TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Bolehkah?


__ADS_3

Santi tidak kuasa membendung air matanya mendengar penuturan suaminya yang tulus dari hatinya. apalagi ketika suaminya mengakui kesalahannya Ia lalu menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Santi. meskipun ia berusaha tegar, tetapi dari suaranya, Santi tau kalau suaminya sangat menyesalinya.


Santi memeluk suaminya dengan erat penuh kehangatan. sementara Bastio hanya bisa mematung tanpa membalas pelukan istrinya.


"Cukup, sudah cukup! (terisak) aku tidak ingin mendengarnya lagi. biarlah itu menjadi cerita kita di masa tua. dan berjanjilah kau tidak akan mengulangi dan melakukan hal yang sama untuk kedepannya."


"Seperti apapun hubungan kita kedepannya, anggap saja di antara kita tidak pernah terjadi apa-apa, aku sudah memaafkan mu." Ucapnya lagi dengan masih terisak.


Bastio mengangkat kepalanya dan membalas pelukan istrinya, kemudian Ia mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Maafkan aku? maaf. hanya yang itu bisa aku katakan sekarang.aku terima jika kau membenciku" Ucapnya Seraya mengecup pucuk kepala istrinya berkali-kali. sementara Santi mulai terisak di pelukan suaminya.


"Menangislah... sepuas-puasnya. aku akan menemanimu." Ucap Bastio kepada istrinya dengan mengeratkan pelukannya.


Beberapa menit Santi menangis di pelukan suaminya. suaminya begitu Sabar menunggu istrinya. tangisan Santi kini sudah mulai reda. dan hatinya pun sudah merasa lebih tenang. Bastio mengangkat dagu istrinya dan mengelap air mata istrinya dengan lembut.


"Setelah ini, kau tidak boleh mengeluarkan air mata yang berharga ini. ini adalah air mata yang terakhir dalam hidupmu. pokoknya, jika ada orang berani membuatmu menangis, dia akan berhadapan dengan ku. apa kau mengerti?" Ujarnya seraya memegang kedua pipi istrinya. sementara Santi hanya menganggukkan kepalanya sambil berusaha tersenyum.


"Mau pulang?" Tanya Bastio kepada istrinya. dan dianggukkan kepalanya tanda setuju.


Bastio bergegas berdiri dan meraih tangan istrinya untuk membantunya berdiri. mereka berdua kembali ke apartemen. karena Santi yang merasa lelah meminta kepada suaminya untuk mampir ke sana. dan Bastio pun menyetujuinya.


"Apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Bastio kepada istrinya yang sedang berdiri melamun di depan jendela kamar apartemennya dan istrinya pun menggelengkan kepalanya.


"Kenapa masih melamun? apa ingin jalan-jalan?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Tidak, aku masih sangat lelah." Jawabnya lesu, kemudian Ia membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju kasurnya.


kemudian ia duduk bersandar pada dipan dan menselonjorkan kakinya di sana. dan Bastio menyusulnya, kemudian duduk di depan kaki istrinya


"Sini aku pijat kakimu." Seraya mengangkat kedua kaki istrinya dan di letakkan di pangkuannya kemudian Ia mulai memijit kaki istrinya dengan lembut.


"Bagaimana?" Tanya suaminya.


"Kenapa kau sangat peduli dan perhatian kepadaku." Ujarnya dalam hati.


"Enak sekali." Jawabnya sambil terpejam.


"Ayo istrirahat lah. betulkan posisi tidurmu! aku akan pesan makanan sebentar." Ucap Bastio, sambil berdiri lalu membantu istrinya untuk tidur dengan posisi yang nyaman.


" Aku tidak mau tidur sendirian. Temani aku?" Ucap Santi merengek.


"Baiklah. aku duduk di sofa." Ujarnya sambil melangkahkan kakinya menuju sofa.


"Tidak mau, kau temani aku di sini." Ujarnya sambil menepuk-nepuk kan ruang di samping nya dengan susah payahnya menggeser tubuhnya dan memberi ruang untuk suaminya agar tidur di sebelahnya.


