TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Kebingungan


__ADS_3

"Ooo, kak Santi?" Jawab Aldo.


"Hmm." ucap Tuan Muda.


"Ada apa dengan Santi?" maksudnya kakakmu itu." Tanya Tuan Muda yang mulai penasaran.


"Entahlah, kata kak Icha kak Santi pingsan." Jawab Aldo.


"Apa?... Santi pingsan?" Tanya Tuan Muda yang tiba-tiba kaget.


"Tuan kenapa? memangnya Tuan kenal sama kak Santi?" Tanya Aldo penasaran.


"Ummmh, ti... tidak, sudahlah jangan di bahas." Jawab Tuan Muda gelagapan.


Aldo semakin curiga dengan sikap Tuan Mudanya tersebut, Ia merasa seakan-akan Tuan Mudanya mengenal dan menyembunyikan sesuatu darinya. beberapa saat kemudian mobil sudah dekat dengan gang arah memasuki area perumahannya.


"Mang di depan sana, nanti belok kanan ya? terus Rumah no. tiga." Ucap Aldo kepada Mang Dudung.


"Iya, Den."Jawab Mang Dudung.


Mang Dudung sudah me memasuki gang yang di maksud oleh Aldo. kemudian Aldo menunjukkan rumah nya. Dan Mang Dudung pun memasuki halaman rumah Aldo karena kebetulan halaman rumah Aldo lumayan cukup untuk tempat parkir kalau hanya untuk satu mobil saja.


Sesampainya, Aldo tanpa bicara apa-apa langsung turun dari mobil mewah tersebut dan berlari ke dalam rumah. Sementara ayahnya yang mengetahui kejadian itu, hanya bisa melongo, tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Setau ayah Aldo, Aldo tidak memiliki teman dari anak orang kaya yang punya mobil mewah yang harganya ratusan juta itu. Selain itu, di kampung Aldo juga tidak ada yang punya mobil semewah itu.


"Maaf Tuan, Tuan tidak turun?" Tanya Mang Dudung kepada Tuan Mudanya tersebut.

__ADS_1


"Untuk apa?" Jawab Tuan Mudanya malah berbalik tanya.


"Ya siapa tau, pemilik nama itu, adalah orang yang Tuan cari!" Ucap Mang Dudung.


"Entahlah, aku tidak ingin terlalu berharap." Jawab Tuan Mudanya kurang bersemangat.


"Tuan kita sudah jauh-jauh dari kota mencarinya, dan kebetulan ada nama yang sama kenapa malah tuan yang tidak bersemangat.


Mendengar ucapan Mang Dudung Tuan Muda itu lalu turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah Aldo. Melihat ada seseorang pria muda tampan tinggi,tegab, berjas, berkacamata hitam dan berkulit bersih turun dari mobilnya dan berjalan kearah rumahnya, ayah Aldo semakin terkagum-kagum sambil mengucek-ucek matanya tidak percaya.


"Itu pangeran dari mana?.. hebat sekali Aldo punya teman seperti ini." Gerutu ayah Santi.


"Permisi Tuan, saya temannya anak Tuan." Sambil mengulurkan tangannya Tuan Muda tersebut menyapa ayah Santi.


Sementara itu, ayah Santi yang terbengong, masih melongo dan tidak merespon Tuan Muda tersebut.


Karena tidak mendapat respon dari ayahnya Santi, dan Aldo yang sudah mengajaknya masuk. Tuan Muda tersebut


meninggalkan ayah Santi yang masih terbengong-bengong itu.


Sesampai di kamar Santi, Tuan Muda tersebut mendapati ibu dan Icha kakak kedua Aldo sedang menangis, mengerumuni Santi. Tuan Muda yang penasaran dengan siapa Santi itu pun berjalan mendekati Santi yang terbaring lemas tidak berdaya di atas ranjang nya tersebut. Setelah melihatnya, Tuan Muda itu pun kaget luar biasa sambil membelalakkan matanya dan semakin mendekatinya.


"Santi?" Teriak Tuan Muda tersebut. sontak semua orang yang berada di ruangan itu pun kaget melihat seseorang yang tidak mereka kenal. begitu juga dengan Aldo yang semakin penasaran dengan Tuan Mudanya tersebut.


