TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Seseorang misterius


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai di meja yang telah di pesan oleh Mita. Mereka pun kemudian duduk berdua dan Mita langsung mempersilahkan Santi untuk menikmati hidangan yang memang sudah di persiapkan oleh Mita sebelum mereka datang.


"Makanan sebanyak ini, hanya untuk kita berdua?" Tanya Santi keheranan, sementara Mita hanya tersenyum melihat reaksi sahabatnya.


"Sudah.. makanlah?" Jawab Mita santai dengan masih tersenyum.


"Apa kita bisa menghabiskan makanannya sebanyak ini?" Tanyanya lagi.


"Hmmm," Jawab Mita lagi-lagi dengan gaya Santainya.


Di ruangan lain, Bastio sedang serius mengamati berkas-berkas proyek baru yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. setelah beberapa menit Bastio mengajukan beberapa pertanyaan seputar proyek yang akan berjalan nantinya. karena Ia tidak ingin kerja sama ini hanya akan menguntungkan sebelah pihak saja.


Pertemuan Bastio hari berjalan dengan baik. akhirnya mereka selesai membahas tentang kerja samanya dan Bastio dengan clien nya itu menandatangani surat kontrak bergantian.


"Semoga kerja sama kita ini, akan berjalan lancar dan semoga bisa di perpanjang kontraknya untuk periode yang yang akan datang." Ucap cliennya Seraya menyodorkan tangannya kepada Bastio untuk bersalaman.


"Baiklah, selamat bergabung dengan perusahaan kami. ingat kerja keras untuk mewujudkan nilai kualitas itu lebih penting dari pada mengunggulkan keuntungan. untuk apa mengambil keuntungan besar tetapi hanya dapat di nikmati sesaat. alangkah baiknya jika kualitas kita tingkatkan, maka bukan hanya keuntungan sesaat yang akan kita nikmati, tetapi nilai plusnya adalah orang akan mengenal dan tentunya akan menggunakannya untuk waktu jangka yang panjang." Ucap Bastio menjelaskan.


"Baiklah, terimakasih atas gambarannya. sudah pasti akan terus kami ingat untuk kelangsungan proyek ini. Saya pribadi sangat berterima kasih kepada anda, ternyata saya bertemu dan bekerja sama dengan orang yang tidak salah."


"Meskipun anda masih begitu muda, namun wawasan anda begitu luas. jujur saja, selama ini, kami hanya memikirkan keuntungan besar saja. itulah sebabnya kami sering terjebak oleh situasi, karena kesalahan perusahaan kami sendiri. tapi setelah saya bertemu dengan anda hari ini. anda begitu membuat saya menjadi menambah ilmu dalam dunia bisnis ini. sekali lagi terimakasih." Ucap cliennya bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Tidak masalah. sungguh itu bukan apa-apa, memang seperti itulah seharusnya dalam berbisnis kan? apalagi jika kita berkerja sama, sudah pasti kita saling memberi masukan. untuk kedepannya jika anda dalam kesulitan. jangan sungkan untuk berbagi dengan saya. saya pasti akan luangkan waktu untuk anda." Jawabnya santai dan sangat tenang, tergambar jelas bahwa ia adalah seorang bos yang memiliki kharisma.


"Sungguh itu suatu kehormatan bagi saya tuan, jika Anda meluangkan waktu anda yang sudah pasti padat hanya untuk mendengarkan keluhkan dari saya yang hanya pemilik perusahaan kecil saja." Ucapnya dengan sangat senang dan sopan.


"Anda terlalu berlebihan dalam memberi penilaian terhadap saya." Jawabnya santai sambil tersenyum.


"Tidak tuan, sungguh anda adalah orang yang sangat dermawan hati. saya sangat beruntung bisa bertemu langsung dan bekerjasama dengan anda. sekali lagi terimakasih." Ucapnya kembali.


"Hmmm, sudahlah. ayo kita nikmati hidangan nya ini, mumpung masih hangat." Ucap Bastio mengakhiri percakapan nya, dan tentu saja segera di anggukkan oleh orang yang ada di sana. dan kebetulan juga makanan baru saja selesai di hidangkan oleh pelayan restoran tersebut.


