Terjebak Wajah Tampan Billioner

Terjebak Wajah Tampan Billioner
Bab 23


__ADS_3

Acara tukar cincin akan dilaksanakan pada bulan ini kurang 1 minggu lagi sebelum hari H dan bertepatan pada akhir bulan digelarlah acara ijab qabul mereka. Radika mengusulkan itu sebab awal bulan depannya merupakan ulang tahun perusahaan yang ke-25 tahun. Ya seperti bayangan kalian, Radika akan memperkenalkan Ayesha didepan para tamu undangan nanti.


Ibu Raina tidak keberatan untuk hal tersebut, namun dia juga mengusulkan untuk mengadakan selamatan setelah tukar cincin diharapkan segela prosesnya nanti sampai menjelang pernikahan diberi kelancaran. Hal itu tanpa basa-basi disetujui oleh mama Viani, sebagai orang tua yang diharapkan hanya kebahagiaan anak dihari istimewanya sekali seumur hidup. Amiin.


Namun, dibalik semua itu Radika harus melewati masa sulit karena ia sedang melakukan proses pinggit sebelum pernikahan. Ia harus menjauh, dilarang berkontak fisik apalagi bertemu semua itu tidak diperbolehkan selama menjelang pernikahan. Mengetahui hal itu Radika jadi panik sendiri. Yang hanya bisa dia lakukan melalui Video call dan mengirim pesan.


Pernikahan Radika akan bertemakan Jawa, sehingga ada beberapa tradisi yang akan dilakukan sebelum itu. Salah satunya yaitu dipinggit. Pinggit merupakan proses dimana calon pengantin tidak boleh keluar rumah atau tidak boleh bertemu terlebih dulu oleh calon pasangannya dalam kurun waktu tertentu.


"Huft...ternyata seberat ini ya," gumam Radika


Farel mengernyit mendengar hal itu. Mereka sedang memeriksa laporan dokumen tak terhingga banyaknya. Farel heran, apa atasannya belum terbiasa dengan Pekerjaannya sebagai CEO.


"Pak! Jangan selemah itu!!! Saya takut semua beban pekerjaan bisa teralihkan ke saya."


"Ma..maksud pak Dika?!" dengan wajah takut dan cemas.


Radika menoleh, Farel meneguk ludah. " Aku sedang rindu berat." ujar Radika


"Aigoo...aku kira apa! Huft jantungku kamu aman kan?" batin Farel


Radika sedikit agak kurang semangat, Ayesha pasti dijam segini sibuk. Radika juga tidak kalah sibuknya sebenarnya. Akan tetapi, kefokusannya selalu terbagi karena sudah 5 hari berjalan.


......................


Ayesha dikesempatan yang ada ini, dia ingin melakukan hal yang menyenangkan bersama teman-temannya sebelum statusnya berubah. Akhir ini, Ayesha sangat dekat dengan Siska bukan dengan Jedar. Sampai sekarang, ia dan Jedar belum ada kontak apapun semenjak kejadian dulu. Terbesit diotaknya apa Jedar sudah tidak mengakuinya sebagai sahabat karibnya atau kesibukan membuatnya tidak ada kesempatan bagi mereka berdua


Ayesha sedih tapi dia tidak boleh stress memikirkan satu hal sementara hal lainnya ia diamkan.


"Kamu akhir ini banyak bengong Sha, ada apa sih? Cerita aja kalo kamu mau, aku seneng kalo kamu mau berbagi. Setidaknya kamu bisa meringankan perasaan yang membebani otakmu." ujar Siska


"Aku sedang bermasalah dengan sahabat lamaku. Sebelumnya aku pernah membuatnya syok akan suatu hal. Dan setelahnya seolah sahabatku menghindar atau perlahan benci kepadaku aku sendiri tidak tahu."


Siska melirik, suatu hal itu apa ya kira-kira? Siska bertanya dalam batin.

__ADS_1


"Sudahlah Sha, kalo menurutku ya kalo suatu hal yang kamu maksud masih belum ranah fatal mungkin masih biaa dibicarakan sih. Seenggaknya kamu meminta maaf dulu."


Ayesha termenung, mengingat dulu dia belum mengucapkan maaf karena syok membuatnya lupa segalanya saat itu.


Siska menatap Ayesha kembali yang terdiam beberapa menit. Merasa ini akan membuang waktunya untuk segera bertemu dengan Vandi, Siska pun pamit.


"Sha, sepertinya aku harus pergi. Ada urusan yang harus kuselesaikan."


"Urusan? Tiba-tiba saja, kata kamu hari ini lagi free?"


"Maaf ini mendadak sekali Ayesha," Siska beranjak dari kursi lalu memeluk temannya itu sebelum pergi.


Ayesha bersyukur memiliki teman seperti Siska. Dia baik, disaat ada masalah Siska memintanya untuk bercerita tanpa paksaan. Apalagi obrolan mereka sefrekuensi sehingga terhindar dari kebosanan.


