TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Bab III Panik


__ADS_3

"Astagfirullah...., Den ayu? ada apa ini? kenapa Den ayu di lantai. ya Allah Non Syakira?" Ucap Mbok Minah gugub melihat majikan mudanya terkulai lesu di lantai dan Syakira menangis histeris sambil berguling-guling di ranjang dan hampir terjatuh tanpa di perduli kan oleh Mama nya. Mbok Minah kemudian menggendong Syakira dan mencoba menenangkannya. setelah Syakira sudah mulai mereda dan sedikit tenang mbok Minah memperhatikan Santi dengan posisi masih melamun lesu tidak berdaya di lantai.


"Den ayu? ada apa?" Tanya Mbok Minah gugub kepada Santi.


"Ibu,...ibu( terbata-bata).aku harus pulang ke kampung sekarang juga. iya aku akan kekampung Mbok. tolong jaga Syakira, aku harus pulang sekarang." Jawabnya gugub setelah sadar. kemudian ia langsung bergegas pergi meninggalkan kamarnya sambil berlari tanpa berpamitan atau memperdulikan Mbok Minah dan Syakira.


Mbok Minah kebingungan dengan tingkah majikannya itu, saat Ia hendak bertanya pun di urungkannnya karena Santi yang sudah panik dan bergegas pergi meninggalkan nya di kamar dengan putrinya Syakira.


Mbok Minah berusaha mengejar Santi sambil menggendong Syakira. namun karena langkah Mbok Minah yang sudah lamban pun tertinggal oleh Santi yang langkah nya jauh lebih enerjik.


Mbok Minah memanggil salah satu pembantunya dan memberikan Syakira untuk menjaganya sebentar. setelah Mbok Minah memberikan Syakira kepada salah satu pembantunya pun bergegas menuju ruang tengah mengambil telepon rumah untuk menghubungi Bastio.


Berkali-kali Mbok Minah mencoba menghubungi majikan mudanya, namun tidak ada respon dari sang pemiliknya. Mbok Minah semakin panik. tanpa pikir panjang, kemudian Ia menghubungi Mita sahabatnya Santi.


"Assalamualaikum Non Mita?" Salam Mbok Minah gugub setelah panggilan telepon nya mendapat respon dari pemiliknya.


"Waalaikum salam, Mbok. tumben sekali Simbok menghubungi Mita. apa ada yang bisa saya bantu? atau Mbok Minah di suruh menghubungi saya oleh Santi? dasar anak ini benar-benar keterlaluan." Ucap Mita mencerocos panjang lebar yang langsung bisa mengenali suara Mbok Minah. sehingga membuat Mbok Minah tidak memiliki ruang untuk menjelaskan niatnya menelfon dirinya.

__ADS_1


"Hmmm, bukan Non. bukan seperti itu. justru saya yang memang sengaja menelpon Non Mita." Ujarnya panik.


"Ooo, begitu. baiklah katakan saja Mbok, ada apa?" Jawabnya to the poin kepada Mbok Minah.


Dengan gugub Mbok Minah mencoba menjelaskan pelan-pelan kepada Mita. Mbok Minah menceritakan semua tanpa terlewatkan sedikit pun kejadian yang dia lihatnya hari ini tentang Santi. Mbok Minah pun meminta tolong kepada Mita untuk menghubungi Bastio. Ia juga bilang, sebelumnya Ia sudah menghubungi Bastio, namun tidak ada jawaban darinya. maka tidak ada jalan lain untuk Mbok Minah menghubungi Mita. karena menurut Mbok Minah, Mita Selain dekat dengan Santi juga sudah di anggap bukan orang lain di keluarga Bastio.


"Baiklah Mbok, Mbok Minah sekarang tenang saja, dan tidak usah panik. urusan Bastio dan Santi biar aku yang urus. sekarang tolong jaga Syakira untuk beberapa hari kedepan." Pesan Mita kepada Mbok Minah setelah paham dan mengakhiri obrolan nya melalui telepon tersebut.