"Astaga, sudah berapa lama Santi pingsan? kenapa tidak di bawa ke rumah sakit? Apa obatnya tidak diminum?" Ucap Tuan Muda panik sambil mengangkat tubuh Santi.

__ADS_1


"Aldo? Suruh Mang Dudung mempersiapkan mobil! Kita bawa Santi ke rumah sakit." Perintah Tuan Muda kepada Aldo. Aldo pun lantas berlari keluar menuruti perintah Tuannya tersebut walau sebenarnya dia sangat bingung.


Sementara ibu dan Icha masih kebingungan dan bertanya-tanya di dalam hatinya siapa orang tersebut, pria tampan yang berada di hadapan nya yang sama sekali tidak mereka kenal ini seakan mengenal Santi sangat dekat. dan yang lebih mengejutkan lagi, mereka tidak paham dengan obat yang di maksud oleh pria tersebut.


Pria tampan atau Tuan Muda tersebut adalah Bastio. Ia Bastio yang sengaja datang ke kampung Santi untuk mencarinya, menjemput dan membawanya pulang ke kota bersamanya. untuk di jadikan istri sebagai penembusan atas kekesalahan yang pernah dilakukan olehnya.


Ibu Santi dan Icha merasa senang dan bercampur bingung. senang karena ada yang membantunya dan bingung karena tidak mengenal siapa pria tampan dan baik hati yang mau menolongnya.


Bastio yang panik melihat kondisi Santi tidak menyadari kalau kedatangannya menimbulkan pertanyaan bagi keluarga Santi, dengan santainya Dia menggendong Santi dan membawanya pergi. tanpa memperdulikan keluarga Santi yang kebingungan.


Mobil sudah siap, posisi mereka tetap sama seperti semula mereka datang. Aldo dan Mang Dudung duduk bersebelahan di kursi depan kemudi, sementara Bastio berada di belakang dengan posisi Santi tidur di paha Bastio sebagai pengganti bantal. mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit terdekat dengan bantuan JPS yang sudah tersambung di mobil mewah tersebut.


"Do, hubungi ayah sama ibu mu untuk bersiap-siap, nanti mereka biar di jemput Mang Dudung." Perintah Bastio kepada Aldo.


"Ok." Jawab Aldo yang terkejut karena masih bingung, namun tidak berani bertanya, yang kemudian meraih handphone nya dari saku celananya dan melakukan panggilan kepada kakaknya Icha.


" Hallo Kak, bilang sama ayah dan ibu, suruh bersiap-siap, jangan lupa bawa baju ganti. nanti di jemput sama pak supir." Perintah Aldo kepada kakaknya Icha dari panggilan seluler.


"Oooo, iya." Jawab Icha sambil memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah mendapat perintah dari Aldo, keluarga Santi langsung bergegas untuk bersiap-siap menunggu jemputan mobil yang akan membawanya ke rumah sakit tersebut. pakaian ganti, selimut,tikar dan bantal tidak lupa di bawanya juga, seperti orang yang akan pergi piknik.


Sementara Bastio dan Aldo yang sudah menyelesaikan administrasi untuk Santi segera menuju kamar dimana Santi akan di rawat dan Santi pun langsung mendapatkan perawatan khusus dan terbaik disana. berbeda dengan Aldo, sesampainya di kamar ruang perawatan Santi, Aldo terheran-heran di buatnya. Aldo celingak-celinguk kesana-kemari melihat setiap sudut ruangan kamarnya tersebut.


"Ini kamar hotel apa kamar perawatan rumah saki ya? gila, bagi dan lebar sekali, ini mah separoh nya rumahku. berapa uang yang harus aku keluarkan?" Aldo baru tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Tuan? kita pindah kamar saja ya Tuan? saya takut kalau harus menjual rumah dan motorku pun tidak akan cukup untuk membayarnya!" Ucap Aldo memelas dan memohon.


" Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk membayar biaya rumah sakit ini?" Jawab Bastio berbalik bertanya sambil berjalan santai menuju sofa yang berada di ruangan rumah sakit tersebut.


__ADS_2