TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Kau harus membiasakannya


__ADS_3

Mungkin karena kelelahan, akhirnya Santi tertidur di dalam mobil hingga akhirnya mereka sampai di rumah. Bastio yang tidak ingin mengganggu istirahat nya Santi, Ia pun mengangkat dan menggendong tubuh Santi untuk di bawanya masuk ke rumah menuju ke kamar pribadinya. sesampainya di sana, Santi lalu di letakkan nya di ranjang milik Bastio dengan sangat hati-hati, karena Ia takut nanti akan membangunkan dari tidurnya.


Bastio menatap wajah Santi begitu dekat dengan tatapan yang begitu lembut. Ia merapikan rambutnya Santi yang menutupi wajahnya sehingga menghalangi pemandangannya tersebut.


"Ternyata kau manis juga," Bastio bergumam dalam hatinya.


"ckck, apa yang ku pikirkan? sial." Bastio berdecak seraya berjalan menjauhi Santi menuju ke balkon yang berada di kamarnya.


Beberapa saat kemudian, Santi mulai menggerakkan tubuhnya dan mengerjapkan mata. Ia lalu melihat ke sekeliling dengan seksama.


" Kenapa aku ada di sini? bukanya aku tadi sedang tidur di mobil?" Santi berdecak kebingungan sambil mengingat-ingat kejadian sebelumnya.


"Astaga, ternyata sudah sampai. lalu kenapa aku ada di kamar ini?


Santi hendak turun dari ranjang dan berniat untuk kembali ke kamarnya atau kamar pembantu yang biasanya Ia pakai. Namun, ketika ia membuka pintu kamar Bastio, rupanya kamar Bastio sedang terkunci, Ia pun tidak tau dimana letak kunci tersebut di simpan oleh Bastio.


"Sial, ternyata di kunci." Gerutu Santi kesal seraya memukul Gagang pintu kamar Bastio dengan pelan.


Ia pun akhirnya membalikkan badannya hendak kembali ke ranjang Bastio.


"Aaaaark," Santi kaget melihat Bastio yang tiba-tiba muncul dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya, dengan mengacak-acak rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


Santi kembali berbalik menghadap ke arah pintu keluar dan menenggelamkan wajahnya di sana. Sementara Bastio, sama sekali tidak bergeming melihat ekspresi Santi. Ia tetap santai dan berjalan menuju lemari pakaian miliknya.


"Karena kau sudah bangun, siapkan pakaian ku seperti biasanya." Ketus Bastio yang masih mengacak-acak rambutnya di depan cermin.


"Aku tidak mau," Balas Santi tidak kalah ketusnya.


"Hei, kata siapa kau boleh berbuat semaumu?" Ucap Bastio seraya berjalan mendekatinya.

__ADS_1


Karena mendengar langkah kaki Bastio yang semakin mendekat, akhirnya Santi mengalah.


"Stop, baiklah aku akan menyiapkan kan pakaianmu." Ucap Santi yang beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian Bastio sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Dasar, tidak tau malu." Ketusnya di dalam hatinya.


Melihat ekspresi Santi, tentu saja membuat Bastio terkekeh dan bertambah ingin mengerjainya. Bastio berjalan berlahan mendekati Santi dan berdiri tepat di belakang nya.


"Apa yang sedang kau pikirkan? Cepat ambilkan pakaian untukku?" Ucap Bastio dengan lembut, sengaja menggoda nya tepat di telinga Santi.


Santi yang mendengar ucapan Bastio tepat di belakang nya membuatnya kaget dan spontan ingin menghindari nya. Namun, karena Bastio yang sudah dapat membaca situasi nya akan seperti ini, Ia pun dengan sigap melingkarkan tangannya di perut Santi dan menguncinya di sana, membuat Bastio benar-benar dekat dengan Santi atau lebih tepatnya Bastio memeluknya erat dari belakang. sehingga Santi tidak dapat berkutik, hanya bisa meronta-ronta saja.


"Lepas! lepaskan aku, kalau tidak aku a..." Teriak Santi yang ingin melepaskan diri dari pelukannya Bastio.


"Akan apa, haaa? Mana ada orang yang akan mendengarmu, meskipun kau teriak sekuat tenagamu. apa kau lupa, di sini kedap suara?" Potong Bastio Seraya memainkan jarinya di wajah Santi.


