
"Hmmmmm, yang jelas aku bukan orang jahat." Ujarnya sambil duduk di ayunan sebelah Icha.
"Hei siapa yang mengijinkan mu duduk di sini?" Tanya Icha protes, sambil menoleh ke arah Diki yang sok cool.
"Aku rasa tidak perlu izin." Jawabnya santai tanpa menghiraukan Icha.
"Menyebalkan." Celetuk Icha seraya bangkit hendak meninggalkan Diki. sementara Diki terseyum nakal sambil meraih tangan Icha untuk duduk kembali di sampingnya. karena tenaga mereka yang tidak seimbang membuat Icha menuruti perintah Diki.
"Kau.. kau benar-benar keterlaluan." Ucap Icha di dalam hatinya. seraya kembali duduk di tempat semula.
"Dimana kita bisa mencari makan yang dekat-dekat sini?" Tanya Diki memecahkan keheningan.
"Aku tidak mengenalmu, kau cari saja sendiri!" Ujarnya sewot hanya, dengan satu nafas untuk mengucapkan kalimatnya
"Oh, aku Diki. aku datang bersama Bastio dari kota."
"Kau sudah mengenal ku bukan? sekarang giliran mu?"
"Giliran apa?" Jawab Icha sewot.
"Perkenalkan dirimu!" Perintah Diki.
"Keterlaluan, aku tidak mau." Celetuknya tidak senang.
__ADS_1
"ya-ya-ya. baiklah. tapi sekarang kau tunjukkan di mana aku mencari makanan." Seraya bangkit dari ayunan dan meraih tangan Icha untuk di ajaknya mencari makanan.
"Aku tidak mau, kau cari sendiri saja sendiri." Mengibaskan tangannya secara paksa tanpa menoleh ke arah Diki.
"Hmmmmm, sejauh ini, belum ada wanita yang menolak ajakan ku. baru kali pertama nya ada wanita menolak ku seperti ini." Gumam Diki di dalam hatinya.
"Aku punya riwayat penyakit mag kronis." Ujarnya sambil meraba perutnya.
"Apa urusanku?" Jawabnya ketus. sementara Diki hanya bisa memicingkan matanya tidak percaya sambil tersenyum kecut.
Diki tidak punya akal lagi untuk membujuk atau merayu gadis keras kepala di depannya. akhirnya dengan terpaksa Ia memaksa, menarik lengan Icha dan di bawanya masuk ke dalam mobil untuk mencari makan.
Di dalam mobil, mereka berdua terdiam seribu bahasa. Icha tidak memperdulikan Diki ia memandang ke sembarang arah. sementara Diki, sesekali melirik memperhatikan Icha yang berada di samping nya sambil sesekali tersenyum.
"Manis juga." Ujarnya dalam hati.
"Memangnya kenapa?" Jawabnya santai sambil tersenyum licik.
"Baru kali ini, ada pria yang berani menjawab ku. biasanya semua pria yang aku marahi pasti akan ketakutan karena takut tidak bisa berdekatan dengan ku nantinya." Ujarnya dalam hati.
"Ya karena Aku tidak mau kau memperhatikan ku." Jawabnya gugub.
"Hahaha, sepertinya dia gugub." Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Iya alasannya apa?" Selidik Diki.
"Haaa, Sudahlah. terserah kau saja. pokoknya aku tidak suka kau memperhatikan ku." Jawabnya ketus sambil memalingkan wajahnya melihat luar dari balik kaca pintu.
"Dasar wanita aneh." Ujarnya lirih.
"Apa kau bilang?" Tanya Icha emosi yang ternyata masih bisa mendengar ucapan Diki.
"Tidak ada." Jawabnya singkat.
"Huuuuuh." Icha geram.
***
Bastio merasa suntuk dan bosan di dalam kamarnya, kemudian Ia keluar untuk mencari udara segar. Bastio berjalan-jalan di sekitaran rumah Santi, kemudian Ia duduk di kursi bawah pohon rindang di seberang jalan. Ia menikmati pemandangan pedesaan dengan jalanan yang di padati dengan pejalan kaki.
Santi yang sudah selesai berbicara dengan ayahnya menyusul suaminya ke kamar. sesampainya, Ia tidak menemukan suaminya di sana. Ia pun berkeliling rumah untuk mencari suaminya namun tidak ketemu juga. akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya di pekarangan sekitar rumahnya. benar saja, akhirnya dia menemukan suaminya sedang duduk santai di sana. Santi memanggil-manggil suaminya dan melambaikan tangannya dan terseyum.
***Hai-hai reader, ini author kasih visual nya ya?***
ini visual Bastio dan Santi. semoga syuka..
jangan lupa di komentari visualnya 🙏🙏😍😍-
__ADS_1