Mereka menyantap makanan mereka masing-masing. saat ini Bastio bersama dengan sekertaris nya Lani. sementara rekannya juga di temani oleh sekretaris pribadinya yang perempuan juga. jadi mereka saat ini menghadiri pertemuan dengan jumlah empat orang. sebenarnya Bastio ingin mengajak Diki. namun karena ternyata ada jadwal pertemuan bersamaan, dan tidak bisa di undur, maka mereka melakukan pertemuan masing-masing kali ini.


Di tempat Santi.


"Mak... maksudmu?" Tanya Santi semakin gugub, dia takut kalau Mita berhasil mengorek pribadinya saat ini.


"Eheeem, sudahlah aku hanya bercanda." Ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan. karena Mita tau betul karakter sahabatnya itu. namun Ia memaklumi, mungkin dia belum akan menceritakan masalahnya di pertemuan pertamanya ini. tetapi dia sangat yakin, suatu saat nanti, Santi pasti akan mencarinya dan menceritakan masalahnya dengan sendirinya.


"Hmmm, nomor ku sudah kau simpan kan?" Tanya Mita basa-basi. karena dia melihat Santi sudah terlihat murung.


"Ehm, sudah." Jawabnya singkat sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ingat kalau ada apa-apa, jangan ragu-ragu memencet nomor itu. ok!" Ucapnya sambil tersenyum mengejek.


"Terimakasih." Jawabnya sambil membalas senyuman sahabatnya.


"Oo iya aku mau ke toilet dulu ya? Jangan ke mana-mana, tunggu aku kembali ok!" Ucap Mita sambil berdiri dari tempat duduknya kemudian segera bergegas menuju kamar mandi.


"Iya, baik cepatlah." Jawab Santi.


Mita berlalu meninggalkan Santi sendirian di tempat itu. karena bosan Santi mengambil tasnya hendak mengambil telepon miliknya. Santi merogoh tasnya mencari letak telepon nya tersebut. ketika Santi sudah menemukan barang yang Ia cari Ia hendak mengeluarkan nya, namun entah apa yang terjadi tiba-tiba pandangan nya gelap seperti ada tangan kekar seseorang yang menutupinya. kalau menurut pridiksinya seperti tangan seorang lelaki.


Seketika Santi mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan telepon nya dari dalam tasnya. Ia tarik tangannya dan mengikuti instingnya mencari dan memegang tangan seseorang yang menutupi matanya dan berniat ingin melepaskan nya.


"Si.. siapa ini? Tolong lepaskan tangan anda, karena aku tidak bisa melihatnya. tolong, aku sedang tidak bercanda." Ucap Santi kepada seseorang yang menurutnya misterius itu.


Mendengar ucapan Santi, seseorang tersebut bukanya melepaskan tangannya malah mendaratkan ciuman nya di pipi kanannya. sehingga membuat Santi menjadi marah dan meronta-ronta ingin melepaskan tangan seseorang misterius yang telah menutupi pandangan nya itu.


"Kurang ajar kau. berani-beraninya kau menciumku. lepaskan! aku akan membuat perhitungan kepada mu. lepaskan, aku bilang!" Teriak Santi yang mulai tersulut emosi nya karena mendapat serangan ciuman mendadak dari seseorang yang tidak Ia kenal itu. dan kemudian Ia pun beranjak dari tempat duduknya tersebut. dengan demikian tentu saja membuat mereka berdua saat ini terlihat berdiri sejajar seperti sedang berpelukan dari belakang.


Di saat yang bersamaan, Bastio terlihat sedang menuruni tangga. awalnya Bastio tidak memperhatikan kedua orang tersebut karena jaraknya masih terlalu jauh. namun langkah Bastio beserta rombongan nya itu semakin lama semakin mendekat ke arah di mana Santi dengan seseorang misterius tersebut.


"Tuan saya sungguh beruntung hari ini." Ucap rekan kerja barunya dan baru bergabung dengan perusahaan nya itu.

__ADS_1


"Sudahlah. lupakan." Jawab Bastio santai dengan perasaan tenang.


Melihat reaksi Santi seseorang misterius itu kemudian ia segera membalikkan tubuh Santi dan menatapnya dengan penuh suka cita dan terukir jelas senyuman yang manis di sana.


__ADS_2