"Hiiis, bagaimana ini?" Ujarnya kebingungan dalam hati. namun dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menuruti kemauan istrinya sambil menelan Salivanya.


Bastio mulai merebahkan tubuhnya di ranjang samping istrinya. sementara itu jantung nya mulai berdetak sangat kencang. karena selama ini dia tidak pernah sama sekali tidur bersebelahan dengan istrinya, apalagi sesuai permintaan nya sendiri. Bastio sudah berada di sebelah istrinya. kemudian Santi bangkit dari tidurnya dan mengambil tangan suaminya dan kemudian Ia tidur kembali dengan berbantalkan tangan suaminya. setelah itu Santi kembali meletakkan tangannya di dada suaminya. sehingga ia merasakan kalau jantung suaminya sedang berdetak kencang. dan Ia pun tersenyum.


"Aku ingin memeluk mu seperti ini, sebentar saja." Ucap Santi dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Kenapa harus sebentar? kau boleh memelukku sesuka hatimu dan kapan saja kau mau." Jawabnya sambil meraih tangan istrinya dan membalas pelukan istrinya dengan lembut dan mengecup keningnya.


"Kenapa kau baik sekali kepadaku?" Tanya Santi sambil terpejam.


"Apa yang kau katakan, kau itu istriku. tentu saja aku baik kepadamu dan aku juga akan melindungi mu." Jawabnya sambil mengecup kepalanya Santi.


"Benarkah?" Tanya Santi menyakinkan.


"Apa kau meragukan ku?" Tanya Bastio kepada Santi yang beralih menindih tubuh istrinya untuk menyakinkan istrinya. dan istrinya yang melihat pergerakan suaminya pun kaget. namun Ia tersenyum setelah melihat wajah suaminya.


Melihat istrinya tersenyum membuat Bastio merasa senang dan Sepontan dia menciumi kedua pipi istrinya berkali-kali. sehingga membuat istrinya merasa geli dan meminta suaminya untuk menghentikannya.


Mendengar permintaan istrinya, Bastio langsung menghentikan ciumannya dan menatap wajah istrinya dengan lembut.


"Bolehkah aku..." Tanya Bastio kepada istrinya namun belum selesai Ia menyelesaikan kalimatnya istrinya yang paham langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu tanda setuju.


"Benarkah?" Tanya Bastio lagi.


"Tapi pelan-pelan, aku takut." Jawabnya sambil tersenyum malu-malu.


"Baiklah, aku akan berhati-hati." Jawabnya gugub, karena saking senangnya akhirnya dia bisa menyalurkan nafsunya yang sedari tadi ia tahan dengan wajah yang mulai memerah menahan rasa tersebut.


Bastio kemudian bangkit dan segera membuka bajunya dan tanpa ragu lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir istrinya kemudian mencium dan ******* bibir istrinya dengan lembut. Santi yang baru pertama berciuman dengan lawan jenisnya pun awalnya tidak bisa mengimbangi suaminya, namun setelah suaminya mengulang-ulang berkali-kali membuat nya paham dan dengan mudah dia mengimbangi permainan suaminya hingga mereka berdua saling melepaskan karena sudah kehabisan nafas.


Bastio beralih mengecup pipi dan turun ke leher dan berpindah di tengguk istrinya sambil tangannya menjelajahi tubuh istrinya dan membuka kancing baju istrinya satu persatu. sambil terus memberi kecupan dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya di sana. hingga terjadilah olahraga panas di siang bolong di apartemen itu. dan tentu saja olahraga panas yang pertama kalinya atas dasar mau sama maunya, antara suami istri yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan sama sekali.

__ADS_1


Bastio melakukannya dengan sangat hati-hati, karena dia tidak ingin menyakiti istrinya, karena dia tau pasti akan terasa sakit jika di paksakan. karena istrinya yang sejak kejadian malam itu mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri sama sekali meskipun mereka sudah menikah dan sah menjadi suami istri hingga kandungan Istrinya sudah menginjak usia kandungan tua, Ia juga tidak ingin menyakiti putrinya yang masih dalam kandungan Istrinya.


"Terima kasih?" Ucapnya sambil mengecup kening istrinya dan merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya karena kelelahan.


__ADS_2