Terjebak Wajah Tampan Billioner

Terjebak Wajah Tampan Billioner
Bab 58


__ADS_3

Semua persiapan untuk liburan keluarga sudah siap. Mereka pun telah berada didalam pesawat pribadi yang sebentar lagi akan lepas landas terbang menuju kota Swiss. Karena perjalanan ini akan memakan waktu yang cukup lama maka Ayesha yang baru pertama kali naik pesawat dengan tujuan jauh memilih untuk tidur agar mual dan pusing yang tengah dirasakannya hilang.


"Sayang tidurlah dengan Cabi, wajahmu jadi pucat sekali!" khawatir Radika


"Ah mungkin karena ini kali pertamaku pergi jauh naik pesawat Abi!"


"Ya sudah, kamu harus tidur." Radika menuntun Ayesha pergi ke dalam kamar.


Radika membantu istrinya merebahkan tubuhnya yang lemas tak lupa meninggalkan kecupan dikening Ayesha. "tidurlah Sayang!"


Ayesha mencoba memejamkan matanya berharap ketika dia bangun nanti, dirinya sudah sampai ditujuan.


Radika yang memang terbiasa dengan hal seperti ini sejak dulu hanya memilih duduk dengan tablet ditangannya sambil memeriksa pekerjaan yang Farel kirim melalui email.


Tidak terasa pesawat tiba dibandara Swiss dan benar saja Ayesha baru bangun dari tidurnya begitu meminum obat antimual.


"Abi Sebentar pusingku masih belum reda betul"


"Ya sudah tidak perlu terburu-buru Sayang, kita sedang tidan dikejar oleh waktu jadi santai aja ya," ucap Radika sambil membantu Ayesha mengusap punggungnya.


Dante yang masih tertidur pulas tidak terusik sama sekali dengan pergerakan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Bi memang kita menginap dimana?"


"Abi punya vila disini, ya hampir di setiap negara yang memiliki anak cabang Abi selalu membeli satu tempat untuk dijadikan singgah."


Ayesha melongo sendiri saat mendengar hal tersebut. Ya dirinya masih terus tidak menyangka akan betapa kayanya sosok suaminya ini.


"Sayang harusnya kamu sudah tidak perlu terkejut lagi dong,"


Ayesha menggeleng,"Ya bagaimana bisa gitu, Aku masih saja belum tahu sepenuhnya tentang seberapa kayanya kamu. Tentu saja, itu membuatku sedikit melongo."


"Hahaha...Kedepannya kamu gak perlu kaget lagi ya Sayang, masih ada yang lebih dari ini."


Ayesha melotot tak percaya lagi," serius?!"


Dalam perjalanan menuju Vila, Ayesha takjub melihat pemandangan pegunungan dan hamparan rerumputan hijau di kanan dan kirinya. Tanpa keluar pun Ayesha bisa membayangkan sejuknya diluar sana.


"Kenapa Sayang?" Radika memperhatikan arah pandang Ayesha yang terus melihat kearah luar.


"Tidak ada apa-apa bi, Aku baru pertama kali melihat ini."


Radika tersenyum tipis dengan reaksi istrinya. Memang jarang sekali mereka melakukan liburan jauh karena tuntutan pekerjaan yang membludak adalah konsekuensi dari pembisnis nomor satu di dunia.

__ADS_1


"Saat kita sampai di Vila pemandangannya akan jauh lebih indah dari ini. Siapkan hatimu Sayang!"


Mata berbinar menantikan keindahan apa yang dimaksudkan, senyuman diwajah Ayesha tak pernah luntur akan semua ciptaan tuhan yang memanjakan matanya.


Dante mengerjapkan matanya dan perlahan terbuka. "Cabi lihatlah diluar sana, bukankah itu sangat indah Nak? Bunda harap Cabi melihat semua keindahan itu. Ayahmu meluangkan waktunya untuk berlibur bersama kita Nak!"


Ayesha mengajak bicara Dante yang hanya berceloteh tak jelas. Ayesha terus menceritakan apa yang ada didepannya dan menjelaskan kembali kepada Dante dengan bahasa yang lebih mudah. Sesekali melewati peternakan domba dan ladang bunga yang begitu luas.


Sesampainya di Vila, kini Ayesha mengerti angin sejuk hingga mampu menerbangkan helaian rambutnya. Air terjun yang jauh disana namun terlihat dekat dari mata. Suaranya, kicauan burung, sungguh Ayesha nikmati hal itu.


"Bagaimana?"


"Iya sangat sangat indah Abi, makasih ya udah ajak aku sama Cabi kesini. Aku tahu seberapa padat dan sibuknya pekerjaan kamu, tapi Abi selalu menyempatkan waktu untuk keluarga."


Radika memeluk pinggang Ayesha dari samping dan menjadikan pundaknya sebagai sandaran ternyaman untuk sang istri.


"Kita masuk dulu ya, setidaknya kita harus menyapa seseorang yang sedari tadi menunggu kedatangan kita."


"Benarkah? Aduhh... Jangan membuat orang menunggu terlalu lama. Abi juga kenapa gak bilang dari tadi coba?"


"Abi hanya membiarkan kamu menikmati semua ini Sayang."

__ADS_1


"Ya ya, ayo buruan abi!"


Hari pertama di Swiss mereka memilih mengistirahat diri dulu baru keesokkannya mereka akan berkeliling ke desa terdekat. Meskipun malam disini lebih dingin sehingga Radika menyalakan api dan membuatkan coklat panas untuk mereka berdua. Dante sendiri, mempunyai caranya untuk menghalau hawa dingin dengan tidur sepanjang hari.


__ADS_2