
Singkat cerita, sejak saat itu hubungan Santi Dengan Doni menjadi semakin akrab. Mita sebagai sahabatnya Juga mulai dekat dengan Doni, bahkan Mita malah menaruh hati kepada Doni. mengingat Doni yang sering mengajari Santi juga dirinya tentang pelajaran yang tertinggal dan mereka juga sering berkumpul bertiga bersama-sama
Sementara Doni sama sekali tidak pernah memberi harapan kepada Mita. justru Doni malah menaruh hati kepada Santi, yang sejak awal membuatnya merasakan adanya perbedaan dengan wanita yang lainnya. Santi yang pemberani dan tidak mudah di tindas meskipun Ia orang tidak mampu. dan berjuang sendiri untuk dirinya sendiri.
Namun, karena Santi yang sudah memiliki hubungan kasih dengan Rangga sebelum kehadiran nya, membuatnya diam dan memilih untuk mencintai dan mengagumi dalam diam. karena sepertinya Santi sangat mencintai Rangga, dan tidak mungkin Doni merusak hubungan mereka yang lebih awal terjalin sebelum dia datang di kehidupan Santi.
Bagi Doni saat itu, dapat terus bersama dan melihat Santi tertawa dan bercanda setiap hari bersamanya saja, sudah membuatnya lebih dari cukup. sehingga Rangga yang mulai curiga tentang kedekatan antara Santi dan Doni pun benar-benar terbukti.
Rangga diam-diam sengaja mengintip Santi dan Doni. Rangga melihat Doni memperlakukan Santi dengan begitu berbeda dengan perlakuan seorang teman yang selayaknya. Doni juga terlihat diam-diam sering mencuri-curi pandang saat Santi sedang tertawa atau fokus dalam sesuatu hal. sehingga membuatnya cemburu dan membuat hubungan Rangga dan Santi semakin jauh.
Santi yang mengganggap Rangga terlalu berlebihan dalam memberi penilaian terhadap Doni sehingga membuatnya cemburu buta dan meragukan kesetiaannya. sebenarnya Rangga tidak meragukan kesetiaannya Santi, hanya saja, Doni yang semakin lama semakin dekat dan semakin mampu membuat Santi nyaman jika berada di dekatnya membuat Rangga sengaja menjauhinya. apalagi mengingat hubungan mereka yang memang mendapat tentangan dari ayah Santi, membuatnya pergi begitu saja tanpa berpamitan dan meninggalkan pesan kepada Santi saat mereka berdua sudah menyelesaikan sekolah SMA nya.
Setelah mereka semua tamat SMA, mereka benar-benar tidak dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya. sementara Doni, kabarnya dia juga melanjutkan pendidikan sarjana nya ke kota asalnya dan meninggalkan ayah serta ibunya. namun, baru satu tahun Doni kuliah sambil bekerja di restoran di waktu separuh hari. Ia mendapat kabar bahwa ibunya di kampung sedang sakit-sakitan. Doni akhirnya pulang ke kampung, dan berniat untuk menjemput ibunya dan akan di bawanya bersamanya.
__ADS_1
Namun, alangkah ironisnya, ketika ia baru saja sampai di rumah nya, dengan mata kepalanya sendiri, Ia melihat ibunya yang sedang sakit parah dan tidak bisa berbuat apa-apa itu, di hajar dan di pukuli ayahnya karena tidak ada makanan saat ayahnya pulang dari tempat perjudian. ibunya yang sudah tidak berdaya dan terkulai lemas di lantai dengan luka lebam di sekujur tubuhnya hanya bisa meneteskan air matanya tanpa bersuara. Ia hanya pasrah dengan perlakuan suaminya terhadapnya.
Doni yang melihat hal itu, tidak terima dengan perlakuan ayahnya terhadap ibunya, lantas dia pun tidak dapat menahan diri lagi. dia mengepalkan tangannya dengan meneteskan air matanya dan meraih apa saja yang berada di dekatnya. dengan berteriak dan mengerahkan seluruh tenaganya, dia menendang ayahnya dan memukulnya dengan kursi yang berada di tangannya.
Doni membabi-buta menghajar ayahnya, sehingga ayahnya lenyap dengan tangannya sendiri. sementara Ibunya yang sudah tidak sadarkan diri karena kondisinya yang melemah karena sakit dan di tambah di hajar oleh ayahnya. Doni kemudian meraung, melihat ibunya yang kritis di hadapannya. Ia meraih tubuh ibunya yang layu, dan di dekapnya ke dalam pelukannya sambil terus menangis dan menciumi ibunya dengan rasa penuh penyesalan karena sudah meninggalkan ibunya sendirian dengan ayahnya.
Dengan bantuan seorang tetangganya yang kebetulan memang memperhatikan kondisi ayah Doni akhir-akhir ini dan juga yang memberi tahukan tentang kondisi ibunya pun segera menghubungi ambulance. namun di tengah perjalanan, ibunya tidak dapat di selamatkan tepat di pangkuannya.
Setelah acara pemakaman ibu dan ayahnya, Doni menyerahkan dirinya ke polisi dan menjalani hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. namun karena adanya keringanan, adanya bukti-bukti yang meringankan hukumannya dan beberapa video tentang kekerasan yang di lakukan oleh ayahnya, Doni bisa menjalani hukuman ringan.
***
"Hahaha, kau tidak perlu takut sayang, lihatlah! aku sudah kembali. apa kau tau? aku tidak akan pernah membuatmu terluka.yang jelas aku tidak seperti Rangga yang pengecut dan aku juga tidak seperti suamimu yang bodoh itu. aku akan memberikan apapun yang kau mau. apapun itu, hahaha." Ujarnya menyombongkan dirinya sendiri sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kau,... kau tau tentang suamiku?" Tanya Santi gugub. dan dianggukkan oleh Doni.
Doni berjalan mendekati Santi yang ketakutan dan tidak berani menatapnya itu. setelah sampai di depan nya dia melipatkan kedua kakinya dan membelai rambut Santi dengan lembut. sementara Santi, yang terduduk lemas di lantai semakin ketakutan dan menenggelamkan kepalanya di bahunya.
"Sayang, ayolah kau tidak perlu takut. aku tidak akan menyakiti mu. karena kau lah wanita satu-satunya yang aku inginkan." Ujarnya dengan lembut, seakan tidak peduli dengan kondisinya yang sudah berhasil membuat Santi ketakutan terhadapnya.
"Kau bukan Doni yang aku kenal." Jawab Santi memberanikan diri. karena tiba-tiba saja Ia teringat senyuman Syakira yang melintas di pikirannya. sehingga membuatnya berani untuk menghadapi pria di depannya.
"Apa yang kau katakan? kaulah yang sudah berubah." Jawabnya santai tanpa merasa bersalah.
"Aku?... Apa yang berubah dariku?" Tanya Santi keheranan.
"Kau sudah melupakan aku. kau juga sudah jatuh cinta kepada suamimu, bahkan kau tidak pernah memberi kesempatan kepada ku saat Rangga meninggalkanmu. kenapa sekarang kau juga tidak bisa menerimaku?" Tanyanya kembali.
__ADS_1
"Ak... aku dan kau hanya tem...teman. iya, kita hanya teman.(gugub) dan sekarang aku sangat mencintai suamiku dan putriku. bukankah kau juga tau hal itu?" Tanya Santi kembali.
"Aaaark, aku tidak perduli dengan semua itu. yang aku mau hanya kau.suamimu, aku akan dengan mudah dan sangat senang hati untuk meleyapkannya."