
"Aldo? Icha... ayolah jangan bercanda?" Panggil Santi menenangkan pikirannya, karena sebenarnya ia mulai takut.
Santi melangkahkan kakinya menuju ke sakelar ruangan rumahnya dan berniat untuk menghidupkan lampu ruangan tersebut. namun, ketika sakelar ruangan itu di tekan, Lampunya tidak menyala. kemudian Ia melanjutkan melangkahkan kakinya menuju kamar pertama yang sebelumnya di gunakan untuk istrirahat ayah dan ibunya. Ia membuka kamar tersebut dan menyalakan lampunya, lampu menyala tetapi tidak menemukan ayah dan ibunya kemudian Ia melanjutkan membuka pintu kamar adiknya Icha dan Aldo namun tetap saja Ia tidak menemukan siapa-siapa di sana, terakhir ia berjalan menuju ke kamarnya sendiri, namun lagi-lagi tidak ada siapapun di sana. Santi melanjutkan langkahnya kembali menuju dapur, tetapi tidak juga menemukan keluarganya di dalam sana. Santi sudah mulai resah, dan merasakan ada sesuatu yang tidak baik untuknya.
Santi kembali menuju ke ruangan tamu, Ia berniat untuk pergi dan segera meninggalkan rumah tersebut. namun, alangkah sialnya dia, pintu keluar rumahnya sudah terkunci dan Ia tidak bisa keluar dari sana.
"Astaga, kenapa bisa terkunci? perasaan tadi pintunya masih terbuka." Ujarnya yang mulai resah.
"Brak-brak-brak(suara gedoran pintu). tolong, siapapun yang berada di luar, tolong bukakan pintunya?" Teriak Santi dari dalam rumahnya.
"Tolong? Tolong aku? tolong siapapun yang mendengarnya, aku mohon bukakan pintu ini?" Teriaknya kembali karena tidak ada respon dari luar maupun dari dalam membuatnya semakin ketakutan.
"Kenapa kau ingin keluar?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dan berdiri di dalam ruangan rumahnya, entah dari mana asalnya dia masuk. dan kalau tidak salah, suara tersebut pun kelihatan seperti suara lelaki. seseorang itu berdiri di tempat yang gelap dan membelakangi Santi dengan posisi memasukkan kedua tangannya di dalam kantong saku celananya.
"Kau, kau siapa?" Tanya Santi yang sudah mulai gugub dan ketakutan. karena kondisi ruangan yang gelap hanya remang-remang saja, membuat Santi tidak bisa mengenali lelaki tersebut.
__ADS_1
"Apa kau sudah melupakan aku?" Tanyanya lagi dengan nada sedikit kesal.
"Maa... Maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa mengenali mu, karena ruangan ini terlalu gelap." Jawabnya ketakutan dan keringat dinginnya sudah mulai membasahi tubuhnya.
"Ooo, apakah itu hanya alasanmu? karena kau benar-benar sudah melupakan aku?" Tanyanya kembali dan kemudian berbalik arah menghadap Santi dan berjalan mendekatinya. sementara itu, Santi mulai ketakutan dan hendak mundur. namun sialnya dia tidak bisa mundur sama sekali karena posisinya yang berada tepat di pintu keluar, karena merasa terpojok Ia pun menggeserkan tubuhnya ke samping.
"Kenapa kau takut? bukankah ini adalah hari kebahagiaan mu? malam ini adalah malam ulang tahun mu bukan? lihatlah aku sendiri masih ingat betul kapan kau ulang tahun, kenapa kau begitu mudahnya melupakan aku?" Tanya lelaki tersebut dengan masih berjalan mendekati Santi yang mulai ketakutan.
"Mau apa kau? ku mohon jangan mendekat. tolong. aku mohon?" Jawab Santi gugub dan mulai menangis.
"Kau, kau Doni?" Teriak Santi tidak percaya.
"Ya, ini aku. Ternyata kau masih mengingat ku, hahaha.." Tertawa terbahak-bahak mendengar Santi menyebutkan namanya.