"Kau!...kau mau apa sebenarnya?" Ucap Santi sambil terus meronta-ronta agar terlepas dari Bastio.


"Ck. sial." Decak Bastio di dalam hatinya yang secara tiba-tiba melepaskan pelukannya dari Santi, karena Ia merasakan ada yang tidak beres dengan juniornya ketika mendapat respon goncangan tubuh yang di buat oleh Santi.


"Kenapa jadi begini? aku kan cuma menggodanya saja." Gerutu Bastio berlalu menjauhi Santi berjalan menuju sofa, kemudian duduk sambil menyilangkan kakinya di sana sambil memejamkan matanya dan menenangkan pikirannya.


"Ambilkan pakaian santai saja, aku mau keluar sebentar." Ucapnya kepada Santi yang terlihat bingung dengan terus mematung di depan lemari pakaian nya.


Mendengar itu, Santi langsung mengambilkan pakaian Bastio sesuai permintaan nya dan kemudian Ia meletakkan di atas ranjang. sementara itu, Ia ingin segera pergi ke balkon karena Ia malu melihat penampilan Bastio yang seperti ini.


"Siapa yang menyuruhmu meletakkan di sana? bawa kemari? kalau kerja itu, jangan setengah-setengah?" Gerutu Bastio kepada Santi.


"Ia... iya, maafkan aku?" Membawanya mendekati Bastio tanpa menoleh nyadan segera menyodorkan pakaian tersebut kepada pemiliknya.

__ADS_1


"Kau kenapa? biasakan saja, karena kau akan melihatku seperti ini setiap hari." Ucapnya kepada Santi yang seakan mengerti dengan pikirannya Santi.


"What! apa maksudnya? tidak, tidak, tidak mungkin." Celetuknya Santi di dalam hati.


"Maksudnya?" Tanya Santi kepada Bastio ragu.


"Ya kau tidak boleh begitu jika melihat ku seperti ini, kau harus membiasakan nya." Jawab Bastio santai sambil memakai baju yang telah di siapkan oleh Santi. Sementara Santi, jangan di tanya lagi, sudah pasti dia membelakangi Bastio sedari Bastio memakai bajunya sampai sudah selesai.


"Sampai kapan kau akan berdiri di situ? ayo turun? apa kau tidak lapar?" Ucap Bastio kepada Santi sambil beranjak dari tempat duduknya kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Santi yang masih mematung menuju pintu keluar kamar.


Santi yang menyadari nya pun mengikuti langkah kaki Bastio dari belakang. sesampainya di meja makan, Bastio meminta Santi untuk menyiapkan makananya seperti biasanya yang Ia lakukan ketika menjadi bibi sister pribadi Bastio.


"Kau juga, makanlah!" Perintah Bastio kepada Santi.


Mendapat perintah dari Bastio, Santi pun berniat segera beranjak pergi meninggalkan meja makan Bastio. karena biasanya Dia kalau makan bergabung dengan pembantu lainnya.


"Mau kemana?" Tanya Bastio kepada Santi yang melihatnya hendak melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Makan." Jawabnya singkat.


"Kenapa arahmu kesana? mulai sekarang kau makan di sini bersamaku." Jawab Bastio dengan menekankan kalimat nya.


"Apa?...Tapi,..." Jawab nya kikuk.


"Tidak ada tapi-tapi. duduk sini!" Ujarnya sambil menepuk-nepuk kursi yang berada di sampingnya.


Santi masih belum mengerti, dia hanya terdiam mematung di tempatnya semula berdiri. Bastio yang mengerti maksud Santi pun angkat bicara kembali.


"Tunggu apa lagi? Sini? apa mau ku gendong?" Ujarnya Bastio kepada Santi menggoda, dan tentu saja membuat wajahnya memerah.

__ADS_1


"Ti.. tidak, baiklah aku duduk." Jawabnya gugub, sambil melangkahkan kakinya menuju kursi makan yang berada agak jauh dari Bastio.


"ck, siapa yang menyuruhmu duduk di situ? kemari?" Ucapnya hendak berdiri, Namun tidak jadi karena Santi segera berpindah di sebelahnya.


__ADS_2