TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Santi berhenti bekerja


__ADS_3

"Mbok, saya titip Santi ya ? selama aku tidak ada di rumah kalau ada apa-apa tolong kabari saya." Pesan Bastio berpesan kepada Mbok Minah.


"Ooo iya, seperti nya hari ini juga hari terakhir terapinya Santi sama dokter psikiater nya itu. jadi jangan lupa untuk mengontrol dan mengingat kannya untuk meminum obatnya." Tambah Bastio.


"Den en Tio perhatian sekali Sama Santi?" Goda Mbok Minah kepada tuan mudanya tersebut.


"Mbok, Mbok! memangnya kalau Simbok yang sakit saya tidak melakukan Simbok sama dengan Santi?" Jawab Bastio mengelak agar Mbok Minah tidak berpikir yang tidak-tidak.


"Ehmmmmm iya, ya den? memang Aden itu orang yang sangat baiiiiiiik sekali. saya bangga menjadi pengasuh Aden. Tuan dan Nyonya besar pasti juga bangga ya den?" Sambung Mbok Minah kemudian.


"Hmmm Simbok sudah mulai lagi. sudahlah Mbok nanti saya bisa terlambat. saya pamit dulu ya Mbok?" Bastio berpamitan kepada Mbok Minah dan berlalu meninggalkan Mbok Minah di ruangan dapur tersebut.


"Iya Den. hati-hati. jangan lupa jaga kesehatan Aden ya?" Mbok Minah menjawab sambil berlari mengikuti langkah kaki majikannya itu dari belakang.


Sepanjang perjalanan menuju bandara sampai sampai ke Singapore, Bastio merasakan ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. entah apa yang terjadi tapi Dia benar-benar tidak bisa tenang dan fokus terhadap pekerjaan nya saat ini.


Hingga acara pertemuan hari berahir, Bastio masih tidak merasa tenang. namun karena pekerjaan yang benar-benar menumpuk bembuatnya tidak bisa menghubungi siapa-siapa.


Bastio berusaha fokus terhadap pekerjaan nya agar cepat selesai dan bisa dengan cepat pulang ke tanah air.


Keadaan di rumah Bastio siang tadi.


Setelah Simbok memberikan obat dan memberitahukan kalau tuan mudanya sedang tidak berada di rumah. Santi mengambil kesempatan untuk menyusun pakaiannya dan berniat akan pulang ke kampung.


Santi tidak ingin berlama-lama berada di rumah Bastio tersebut, apalagi setelah kajadian waktu itu membuat nya hampir kehilangan akal sehatnya.


Setelah selesai merapikan pakaiannya, Santi pun menulis surat pengunduran dirinya kepada Bastio yang akan Ia titipkan kepada Mbok Minah.


Santi keluar kamar mencari keberadaan Mbok Minah. setelah hampir mencari ke seluruh ruangan akhirnya Santi menemukan Mbok Minah yang sedang membersihkan kebun sayur yang berada di belakang rumah mewah tersebut.

__ADS_1


Santi menghampiri Mbok Minah yang sedang asik mencabuti rumput liar sambil bergeming Jawa.


"Tak lelo, lelo lelo lenggong. wong bagus seng bagus Dewe." Mbok Minah bernyanyi dengan riangnya.


"Ternyata suara si Mbok bagus juga ya mbok? saya jadi tenang teringat sama ibu saya di kampung. rinduuu rasanya. jadi pengen cepet-cepet pulang." Sambil tersenyum getir Santi menahan pedihnya hati sambil melihat ke sembarang arah.


"Eeeh cah ayu, sudah bisa keluar tooo. syukur Alhamdulillah ya ndok? cah ayu bisa saja memujinya, suara Simbok yang kayak radio bobrok ini di bilang bagus.


"Serius Mbok. suara Simbok memang bagus loo saya saja seneng dengarkan nya mbok!' Jawab Santi menyakinkan Mbok Minah.


"Matur nuwun kalo begitu cah ayuuu?" jawab Simbok.


"Iya Mbok sama-sama. Oooo iya mbok saya boleh gak Mbok pulang kampung sebentar, saya rindu sekali dengan keluarga saya di kampung Mbok? boleh ya mbok, janji saya tidak lama-lama." Santi menyakinkan Mbok Minah agar di perbolehkan pulang kampung sebentar saja.


