TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH

TERIKAT PERNIKAHAN YANG SALAH
Manja


__ADS_3

Menjadi mata-mata bukanlah hal yang mudah. namun Ia tidak memiliki pilihan lain. terkadang Ia, harus hati-hati dalam bersikap. karena tugas yang diberikan oleh Rangga bukan hanya dalam kasus sepele. apalagi Rangga adalah seorang pembisnis besar yang berambisi, sudah tentu Ia sering melibatkan Mita didalamnya.


Malam ini Mita Mita sedang menyusun rencana, untuk menyelesaikan tugas barunya. tugas ini termasuk tugas yang rumit, karena ini masalah hati. biasanya Dia bisa dengan mudah dalam menyusun strategi. namun kali ini dia benar-benar kwalahan. karena jika terjadi kesalahan sedikit saja, maka urusannya menjadi rumit.


***


Di apartemen Bastio


"Kenapa belum tidur?" Tanya Bastio kepada istrinya yang meletakkan secangkir kopi di meja tempat nya bekerja.


"Belum bisa tidur." Jawabnya lesu.


"Kenapa?... huum tidurlah, ayo aku antar?" Ajaknya sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Tidak mau, aku ingin di sini menemanimu." Jawabnya sambil duduk di sofa panjang kemudian menyandarkan kepalanya di sana.


"Kau tidak boleh egois. pikirkan bayi mu. ini sudah terlalu malam. tidak baik untuk ibu hamil." Ujarnya dengan nada lembut dan kemudian mengikuti istrinya duduk di sampingnya.


"Lalu apa bedanya selama beberapa hari ini kau tidak pulang? apa kau pikir aku bisa tidur nyenyak? apa kau pikir aku bisa tidur di ranjang?" Ucapnya sambil cemberut dan memalingkan wajahnya dari suaminya.


"Haa, apa aku tidak salah dengar?" Ucapnya dalam hati.


"Iya maaf? jadi sekarang maunya bagaimana?" Tanyanya dengan tersenyum.


"Hmmm (berfikir), temani aku tidur. tapi kau tidak boleh nakal, tidak boleh jail dan tidak boleh bersuara." Rengek nya seperti anak kecil yang ingin di belikan mainan baru. mendengar permintaan istrinya tentu saja membuat Bastio merasa heran tetapi juga tidak bisa menolaknya. kemudian Bastio pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju.


entah kenapa rasanya Santi ingin bermanja-manja dengan suaminya dan dia juga tidak bisa menahannya. mungkin karena bawaan bayi atau rindu atau malah hatinya memang sudah berdamai.


Malam ini Santi tidur di temani oleh suaminya. meskipun mereka tidak melakukan apa-apa, tetapi di dalam hatinya Bastio tampak begitu sangat senang. ia berfikir mungkin ini awal yang baik untuk rumah tangganya kedepan. ia juga tidak berhenti memandangi wajah istrinya dengan tatapan lembut. hingga istrinya benar-benar tertidur.


Setelah Santi tertidur, Bastio kembali menyelesaikan tugasnya dengan semangat. akhirnya tidak membutuhkan waktu lama Bastio dengan mudah dapat menyelesaikan pekerjaan nya, Ia juga merasakan adanya kekuatan setelah istrinya datang menyusulnya ke apartemen.


Keesokan harinya, Bastio masih tertidur dengan pulas nya. sementara matahari sudah mulai menunjukkan sinar kebesarannya. Santi sudah selesai memasak untuk sarapan pagi ini. namun Bastio belum juga muncul dari kamarnya. sedangkan di luar, sepertinya Diki sudah memakirkan mobilnya untuk menjemput suaminya.

__ADS_1


Begitu Santi mendengar suara mobil Diki, saat sedang menghidangkan sarapannya pun bergegas menuju ke kamar hendak membangunkan suaminya.


"Bangun! cepat bangun, Diki sudah menjemputmu. kau akan terlambat kekantor." Ucap Santi dengan menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar terbangun dari tidurnya.


"Sebentar lagi."Jawabnya dengan suara parau nya khas orang baru bangun pagi dengan mata masih terpejam.


"Cepatlah," Paksa istrinya dengan menarik tangan suaminya agar terbangun dan menyandarkan tubuh suaminya di sofa tempatnya beristirahat.


