
Makan malam selesai. Santi hendak membereskan bekas makanan mereka. saat Santi mengambil memulai mengambil tumpukan piring dan mangkuk yang kotor, Bastio melarang nya.
"Biar aku bantu. kemarikan piring nya?" Seraya merebut piring kotor dari genggaman istrinya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Jawabnya, namun piring kotor itu sudah duluan di bawa Bastio ke dapur sambil berlari kecil dan tertawa kegirangan seperti anak kecil yang merebut mainan dari temannya. melihat tingkah suaminya tentu saja membuat Santi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ada apa dengannya? terserah lah." Ucapnya dalam hati.
Santi beralih mengambil sisa makanan yang belum habis dan hendak menyimpannya di lemari. setelah semua selesai, Ia menyusul suaminya hendak mencuci piring. namun tidak di sangka, suaminya sudah terlebih dahulu mencucinya dan menyimpannya di tempatnya semula.
"Kau bisa melakukannya?" Tanya Santi keheranan.
"Ehem, bukankah pekerjaan ini mudah, kenapa aku tidak bisa." Jawabnya sombong, sambil mengedip-kedipkan matanya.
"Hmmmmm, O ya? baguslah. cepat mandilah. kau sungguh bau sekali." Ujarnya sambil menutupi hidungnya dengan jarinya.
"Benar. baiklah aku mandi dulu." Jawabnya sambil berlari ke kamar meninggalkan istrinya yang sedang terkekeh melihat tingkah lucu suaminya.
Santi menyusul suaminya ke kamar untuk menyiapkan pakaian gantinya nya. setelah meletakkan pakaian ganti suaminya ia keluar rumah dan duduk di lantai teras rumah sambil memandangi taman bunga yang ada di apartemen suaminya. meskipun apartemen ini jarang di huni, tetapi untuk perawatan taman, kebun serta rumah tetap ada. setiap tiga hari sekali, pasti tukang kebun itu datang merawat taman dan kebunnya. selain itu istri dari tukang kebun itu juga ikut membantu membereskan apartemen Bastio.
"Kau di sini rupanya?" Tanya Bastio yang tiba-tiba muncul mengagetkan istrinya yang sedang fokus pada salah satu tanaman. dengan posisi berada di depan pintu keluar apartemen nya sambil melipatkan kedua tangan di atas perut nya.
"Kau." Jawabnya spontan karena terkejut.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Bastio lagi.
"Tidak ada." Jawabnya singkat seraya bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menuju pintu masuk meninggalkan suaminya di sana.
"Mau kemana?" Tanya Bastio keheranan karena tiba-tiba saja istrinya meninggalkannya.
"Sholat." Jawabnya lagi sambil terus berjalan tanpa memperdulikan suaminya.
"Ooo," Ucapnya sambil menganggukkan kepalanya tanda paham.
"Sungguh wanita idaman." Ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Bastio memilih untuk duduk di kursi teras sambil memandang jalanan yang ramai oleh pejalan kaki dan sepeda motor yang melintasi rumahnya.karena bosan ia kemudian memainkan ponselnya.
Selesai sholat, Santi keluar ke depan teras lagi menyusul suaminya.
"Ramai sekali jalanan ini?" Ujarnya seraya memandangi jalan di depan rumahnya.
"Tentu saja, ini adalah malam perayaan valentine. jadi ya banyak anak muda yang turun ke jalanan." Jawab Bastio santai.
"Ooo, kelihatannya seru," Ujarnya sambil tersenyum dan berfikir.
" Apanya yang seru?... apa kau juga percaya dengan valentine? dasar kampungan." Ujarnya mengejek.
"Siapa yang bilang begitu?" Jawabnya sambil berlalu keluar ke arah pagar apartemen menuju jalanan.
" Hei, mau kemana? kau tidak tau area sini." Teriaknya kepada Santi.
"Aku bosan, aku mau jalan-jalan." Jawabnya dari balik pintu pagar apartemen.
" Tunggulah! aku temani, aku ambil jaket dulu." Teriaknya sambil berlari ke dalam rumah hendak mengambil jaket nya. dan Santi menunggunya di depan pagar apartemen sambil menikmati jalanan.
