
Bastio memberanikan diri untuk meraih tubuh Santi membawanya ke dalam pelukannya. kali ini Santi tidak menolak, Ia merasakan kenyamanan ketika menangis di dalam pelukan Bastio hingga kemeja yang di gunakan Bastio terlihat sangat basah. Bastio sedikit merasa lega mendapat respon dari Santi.
" Menangislah! jika itu membuatmu lebih baik." Ucap Bastio kepada Santi sambil mengusap punggung Santi dengan lembut.
"Pok...pok...pok," Aldo tiba-tiba muncul dari balik pintu bersama dengan ayah dan ibunya sambil bertepuk tangan dengan senangnya.
" gitu kan enak liatnya, tidak kelihatan seperti Tom and Jerry. kalau gini terus, rasanya dunia ini milik kalian berdua, dan kami semua ini cuma numpang, hehehe." , Timpal Aldo lagi.
Bastio dan Santi yang kaget, saling melepaskan pelukannya satu sama lain dengan gugubnya. kemudian melihat ke arah suara. Mereka semakin gugub dan saling pandang memandang setelah melihat ayah dan ibu Santi juga sudah berada di ruangan bersama dengan Aldo.
Melihat kedatangan kedua orang tuanya Santi, Bastio lalu meninggalkan Santi di ranjang memberikan ruang kepada kedua orang tuanya Santi untuk lebih dekat dengan nya.
Bastio berpamitan keluar kamar kepada orang tua Santi dan menggandeng tangan Aldo membawanya ikut bersama dengan nya.
"Maaf pak, ibu, saya ada perlu sebentar dengan Aldo." Ucap Bastio kepada kedua orang tuanya Santi.
Ayah dan ibu Santi hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum membalas ucapan Aldo tanda setuju.
"Ayah, Ibu?... Maaf kan Santi," Ucap Santi gugub.
"Sudahlah, tidak perlu kamu meminta maaf, ibu sudah tau dari adikmu Aldo." Jawab ibunya santai sambil tersenyum dan mendekati Santi kemudian membelai rambut Santi dengan lembut.
__ADS_1
"Tapi Bu? sebenarnya bukan sepe..." Ucapan Santi kali ini terpotong oleh ibunya.
"Sayang, Aldo sudah menjelaskan semuanya kepada kita, awalnya kami memang tidak setuju. Namun, sudahlah semua sudah terjadi." Jawab ibu Santi.
"Apa ibu tidak marah?" Tanya Santi sambil meremas selimutnya dan menggigit bibir bawahnya.
Niat hati Santi ingin menjelaskan semuanya, namun Ia juga harus memikirkan kembali, apalagi kalau kedua orang tuanya tau bahwa saat ini Santi sedang hamil, di tambah lagi keadaan mereka memang bukan suami istri, belum lagi kondisi yang sebenarnya mereka tidak menjalin hubungan yang sepesial atau hubungan sepasang kekasih sudah pasti kedua orang tuanya akan marah besar dan sudah pasti akan mengusir nya dari rumah, juga tidak akan pernah memperlakukan Bastio dengan baik nantinya. dan itu sudah pasti akan menambah beban yang baru untuk Santi.
"Untuk apa ibu marah? Awalnya memang ayah sama ibu sangat kecewa, Tapi ibu yakin kamu punya alasan mengapa kamu melakukan ini."Jawab ibunya dengan Santainya dan menunjukkan senyum yang manis.
Berbeda dengan ayah Santi yang terlihat murung sedari memasuki ruangan Santi. ayah Santi hanya bisa mematung dengan bersandar di sofa sudut ruangan tersebut. sambil memijat keningnya perlahan. sementara itu, terlihat sangat jelas dengan pandangan matanya yang kosong.
"Ayah?... bagaimana dengan ayah?.." Tanya Santi kepada ayahnya.
"Sudah lah tidak perlu kamu pikirkan! ayo ibu bantu berbaring! kamu pasti lelah sekali." Ucap ibunya sambil membatu Santi untuk berbaring.
