
Lama sudah ia menunggu suaminya pulang. namun tidak ada kunjung datang juga hingga larut malam. Ia mulai khawatir dan segera bergegas mengambil telepon miliknya berniat untuk menghubungi suaminya. kemudian Ia mulai mencari Nomor kontak suaminya.
"Aaaark, ternyata aku tidak punya nomornya. pernikahan macam apa ini? apa terlalu naif, atau aku yang terlalu berlebihan untuk berharap? istri seperti apa aku ini? kalau sudah seperti ini, bagaimana aku bisa menghubunginya?" Ucapnya kesal menyalahkan diri sendiri.
"Apakah dia sedang marah? hingga selarut ini belum juga pulang kerumah, lalu dimana kamu sekarang? apa kau sedang baik-baik saja?" Ucapnya lagi, dengan penuh kwatir. entah bagaimana ceritanya hari ini Ia merasa sangat bersalah kepada suaminya dan begitu sangat merindukan nya. sehingga Ia bersedia menunggunya hingga tertidur di sofa, dengan televisi tetap menyala sampai subuh tiba.
Malam ini Bastio tidak pulang ke rumah. hari kedua juga, hingga sampai hari ke tiga Bastio tidak ada pulang ke rumah. Santi semakin kwatir juga penasaran. tidak ada jalan lain akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya kepada Mbok Minah. karena, ia merasa Mbok Minah adalah orang yang tau segalanya tentang Bastio.
Santi mencari Mbok Minah di kamarnya, namun Ia tidak menemukan nya. kemudian Ia mencari di setiap sudut ruangan rumah besar dan mewah itu. cukup melelahkan untuk mencari seseorang di sana. namun tidak ketemu juga. masih ada satu ruangan yang belum Ia kunjungi bahkan selama Ia bekerja pun tidak pernah sekalipun mendekati ruangan tersebut. Ia pun berniat untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. namun ketika ia hendak membukanya, tiba-tiba terdengar suara Mbok Minah memanggilnya.
"Eeeh, cah ayu? sedang apa di sini?" Sapa Mbok Minah kepada Santi.
"Ehm, anu. aku tadi sedang mencari Mbok Minah. iya mencari si Mbok. karena Mbok gak ada di kamar dan di dalam rumah, makanya saya keliling. dan tidak sengaja menemukan ruangan ini. saya juga belum membukanya ko Mbok. serius." Jawabnya gugub karena terkejut tiba-tiba saja Mbok Minah muncul.
"Oo, Simbok tadi sedang di kebun. tumben sekali, ada apa mencari Mbok mu ini?" Tanya Mbok Minah sambil mengajaknya berjalan menuju rumah mewah tersebut. dan Santi pun mengikutinya meskipun ia sebenarnya penasaran dengan ruangan yang barusan Ia temukan itu.
"Oo, ehem. Mbok? beberapa hari ini Bastio tidak pulang ke rumah. apa Mbok Minah tau?" Tanya Santi sedikit ragu.
__ADS_1
"Oo... soal itu? ... Den Tio tidak ingin mengganggu istirahat istrinya tercinta ini. karena urusan pekerjaan nya saat ini sedang dalam masalah. dia juga tidak ingin Den ayu kwhatir. Kata Den Tio, selama ini Den ayu selalu menunggunya sampai ketiduran di sofa to. makanya ia tidak ingin melihat istrinya melakukan itu lagi. dia ingin istrinya bisa istirahat dengan tenang. apa Den Tio tidak memberi tahumu?" Ucapnya Mbok Minah jujur.
"Huuum, ternyata dia tidak mengatakannya dengan jujur kepada Simbok. Lalu apa artinya semua ini?" Gerutu nya di dalam hati.
"I... iya, ( gugub) dia sudah bilang kok Mbok. tapi aku tidak tau sampai kapan.( jawabnya bohong) lalu di mana sekarang dia tinggal? Apa mungkin dia tinggal di kantor?" Tanya Santi ragu.
"Weleh-weleh, apa Den ayu sedang bercanda?... ya tidak mungkin Den Tio tidur di kantor. dia sedang tinggal di apartemen nya." Jawab Mbok Minah sambil terkekeh melihat tingkah Santi.