"Do...n, ada apa dengan mu?" Tanya Santi keheranan melihat tingkah Doni yang terlihat aneh, karena sejak mereka berdua bertemu tadi, Doni seakan menunjukkan sikap yang aneh. ketika Santi tidak mengenalinya tadi, Doni terlihat marah dan kacau, lalu saat Santi menangis, Doni terlihat sangat panik dan merasa bersalah, kemudian setelah Santi mengenalinya, Doni terlihat sangat bahagia sekali, sehingga membuatnya tertawa sebegitu lepasnya, seakan berada di luar kendalinya.
__ADS_1
"Hahaha... hahaha.., kau masih mengingat ku? hahaha." Tertawa kembali dengan begitu menggelegar sehingga membuat Santi merasa semakin ketakutan.
Santi semakin ketakutan sehingga Ia tidak berani berkata-kata lagi. Ia memilih untuk diam dan membisu di sudut ruangan sambil memperhatikan tingkah Doni.
***
Doni adalah salah satu teman sewaktu SMA, Doni adalah teman pindahan dari kota. Ia datang ke kampung Santi bersama dengan keluarganya. namun, ada rumor yang menceritakan tentang keluarga nya Doni. Ayah Doni adalah seorang manajer di sebuah perusahaan besar dan ternama. karena adanya persaingan antar rekannya, Ia di fitnah menjadi seorang koruptor, yang melakukan korupsi di perusahaan nya sendiri.
Karena terlalu sulit permasalahan yang dihadapi nya, mengingat semua bukti yang mengarah ke dirinya, sehingga tidak bisa mengembalikan nama baiknya, membuat Ayah Doni pindah ke kampung Santi. kemudian menurut ceritanya, sejak saat itu, Ayah Doni juga terlihat stres, sehingga melampiaskan amarahnya kepada ibunya Doni. ibunya Doni kerap mendapat siksaan dan mendapatkan perlakuan buruk dari ayah nya.
Jika di sekolah, Doni adalah anak yang pendiam. dia termasuk anak yang patuh kepada semua gurunya. Ia juga sering menyendiri di sudut sekolah. dia tidak mudah bergaul. ketika anak lainnya, mengganggu nya Ia juga tidak membalasnya dan memilih untuk pergi menghindari nya. hingga suatu hari terjadi sebuah insiden kecil yang menimpanya dan Santi membantunya sehingga sejak saat itu, mereka berdua terlihat sangat akrab dan mulai nyaman untuk berteman.
Saat itu, Doni sedang berjalan kaki seperti biasanya ketika pulang dari sekolah. namun, tiba-tiba ada anak yang memang suka usil menyerempet nya sehingga membuat Doni terjatuh. karena kebetulan kejadian itu tidak jauh dari Santi yang sedang memulung kaleng. teman yang suka iseng itu di lempar pakai kaleng bekas yang barusan Santi ambilnya sehingga mengenai ban sepedanya teman nya tersebut. karena kaget dan kurangnya keseimbangan, membuatnya terpeleset dan jatuh ke aspal. karena tidak terima, Ia mencari ke sumber asal lemparan kaleng tersebut. dan setelah ketemu pelakunya, dengan memasang wajah garang dan siap menantang, membuat teman yang suka iseng tadi kabur dan akan membuat perhitungan dengannya. namun, karena Santi adalah perempuan yang memang termasuk di takuti oleh semua teman-temannya, tentu saja membuat siapapun tidak berani dengannya. ya maklumlah Santi kan termasuk preman kampung.
Singkat cerita, saat kejadian itu. Doni sudah mulai membuka hatinya untuk berteman dengan teman lainnya.untuk Doni yang pendatang baru, sebenarnya Ia tidak termasuk susah bergaul dan mencari teman, karena, Doni adalah kategori cowok yang memiliki wajah tampan, baik, juga pintar. bahkan teman-teman wanitanya saja baik dari kakak kelas sampai adik kelasnya banyak sekali yang ngefans dengan Doni. hanya saja Doni yang menutup diri sehingga membuatnya tidak memiliki teman.
__ADS_1