TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Gemuk


__ADS_3

Kemudian setelah lulus SMA, Mita melanjutkan pendidikan sarjana nya ke kota. dari semenjak itulah mereka berdua tidak pernah saling bertemu kembali bahkan dalam waktu-waktu tertentu seperti liburan.


Sementara Santi setelah tamat sekolah, Ia sudah mulai bergelut dengan dunia pekerjaannya. Ia merantau berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya. dari menjaga toko kelontong, cleaning servis, pembantu rumah tangga, dan terakhir ia mendaftar menjadi bibi sister di sebuah yayasan situs resmi yang di sarankan oleh teman seperjuangan nya.


Di sela obrolan nya melalui telepon genggam kali pertama ini, adalah selain mengutarakan kerinduan mereka masing-masing dan mengenang masa-masa putih biru dan putih abu-abu juga merencanakan pertemuan untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama mereka berpisah. Sebenarnya Santi ingin menolak pertemuan nya ini, namun Ia tidak bisa karena Mita sangat memaksanya dengan alasan sangat rindu. sementara itu, tidak bisa di pungkiri juga, sebenarnya Santi juga sama dengan sahabatnya itu, sangat merindukan pertemuan ini juga.


Setelah mengakhiri obrolan nya Santi menjadi murung sendiri. bagaimana tidak, Ia tidak tau apa yang akan mereka bahas nantinya. lalu bagaimana juga, jika nantinya sahabatnya itu tau kalau sekarang ini Ia tengah hamil.dia bingung, apakah dia harus menjelaskannya terlebih dahulu sebelum sahabatnya Mita mengetahuinya, atau merahasiakannya saja.


"Ok, jangan telat ya? Nanti aku kirim lokasi nya, bay-bay... sampai bertemu nanti?" Ucap Mita dari balik telepon di akhir perbincangan mereka berdua.


"Ok. bay." Jawab Santi dengan tidak bersemangat.


Setelah Mita mengakhiri panggilan telepon seluler nya kemudian ia juga menelfon seseorang entah siapa.


"Ok, jangan sampai telat. dan ingat kau harus mentraktirku shoping hari ini. karena kalau aku tidak membantumu sudah pasti rencana mu tidak akan berhasil." Ucap Mita mengakhiri panggilan telepon tersebut.


"Aku mengerti." Jawaban dari ujung sebrang telepon itu.


Santi memilih-milih baju dan celana yang akan Ia kenakan nantinya. Ia mencari baju yang sedikit longgar agar dapat menutupi kehamilan nya tersebut. usia kandungan Santi memang sudah menginjak usia lima bulan, maka dari itu hanya sedikit saja perkembangannya dan tidak terlalu besar pada bagian perutnya. hanya saja Ia merasa sedikit lebih berisi di seluruh tubuhnya itu. jika Ia menggunakan baju yang longgar juga tidak terlalu kelihatan besarnya.


Setelah dapat yang Ia cari, kemudian Ia segera memakainya dan turun ke bawah ruangan untuk mencari Mbok Minah karena harus berpamitan.

__ADS_1


Mbok Minah mengijinkan Santi untuk bertemu dengan temanya, namun dengan syarat harus di antar oleh supir pribadinya dan tidak boleh menolak.


Setelah melalui proses negoisasi dengan Mbok Minah akhirnya Santi bisa keluar menemui temannya itu dan berangkat di antar oleh supir pribadinya menuju lokasi yang telah di kirimkan oleh Mita sahabatnya itu.


Sesampainya di lokasi, Santi turun dari mobil mewah nya. namun Ia tidak mau di antar sampai area parkir. Ia meminta kepada supir pribadinya itu turun agak jauh dari tempat yang di tujukan. dan Ia lebih memilih untuk berjalan kaki.


Setelah sampai Santi langsung menuju pelataran gedung mewah yang sesuai dengan alamat yang dituju kan oleh Mita untuk pertemuan nya kali ini.


"Santi...? ayo kemari?" Teriak seseorang dari dalam ruangan yang menjajakan berbagai sajian kuliner itu. karena Santi yang langsung bisa mengenali suara dan paras wajah yang memanggilnya pun lantas berlari kecil menuju ke sumber suara tersebut. sesampainya mereka saling berpelukan melepas kerinduan mereka masing-masing.


