
Menyambut pagi hari di negara Swiss memiliki kesan berbeda. Mereka berlibur bertepatan saat kondisi cuacanya sedang pada musim dingin. Ayesha sendiri sampai enggan untuk bangun pagi karena hawa yang terlalu dingin untuk dirinya.
"Sayang, kamu gak mau bangun?"
Dengan suara serak basah Ayesha menjawab."Dingin banget abi, jadi males gerak(
"Sepertinya kamu belum terbiasa ya, Dante biar aku yang mandikan kali gitu ya!"
"Ya sudah kalo gitu, aku minta tolong ya bi,"
Tubuh Radika memang sudah terbiasa dengan hawa dingin yang menusuk ke pori-pori kulit ketika ia pergi ke negara luar dengan cuaca dingin.
Dante seolah merasakan seperti bundanya, dia hanya telentang menatap keatas tanpa bergerak sama sekali.
"Kenapa Cabi? Kamu juga sama seperti bunda? Kedinginan ya? Bikin males gerak. Tapi Ayah tidak bisa membiarkan hal ini terjadi pada kalian berdua. Ayo Cabi harus bergegas mandi agar kita bisa melihat indahnya dunia di luar sana."
Radika menggendong Dante yang terlihat tidak tertarik sama sekali dengan ucapan sang ayah. Andai Dante sudah bisa berbicara mungkin dia sudah menolak mentah sedari tadi. Begitu Dante dimandikan, Ayesha terbangun dari tidurnya.
"Uhmm jam berapa ini sekaran? Brr...Dingin banget sih!"ujarnya sambil mengosok kedua lengannya.
"Ah jadi males mandi." dengan mata sayup Ayesha berusaha mengumpulkan kembali nyawanya.
Ceklek...
__ADS_1
"Sayang sudah bangun kamu? Ayo buruan mandi, aku sudah siapin air hangatnya."
Matanya berbinar senang, karena suaminya sedang memanjakannya. Memang kurang pantas jika dirinya bangun lebih siang. Namun Radika tidak mempermasalahkan hal tersebut membuatnya sedikit agak lega.
"Baiklah aku mandi dulu ya!"
Mata Dante berkedip-kedip seperti lampu yang berkekuatan lemah. Perlahan-lahan mata kecil itu tertutup dan kembali terpejam. Ayesha yang melihat itu langsung menunjuk memberitahu Radika.
"Lihat Cabi aja tidak kuat menopang matanya lagi, kamu cepat pakaikan bajunya Abi"
"Huft...Kenapa kamu jadi mudah tertidur padahal kamu belum minum susu, Nak!" Sebelum membuat Dante mengigil kedinginan bahkan bibirnya mulai pucat, Radika pun bergegas.
Melewati pagi yang terasa berat untuk sekedar menggerakkan kaki dan tangan sebab hawa yang cocok untuk bergelud dengan selimut namun Ayesha harus tetap beraktivitas.
"Benarkah?Badanku seperti akan membeku abi, Nih gendong Dante dulu, aku mau menyiapkan minumannya."
"Hmm..sepertinya acara jalan-jalannya kita tunda dulu. Berita di TV mengatakan memang cuaca hari ini agak lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini tidak baik buat Cabi " Radika yang menggendong Dante sambil menonton berita di televisi menyiarkan prakiraan cuaca pada hari ini.
"Baiklah, hari ini kita habiskan waktu didalam rumah aja. Masih ada aktivitas lain yang bisa kita lakukan didalam rumah!" Ayesha meletakkan nampan berisikan dua gelas teh hangat.
"Sayang, kamu mau menonton film kah?"
Ayesha berpikir sejenak lalu mengangguk setuju," Ide bagus Abi, sini Cabi aku bawa ke kamar aja, kasian kalo gak ditaruh di kasur."
__ADS_1
"Aku pilihkan filmnya kalo gitu," ujar Radika menyerahkan Dante yang asik mengemut botol susunya.
Ayesha menimang Dante sebelum ia taruh di kasurnya. Dante pun tertidur pulas, tidak lupa menyiapkan ASI bekunya di botol susunya.
Dilihat Dante tidur dengan nyenyak Ayesha pun keluar dari kamar. "Bagaimana udah tidur pulas Cabi?!"
"Iya udah kok, dia dari hari pertama suka tidur terus disini, padahal kalo di Indonesia dia jam segini belum waktunya tidur loh!"
"Ya udah, film nya sebentar lagi mulai, sini duduk di sebelahku," Radika menepuk sofa disebelah menyuruh istrinya duduk disampingnya.
"Udah lama aku gak santai kayak gini," celetuk Radika
"Yah selama ini aku sibuk kerja terus sih, maaf belum maksimal aku ngeluangin waktu buat kamu dan Cabi," sesalnya
Ayesha tersenyum tipis mendengar hal tersebut," aku tahu kamu punya tanggung jawab besar, banyak orang yang bekerja dibawahmu untuk mencari nafkah keluarga mereka. Pastinya kamu sebagai pemimpin juga ada yang harus dikorbankan."
"Sayang....Aku semakin mencintai kamu. Sikapmu yang sangat pengertian dan penyabar membuatku semakin jatuh hati,"
Ayesha sama hal nya dengan suaminya itu," Aku pun sama seperti yang kamu rasakan. Itulah yang terjadi didalam sebuah hubungan rumah tangga, saling melengkapi dengan sifat dan karakteri pasangan masing-masing."
"Kamu benar Sayang, Terimakasih sudah hadir dihidupku dan menjadi pendamping hidupku."
"Sama-sama Abi,"
__ADS_1
Tanpa sadar jarak wajah mereka yang tak sampai sejengkal saling merasakan hembusan nafas satu sama lain. bibir mereka saling menempel menimbulkan gejolak asmara diantara mereka.