TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Latihan Malam Ini


__ADS_3

"Ba.. baiklah. aku mengerti." Jawabnya lemas.


"Tap...Tapi, kenapa kita harus satu kamar? kita kan belum menikah? baru besok kan?" Ucapnya lagi, dengan ragu.


"Memangnya kenapa? anggap saja kau sedang latihan malam ini, semacam uji coba." Jawabnya terkekeh karena melihat Santi yang sudah mulai gusar akibat ucapannya itu.


"Apa...(terbelalak), aku tidak mau. hiiie.. menjijikkan." Ucapnya sambil merasa jijik kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Dasar laki-laki mesum." Gerutunya di dalam hati.


Bastio yang memahami apa yang sedang di pikirkan oleh Santi menjadi terkekeh dan berniat ingin mengerjainya lagi.


"Kenapa? haaa, kau keberatan?..." Tanyanya dengan senyuman nakalnya.


"Kau... benar-benar manusia menyebalkan." Geramnya di dalam hati.


"Kenapa diam saja, haaa?" Berlahan berjalan mendekati Santi sedang mematung di tempatnya.


"Heeem, sudah, sudah. jangan bertengkar lagi. Sudah sana, Den Tio pergi saja. sudah jangan menggangu dan menggodanya lagi. Simbok ingin mengobrol lagi dengan menantu kesayangan Mbok." Usir Mbok Minah kepada Bastio seraya meraih tangan Santi yang berada tidak jauh darinya itu untuk mengajaknya kembali duduk di sampingnya.


"Kita belum selesai ya? nanti kita lanjutkan lagi." Goda Bastio terkekeh sambil mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan keluar kamar Mbok Minah meninggalkan kedua wanita itu di sana.

__ADS_1


" Kau,..." Teriak Santi tidak terima.


"Heeeis, sudah, sudah jangan di ladenin. seperti itulah watak aslinya, suka mengerjai orang. tidak usah kamu ambil pusing." Ucap Mbok Minah kepada Santi.


"Maksud Mbok?" Yang mulai Penasaran dengan karakter Bastio.


"Den Tio itu memang susah bergaul, makanya dia tidak punya teman banyak. tetapi, apa kamu tahu, kalau dia sudah berteman dengan orang yang menurutnya cocok. dia akan susah untuk meninggalkan nya. dan akan muncul sikap jailnya. ya seperti kamu tadi, sengaja dia mengerjaimu. hehehe." Ucap Mbok Minah menjelaskan kebribadian tuan mudanya yang sudah Ia asuh sejak bayi itu.


"Sialan, berarti dia tadi sengaja mengerjaiku." Decaknya di dalam hati.


"Tapi... apa dia orang nya memang seperti itu Mbok?" Tanya Santi kepada Mbok Minah lagi.


"Iya, tapi percayalah dia itu orang yang bisa di percaya. kamu tidak usah takut. satu lagi, anak itu kalau sudah bercanda dengan seseorang berarti dia sudah mulai cocok dengan orang tersebut. baik untuk sekedar berteman, atau bisa jadi dia mulai suka." Ujarnya menyakinkan keraguan yang ada pada Santi.


Namun sebagai orang tua, tentunya Mbok Minah memberi pengertian kepada keduanya, mengingat kondisi Bastio yang tidak memiliki siapa-siapa lagi. maka sebagai pengasuh nya, Ia tentu saja akan ikut handil dalam kehidupan Bastio yang sekarang ini.


Selain menjaga nama baik Bastio, Mbok Minah juga mengajarkan tentang tanggung jawab kepada anak angkatnya tersebut. Ia juga mengajarkan akan menjaga sebuah kehormatan seorang wanita. dibalikkan saja, andai jika hal ini terjadi kepada sesama wanita seperti ( kita sendiri, adik atau kakak perempuan kita, sepupu perempuan kita atau orang terdekat dekat dengan kita) sudah tentu kita tidak pernah bisa menerimanya.


