"Baiklah, mari ikut keruangan saya." Ucap dokter tersebut, sambil tersenyum dan berpamitan kepada Santi dan Aldo.


Bastio keluar ruangan mengikuti dokter tersebut, sementara Aldo semakin bingung dan tidak percaya. Dan Santi membalas senyuman dokter tersebut.

__ADS_1


"Kak? kakak apa maksudnya ini?"


"Suami? Maksudnya apa ini kak? kakak sudah punya suami, Maksudku menikah?" Tanya Aldo terbata-bata dan masih belum percaya.


"Apa masih kurang jelas,apa yang barusan pria itu katakan?" Jawab Santi berkilah menyembunyikan kegugubpannya, karena tidak tau harus menjawab apa kepada adiknya Aldo tersebut.


"Lalu, kenapa kakak tidak bilang dari awal? aah tapi sudahlah. yes, akhirnya kakak terbebas juga dari si Tua Bangka ganjen itu." Ucap Aldo bersemangat.


Santi yang melihat Aldo, tidak sanggup untuk mengatakan kenyataan yang sebenarnya. Ia hanya bisa tersenyum kecut melihat kebahagiaan Aldo. Namun Ia juga tidak bisa untuk terus menerus berbohong. Entah sampai berapa lama atau bahkan berapa hari Ia bisa bersandiwara. sebenarnya dari tadi Santi merasa ada sedikit yang mengganjal di hatinya, dan ingin menanyakan keberadaan Bastio yang secara tiba-tiba ada bersamanya, kepada adiknya Aldo, akan tetapi Ia bingung dari mana Ia harus memulai pembicaraan nya.


Beberapa menit kemudian Bastio datang dan masuk kekamar inap rawat Santi. baru saja membuka pintu ruangan, Ia sudah di serbu dan di beri segudang pertanyaan oleh Aldo dengan keponya. Dan berbeda dengan Santi, Santi yang hanya bisa terdiam dan menyembunyikan kepalanya menahan malu yang melihat tingkah adiknya Aldo tersebut.


Bastio berjalan mendekati sofa sambil membuka jas yang menempel di tubuhnya, dan meletakkan jas nya di atas sandaran sofa, hingga menyisakan kemeja berwarna putih. dan menunjukkan bentuk badan yang gagah perkasa.


"Tuan? eh maaf kakak ipar maksudnya? Kenapa anda tidak bilang saja dari semalam kalau orang yang anda, eeh salah lagi, maksudnya kakak ipar cari itu ternyata kak Santi? Kalau kakak ipar bilang dari kemarin kan saya bisa langsung membawa kakak ipar pulang ke rumah saya." Ucap Aldo kegirangan.


"Hahaha, ternyata sampai benar-benar lupa, kalau kita belum makan makanan apapun sampai siang hari begini." Ucap Aldo sambil menepuk keningnya.


"Kakak ipar?... tapi saya tidak punya uang," Sambung Aldo sambil cengengesan.


Bastio lalu merogoh kantong celananya untuk mengambil dompetnya, dan mengeluarkan uang berwarna merah. dan kemudian Bastio memberikan Lima lembar uang kertas merah itu kepada Aldo. Aldo melotot tidak percaya, melihat uang sebanyak itu berada di ditangannya hingga menghitung nya sampai beberapa kali.


"Mau sampai berapa kali uang itu kamu hitung? jumlahnya tidak akan bertambah atau berkurang."


" Apa masih kurang uang segitu?" Tanya Bastio kepada Aldo.

__ADS_1


"Tidak, ini malah kebanyakan kakak ipar. memangnya uang sebanyak ini mau di belikan makanan apa?" Jawab Aldo kebingungan.


"Terserah, sudah sana pergi?" Usir Bastio.


"Aldo kakak mohon jangan tinggalkan kakak!" Ucap Santi memohon.


"Aldo, kalau kamu tidak pergi ya terima saja kalau kamu kelaparan!" Ucap Bastio menimpali.


Aldo yang mendengar pembicaraan kedua orang tersebut menjadi bingung dan hanya bisa memandang keduanya secara bergantian, dan kemudian ia pun tersenyum.


"Maaf ya kak Santi, Aldo sudah lapar sekali, karena dari pagi tadi kakak ipar belum memberiku makan, kakak kalau ada masalah sama kakak ipar, selesaikan saja dulu. Aldo mau makan dulu hehehe." Jawab Aldo yang sok tau.


"Oo iya kakak ipar, kakakku itu orang nya memang seperti itu, kalau lagi marah ya memang susah di ajak berdamai. tapi jangan takut sebenarnya dia itu orangnya sangat baik dan penyayang. semoga berhasil membujuk kakak ya kakak ipar, Good luck! "


" Daaaan jangan lama-lama berantemnya." Ucap Aldo kepada Bastio.


"Banyak sekali bicaramu, sudah sana pergi!" Usir Bastio kepada Aldo.


"Hahaha sama-sama keras kepala nya." Celetuk Aldo sambil berlalu meninggalkan ruangan Santi.


Santi dan Bastio kini hanya tinggal berdua di dalam ruangan tersebut. Santi tidak ingin melihat Bastio, dengan posisi membelakangi nya. dan Bastio yang memahami kondisi Santi tidak ingin memaksakan.


"Aku tidak akan berbuat macam-macam kepadamu, ku mohon jangan takut." Ucap Bastio kepada Santi.


"Santi?... Sebelumnya aku belum sempat mengatakan nya kepadamu, karena kamu tidak memberiku kesempatan."

__ADS_1


"Maafkan aku Santi? Maaf, dan sekali lagi Maaf?


__ADS_2