Sesuai dengan janji Mita kepada Mbok Minah. akhirnya Mita segera menghubungi nomor ponsel Bastio. namun benar saja, persis seperti yang di katakan oleh Mbok Minah. Bastio tidak mengangkat panggilan telepon nya tersebut.


Karena merasa ada yang mengganjal di pikiran Mita, akhirnya Mita menghubungi Dimas untuk segera menjemput nya di tempat kontrakan nya. Dimas yang tidak tau apa-apa pun berfikir kalau Mita sengaja mengajaknya ketemuan untuk sekedar jalan-jalan atau makan-makan di tempat yang telah di siapkan oleh Mita.


***


Di kantor


"Bos," Ucap Diki yang dengan sengaja menyenggol kaki bosnya bawah, karena sedari tadi Bastio terlihat sedang melamun dan tidak konsentrasi di sepanjang rapat di mulai hingga berakhir.

__ADS_1


Bastio yang kaget mendapat serangan dari Diki yang duduk di sampingnya pun lantas membulatkan matanya tanda tidak senang. kemudian bertanya apa maksudnya Diki melakukan itu kepadanya dengan mamakai bahasa isyarat. Diki yang paham pun langsung menjawab dengan menggunakan bahasa isyarat juga. bahwasanya Rapat sudah usai dan dia harus mengakhiri atau segera menutup rapatnya untuk hari ini.


"Baiklah saya rasa, rapat kita cukup sampai di sini. kita lanjutkan besok lagi, jika kiranya masih ada yang perlu kita bahas. mengenai produk baru. saya serahkan kepada manajer pemasaran. dan untuk tugas-tugas lainnya, saya kira sudah kita bahas di awal. jadi saya harapkan setiap masing-masing karyawan bisa bekerja semaksimal dan dapat bertanggung jawab susuai dengan tugasnya masing-masing.


Bastio yang baru saja menyelesaikan rapatnya segera bergegas menuju ke ruangan kerjanya untuk mengambil telepon miliknya dan hendak berniat pulang. karena selama rapat berlangsung, Bastio sama sekali tidak fokus. entah mengapa ia merasa kwatir dan selalu memikirkan istrinya yang berada di rumah.


Setelah sampai di ruangannya, Ia mengambil telepon nya dan kemudian membukanya. namun, alangkah terkejutnya Bastio. banyak sekali panggilan masuk yang tidak terjawab. Ia kemudian mengecek panggilan tersebut. ternyata semua panggilan tersebut berasal dari panggilan rumah dan panggilan dari Mita sahabatnya Santi.


Tanpa menunggu lama Bastio langsung menghubungi nomor ponsel istrinya dengan perasaan was-was. berkali-kali ia menghubunginya, namun tidak terkoneksi. (Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar area. silahkan tinggalkan pesan.) itulah bunyi dari setiap panggilannya.


"Sial, ada apa ini?" Umpat Bastio kesal.


Karena tidak ada respon dari nomor istrinya, Bastio langsung menghubungi Mita. dan lagi-lagi Bastio Merasa sial, karena nomor Mita selalu sibuk. Bastio lalu langsung meraih jasnya dan kemudian bergegas keluar dari ruangan nya. kebetulan sekali Diki sedang akan memasuki ruangan bosnya, melihat tingkah bosnya yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja pun, Diki langsung paham dan bergegas mengikuti langkah bosnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Diki yang sigab berlari lebih cepat untuk mengambil mobilnya dan memarkirkan tepat di depan tangga keluar gedung mewah milik perusahaan Bastio. Bastio yang mengenali mobil tersebut lalu bergegas masuk kedalam mobil sahabatnya tersebut.


***


Di mobil Dimas dan Mita

__ADS_1


"Hubungi Bastio suruh langsung bergegas menuju kampung Santi!" Ucap Mita kepada Dimas dengan nada sedikit di tekan.


__ADS_2