Terjebak Wajah Tampan Billioner

Terjebak Wajah Tampan Billioner
Bab 9


__ADS_3

Dalam Seminggu Radika selalu memanfaatkan kesempatan yang ada ketika sedang berduaan bersama Ayesha. Ketika Ayesha dalam masa Haidnya, Radika pun menahan diri meskipun ikut tersiksa. Bila Ayesha selesai, Radika memulai dari menggodanya dengan sentihan di tengkuk sebagai titik kelemahannya dan membuatnya perlahan terbuai. Disaat seperti ini, Ayesha berusaha keras menahan nafsunya yang hampir melayang-layang ke angkasa. Tapi, tetap saja lenguhan tertahan keluar dari mulutnya sehingga membuat Radika tertantang untuk mengeluarkan suara sek*si yang dinantinya.


"Come on sayang, tidak perlu ditahan-tahan begitu, aku ingin sekali mendengarnya." deruan nafas yang menggelitik gendang telinganya mampu meremangkan sekujur tubuhnya.


Radika menyeringai melihat kekehnya wanita itu agar tidak bersuara. Ayesha tahu jika dia mengeluarkan suaranya maka Radika semakin menjadi-jadi. Wanita itu hanya menggeleng pelan menolak permintaan Radika.


"Akan kubuat kamu merobohkan pertahananmu, Sayang." suara khas itu, Ayesha harus menarik nafas sedalam-dalamnya.


"Kenapa kamu suka sekali membuatku begini, Dikahhh..." Radika tersenyum lebar sekali.


"Lihat kamu menikmatinya Sayang, ayolah" terus menggeleng entah sampai kapan dia mampu menahan segala kenikmatan ini. Ayesha tidak mau menambah kesalahannya lagi dengan berbuat seperti ini, otaknya berkata begitu namun berbanding terbalik dengan respon jujur tubuhnya.


"Tubuhmu menggeliat seperti cacing kekurangan air, hehe!" Radika gencar menambah sentuhan sensitif di titik tertentu. Ayesha memejamkan matanya namun rasa nikmat itu jadi terasa sekali, dia kembali membuka matanya. Hingga Radika memainkan himpitan lembah lembab gak kuasa Ayesha menahannya lagi.


"Ahhh.." Sumringah tertera diwajah Radika, laki itu bersiap untuk bercocok tanam dan Radika mengeluarkan benihnya didalam ladang Ayesha. Pada akhirnya, Mereka kembali melakukan kegiatan panas itu.


Menghabiskan waktu setengah hari di dalam apart, diberbagai sudut ruangan tak luput mereka coba. Sebelumnya, Radika sudah mengganti sandi apartnya agar tidak ada yang mengganggu aktivitasnya dikemudian hari. Ayesha bangun lebih dulu, "Kenapa susah sekali untuk tidak terbuai?!" gumamnya sangat pelan.


Jujur dia tidak biaa sepenuhnga menolak sentuhan Radika, rasanya ia ingin menyerahkan segalanya pada laki itu. Tetapi, perasaan khawatir saat mengingat pesan ibunya yang mengatakan jika 'belum tentu Radika itu akan menjadi suami masa depanmu'. Pelan-pelan Ayesha turun dari ranjang supaya tidak membangunkan Radika yanvmg terlelap. Berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari jejak cocok tanam mereka.


Di kamar mandi, dia melihat ke cermin dan tangangmya menyentuh bibirnya yang masih sedikit membengkak seulas senyum terbentuk. Kemudian, Ayesha mandi sambil berendam.


......................


Tanpa pamit pada Radika, Ayesha memesan ojek online menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, tidan ada siapa-siapa, dia pun menghampiri bapaknya. "Pak, sudah makan belum?"


Jordi yang memejamkan mata pun membuka matanya pelan. "Belum dek,"


"Ayesha siapin makannya dulu ya," Ayesha keluar dari kamar bapaknya untuk mengganti bajunya. Lalu, menyiapkan makan siang Bapak Jordi dan membawanya.


"Ayo pak duduk, makan terus!" ucapnya, sambil membantu Bapak Jordi duduk.


"Baca doa dulu pak," Ayesha menyendokkan sesuap nasi dengan lauk pauk.


"Uhuk...uhuk..uhuk..." Ayesha meletakkan piringnya dan memberikan minum.


"Pelan-pelan, nelannya pak, tersedakkan jadinya!" tegur Ayesha. Kadang ia suka kesal dimana saat kondisi tubuhnya lelah dan dia masih harus menyuapi bapaknya, lalu bapaknya sendiri tak jarang suka membuatnya emosi sehingga mengharuskan Ayesha untuk belajar memperluas kesabaran.


"Assalamualaikum" Anesha baru saja pulang dari kerja.


"Waalaikumsalam" jawab Ayesha

__ADS_1


"Baru pulang kamu dari sejak pagi dek?"


"Udah lima menit yang lalu kak, terus langsung kasih makan bapak!"


"Ya sudah, kakak mau mandi dulu." Ayesha mengikuti arah kemana Anesha pergi. Memperhatikan raut wajah kakaknya takut sewaktu-waktu ada kecurigaan muncul.