"Hmmm, Kalau Cah ayu merindukannya, susul saja ke sana.dia pasti akan merasa senang." Ucap Mbok Minah yang seakan tau apa yang sedang di pikirkan oleh Santi.
"Benarkah, apa aku boleh?" Tanyanya polos dengan mata yang mulai berbinar-binar.
Tanpa menunggu aba-aba, Santi langsung bergegas berlari kecil buru-buru naik ke atas menuju kamarnya dan mempersiapkan diri untuk menyusul suaminya.
Entah apa yang sedang Ia fikirkan, tapi yang jelas saat ini Ia sedang bahagia. sejujurnya Ia sangat merindukan suaminya. hanya saja Ia merasa naif saat ini.
Setelah selesai mempersiapkan diri, Ia segera turun ke bawah mencari supir pribadinya dan memintanya untuk mengantarkan nya ke apartemen suaminya sesuai petunjuk Mbok Minah. di dalam mobil, saking senangnya Ia tersenyum-senyum sendiri dan tidak menyadarinya kalau supir pribadinya memperhatikan nya dari kaca mobil.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di apartemen Bastio. Santi segera turun dari mobil dan mengeluarkan kunci rumah yang di berikan oleh Mbok Minah tadi. karena hari sudah siang, tentu saja Bastio tidak berada di apartemen nya. pintu pun dibuka, Ia kemudian menyuruh pak supir pribadinya untuk kembali ke rumah saja. jika Ia membutuhkan nya nanti, Ia berjanji akan menghubungi nya.
Santi sudah berada di dalam apartemen Bastio. melihat kondisi apartemen Bastio saat ini, membuat Santi menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ups, berantakan sekali." Ucapnya melihat apartemen yang hampir di setiap sudut terdapat pakaian kotor dan beberapa kertas yang berserakan di mana-mana.
"Rumah yang bagus. sederhana tetapi mewah." Ucapnya lagi sambil melihat sekeliling ruangan apartemen tersebut.
"Baiklah sayang, kita bereskan rumah Papamu sebelum dia pulang ya? bantu Mama Ok, semangat." Ucapnya sambil membelai perutnya dengan senyuman bahagia nya.
Santi membereskan seluruh ruangan apartemen Bastio dengan perasaan bahagia. karena pekerjaan nya di lakukan dengan suasana hati yang baik maka pekerjaan yang di kerjakan seakan mudah dan tidak melelahkan meskipun sudah berjam-jam Ia kerjakan.
"Selesai, sekarang kita lihat di kulkas. ada bahan makanan yang bisa kita masak untuk kita makan tidak ya? Mama lapaaar sekali. anak Mama juga pasti lapar kan? Ayo kita kedapur?" Ucapnya dengan bersemangat sambil mengelus-elus perutnya.
"Ups, semua bahan makanan di sini sepertinya sudah tidak bisa kita masak sayang. tapi tidak masalah, sepertinya Mama tadi melihat ada supermarket di sekitar apartemen ini. ayo kita keluar berbelanja dulu." Ucapnya ketika melihat isi kulkas yang hampir kosong. memang masih ada beberapa bahan makanan olahan di sana, tetapi sepertinya sudah tidak layak untuk di konsumsi.kemudian Ia pun membersihkan kulkasnya dan melanjutkan untuk berbelanja di supermarket terdekat.
Setelah berbelanja Ia menyusun barang belanjaannya di kulkas dan menyisakan beberapa bahan belanjaan yang akan Ia masak.
__ADS_1
Karena sudah sore, Bastio kembali ke apartemennya. sesampainya di apartemen, ia langsung membuka pintu, dan alangkah terkejutnya ia melihat ruangan yang sudah rapi dan bersih. sungguh jauh berbeda dengan ruangan yang ia tinggalkan sebelumnya. Ia melangkah kan kakinya melihat sekeliling, takut kalau-kalau ia salah masuk ke apartemennya. tetapi ia merasa, kalau dia memang tidak salah. memang itu apartemennya sendiri.