Ayesha yang kurang kewaspadaannya ketika ia menceritakan hal yang menganggu hatinya pada orang lain, bisa saja itu akan menjadi senjata mereka untuk menyerangmu dikemudian hari. Ayesha terlanjur percaya dengan Siska karena sikap pedulinya yang tinggi. Kali ini, Ayesha atau Radika akan berada dalam situasi berbahaya sebab Siska yang amat pintar menyembunyikan sifat busuknya dan Vandi yang memperalat hati Siska.


Siska kini bergelayutan manja dilengan Vandi. Mereka sedang duduk santai di sofa ruangan kerja Vandi. Mereka baru saja mengakhiri ciuman panas setelah Siska menceritakan setiap detail tanpa luput satu pun.


"Baiklah, aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari tahu, suatu hal yang disembunyikan Ayesha." ucap Vandi


"Aku sudah makan, Kamu?"


"Belum, belikan aku makan ya, Honey!"


Vandi tersenyum paksa,"Baiklah pesan saja apa yang kamu mau, biar aku yang bayar!"


Vandi selalu mengingatkan dirinya ini semua demi kelancaran rencana balas dendamnya. Vandi tak lupa menelpon Zaid untuk memerintah anak buahnya mencari informasi tentang kejadian yang terjadi pada Ayesha dan info terbaru tentang Radika.


Zaid mendapatkan pekerjaan yang susah. Tidak semudah itu untuk mencari informasi tentang seorang Radika yang pastinya sangat dijaga ketat privasinya.


......................


Seiring berjalannya hari, tibalah sudah acara tukar cincin Radika dan Ayesha yang sangat dinantikan. Tadi pagi Ayesha sudah dibangunkan secara paksa oleh ibu Raina dan kakaknya. Ayesha lupa jika hari ini adalah hari penting sekaligus bahagia untuk dirinya.

__ADS_1


Sekitar jam 6 pagi Ayesha sudah mandi dan seorang MUA yang dipesankan oleh Mama Viani datang. Perias ini merupakan MUA terkenal yang jasanya selalu diminati banyak orang pada kalangan atas.


"Pagi Bu Mbak, saya perias yang akan mendandani mbak Ayesha atas perintah bu Viani. Agar tidak memakan waktu lama, kita langsung saja ya Mbak." kata MUA itu yang dibelakangnya diikuti 2 asistennya dan beberapa barang bawaan mereka.


Setelah menghabiskan 2-3 jam semua keriwehan selesai. Ayesha sudah cantik seperti putri keraton dengan kebaya sederhana nan anggun membalut tubuh bak gitar spanyol.


...(ilustrasi)



...


Ayesha pun masuk ke dalam mobil yang menunggu sejak tadi. Disusul dengan bapak Jordi dikursi rodanya yang dibantu oleh Anesha mereka pun berangkat.


Tiba disebuah gedung yang sudah tertata berserta dekorasinya semua tampak menawan. Sanak saudara dari pihak laki-laki dan wanita sudah hadir semua. Radika dan Ayesha kian berhadapan dengan jarak yang terbentang diantaranya. Senyum tak luntur membanjiri hari spesial ini. Bahkan Radika takjub melihat Ayesha yang cantik dan pertama kali baginya melihat Ayesha mengenakan pakaian seperti itu.


Ayesha merona malu ditatap intens oleh Radika seolah ia mangsa siap diserbu. Ayesha dituntun oleh ibu Raina masuk kedalam gedung untuk menjemput sang calon lelaki.


Degupan kencang dan keras tidak bisa diajak kerja sama. Begitu masuk kedalam suara tabuhan gamelan dan iringan seseorang berbicara bahasa jawa yang tak bisa Ayesha pahami apa maksud semua ucapan itu.


Serangkaian acara dari pembacaan al-quran, sambutan dan perwakilan dari masing-masing pihak keluarga. Untuk pihak laki-laki pun mengucapkan niat dan tujuan mereka hingga proses tukar cincin antara kedua calon pengantin lalu diakhiri ramah tamah dua keluarga.


Hingga acara pun usai pada pukul 12 siang. Ayesha dan Radika kini duduk bersama berkumpul dengan keluarga besar ikut berbincang ria.


"Kamu cantik," bisik Radika


Ayesha mencubit paha Radika hingga laki itu mengaduh sakit."Ish gak boleh nyubitan Ayang!"


"Diam gak!" bisik Ayesha sambil menekan nada bicaranya.


"Mana bisa aku diam pas lihat kamu yang cantik dan anggun seperti ini, hmm?!"


Radika tersenyum menggoda. Ayesha hanya senyum menyembunyikan rasa kesal akibat keusilan Radika yang suka menggodanya.

__ADS_1


"Aku jadi gak sabar nggarap kamu Sayang!"


Ayesha melotot kaget dan kesal mendengar ucapan Radika yang takutnya terdengar orang sekitar dan berakhir membuatnya malu nanti.


__ADS_2