Santi tidak berani bilang yang sebenarnya kalau dia pulang kampung ini tidak akan kembali lagi ke rumah Bastio lagi. cukup Bastio saja yang berhak tahu kalau dia ingin berhenti dari pekerjaannya tersebut.


karena menurut Santi hanya Bastio yang tau masalah yang sebenarnya. Santi tidak ingin jika niatnya ingin berhenti dari pekerjaannya di ketahui oleh Mbok Minah tersebut. pasti Mbok Minah akan bertanya kenapa alasannya Santi ingin berhenti bekerja.


"Boleh cah ayuuu, tapi ingat jangan lama-lama. den Tio pasti sangat membutuhkan kamu. apalagi sekarang den Tio sudah sibuk bekerja. pasti dia belum terbiasa dengan semuanya kalau tidak ada kamu."


"buktinya tadi pagi saja saya perhatikan, pakaiannya itu tidak senada dengan setelan kemejanya. berbeda dengan penampilan Tuan besar yang memang sudah terbiasa menyiapkan perlengkapan sendiri meskipun Nyonya sedang tidak berada di rumah."


"Mudah-mudahan besok kalau den Tio punya istri, istrinya yang sabar dan baik juga cantik dari luar dan dalam seperti Nyonya atau seperti kamu ndok cah ayu."


"Deg deg deg." tiba-tiba saja jantung Santi berdecak kencang.


"Simbok bisa saja bercanda nya, saya itu siapa dan den Tio itu siapa Mbok? kami sudah pasti jelas berbeda?" Jawab Santi gugub sambil menahan rasa sesak di dadanya.


"E'ee la dalah, kalau itu jodoh kita tidak tau ndok? "

__ADS_1


"Jodoh itu tidak memandang status. kalau memang jodoh menyebrang lautan pun bakal di lakoni." jawab Mbok Minah optimis.


"Iya deh Mbok Iya, Santi percaya."


"Ooo iya Mbok, bisa tolong Titip pesan ini? tolong berikan surat ini kalau den Tio sudah pulang ya mbok?" Pinta Santi kepada Mbok Minah.


"Apa ini," Tanya Mbok Minah kebingungan.


"Bukan apa-apa Mbok, tolong kasihkan ya?" Jawab Santi kemudian.


"Memangnya kamu cah ayu pulang kampung nya berapa lama kok pake kirim surat sama den Tio. kenapa tidak menghubunginya saja lewat telepon to ndok cah ayu?" tambah Mbok Minah.


"Hmmm tidak papa Mbok saya kirim surat saja."


"Mungkin satu Minggu saya kemampungnya Mbok." dengan gugub Santi menjawab pertanyaan si Mbok Minah tersebut.


lagian aku kan selama tiga bulan bekerja di sini belum pernah pulang sama sekali. maklumlah lah Mbok saya kan belum pernah marantau. ini baru pertama kalinya Mbok.


"Yowes hati-hati dijalan, terus jangan lupa cepat kembali? karena kalau cah ayu lama-lama di kampungnya pasti ada yang kangen."


"karena tidak ada lagi yang di intip ya, hihihi." tambah Mbok Minah kemudian.


"Maksud Simbok apa?" Tanya Santi. penasaran dengan apa yang barusan Mbok Minah ucapkan.


"Beneran mau tau tooo." Goda Mbok Minah kepada Santi.


selama ini ternyata Mbok Minah diam-diam mengintip tuan mudanya tanpa sepengetahuan Bastio kalau dia sering datang dan menjenguk Santi ketika Santi tertidur.


Awalnya Mbok Minah curiga dengan apa yang dilakukan oleh Tuan Mudanya tersebut, sehingga mengikuti dan mengintipnya dari pintu kamar Santi. karena setiap Bastio masuk ke kamar Santi Bastio tidak menutup kamar Santi sepenuhnya.

__ADS_1


Karena yang dilakukan majikannya itu hanya sebatas kewajaran saja. melihat Santi dari jauh dan merapikan selimut Santi saja, membuat Mbok Minah lega dan tidak berfikiran macam-macam.


__ADS_2