TERIMA KASIH, MANTAN!

TERIMA KASIH, MANTAN!
40. Hal Yang Mengejutkan Part 2


__ADS_3

Setelah terkejut membaca pesan tersebut, Bunga sontak melirik Nara yang tengah menatap heran dirinya.


"Ada apa?" tanya Nara penasaran.


"Gila, ini benar-benar gila," gumam Bunga yang hampir tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia dapatkan.


"Apaan sih, cepetan ngomong. Jangan bikin kita semakin penasaran dong!" desak Imel yang semakin penasaran.


"Aku baru dapat kabar dari pacarku, itu yang temannya Kevin. Dia bilang, Kevin sudah menghamili Diana, lebih tepatnya --"


Imel menggebrak meja. "Apa! Itu sih benar-benar sudah gila! Mantan pacarmu itu beneran sudah tidak waras lagi, Nara! Masa iya sepupu sendiri diembat!" seru Imel.


"Heh, kamu itu ... aku belum selesai cerita, sudah dipotong duluan," protes Bunga kesal.


Imel tertawa. "Maaf, aku terlalu terkejut tadi." Mengacungkan dua jari membentuk huruf V.


"Baiklah aku lanjutkan lagi, dan katanya pacarku tadi, mereka berdua nglakuin itu pas setelah Kevin ketemu kamu di Pasar Wage. Jadi menurutku, Kevin ini juga bajingan, dia sudah tahu melakukan kesalahan dengan sepupunya, tetapi sampai sekarang masih berusaha untuk mendekatimu!" dengus Bunga.


Kejadian di Pasar Wage memang sudah cukup terlalu lama, namun mereka bertiga masih ingat, sebab setelah kejadian itu, tidak lama kemudian Naura meninggal dunia.


Ada sorot mata kecewa saat Nara mendengar berita ini, sebab Nara masih mempunyai sedikit harapan untuk Kevin. Namun, saat ini harapan tersebut harus segera ia hilangkan dari lubuk hatinya.


Bunga dan Imel yang melihat Nara tampak terlihat kecewa, mereka berdua langsung menghampiri teman baiknya itu.


"Sudah jangan dipikirkan lagi para bajingan itu! Sekarang sudah waktunya kamu untuk meningkatkan kualitas hidupmu sendiri. Lalu setelah kamu berhasil menjadi wanita yang hebat, kamu tinggal katakan saja kepada mereka, 'Terima kasih, Mantan!' Karena kalian, kini aku telah menjadi wanita yang hebat dan tangguh," ujar Bunga yang sedang mencoba menghibur Nara.


"Iya, aku setuju dengan Bunga. Buatlah dirimu hebat, hingga bisa membuat mereka sadar, bahwa kamu ternyata adalah wanita hebat yang sudah disia-siakan oleh mereka. Buat saja mereka menyesal sampai mati!" Imel tertawa jahat setelah mengatakan itu.


Sedangkan Nara sontak menanggapi perkataan mereka dengan tertawa kecil, lalu kemudian ia memeluk kedua teman baiknya itu. "Terima kasih, terima kasih karena kalian masih setia menemaniku, di saat aku sedang terpuruk seperti ini."

__ADS_1


Bunga dan Imel sontak tersenyum seraya mengangguk. "Tidak peduli di saat kamu sedang senang ataupun susah, kami akan selalu di sampingmu," ujar Bunga dan Imel kompak.


***


Sedangkan di kediaman Kevin, semua orang langsung berlari menghampiri ibunya Kevin yang jatuh terduduk seraya menangis.


Ibunya Kevin sampai menangis tergugu, seraya memohon ampun kepada Allah, atas dosa besar yang sudah dilakukan oleh Kevin dan Diana.


Sebenarnya bukan hanya ibunya Kevin saja yang menangis hingga sampai seperti ini. Namun, semua orang yang tahu masalah yang sebenarnya, mereka semua merasa bersalah, sedih dan berdosa, karena anggota keluarga mereka sudah melakukan dosa besar yang sangat fatal.


"Kenapa kalian menangis seperti ini? Bukankah masalah ini tidak terlalu buruk, karena kami berdua bisa menikah," ujar Diana enteng, ia juga merasa lega, sebab sebentar lagi akhirnya ia bisa menikah dengan Kevin.


Ibunya Kevin semakin histeris ketika mendengar ini, begitu juga dengan kakaknya Kevin, Nila bahkan sampai mencium kaki ibunya seraya meminta maaf.


"Maaf, Bu. Ini semua berawal dari kesalahan Nila. Nila minta maaf, Bu," ujar Nila hingga berulang kali.


Sedangkan ibunya Diana, ia hanya bisa menangis tanpa suara, ia bingung harus mengatakan apa, sebab sebentar lagi sebuah kenyataan akan terungkap.