"Setiap rumah tangga itu sudah pasti akan ada masalah, dan kamu tidak boleh seperti ini lagi! apalagi sampai meninggalkan rumah atau suaminya begitu lama. itu sangat di larang oleh agama."
"Belajarlah untuk menyelesaikan sendiri. untung saja suamimu segera menyusul mu kemari, sehingga kami semua jadi tau masalah nya kan? kalau sampai tidak, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. sudah pasti akan menambah permasalahan baru. Daan.. untung saja suamimu belum terlambat menemukan mu, terlambat sedikit saja kamu akan menjadi milik orang lain atas kecerobohan kamu sendiri ini." Ibunya menjelaskan panjang lebar kepada Santi.
Santi yang mendengar ucapan ibunya hanya bisa menangis, Ia benar-benar tidak berdaya dan harus menjawab apa. Dengan berat hati Ia pun akan membicarakan hal ini kepada Bastio. karena akar dari permasalahan ini terjadi oleh karena nya.
__ADS_1
"Bu, boleh Santi memeluk ibu?" Tanya Santi kepada ibunya.
"Dasar anak bodoh! kamu ini bicara apa? aku ini ibumu, sudah pasti kamu boleh memelukku kapan saja kamu mau tanpa harus memintanya." Jawab ibunya sambil tersenyum dan meraih kepala Santi dan meletakkan di pahanya membiarkan Santi tertidur di pangkuannya dan di balas dengan pelukan hangat dari putrinya yang sekarang sudah menjadi milik orang itu.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Santi dan kedua orang tuanya sudah terlelap tidur di dalam ruangan perawatan Santi. sementara Aldo dan Bastio belum ada terlihat kembali setelah siang tadi berpamitan keluar sebentar.Entah apa yang sedang mereka kerjakan hingga sampai selarut ini mereka belum juga kembali. Membuat Santi bertanya-tanya di dalam hatinya.
Sementara di rumah Santi hanya ada Icha seorang diri. Ia merasa ketakutan karena tidak seperti biasanya Ia tinggal seorang diri di rumah. biasanya, setidaknya kalau orang tuanya pulang larut malam pasti ada Aldo yang selalu bersamanya.
"Tring...tring...tring." Suara dering Handphone Aldo berbunyi. melihat No. panggilan yang tertera di layar ponsel Aldo, lalu Ia pun segera mengangkat nya.
"Do, kamu di mana? masih berada di rumah sakit? apa kak Santi baik-baik saja? kenapa tidak ada memberi ku kabar?" Tanya Icha kepada adiknya Aldo beruntun.
"Kakak, apaan sih, satu satu kenapa tanyanya? kebiasaan deh. bingung Aldo mau jawabnya." Jawab Aldo kepada kakaknya Icha dengan nada kesalnya dari ujung telepon nya tersebut.
"Hmmmmm, iya deh iya ! dasar bawel. keadaan kak Santi sekarang gimana? apa sudah baikan?" Tanya Icha mengulang pertanyaan nya kembali.
"Oo, kak Santi sudah baikan. tapi sekarang Aldo sedang tidak bersama nya di rumah sakit. Aldo sekarang sedang bersama kakak ipar sedang menyelesaikan tugas penting. jadi sekarang tidak tahu kondisi kak Santi. "Jawab Aldo santai.
"Maksudnya? kakak ipar siapa?" Tanya Icha yang terlihat kebingungan.
"Ya kakak ipar ku lah, kakak ipar kak Icha juga. kakak ipar kita berdua." Jawab Aldo penuh menyakinkan.
__ADS_1
"Ooo no, maksudnya suaminya kak Santi?.... jangan bilang kalau pernikahan kak Santi di percepat karena kak Santi sedang sakit. Dan jangan bilang kalau kamu juga sudah menyetujui nya dan sekarang kamu sudah berbaikan dan bisa menerima suaminya kak Santi itu sebagai kakak ipar kamu." Jawab Icha yang semakin penasaran dengan semangat nya Ia bertanya kepada Aldo.