"Halo, cewek cantik? sedang apa di sini? ayo ikut Abang naik motor, nanti Abang ajak berkeliling di manapun Eneng mau." Ucap seorang lelaki yang tidak Ia kenal.
"Hei, pergi sana. apa yang kau lakukan di area sini? mau aku cungkil kedua matamu?.." Potong Bastio yang tiba-tiba muncul dan merangkul pundak istrinya.
"Siapa kau, Jangan ikut campur." Jawab lelaki tersebut dengan emosi.
"Oo, berarti kau bukan dari area sini? pantas saja tidak tau siapa kami."
"Pergi sana, kalau tidak aku laporkan kau ke petugas keamanan lingkungan sini. bahwa ada seorang penyeludup yang menggangu kenyamanan sekitar sini." Timpalnya lagi seraya mengambil telepon dan pura-pura menghubungi petugas untuk menakut-nakuti pria itu.
"Tidak-tidak, jangan! baiklah aku pergi." Ucapnya gugub sambil mengengkol keretanya hendak segera pergi dari sana.
"Awas saja kalau aku masih nampak kau berkeliaran di sekitar sini." Teriak Bastio kepada lelaki itu, karena suaranya hampir kalah dengan suara motornya.
"Ayo masuk kita pakai mobil saja." Ujarnya sambil menggenggam tangan Santi membawanya masuk pagar apartemen nya.
__ADS_1
"Tidak mau, aku ingin jalan kaki saja." Jawab Santi sambil menarik tangannya dari genggaman suaminya.
"Di sini sangat berbahaya. apa kau ingin di goda seperti tadi?" Tanya Bastio kembali.
"Aku tidak takut, jika kau menemaniku," Jawabnya ketus sambil memasang wajah cute nya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Apa? benarkah yang barusan aku dengar?" Ucapnya dalam hati.
"Hmmm, kau ini benar-benar keras kepala. baiklah aku tidak bisa menolak. ayo ikuti aku." Ucapnya sambil berjalan santai. dan Santi mengikutinya dari samping.
Sepanjang perjalanan, mereka terdiam kembali. namun tampak sedang memikirkan sesuatu, karena terlihat jelas saat mereka sedang ketahuan diam-diam tersenyum-senyum sendiri.
Bastio membawa istrinya ke danau yang tidak jauh dari area apartemen nya. sesampainya, Santi langsung duduk di kursi panjang yang ada di area danau sambil mengatur nafasnya karena kelelahan. ya wajar saja, karena Santi kan sedang hamil, jadi jalan sedikit saja pasti sudah kelelahan.
"Kau duduklah di sini sebentar." Ucap Bastio kepada istrinya.
"Kau mau kemana?" Tanyanya dengan nafas tersengal-sengal.
"Aku belikan air mineral di depan itu, untukmu." Jawabnya sambil menunjukkan pedagang berbagai jenis minuman.
"Ooo, cepatlah!" Jawabnya mengerti.
Bastio tidak menjawab nya, dan langsung berlari menuju penjual minuman dan segera membeli dua botol air mineral dan tisu. setelah membayarnya Bastio berlari kembali menemui istrinya. sesampainya, Ia bukakan tutup botol minuman untuk istrinya dan memberikan nya kepada nya. Santi yang memang sudah kelelahan langsung meraih botol minuman yang di berikan oleh suaminya dan meminumnya hingga hampir habis.
Bastio yang melihat tingkah istrinya, malah tersenyum sambil mengeluarkan tisu dan mengusapnya di bagian keningnya yang berkeringat dan di lanjutkan ke leher istrinya dengan sangat hati-hati. melihat perhatian suaminya, tentu saja membuat Santi tersenyum dan merasa lega.
"Ternyata dia perhatian juga." Ucapnya dalam hati.
Apa kau sering datang ke tempat ini?" Tanya Santi basa basi.
"Dulu." Jawabnya singkat.
"Apa biasanya seramai ini?" Tanyanya lagi.
"Tidak. Hanya hari-hari tertentu saja." Jawabnya singkat.
__ADS_1
Danau ini sangat ramai dikunjungi oleh para pasangan remaja yang memang sedang merayakan hari valentine.biasanya juga memang ada pengunjungnya, namun tidak sepadat malam ini.