"Hei, kau terlihat sangat gemuk sekali. tapi kau sama sekali tidak berubah, percayalah tidak mengurangi kecantikan mu sama sekali. " Ucap Mita kepada Santi yang berada di pelukan sahabatnya, kemudian beralih memegang kedua pipi Santi dan memperhatikan keseluruhan wajahnya Santi dengan intens.


Santi yang mendapat perlakuan seperti itu berubah menjadi gugub dan seketika membuat wajahnya memerah. Ia lalu memundurkan dua langkah badannya dari tubuh sahabatnya. karena dia tidak ingin Mita menyadari perubahan bentuk perutnya saat ini.


"Hei-hei..., lihatlah kau terlihat gugub sekali? ada apa?" Ucapnya kepada Santi seraya mendekatkan wajahnya.


"Aduh, bagaimana aku menjelaskan, tenang, tenang jangan gugub." Ucapnya di dalam hati mencoba mengontrol emosinya.


"Hahaha, aku hanya bercanda. suudah, ayo kita naik." Ucap Mita kepada Santi terkekeh melihat wajah Santi yang mulai salah tingkah. dan segera menuntun dan mengajaknya untuk naik ke lantai atas.


"Huuum, cuma bercanda. syukurlah kalau begitu."Ucap Santi di dalam hati merasa lega dan mengikuti langkah kaki sahabatnya berjalan beriringan.

__ADS_1


" kenapa kita naik ke atas? bukanya lebih nyaman jika kita duduk nya di sana?" Ucap Santi kepada Mita seraya menunjukkan jarinya ke lantai bawah.


"Hmmm, sudahlah ikuti saja. O iya, aku punya kejutan untuk mu? aku yakin kau pasti akan menyukainya." Uca Mita bersemangat.


"O iya,... kejutan apa?" Tanyanya penasaran.


"Surprise dong, kalau aku kasih tau sekarang, berarti namanya bukan kejutan. pokoknya di jamin kau akan menyukainya dan akan berterima kasih sama aku." Ucapnya percaya diri. sementara Santi hanya bisa terdiam sambil tersenyum


"Hei, kenapa penampilan mu sekarang berubah seketika. lihatlah bajumu? mana Santi yang tomboy dulu? cara bicaramu juga sudah berubah." Ucap Mita kepada Santi sambil memegang baju yang di kenakan oleh sahabatnya itu.dan seketika Santi menarik bajunya kembali.


"Me.. memangnya kenapa dengan bajuku yang sekarang? apa ada masalah dengan bajuku? atau tidak cocok aku pakai?" Ucapnya gugub dan berbalik bertanya.


"Bukan,.. bukan begitu. kau itu sudah cantik. jadi pakai baju apa saja ya sudah pasti cocoklah sama mu." Jawabnya santai.


"Tapi, tunggu dulu. kalau tidak salah lihat. bukanya ini pakaian bermerek? kau hebat sekali. pasti gajimu habis untuk membeli pakaian ya? ... hahaha, ternyata kau sekarang doyan shopping juga."


"Benarkah, memangnya berapa harganya?" Tanya Santi kepada Mita.


"Ups, kau ini pura-pura tidak tau atau sedang mengujiku? ya jelas aku tau harga bajumu. kalau diskon saja bisa mencapai tujuh ratusan ribu." Jawabnya sombong. tentu saja membuat Santi kaget tidak percaya. bagaimana tidak, bahkan baju yang Ia pakaipun Ia tidak tau harganya.


***

__ADS_1


Ternyata mereka janjian untuk bertemu di resto King Prize dimana tempat Bastio mengadakan pertemuan dengan klien nya itu. saat ini posisi Bastio berada di ruangan VIP resto King Prize, yang letaknya berada di lantai atas. sementara Santi berada di ruangan kelas menengah yang berada di ruangan lantai kedua. Mita sengaja menunggu sahabat nya Santi di ruang bawah, setelah Santi sampai Mita pun mengajak sahabatnya itu naik ke lantai dua yang sudah Ia pesan itu.


__ADS_2