Santi dan Mbok Minah begitu bahagia dapat berkumpul dan bercengkrama kembali. namun kedekatan antara keduanya semakin terjalin dengan erat satu sama lainya.


Karena keduanya sepertinya sudah mulai lelah, akhirnya Santi berpamitan kepada Mbok Minah untuk kembali ke kamar nya. setelah mendapat persetujuan dari Mbok Minah Santi pun kembali ke kamar Bastio. sesampainya Ia merebahkan tubuhnya di ranjang milik Bastio. Ia berusaha memejamkan matanya. namun Ia tidak bisa.

__ADS_1


Santi merasa sangat gusar berada di kamar Bastio, sudah tentu Ia takut kepada ucapan Bastio yang berada di kamar Mbok Minah tadi. kalimat "(anggap saja kau sedang latihan malam ini, ya semacam uji coba.)" itu selalu muncul dan terus terbayang-bayang di dalam pikirannya, hingga Ia tidak bisa tertidur walau hanya sebentar.


"Sudah malam kenapa kau masih di luar? sungguh tidak baik untuk kesehatan apalagi kau sedang hamil. ayo masuklah, istirahatlah, ini sudah terlalu malam." Ucap Bastio dengan nada lembut yang tiba-tiba muncul yang entah sejak kapan ia masuk Dan memperhatikan Santi sehingga membuat Santi kaget saat sedang duduk melamun di balkon kamar Bastio sambil memandang gedung-gedung tinggi yang menjulang tinggi di depannya.


"Ummmm, kau sudah pulang?" Jawabnya gugub.


"Hmmm," Ucapnya sambil hendak duduk di sebelah Santi.


Santi yang melihat Bastio duduk di sebelahnya menurunkan kedua kakinya yang semula Ia naikkan dan Ia lipatkan seutuhnya di atas sofa itu.


"Cepat kau ganti bajumu dan istirahatlah." Ucap Bastio kepada Santi lembut.


"Kenapa? maksudnya kau mau apa?" Tanyanya gugub, mendengar ucapan ganti baju, tentu saja membuat hati Santi was-was dan gemetaran.


"Sudahlah ikuti saja, ini sudah malam, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu!" Ucap Bastio kepada Santi sambil menatapnya dengan intens.


Santi yang mendapat tatapan seperti itu, membuat Ia semakin gugub dan segera menuruti kemauan Bastio itu. Ia lalu menggambil baju tidurnya dan membawanya ke kamar mandi dan berganti di sana. sementara Bastio masih tetap berada di balkon tersebut hingga Santi selesai mengganti bajunya.


Santi buru-buru naik ke ranjang dan segera memejamkan matanya berpura-pura untuk tidur. namun ternyata Ia tidak bisa tidur juga. setelah hampir dua jam lamanya Santi sudah berada di ranjang tersebut. namun Bastio belum ada kunjung masuk kekamarnya ini.


Kemudian Ia mulai khawatir dan berniat untuk menyusul Bastio kembali. sesampainya Ia terkejut melihat Bastio yang ternyata sudah tertidur pulas di sana. Santi tidak tega melihat nya, Ia kembali ke kamar dan mengambil selimut untuk Bastio. kemudian Ia menyelimuti badan Bastio dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


"Kau sungguh sangat tampan tuan, meskipun sedang tertidur seperti ini. aku tidak tau apakah aku harus senang atau malah sebaliknya, mengingat besok anda akan menjadi suamiku." Bisik Santi sambil tersenyum menatap wajah Bastio dengan lekat.


Santi kemudian menutup jendela dan tirai yang berada di balkon tersebut, dan kembali ke ranjang untuk tidur. karena melihat Bastio yang sudah tertidur, membuat hati nya lega dan akhirnya hanya membutuhkan beberapa menit saja, Santi sudah dapat memejamkan matanya dan tertidur dengan nyenyak di sana.


__ADS_2