
Acara pernikahan Vandi dan Siska sudah direncanakan tidak jauh hari setelah pertemuan keluarga malam itu. Keduanya masih belum angkat bicara mengenai setuju atau tidaknya atas perjodohan ini.
Entah bagaimana reaksi Vandi tentang hal ini tapi yang pasti Siska sangat sangat merasa bahagia sekali. Akhirnya Penantiannya selama ini terkabulkan.
Berita pernikahan ini sudah terdengar oleh semua awak stasiun tv. Mereka berdua tidak pernah lepas dari perbincangan di media sosial. Bahkan menjadi berita trending dalam pencarian.
Max tentu bahagia melihat ini. Meningkatkan pamor nama mereka agar dikenal banyak orang. Banyak dari berbagai rekan bisnis memberikan ucapan selamat dan berbagai hadiah berdatangan ke rumah utama keluarga Max.
"Sesuai sudah dengan rencana dan perkiraanku." Max tersenyum senang.
Ayesha terkejut setelah jarang bertemu dengan Siska di kampus, tiba-tiba mendapatkan berita pernikahan temannya itu. Tak heran juga, ada yang dugaan dan gosip miring jika Siska bukan wanita baik karena hamil diluar nikah, wanita malam atau wanita ulat bulu.
Ayesha kesal yang mendengarkan semua berita tak benar itu. Mereka tak tahu apa-apa tentang Siska tapi dengan seenak jidatnya, mereka kesana kesini mengumbar dan membicarakan rumor hoax itu.
Ayesha berusaha menulikan kedua telinganya. Dia memilih pergi ke perpustakaan yang tentram.
Namun, matanya tak sengaja melihat Siska yang baru saja keluar dari ruang kemahasiswaan.
"Siska!" teriak Ayesha memanggil
Siska sontak menoleh ke belakang, Senyum tipis diwajah temannya itu tersirat ada kebahagiaan disana.
"Astaga, gimana kabarmu, Sis? Tiba-tiba menghilang gitu aja, bikin aku bingung " Ayesha memeluk penuh kekhawatiran terhadap twman dekatnya. Siska ganti memeluk Ayesha, ini pertama kalinya dia memiliki seorang teman yang sungguh-sungguh ingin berteman dengannya.
"kabarku baik-baik aja Sha, maaf ya bikin kamu cemas selama ini."
"Kamu Kemana sih? Kok gak masuk kuliah?!"
"Aku baru aja pulang dari luar negeri, biasalah ada masalah yang perlu aku urus."
__ADS_1
"Masalah? Bahkan sampai hampir satu bulan penuh?!"
"Ya begitulah, dan pasti kamu sudah dengar rumor tentangku diluar sana. Dan itu benar, aku akan menikah ya meskipun dijodohkan."
"Wahh serius kamu Sis? Akhirnya aku gak sendirian juga ya! Masa cuma aku aja yang nikah, hihi.. " tanpa disangka reaksi Ayesha malah terlihat semangat mendengar bahwa temannya ini akan menyusul untuk menikah.
"Hehe, ya gitu deh aku juga udah gak sabar, " ujar Siska
"Lah terus kamu dari ruangan ini ngapain tadi?!"
"Oh aku mau ambil cuti buat persiapan nikah Sha," ujar Siska
"Oalah ya sudah kalo gitu, semangat ya terkadang orang yang mau nikah banyak halangannya," ucap Ayesha memberikan petuah sebagai orang yang sudah pernah berpengalaman menikah.
"Iya makasih Sha, ya udah aku duluan sudah tunggu soalnya,"
"Oke hati-hati ya! jangan lupa undang aku, awas aja kali gak!" Ucap Ayesha sambil melambaikan tangan.
Tibanya di rumah, Ayesha terkejut melihat suaminya yang duduk santai di sofa ruang tamu sambil menonton berita di TV dan tidak ketinggallan pula cemilan kue diatas meja.
"Assalamualaikum Abi!" ujar Ayesha sambil mengecup tangan Radika.
"Kamu kok sudah pulang? Biasanya agak sorean "
Ayesha menaikkan sebelah alisnya,"Harusnya aku bi yang tanya gitu ke kamu, kok kamu sudah pulang?!"
"Hehe, iya Sayang aku pengen aja pulang. Kok rasanya aku rindu sekali ke kamu, apalagi kamu makin gemoy gitu ya!"
"Ck..apasih bi, jangan gitulah, bikin aku gak percaya diri kamu itu!"
__ADS_1
"Lah ngapain ngerasa gitu, apa pedululi kata orang sayang, kita ya kita, mereka ya mereka!" jawab Radika
Ayesha makin kesal dengan pendapat suaminya. "Kamu tuh gak tahu ya perasaan cewek kalo dipandang sebelah mata sama orang lain. Mereka pasti batin itu ' kok dia gemuk banget' atau ' hih jijik banget gue' " ujar Ayesha sambil memeragakan bagaimana orang memaki orang lain.
"Kamu itu yang terlalu sibuk memikirkan orang lain. Fokus dengan dirimu sendiri, jangan pedulikan yang lain asal kamu sendiri bisa tersenyum dan bahagia, itu sudah lebih dari cukup." Radika mengecup kening Ayesha penuh cinta. Dia tahu sekali kalau istrinya itu mudah sekali memikirkan hal yang tidak penting. Perlu berulang kali Radika nasihati agar Ayesha terbiasa.
"Abi, 2 hari lagi aku mau KKN di pelosok desa,"
"Kenapa harus di desa? Gak bisa gitu di dekat-dekat sini aja Sayang?" keluh Radika
"Itu mah Kampus nenek moyang mu kali abi, ini tuh udah termasuk tugas akhir aku sebagai mahasiswa. Boleh ya kan?!" ucap Ayesha sambil berkedip-kedip imut.
"Huft... Asalkan ada penjaga, aku ijinkan kamu sayang"
"Yah...kok gitu sih abi!"
"Iya atau gak, pilih satu!" tegas Radika
"Iya iya, dasar kamu itu bi!" Ayesha pun pergi ke kamarnya untuk mandi.
......................
Kini Radika mengantarkan istrinya untuk pergi KKN dia sudah mendiskusikan dengan dosen yang bersangkutan agar dirinya saja yang akan mengantarkan istrinya hingga sampai tujuan. Tentu saja, Radika memilihkan perjalanan yang aman untuk sang istri tercinta.
Wajah Ayesha berengut kesal dengan tingkah suaminya yang berlebihan.
"Kamu itu berlebihan banget sih Abi! Ngapain juga kita pergi pakai helikopter segala ?! Aku ini mau KKN di desa bukan di luar negeri!" ketus Ayesha bersedekap dada.
"Sayang, udah deh nurut ya jangan bawel, gak baik kamu bawel ke suami sendiri" ujar Radika, tangannya yang akan mengusap kepala istrinya namun ditepis pelan oleh Ayesha.
__ADS_1
Ayesha mendengus makin sebal,"ya tapi gak gini juga ish!!" Ayesha pun pergi masuk ke helikopter mendahului suaminya yang ikut mengelus dada.