Akhirnya Bastio tidak bisa menolak. dia duduk di sofa dengan mata masih tertutup dan berusaha membukanya perlahan-lahan.


"Kau benar-benar mengganggu tidurku Diki!" Geramnya sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Cepatlah mandi! aku tunggu di meja makan, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu." Ucap Santi yang keluar dari kamar mandi setelah menyiapkan air mandi untuk suaminya.


"Baiklah." Jawabnya kurang bersemangat.


Santi menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya. setelah semua selesai Ia keluar dari kamarnya, kemudian kembali ke dapur. sesampainya Ia melihat Diki sudah berada di sana sambil memutari meja makan.


"Tumben sekali ada masakan?... Apa mungkin dia sudah bangun dan menyiapkan semua ini sendirian? dia kan tidak bisa masak?" Ucapnya sambil hendak mencicipi hasil masakan yang ada di sana satu persatu.


"Eh nyonya Bastio, mengagetkan saja. pantasan saja banyak makanan di meja, ternyata Nona ada di sini." Tanya Diki gugub karena terkejut.


"Memangnya kenapa kalau aku di sini? Tidak boleh?" Tanyanya sewot. sambil berlalu kedapur meninggalkan Diki di sana.


"Ups, galak sekali." Celetuknya lirih.


"Siapa yang kau bilang galak?" Tanya Bastio mengagetkan Diki yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Astaga, ... (kaget), kalian ini Suami Istri sama-sama suka membuat jantung Ngan orang ya." Gerutu Diki lagi.


Melihat tingkah sahabatnya yang tidak berhenti ngedumel, tentu saja membuat Bastio terkekeh.


Santi kembali dari dapur sambil membawa dua susu di gelas yang berjejer rapi di atas nampan di tangannya. kemudian meletakkan di depan meja suaminya dan Diki.

__ADS_1


"Untukmu mana?" Tanya Bastio keheranan.


"Apa kau lupa kalau aku sedang hamil? ini kan bukan susu hamil. aku lupa membawanya." Jawabnya sambil cemberut.


"Astaga,... baiklah kalau begitu biar Diki membelinya di supermarket terdekat dulu." Ujarnya seraya menepuk keningnya. sementara Diki langsung memasang wajah datar nya, tanda tidak setuju.


"Kenapa bisa aku, yang buat dia ham...." Celoteh Diki. namun, Belum menyelesaikan kata-katanya sudah di potong oleh Bastio


"Tidak ada komentar, cepat pergi sekarang. atau kau tidak bisa sarapan gratis pagi ini." Usir Bastio kepada Diki sambil mengedipkan-ngedipkan matanya.


"Ok, ok ampun bos, baiklah." Jawabnya langsung berlari ke luar.


"Huuuh, hampir saja mulutku menjadi bumerang." Gerutu Diki Seraya memukul mulutnya berkali-kali dengan pelan.


"Kenapa tidak memakai dasi?" Tanya Santi kepada suaminya sambil memperhatikan penampilan suaminya.


"Kau tidak menyiapkan nya." Jawabnya singkat hendak meraih segelas susu dan meminumnya.


"Huuum, mungkin aku lupa. tunggulah sebentar." Ujarnya seraya melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk menggambil dasi suaminya.


"Hehehe, memang sengaja ku kembalikan lagi dasinya biar kau yang memakaikan nya." Ucapnya dalam hati sambil tersenyum licik penuh kemenangan.


Beberapa saat kemudian, Santi muncul dari kamarnya dengan membawa dasi di tangannya. kemudian Ia memberikan nya kepada suaminya.


"Pakailah!" Perintah Santi kepada suaminya. sementara Bastio hanya bisa mengeryitkan dahi nya.


"Kenapa menyuruh ku memakai sendiri." Ucapnya dalam hati. sambil mengernyitkan dahinya.


"Kau kan ada di sini, aku ingin kau memakaikannya untukku. tadi malam aku sudah menemani mu tidur, sekarang gantian aku,.." Ujarnya sambil tersenyum licik.


"Hmmmm, dasar manja." Celetuknya seraya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati suaminya.


"Manja sama istri sendiri kan tidak apa-apa." Jawabnya santai sambil berdiri siap untuk di pakaikan dasinya.

__ADS_1


"Dasar, raja gombal." Ujarnya sambil memakaikan dasi suaminya.


__ADS_2