
"Yea mengancam juga, dasar orang kaya. Tapi..kalo sempat gue benerin motor sendiri dan mengganti rugi sawah yang rusak, sudah pasti biayanya cukup besar, biarlah mencari orang apa susahnya." Gerutu Aldo di dalam hatinya.
"Iya, iya deh, saya bisa."Jawab Aldo, sementara Tuan Muda itu hanya bisa tersenyum melihat ulah bocah tengil di depannya.
" Hmmmmm, Sudah sana pergi!" Perintah Tuan Muda tersebut.
"Jadi, boleh pergi sekarang?" Jawab Aldo.
"Dasar bocah tengil, maksudnya pergi dari hadapanku." Timpal Tuan Muda kepada Aldo.
" Ooo, baiklah. o iya, Aldo Tuan, bukan bocah tengil." Ucap Aldo sambil berlalu meninggalkan Tuan Muda itu.
"Hmmm, terserah kau saja lah." Ucap Tuan Muda tersebut.
Hingga malam hari Aldo tidak pulang ke rumah, membuat keluarga nya cemas. sementara kondisi Santi kesehatan nya mulai menurun. sudah dua hari ini Santi tidak mau makan dan minum. Ia semakin pucat dan terlihat lemah sekali.
Ayah Santi sangat terpukul dengan kejadian ini, Ia menyesal tetapi Ia tidak bisa menolak perjodohan ini. sementara perjodohan itu akan di laksanakan dalam tiga hari lagi. Ayah Santi pun tidak bersemangat dan berselera untuk melakukan apa saja. Ia hanya termenung di belakang rumah kecil nya itu.
"Ayah ibu tolong?... ayah..." tiba-tiba terdengar teriakan Icha dari kamar Santi.
Ayah dan ibu Santi yang mendengar pun langsung bergegas lari tergopoh-gopoh menuju ke kamar Santi. setelah mereka sampai, ayah dan ibu Santi mendapati Santi yang sedang tergeletak pingsan di lantai, sementara Icha memangku kepala kakaknya Santi sambil menangis dan terus berteriak
meminta bantuan kepada ayah dan ibunya tersebut.
"Astagfirullah!"Ucap Ibu Santi kaget dan langsung menghampiri Santi yang tergeletak di pangkuan Icha.
"Ada apa ini, kenapa dengan kakakmu?" Tanya ayah Santi kepada Icha.
"Icha gak tau yah, Icha tadi sengaja kesini untuk menghibur kakak. Tapi Icha sampai di sini kakak sudah tergeletak di lantai, huhuhu." Jawab Icha sesenggukan kepada ayahnya.
Ayah Santi mengangkat tubuh Santi untuk di letakkan di atas ranjang. Ibu Santi bergegas ke luar mencari minyak kayu putih, sementara Icha menunggu kakaknya di sebelahnya dengan memijat kaki Santi bergantian satu-persatu. Ayah Santi lalu keluar kamar untuk menggambil air minum untuk Santi.
__ADS_1
Sebenarnya Santi adalah gadis yang periang dan kuat fisiknya, Namun gara-gara kejadian yang menimpanya beberapa Minggu yang lalu membuatnya menjadi lebih pendiam dan sering melamun. belum lagi ditambah dengan kondisi nya yang belum stabil dan masih di katakan belum sembuh total, dan kini datang lagi dengan beban pikiran yang baru.
"Hubungi Aldo, dia punya simpanan tidak, nanti kita bawa kakamu ke rumah sakit."Perintah ayah Santi kepada Icha.
Icha langsung turun dari posisinya, Ia keluar kamar Santi menuju ke kamarnya untuk mengambil telepon miliknya. Setelah itu Icha segera menghubungi No.Aldo.
"Tut...Tut... Tut..," Suara Handphone Aldo berbunyi. Namun ia tidak berani mengangkatnya. beberapa saat kemudian berbunyi lagi hingga sudah ke empat kalinya panggilan.
"Kenapa tidak di angkat? barang kali itu penting. lagian kamu kira tidak berisik apa? sekali lagi berbunyi tidak kamu angkat, saya buang handphone mu ke luar." Ancam Tuan Muda yang berada di dalam mobil bersaam dengan Aldo dan Mang Dudung tanpa memandang Aldo dengan posisi bersandar sambil memejamkan matanya.