"Jika memang aku harus menikahi Diana, maka aku siap untuk menikahinya," ujar Kevin pasrah, sepertinya ia memang sudah ditakdirkan hidup bersama Diana.


"Tidak! Kamu tidak bisa menikahinya!" Raung ayahnya Kevin tegas, hingga membuat Kevin dan Diana sontak tercengang.


"Lho, memangnya kenapa? Kenapa Mas Kevin tidak boleh menikahiku?" tanya Diana dengan perasaan khawatir, sebab pamannya malah melarang Kevin menikahinya.


Ayahnya Kevin tidak bisa menjelaskan, ia malah meraup wajahnya frustasi.


Melihat tidak ada yang bisa memberikan alasan kepada Kevin dan Diana, tentang mengapa mereka berdua tidak boleh menikah. Ibunya Diana yang sedari tadi hanya bisa diam, kini ia mulai angkat bicara.


"Kevin, Diana. Kalian berdua tidak boleh menikah. Sebab kalian berdua--"

__ADS_1


"Memangnya kami kenapa, Bu? Bukankah kami hanya sepupu. Jadi, kami berdua masih boleh menikah bukan?" Diana yang semakin cemas mendengar perkataan ibunya, ia jadi tidak sabar untuk segera menyela perkataan ibunya.


"Kalian tidak bisa menikah, karena kalian berdua masih mahram. Kevin, Diana itu keponakanmu, dia sebenarnya adalah anaknya Nila!" jerit Ibunya Kevin seraya menangis.


"A-apa?" Kevin sangat terkejut ketika mendengar ini, tubuhnya bahkan sampai gemetar karena terlalu syok.


Tidak berbeda jauh dari Kevin, Diana pun tak kalah terkejut ketika mendengar kenyataan ini. Tiba-tiba saja dunia Diana terasa runtuh, hingga pemandangan di depannya tiba-tiba saja berubah menjadi gelap, lalu tidak lama kemudian, Diana langsung pingsan.


"Diana, ....!" Nila yang melihat anaknya pingsan, ia pun langsung bergegas menolong Diana, begitu juga dengan suaminya. Doni yang aslinya adalah ayahnya Diana, ia langsung menggendong putrinya masuk ke dalam kamar.


"Bu, kenapa bisa seperti ini? Kenapa aku baru tahu kalau Diana ternyata adalah keponakanku sendiri?" tanya Kevin seraya meneteskan air matanya, ia bukan hanya merasa bersalah, tetapi juga sangat berdosa.


Ibunya Kevin tidak menjawab, ia sudah tidak sanggup untuk berbicara lagi. Sedangkan ayahnya Kevin yang melihat istrinya semakin lemah, ia bergegas membantu istrinya berdiri, lalu kemudian membantu memapahnya hingga masuk ke dalam kamar.


Di ruang keluarga tersebut, kini tinggal Kevin dan tantenya saja. Kevin yang masih penasaran, ia menuntut penjelasan kepada tantenya.


"Tante, ...."


"Sini, duduklah! Biar Tante menceritakan semuanya padamu," sahutnya lembut.


Lalu kemudian tantenya Kevin langsung menceritakan semuanya, dari mulai Nila mengandung Diana saat kelas tiga SMP. Dan, pada waktu itu Nila ketahuan hamil di saat hampir pengumuman kelulusan. Oleh karena itu, keluarganya Kevin langsung merahasiakan kehamilannya Nila dari pihak sekolah dan semua orang yang ada di sekitar mereka.


Lalu kemudian setelah Nila lulus, ia langsung dibawa ke rumah tantenya Kevin, Nila terus tinggal di sana hingga ia melahirkan Diana. Lalu setelah itu, Nila kembali ke rumah kedua orang tuanya, dan melanjutkan pendidikannya lagi sebagai murid SMA.


Lalu setelah Nila lulus SMA, ia langsung menikah dengan Doni, yang dulu termasuk teman sekelasnya, dan juga ayahnya Diana, dan setelah mereka berdua menikah, mereka memutuskan menjadi TKI dan pergi ke luar negeri.


Sedangkan Diana, ia dirawat tantenya Kevin, dan diangkat sebagai anak, karena tantenya Kevin adalah seorang janda yang tidak ingin menikah lagi. Oleh sebab itu, tantenya Kevin malah merasa senang ketika kakaknya (ibunya Kevin) memintanya merawat Diana, sebab selama ini ia merasa kesepian.


Karena kehamilannya Nila ini dianggap sebagai aib keluarga, maka sejak hari itu mereka semua merahasiakan rahasia yang sangat penting ini, bahkan dari Kevin, adiknya, dan juga Diana sendiri. Mereka menganggap sudah mengubur aib ini hingga dalam. Namun siapa sangka, mereka malah menanam bom waktu untuk meledakkan mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2