
Beberapa hari ini, terlihat ada perkembangan dalam rumah tangga Santi dan Bastio. akhir-akhir ini mereka bukan hanya sekedar berbicara saja, tetapi Bastio sudah mulai berani menggoda dan sesekali bermanja-manja kepada istrinya, begitu juga sebaliknya. Hanya saja mereka masih merasa gengsi untuk mengatakan yang sejujurnya, bahwasanya sebenarnya mereka saling membutuhkan dan saling mengisi satu sama lain. hingga semakin hari semakin tumbuh rasa cinta di antara mereka berdua. akibat rasa egonya itu, mereka berdua sampai sekarang masih tidur di tempat yang berbeda. karena sudah terbiasa, ini bukan masalah untuk Bastio. Bastio sudah bisa berkomunikasi dengan baik saja itu sudah membuatnya lebih dari cukup.
Untuk hubungan persahabatan antara Santi dan Mita yang sempat terputus karena jarak dan situasi pun kini berangsur membaik kembali seperti semula. Mita sudah tau di mana tempat tinggal sahabatnya Santi. selain itu juga Mita sudah mengetahui bahwa sahabatnya itu sudah bukan wanita biasa seperti yang Ia kenal sebelumnya dan yang paling penting nya sekarang adalah , sahabatnya kini bukanlah wanita lajang seperti dirinya lagi. Mita juga sudah tau bahwa sahabatnya ini telah menyandang status nyonya pemilik pewaris tunggal Admaja Group lebih tepatnya nyonya Bastio. yang harta serta perusahaannya berkerja sama dengan berbagai jenis bidang. untuk hartanya sendiri tidak akan pernah habis jika untuk tujuh keturunannya.
Sahabatnya Mita, sekarang juga sering berkunjung ke rumah Santi. bahkan sekarang Mita juga selalu menemani sahabat nya untuk datang kontrol kandungan setiap bulannya dan menemani sahabatnya pergi ke manapun yang sahabatnya Santi mau. Bastio juga sudah tau hubungan persahabatan antara mereka berdua, untuk Bastio tidak mempermasalahkan hal itu. justru Bastio merasa senang, karena istrinya kini memiliki teman untuk berbagi cerita ketika mengisi kekosongan di kala istrinya sedang bosan.
Untuk Rangga, sejak saat itu Rangga seakan hilang di telan bumi. semenjak pertemuan pertamanya setelah sekian lama bersama dengan kekasih pujaan hatinya semasa putih abu-abu dulu, yaitu Santi. Santi tidak pernah mendapat kabar tentangya lagi. ketika Santi menanyakan keberadaan Rangga kepada Mita, Mita pun menjawab tidak tau. dia juga bilang. semenjak hari itu, mereka berdua tidak pernah bertemu kembali.
Usia kandungan Santi kini beranjak masuk ke bulan ke delapan. Santi dan Bastio tampak begitu senang dan bersemangat dalam mempersiapkan pasca persalinannya nanti. persiapan peralatan baby juga sudah lengkap. Bastio cukup Handil dalam mempersiapkan nya. baik dari tempat tidurnya, pakaian bayi, serta mainan sudah Ia persiapkan jauh-jauh hari. Bastio juga sudah mempersiapkan kamar khusus dan tentu saja di dekor sebaik dan sesuai dengan jenis kelamin baby nya. Bastio memilih cat kamar babynya lebih dominan dengan warna pink, dan di kombinasikan dengan berbagai warna sehingga berbentuk seperti pelangi. Ia juga memberikan stiker dinding berkarakter dari film animasi Frozen. semua itu, di persiapkan dengan sempurna, dia memilih semua itu karena dia tahu bahwa anaknya adalah berjenis kelamin perempuan.
Untuk jenis kelamin, Bastio tidak mempermasalahkannya. yang terpenting baginya adalah kesehatan bayinya dan kesehatan istrinya.
Akhir-akhir ini Santi terlihat lebih sering murung. mengingat kandungannya yang tinggal menghitung hari lagi. Ia tidak tahu harus bersedih atau senang.