Anesha mendekati adiknya yang menonton TV dan duduk disampingnya sambil menyomot keripik kentang dipangkuan Ayesha.


"Dek, tadi pagi kemana aja kamu?!" tanya Anesha


Deg


"Main kak sama temen SMP dulu terus diajak makan sama Radika setelahnya, emang kenapa?" jantung Ayesha berdetak kencang, sebisa mungkin dia menyembunyikan hal itu agar tidak ketahuan dia sedang berbohong.


"Oalah ya sudah, tapi kamu gak macam-macam sama si Radika itu kan?" tanyanya kembali


Ayesha meneguk ludah,"Macam-macam gimana sih kak? "


Anesha menatap dalam ekspresi wajah Ayesha dan lalu," Tidak ada, lupakan saja." Ayesha menghembuskan nafas lega.


......................


"Duh kemana dia itu?" Radika berlari ke kamar untuk mengambil HP nya menghubungi Ayesha.


"Halo Yang! Kamu dimana?"


"Aku dirumah, kenapa?!"


"Kok gak ngabari sih kalo audah pulang kamunya?"


"Aku gak mau ganggu kamu tidur, makanya langsung pulang aja!"


"Lain kali bangunin aku, biar aku jemput, dengerin gak ?"


"Heem udah dulu ya, bye!"


"B-" belum selesai Radika yang ingin meninggalkan kiss bye tapi sudah dimatikan duluan oleh Ayesha.


"Huft, dasar tikus nakalku!"


begitu akan meletakkan HP nya ponsel itu kembali berdering dan tertulis nama 'My Mom'

__ADS_1


"Apalagi kali ini, huh!" ucapnya dan menggeser tombol hijau dilayar ponsel.


"Halo ma?"


"Halo Nak, kamu kenapa gak pulang sih? Mama kangen loh!"


"Ma, Dika kerjaannya banyak belakangan ini, sabar ya!" jawabnya dengan lemah lembut.


"Sebanyak itu? Kapan selesainya? Mama kangen banget, kamu nih gak sayang sama mama ya kan!?"


Radika tak percaya, mama nya ini selalu membuatnya kelimpungan bila mamanya sudab mengatakan dirinya kangen atau rindu.


"Iya sore ini Dika pulang ya, udah ya ma Dika mau mandi dulu ini!"


"Iya Nak, hati-hati nanti dijalan ya!"


Radika mematikan telponnya dan langsung beranjak mandi dan pulang ke rumah. Bila matanya melihat kesekitarnya, dia jadi terbayang-bayang adegan panas dirinya dan Ayesha. Dia nyaman di Apartnya semenjak Ayesha datang kesini dan menghabiskan waktu libur bersama dengannya melakukan banyak hal lainnya. Radika ingin sekali menjadikan Ayesha miliknya dengan meminangnya dan tinggal bersama selama-lamanya. Membangun rumah tangga yang diimpikan keduanya. Radika berencana akan langsung mengajak Ayesha menikah saat wanita itu lulus kuliah dan tinggal bersama di rumah impian.


"Aku tidak sabar menantikan hal itu, memiliki banyak anak dengan Ayesha, liburan bersama-sama, dan masih banyak lagi yang ingin aku lakukan dengannya. Semoga saja impianku bisa terwujud nantinya,"


Radika kini dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya, membutuhkan satu jam lamanya untuk sampai ke tujuan. Setibanya di halaman rumahnya , satpam yang menjaga gerbang membukakan pintunya.


"Mas Dika lama gak datang ?"


"Iya pak, agak sibuk akhir-akhir ini," Satpam itu mengangguk dan Radika menjalankan mobilnya kembali. Memarkirkan mobil di garasi lalu masuk ke dalam rumah. Suara Mamanya- Viani menyambut kedatangannya bersama dengan Papanya - Beni.


"Anakku kamu sudah sampai akhirnya, Mama rindu kamu banget loh!" Mama Viani yang ingin memeluk anaknnya namun ditahan oleh suaminya.


"Honey, no sentuh-sentuh ya," Radika yang melihatnya memutar matanya malas, kenapa papanya selalu menguasai mamanya seorang diri. Dia anak dari mamanya bukan sih?


"Hubby, Jangan menahanku begitu! Aku rindu dengan anakku, kamu sangat menyebalkan tahu tidak?!" Papa Beni berengut menatap kesal pada Radika.


"Apa?" Radika menaikkan sebelah alisnya dengan pandangan kearah papanya.


"Tidak ada," papa Beni tidak ingin dimusuhi oleh istrinya karena bertengkar dengan anak kesnayangan istrinya yang nantinya dia sendiri akan menerima resikonya.


"Nak, ayo kita mengobrol bersama, mama ingin nercengkrama denganmu!"


"Honey, aku bagaimana? Kamu membiarkan aku sendiri?" papa Beni memelaskan wajahnya, agar istrinya kasihan terhadapnya.


"Kamu mengobrollah dengan satpam atau merawat burung kesayanganmu di belakang rumah." Lalu, menarik tangan Radika menjauhi suaminya yang cemburu saat ini.

__ADS_1


__ADS_2