"Maaf tuan, ini panggilan dari kakak saya."Jawab Aldo.
"Kenapa tidak di angkat? bisa jadi dia kwatir. kau kan tidak pulang semalaman." Timpal Tuan Muda.
"Baiklah." Ucap Aldo
Pagi ini mereka keluar Fila, untuk mencari makanan. di Fila tempat Tuan Muda tersebut bukanya tidak di sediakan makanan. Namun Tuan Muda yang memang sengaja mengajak mereka berdua mencari makanan di luar sekalian mencari udara segar dan mana tau Tuan Muda tersebut dapat berjumpa dengan seseorang yang Ia cari.
"Tunjukkan makanan yang enak di daerah sini! setelah itu kita akan mulai pencarian seseorang itu." Ucap Tuan Muda.
Aldo menunjukkan tempat makanan yang menurutnya enak. Sesampainya di tujuan.
"Bos ayo kita turun! Sudah sampai tempatnya, ini adalah makanan terenak di kampung kami. di sini juga sangat ramai pengunjung nya kalo sudah masuk setengah hari hingga sore. mumpung kita masih pagi masih sepi, sudah pasti kita perdana." Ucap Aldo bersemangat.
"Dasar bocah tengil, tempat apa ini?" Jawab Tuan Muda mengeryitkan dahi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu fikir aku tidak punya uang ya, sampai-sampai kau membawaku ke mari!" Protes Tuan Muda kepada Aldo.
Aldo yang mendengar jawaban dari Tuan Muda tersebut menjadi bingung. karena menurutnya disini adalah makanan yang paling banyak di kunjungi oleh orang kaya-kaya pada umumnya jika kampung Aldo. sementara Mang Dudung hanya bisa tertawa melihat tingkah bos mudanya dan bocah yang baru di kenalnya semalam sore.
"Sudahlah lah Tuan, tidak masalah. mungkin ini tempat satu-satunya penjual makanan yang terenak di kampung ini, lagipula kita kan belum mencobanya." Ucap Mang Dudung menengahinya.
__ADS_1
"Mana ada makanan enak di pinggir jalan gini, " Ucap Tuan Muda protes.
Aldo masih bingung dengan Tuan Mudanya tersebut. tiba-tiba handphone nya berbunyi kembali.
"Tring....tring... tring. Iya halo kak ad apa?" Jawab Aldo.
"Kamu kemana saja sih dek? hiks...hiks...hiks." Jawab Icha dari ujung seberang telepon.
"Kak, kakak nangis ya? kenapa, apa yang terjadi?" Tanya Aldo panik.
"Dek. kak Santi dek. pulang lah! hiks... hiks."
"Apa?... kenapa dengan kak Santi, ngomong yang jelas kak!" Tanya Aldo yang semakin panik.
"Kak Santi pingsan. dari tadi belum siuman kami takut, kamu cepatan pulang ya?" Perintah Icha kepada adiknya tersebut.
"Oke, Aldo langsung pulang sekarang." Jawab Aldo mengakhiri panggilan.
Tuan muda yang mendengar pembicaraan Aldo langsung memberi kode kepada Mang Dudung untuk mengemudikan mobilnya. Aldo masih bingung bagaimana cara menjelaskan dan bagaimana cara meminta bantuan kepada Tuan Muda yang baru di kenalnya. Aldo pikir mobil berjalan akan mencari makanan yang lain karena Tuan Mudanya mungkin benar-benar tidak suka.
"Tunjukkan arah rumahmu?" Ucap Tuan Muda kepada Aldo sambil memejamkan matanya. Sementara Aldo yang tidak yakin langsung menoleh ke belakang di mana posisi Tuan Muda duduk dengan Santainya.
"Tuan serius!" Tanya Aldo.
"Jangan sampai saya berubah pikiran."Jawab Tuan Muda ketus.
"Mang, lurus terus! Terimakasih Tuan, pokoknya saya janji, setelah ini saya akan menuruti perintah Tuan. dan saya janji tidak akan mengecewakan Tuan." Ucap Aldo penuh dengan keyakinan.
"Jangan banyak bicara!" Jawab Tuan Muda.
"Siapa nama kakakmu?" Tanya Tuan Muda.
__ADS_1
"Maksud Tuan kak Icha?"Jawab Aldo.
"Bukan yang satunya?" Ucap Tuan Muda.