Ia senang, akhirnya putrinya akan segera terlahir ke dunia. dan sedih, karena Ia harus meninggalkan putri dan suaminya setelah dua Minggu kelahiran putrinya, sesuai dengan perjanjian yang telah dia buat sendiri. terus terang saja, semakin ke belakang Ia begitu takut kehilangan suaminya. rasa kasih sayang dan perhatian yang di berikan oleh suaminya, ternyata membuatnya bimbang dengan keputusan yang pernah Ia buat. Ia juga tidak rela jika harus kehilangan putrinya yang selama ini telah menemaninya dan tidak pernah sekalipun meninggalkan nya walau hanya sedetik pun. kenapa kini saatnya sudah tiba, putrinya atau buah hatinya yang berada di tengah-tengah kehidupan mereka, dengan tidak tahu nya apa salah Dan dosanya harus menanggung keegoisan orang tuanya.
"Kenapa masih di sini?" Tanya Bastio kepada istrinya yang baru selesai melakukan joging pagi ini. ketika Bastio hendak joging tadi, ia melihat istrinya sedang melamun di balkon. hingga Bastio selesai joging Ia masih menemukan istrinya masih berada di sana.
__ADS_1
"Sudah selesai joging nya? tumben cepat sekali?" Ucap Santi berbalik bertanya kepada suaminya.
"Hmmm, yang benar saja, sudah hampir setengah jam aku joging di bilang nya sebentar. berarti sedari tadi dia melamun." Gumam Bastio di dalam hatinya.
"Umm, karena cuaca pagi ini kurang bersemangat. makanya aku sebentar saja joging nya." Jawab Bastio berbohong.
" Memangnya ada cuaca pagi kurang bersemangat? Cuaca yang kurang bersemangat itu seperti apa?" Tanya Santi polos.
"Dasar anak ini, menggemaskan sekali." Ucapnya dalam hati.
" Ada. dan cuaca kurang bersemangat itu iya seperti wajah mu saat ini." Jawab Bastio bergurau sambil menyentuh hidung istrinya dengan jarinya dan kemudian Ia berlari menuju kamar mandi.
Bastio yang mendengar teriakkan istrinya malah semakin terbahak-bahak di dalam kamar mandi.
"Siapkan baju santai saja, aku tidak ke kantor hari ini!" Teriak Bastio kepada istrinya dari dalam kamar mandi.
Santi yang mendengar perintah suaminya, segera bergegas menyiapkan pakaian yang di minta oleh suaminya dengan susah payahnya. karena perutnya yang semakin besar tentu saja membuat nya tidak bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya.
__ADS_1
Setelah menyiapkan pakaian suaminya, Santi duduk bersandar di ranjangnya sambil tersenyum dan mengelus-elus perutnya dengan lembut yang sudah membesar itu. kemudian Bastio juga sudah selesai mandi, Ia pun kembali ke kamarnya dan hendak berniat memakai pakaian nya.
"Apa ada masalah dengan baby nya?" Tanya Bastio kepada istrinya. karena dia khawatir melihat istrinya yang tiba-tiba membelai perutnya.
"Tidak ada, dia hanya ingin di belai sebentar." Jawab Santi sambil tersenyum dan tidak memperhatikan suaminya sama sekali.
"Benarkah? apakah dia juga ingin papanya membelai nya?" Tanya Bastio yang langsung duduk di sejajar dengan istrinya.
"Tidak. kau pakailah pakaian mu dulu. dasar tidak tau malu!" Celetuk Santi sambil melihat suaminya dengan sinis.
"Yaaa, kau benar-benar keterlaluan pelitnya. aku kan juga mau membelai putriku." Jawabnya protes dan kemudian segera bangkit dan mulai memakai pakaian nya satu persatu.
"Mimpi saja kau sana!" Jawab istrinya ketus.
Bastio memang sudah terbiasa memakai pakaian nya di depan istrinya. istrinya sekarang juga sudah tidak merasa malu ketika melihat suaminya memakai pakaian di depannya. malah kadang kala Bastio sengaja bermanja-manja dengan istrinya, supaya mau memakaikan pakaian nya untuk dirinya.
"Kenapa tidak ke kantor hari ini?" Tanya Santi kepada suaminya.
__ADS_1
" Huuum, ... Ada deh..." Jawabnya singkat sambil tersenyum nakal.